Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Samakdo dari KorSel dan The Tao Exorcist dari Taiwan Ala Horornya Asia Timur

Kuil yang entah berasal dari mana (TMDB).

Tampaknya studio perfilman dari Asia Timur sedang giat untuk mengembalikan citra horor budayanya sendiri, di pertengahan tahun 2020an ini. Dengan judul Samakdo dari Korea Selatan di akhir Juli, dan The Tao Exorcist dari Taiwan di awal Agustus mendatang, kisah horor Asia Timur pun kembali dengan meriah.

Kedua film berating umur D17 alias 17 tahun keatas, karena berisi banyak adegan mendarah-darah dan mendaging-daging. Namun bukan itu inti filmnya, melainkan budaya lokal yang diadaptasi secara horor. 

Bagi yang kenal, tentu tahu bahwa Asia Timur dari China, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan memiliki khas horornya masing-masing. Bahkan keempat kebudayaan Asia ini, adalah yang paling berpengaruh (selama ribuan tahun lamanya) terhadap perkembangan budaya hingga Asia Tenggara.

Khusus untuk kombinasi film ini, justru mengembalikan vibe yang telah lama hilang. Masih dipertahankan oleh Jepang, kisah horor berlatar budaya dengan investigasi para karakternya, adalah animo yang seharusnya terus dijabarkan. Contoh terakhir adalah film Jepang dari sutradara favorit penulis, bernama Koji Shiraishi yang menelurkan film About A Place in Kinki Region, tahun 2025 lalu. 

Inti kesan film seperti ini adalah menggambarkan tradisi budayanya sendiri secara horor. Asia Timur hingga Tenggara (hingga kini ) masih kental dengan ngerinya budaya tradisional. Mirip dengan sejarah, kengerian di masa lalu menjadi satu patokan tertentu agar terciptanya dan berkembangnya suatu budaya.

Samakdo dari Korea Selatan

Film Samakdo yang tayang akhir Juli, berlatar di Korea Selatan. Seperti beberapa film sebelumnya, masih bernafaskan kombinasi budaya lokal dengan pengaruh dari Jepang. Entah mengingatkan kengerian masa lalu, atau sekedar bersaing saja, namun kisah film horor Korea Selatan seringkali berisi referensi budaya Jepang.

Contohnya adalah film The Wailing dari tahun 2016 lalu, yang mengisahkan wabah aneh yang sulit dijelaskan oleh sains (kedokteran) atau budaya (perdukunan). Sehingga hanya dapat dilacak Patient Zero-nya, akibat tibanya seorang lansia dari Jepang di sebuah desa terpencil Korea Selatan.

Berikutnya lebih baru, yaitu Exhuma dari tahun 2024 lalu. Selain kisah perdukunan Korea Selatan yang kental, berisi pula referensi mengenai makam jenderal Jepang yang diasingkan di Korea Selatan. Kisahnya mengalir dengan banyak investigasi (ala dukun), mirip The Wailing. 

Kedua film mirip dengan serial The Cursed dari Yeon Sang-ho, yang baru saja menelurkan film Colony di tahun 2026 ini. Ramainya kisah perdukunan Korea Selatan, tampaknya memicu kembali animo mistis pada banyak film. Korea Selatan mulai meninggalkan hingar-bingarnya film ala Hollywood, dan kembali ke ranah Asia yang lebih berfaedah.

Animo seperti ini dilanjutkan pada kisah Samakdo, yang berlatar di desa terpencil Korea Selatan. Sebuah sekte bernama Samsundo yang tinggal di kuil bernama Chennyeon, menarik perhatian seorang produser film bernama Chao Sao-yeon (Jo Yoon-seo). Bersama tim investigasi yang dibentuk olehnya, mereka menyelinap masuk dan merekam kegiatan para umatnya. 

Kuil Chennyeon yang berarti Seribu Tahun, adalah sekte peninggalan dari Jepang terdahulu. Belum dipastikan bahwa para anggotanya masih bertahan atau tidak, tetapi lahan budaya serta sejarah yang kental, menjadi target utama para kru.

Hingga akhirnya, banyak kejadian aneh yang menimpa mereka di lokasi kuil.

Kisah horor orangtua dan anak dari Taiwan (TMDB).

The Tao Exorcist dari Taiwan

Berikutnya adalah The Tao Exorcist dari Taiwan, yang rajin mengadaptasi adegan para dukun melawan jurignya. Seperti sempat ditulis dalam artikel Mudborn di awal 2026 lalu, kisah horor Taiwan memang kental dengan animo ini.

Taiwan melanjutkan animo dari negara lainnya, yaitu China. Film horor lama dari China, seringkali berisi vampir dan berlatar para dukun serta jurus saktinya. Dengan teknologi film jaman sekarang, dan kisah yang lebih edan serta variatif, film dari Taiwan mampu menyajikan adegan yang sangat mumpuni.

Mirip dengan animo horor dari Korea Selatan, seringkali film dari Taiwan berisi kisah yang kompleks. Produksinya memang beda dengan produsen horor lainnya, apalagi dari Hollywood yang kini minimalis (karena mahal). Justru kisah horor dari Taiwan dapat diproduksi dengan adegan heboh, namun masih mementingkan ceritanya. 

Contoh terakhirnya adalah Mudborn dari awal tahun ini, yang kisahnya tercampur aduk antara purwarupa gim VR (Virtual Reality), ritual jimat, serta segel arwah jahat dalam boneka tanah liat. Cukup kompleks untuk sebuah film horor, walau masih melanjutkan animo dari seri film The Rope Curse (2018, 2019, 2023) dan Incantation (2022).

Ketiga waralaba berisi kisah hubungan orangtua dan anak dalam sebuah film horor. Mungkin kisah horor ini mirip keadaan bilateral antara Republik Rakyat China, dengan Taiwan (yang diresmikan sepihak) sebagai China Taipei.

Kali ini dalam The Tao Exorcist, ternyata masih melanjutkan animo tersebut. Plot utamanya mirip dengan The Cursed: Insatiable Desires (2025), mengenai ritual mistis demi meraih cuan semata. 

Namun, fokusnya kali ini berlatar pada satu keluarga saja, dengan ayahnya yang gemar bermain judi. Ternyata hobi ini berubah menjadi pekerjaan utama, yang bahkan perlu jimat mistis demi terus untung. 

Hingga akhirnya kisah berlanjut pada kengerian lain. Satu-persatu anggota keluarga mulai kerasukan arwah jahat, yang menyebabkan seisi rumah menjadi kacau. 

Dukun setempat yang masih muda namun berbakat, Xiao Tuo (Tsao Yu-ning) akhirnya mendengar masalah supernatural tersebut. Dia pun mencoba menguak arwah jahat yang merasuki, serta mengembalikannya ke asal dunia lain-lain.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Arsip Blog

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece