Tampilkan postingan dengan label Rating SU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rating SU. Tampilkan semua postingan

12 Januari 2026

Idola Sekolah di Film Anime Love Live! Nijigasaki High School Idol Club The Movie

 

Ayumu Uehara yang heran ada disini (TMDB).

Sekarang, saatnya beralih ke anime yang sudah cukup mumpuni vibe-nya, tetapi kurang dimengerti oleh penulis, berjudul Love Live! Nijigasaki High School Idol Club The Movie, yang akan tayang khusus di satu rangkaian sinema Indonesia. Memang, penulis kurang mengerti kisah idola Jepang nan Wibu ini, tetapi cukup mengenal animonya. Ditambah lagi, rating anime ini ternyata Semua Umur (SU).

Jika dicek sejarahnya, maka harus kembali ke awal tahun 2000an lalu, saat akademi idola Jepang ramai dengan grup bernama AKB48. Jumlahnya memang banyak, yang mencapai 48 personil dan berisi banyak idola cewek, yang berbakat dalam menyanyi dan berdansa. 

Khusus untuk grup AKB ini sendiri, melanglangbuana grup lainnya hingga hampir seluruh Jepang. Contohnya, adalah SKE48 (Nagoya), HKT48 (Fukuoka), dan NGT48 (Niigata). Bahkan, grup ini merambah hingga Indonesia, bernama JKT48. Di negara lainnya, terdapat pula TPE48 dari Taiwan, SNH48 dari China, MNL48 dari Pinay, dan BNK48 dari Thailand. 

Namun, animo seperti ini memunculkan istilah baru bagi dunia hiburan Jepang, yaitu idola cewek yang berbakat di dunia hiburan. Saking besar animonya, tercipta banyak manga atau anime, berkisah mengenai drama sepintas kehidupan, namun dengan karakter berlatar belakang sebagai idola. 

Tentu, perlu diingat pula mengenai Vocaloid yang beravatar anime, dengan Hatsune Miku yang Go International. Penerusnya kini, penyanyi ber-avatar anime yang selalu tampil langsung dibalik siluet hitam, bernama Ado, sedang ramai diobrolkan oleh banyak penggemar, khususnya dari luar Jepang.

Yang paling nyeleneh, tentu Uma Musume, yang menggabungkan cewek idola Jepang, dengan balapan kuda dalam gim-nya. Anime nya pun merambah, yang hingga saat ini telah mencapai tiga musim, dengan satu film dan dua spin-off-nya. Animo idola di Jepang, layaknya sebuah stadion sepakbola, yang setiap lokasinya diramaikan dengan kompetisi tertentu. 

Satu judul yang paling meramaikan animo ini di Jepangnya sendiri, adalah Love Live!, yang mulai rilis sejak 2010 lalu. Waralaba Love Live hingga kini telah merilis enam serial (2014, 2017, 2022, 2023, 2024), dengan variasi jumlah musim setiap serialnya. Tiga Film pun ditelurkan oleh waralaba ini, yang mengacu pada setiap serial yang berbeda.

Yang paling konsisten dalam merilis produknya, adalah sejenis video gim. Sejak tahun 2013 lalu, setiap tahunnya dirilis gim Love Live, dengan berbagai kombinasi format, genre, dan konsolnya. Waralaba Love Live! memang sukses besar, dengan pendapatan sejak tahun tahun 2014 hingga 2020, mencapai 166 Milyar Yen Jepang, atau 1,5 Milyar Dolar AS.

Okeh, segitu saja dulu. Untuk sinopsisnya di film Love Live! ini, tentu mengambil latar di Nijigasaki, yaitu sekolah yang dirilis tahun 2017 lalu. Selalu mirip dengan animo Love Live!, kisahnya tentu mengenai kompetisi idola Jepang, berlatar sekolah di sana.

Lucu-lucuan Penguin Korea Ala Film Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure

 

Pororo dan banyak kawannya (TMDB).

Daaaan, masih ada satu lagi film bagi anak (alias ratingnya Semua Umur) di minggu ketiga bulan Januari 2026 ini, berjudul Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure, yang sedang tayang di sinema-sinema Indonesia.

Kali ini, Pororo adalah sejenis karakter animasi dari Korea Selatan sana, yang berbentuk Penguin, lengkap dengan topi pilot dan kacamatanya. Inovasi karakter Pororo cukup mendunia, yang merupakan awal kebangkitan budaya seni populer dari Korea Selatan, hingga sanggup menyaingi Hello Kitty dari Jepang, Mickey Mouse dari AS, dan Smurfs dari Eropa.

Bagi para penggemar film, tentu dapat mengingat bangkitnya Korea Selatan dengan pop-dansanya yang sempat merajai awal tahun 2010an lalu. Filmnya pun sangat berkelas ala film produksi Hollywood, walau cukup jarang mengemukakan khas budayanya sendiri.

Pororo adalah pionir dari kebangkitan tersebut. Bahkan hingga sekarang, sebanyak delapan musim kartun animasi telah ditelurkan, dari tahun 2003, 2005, 2009, 2012, 2014, 2016, 2020, dan 2023. Filmnya bahkan mencapai 12 banyaknya, yaitu pas tahun 2004, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2017, 2019, 2022, 2022, 2023, dan 2025. Tentunya, film berjudul Sweet Castle Adventure ini, adalah film ke 13-nya.

Masih banyak karya lainnya yang mengikutsertakan Pororo dan kawan-kawannya, namun ikoniknya penguin berwarna biru ini tidak hanya dari segi kelucuannya saja. Pororo diproduksi dengan menghilangkan bias budaya dan referensi sejarah, sehingga cukup familiar di seluruh belahan dunia. 

Selain itu, sejak awal, Pororo didesain untuk anak berumur 4 hingga 7 tahun, yang mengenalkan berbagai sikap, norma, moral, banyak nilai edukasi (alias life skill). Pada saat awal penayangannya di Korea Selatan, banyak anak di Korea Selatan mengikuti gaya Pororo saat mengangkat tangan untuk menyeberang jalan, makan dengan dikunyah 30 kali, mencuci tangan, dan berbagai 'nilai keseharian' lainnya.

Orangtua dari Korea Selatan yang menyukai karakter Pororo, saat itu menyarankan Iconix Entertainment sebagai studio produksi, dalam memasukkan adegan tersebut pada setiap episodenya. Iconix pun setuju, sehingga timbal-balik antara hiburan dan edukasi, khususnya pada anak Korea Selatan, semakin terjalin dengan baik.

Sinopsis Film Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure

Kali ini, dunia Pororo sedang dalam musim dingin dan menjelang perayaan Natal. Di Kerajaan Dessert, sedang diadakan kompetisi memasak kue. Pemenangnya, akan mendapatkan lapisan topping dari Sinterklas.

Pororo dan kawan-kawannya yang kebetulan bertemu Sinterklas di jalan, akhirnya diminta untuk mengirimkan piala topping tersebut kepada Ratu di Kerajaan Dessert. Petualangan baru mereka pun dimulai, sambil menikmati momen di musim dingin. 

Namun, saat akan menyerahkan piala tersebut di Kerajaan Dessert, seorang tokoh produsen cokelat bernama Leo No. 5 menghalau mereka. Leo tidak rela, kompetisi dilaksanakan tanpa kehadiran cokelat buatannya. Pororo pun perlu mengamankan piala tersebut, sambil menghindari kejaran Leo.

Amankah kompetisi ini dengan perayaan musim dinginnya di Kerajaan Dessert? Jawabannya, tentu dapat disaksikan di keberagaman kue ala sinema Indonesia.

7 Januari 2026

Berteman dengan Panda Imut dalam Film Moon The Panda

 

Tian dan Panda (TMDB).

Selamat datang kembali di tahun berikutnya, yaitu tahun 2026 yang meninggalkan 2025 dengan segala kegalauannya. Ya, cukup galau karena memang harus masuk sekolah dan kerja lagi setelah liburan. Lupakan semua resolusi tahun 2025 lalu, dan mulailah melangkah lagi di tahun 2026 ini.

Dan, tentunya masih ada waktu bersama keluarga atau teman terdekat untuk menikmati hiburan bersama. Apalagi, semenjak minggu kemarin dirilis beberapa film yang seluruhnya bertema tentang keluarga. Ya, memang bertema keluarga, tetapi dengan kombinasi banyak genre berbeda. Diantaranya, di ranah cerita anak, isu bencana sosial, horor, hingga komedi budaya. 

Okeh, sudah saatnya membahas film pertamanya saja ya, yang berjudul Moon The Panda, yang telah tayang sejak minggu lalu di sinema Indonesia. Film ini bisa ditonton oleh Semua Umur, alias cocok untuk mengajak anak yang ingin menonton kelucuan Panda.

Panda yang Isekai

Oh ya, karena seperti biasanya, cuplikan film Moon The Panda sama sekali tidak mengisahkan plot utama filmnya. Maka, di sub-artikel ini ditulis saja keunikan dari binatangnya sendiri, yaitu sejenis beruang herbivora bernama Panda.

Hewan berwarna hitam-putih ini sejenis beruang, yang biasanya omnivora, alias pemakan segala. Namun, entah apa yang terjadi jutaan tahun lalu, sehingga Panda beradaptasi dengan hanya melahap tanaman bambu saja. 

Seperti dilansir dari NatGeo Indonesia, pada sebuah fosil dari tujuh tahun lalu, terdapat jejak transisi Panda dari omnivora menjadi herbivora. Padahal hingga kini, dalam perut Panda masih memiliki banyak bakteri pemroses protein.

Bahkan, menurut Taman Safari Indonesia, Panda mampu melahap hingga 12 kilogram bambu setiap harinya. Jumlah tersebut pun cukup kurang, karena Panda bisa berbobot 160 kilogram, dan membutuhkan kalori yang lebih banyak untuk bergerak. Sementara itu, bambu hanya menghasilkan sedikit kalori.

Uniknya, karena siklus hidupnya yang agak 'malas,' sehingga Panda hanya menghabiskan 38 persen kalori setiap harinya. Mungkin itulah, mengapa Panda malah terlihat ceroboh, malas, konyol, dan lucu sekaligus. 

Hewan ini memang secara adaptasi biologis, sudah dianggap anomali. Sehingga, uniknya Panda-lah yang membuat Pemerintah China mendukung sepenuhnya konservasi hewan terancam punah ini. Bahkan, di seluruh dunia terdapat usaha konservasi khusus, yang dianggap cukup berbiaya tinggi, akibat sulitnya mengembangbiakkan Panda.

Sutradara Gilles de Maistres dari Perancis

Bagi yang penasaran dengan sutradaranya, yaitu seorang sineas dari Perancis bernama Gilles de Maistres. Sutradara ini sudah berkecimpung lama dengan khas film anak, yang memadukan hewan liar didalamnya.

Contohnya adalah film tahun 2018 berjudul Mia and The White Lion, yang cukup sukses di pasar maupun kritikus. Dua film berikutnya yang tetap berisi karakter binatang, The Wolf and The Lion (2021) dan Autumn and The Black Jaguar (2024), sempat diproduksi oleh sutradara Gilles. 

Tampaknya, Giles de Maistres memiliki wacana untuk mengisi kekosongan film anak, yang berisi peran karakter binatang asli, sebagai bagian dari plot utamanya.

Sinopsis Film Moon The Panda

Tian Zhao (Liu Nouyi) adalah anak yang masih cukup bandel. Suatu hari saat tengah merayakan hari ulang tahunnya ke 12, Tian dikritisi oleh ayahnya, Fu Zhao (Liu Ye) bahwa nilai di sekolahnya buruk, dan bahkan peringkat terakhir di kelas. Tidak menerima begitu saja, Tian lalu ngambek dan pergi dari acara ulang tahunnya sendiri.

Ibunya, Emma Zhao (Alexandra Lamy), lalu berinisiatif untuk mengajak berlibur kedua anaknya, Tian dan Liya (Liu Nina), menuju lokasi hunian neneknya, Nai Nai Zhao (Sylvia Chang). Ketiganya lalu berangkat menuju pedesaan China, tempat hunian Nai Nai yang dekat sekali hutan belantara. Fu Zhao sebenarnya masih heran, mengapa berlibur ke rumah ibunya dapat membereskan masalah nilai Tian.

Tian, yang terlalu sumringah saat menjelajah ke hutan, akhirnya bertemu dengan seekor panda kecil, bersama ibunya. Keduanya pun menjalin persahabatan di tengah hutan, karena panda yang diberi nama Moon ini, sangatlah jinak untuk menemani kesehariannya.

Dapatkan keduanya menjalin persahabatan antar spesies untuk waktu yang lama? Jawabannya tentu ada di keragaman hayati ala sinema Indonesia.

24 Desember 2025

SpongeBob yang Mengalami Puber di Film Search for SquarePants

 

Patrick dan SpongeBob yang masih bodor (IMDB).

Saatnya kembali meramaikan dunia perkartunan ala animasi bodor SpongeBob, yang kali ini menelurkan filmnya saat akhir tahun di sinema-sinema Indonesia, bersub-judul Search for SquarePants

Tampaknya perlu diingat kembali, bahwa serial kartun televisi SpongeBob telah melegenda di Indonesia, sejak penayangan awalnya tahun 2004 lalu. Sejak saat itu, SpongeBob selalu meramaikan ranah animasi, bagi anak kecil hingga dewasa. Nickelodeon sebenarnya merilis SpongeBob di tahun 1999, yang mulai merambah seluruh dunia sejak awal 2000an.

Tentu, bagi yang ingin menikmati nostalgia bersama sang anak, maka dapat menontonnya bersama, karena rating umurnya adalah Semua Umur (SU).

Konyolnya Kartun The SpongeBob SquarePants

Selain ceritanya yang kocak, anehnya lokasi dibawah laut, serta karakternya yang lucu-lucu ala warga Bikini Bottom, SpongeBob seringkali mengemukakan banyak kata-kata bijak bagi penggemarnya. 

Contohnya adalah yang diutarakan seorang karakter bintang laut, bernama Patrick Star. Walaupun digambarkan sebagai karakter yang malas nan bodoh, namun kata-katanya sangatlah memberi semangat. Contohnya adalah 'Hidup itu mudah. Jika senang, tersenyumlah. Jika sedih, tertawalah!' lalu 'Aku Jelek dan Aku Bangga!' Selalu konyol namun nyambung, karena Patrick bukanlah karakter yang pernah serius.

Jika dicek referensinya, Spons Laut dan Bintang Laut adalah dua mahluk invertebrata paling santai sedasar lautan (kelihatannya). Spons Laut menempel pada Terumbu Karang, sehingga menjadi bagian utama dari ekosistem penting di lautan. 

Tentu sudah banyak yang tahu, bahwa jika Terumbu Karang lautan terancam, maka banyak mahluk laut yang terancam pula kehidupannya. Sehingga, penggambaran karakter SpongeBob yang rajin, pekerja keras, serta setia, cocok digambarkan sebagai simbol dari Spons Laut asli.

Sementara Bintang Laut adalah sejenis mahluk yang kerjanya hanya tiduran saja di dasar lautan. Terlihat sangat santai, padahal mahluk ini adalah satu dari banyak hewan target nutrisi, bagi banyak predator laut. 

Namun, santainya tersebut justru bukanlah suatu kelemahan, namun kelebihannya yang berlebihan. Bintang Laut mampu menumbuhkan kembali bagian tubuhnya yang hilang. Bahkan, satu penelitian mengkaji, bahwa Bintang Laut yang telah terpotong seluruh 'kakinya,' masih sanggup menumbuhkannya kembali hingga lengkap. 

Jadi, penggambaran Patrick Star yang santai dan bodoh sangat cocok pula sebagai simbol dari Bintang Laut asli. Bukannya santai, tetapi Patrick memang cukup kuat dalam menanggapi 'masalah hidup.'

Dan, keduanya pun bisa disebut sebagai hewan yang konyol, karena memang aslinya tidak memiliki organ Otak. Sehingga, penggambaran karakter SpongeBob dan Patrick yang keduanya terlalu kekanak-kanakan dan lucu-lucuan saja semasa hidup, sekali lagi cocok sebagai penggambarannya.

Sebenarnya, masih banyak penggambaran lain di Bikini Bottom ala serial kartun The SpongeBob SquarePants. Contohnya dari Plankton, yang merupakan salah satu rantai makanan paling kecil dan menderita di lautan. 

Namun, karena sedang membahas filmnya, maka disudahi saja disini, dengan membahas film pertamanya saja dari tahun 2004, yang cukup nyambung dengan animo film tahun 2025-nya.

(Atau mungkin, nanti ditulis saja di bagian artikel Monsterisasi).

Film Pertama The SpongeBob SquarePants Movie

Nah, satu film yang perlu diingat dari SpongeBob, adalah tepat beberapa bulan setelah penayangan televisinya di Indonesia. Judulnya pun simpel, yaitu The SpongeBob SquarePants Movie

Seperti biasa, film ini awalnya mengisahkan perseturuan antara Krusty Krab milik Tuan Krab, dan Chum Bucket milik Plankton. Namun, SpongeBob serta Patrick perlu berpetualang dan melanglangbuana hingga lautan terdalam, demi meraih kembali mahkota sang raja Neptunus.

Kisah di film ini pun cukup memfokuskan, mengenai SpongeBob dan Patrick yang sebenarnya sudah terlalu dewasa untuk terus bermain-main. Kekonyolan mereka sangat terlihat pada adegan berisi lagu Goofy Goober, yang merupakan idola bagi keduanya. Namun, bintang dan spons laut ini ternyata cukup dewasa untuk melalui seluruh tantangan, walau masih memiliki status sebagai fans Goofy Goober.

Nah, kali ini di film Search for SquarePants, justru memiliki atmosfer cerita yang sama. Ya, walau terlampau jarak 21 tahun lamanya, namun animo yang disajikan mirip. Walau film pertamanya diproduksi Dua Dimensi, dan film saat ini berformat Tiga Dimensi, namun menyajikan Patrick dan SpongeBob yang masih konyol, namun ingin membuktikan bahwa dirinya telah dewasa. 

Okeh, saatnya membahas sinopsis filmnya saja, ya...

Sinopsis Film The SpongeBob Movie: Search for SquarePants

Awalnya, SpongeBob (Tom Kenny) yang tengah bekerja di Krusty Krab, sedang mengobrol dengan Patrick (Bill Fagerbakke) di toilet. Tiba-tiba, ventilasi toilet terbuka, yang membuat semangat SpongeBob atas sebuah petualangan.

Setelah berhasil melewati ventilasi karena badannya yang elastis, SpongeBob ternyata sampai di sebuah kapal milik Flying Dutchman (Mark Hamill), yaitu jurig terkuat lautan.

Lebih konyolnya lagi, Flying Dutchman yang memang mencari 'mahluk paling polos selautan', akhirnya 'merekrut' SpongeBob dan Patrick sebagai anggota bajak laut. Padahal, Davy Jones ingin membersihkan dirinya dari kutukan jurig selama ini, dengan cara memberikan keduanya pada pemberi kutukan.

Kisah hilangnya SpongeBob dan Patrick pun menyebabkan panik bagi Tuan Krab (Clancy Brown), yang tidak ingin kehilangan koki andalannya (walau tetap pelit). Tuan Krab lalu merekrut Squidward (Roger Bumpass) dan Gary, demi misi menyelamatkan keduanya dari kekangan Flying Dutchman.

Sanggupkah Tuan Krab menyelamatkan Patrick Star dan SpongeBob SquarePants? Atau malah keduanya membuktikan diri sebagai petualang laut terhebat? Atau bahkan menaklukan langsung Flying Dutchman yang terkenal beringas? 

Jawabannya, tentu ada di keragaman kartun hayati ala sinema di Indonesia.

18 Desember 2025

Berpetualang bersama Cemilan Imut di Film Dream Animals: The Movie

 

Binatang lucu yang sedang asyik (TMDB).

Saatnya di akhir tahun 2025 ini, tepatnya bulan Desember yang sedang hangat-hangatnya berlibur, menonton film bersama anak atau anggota keluarga lainnya (rating Semua Umur). Kali ini, film animasi untuk anak yang dirilis adalah Dream Animals: The Movie, yang tayang di sinema-sinema Indonesia pada akhir minggu.

Studio animasi yang memproduksi Dream Animals pun bukanlah sembarang studio, melainkan Marza Animation Project dari Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, Mara merilis trilogi film Sonic the Hedgehog (2020;2022;2024), yang disukai banyak penggemarnya. 

Jika mengingat Sonic, tentu kembali pula kenangan saat film pertamanya akan dirilis. Penggemar Sonic dari seluruh dunia protes di dunia maya, saat menonton cuplikan pertamanya. Desain karakter utama Sonic, terlihat mengerikan, dan tidak imut layaknya Sonic di Video Gim-nya. Namun, karena sineas filmnya memahami, maka mereka menunda perilisan film hingga tiga bulan (rencana rilis asli untuk bulan November 2019), untuk mendesain ulang karakter Sonic.

Distributor yang merilisnya pun cukup keren, yaitu Tokyo Broadcast System (TBS), yang sering membuyarkan dunia dengan anime mantap dari Jepang. Beberapa contoh anime viral dari TBS, diantaranya adalah serial anime Dandadan (2024) Jujutsu Kaisen (2020), dan Full Metal: Alchemist Brotherhood (2009).

Dan, saatnya kembali membahas Dream Animals. Bagi anak atau penggemar yang suka film animasi 3D, alias tiga dimensi yang imut, tentu tertarik dengan cuplikan Dream Animals yang cerah dan mulus animasinya. Oh ya, yang imut bukan hanya karakter di filmnya, tetapi juga asal muasal para karakternya.

Dream Animals adalah produk makanan ringan berjenis kraker, yang berbentuk karakter binatang dan diproduksi dari Jepang. Perusahaan yang memproduksinya adalah Ginbis, yang telah memulai usahanya sejak tahun 1930 lalu. Khusus untuk produk Dream Animals (Tabekko Doubutsu), mulai diproduksi sejak tahun 1978 lalu.

Makanan ringan Dream Animals masih diproduksi hingga sekarang, dengan banyak tambahan karakter berbeda pada setiap bungkusnya. Karakter binatang seperti gajah, kuda nil, pegasus, kucing, kelinci, ayam, jerapah, singa, buaya, dan monyet selalu meramaikan isi setiap bungkus Dream Animals. 

Bagi yang penasaran dengan rasa makanan ringan ini, sebenarnya Dream Animals tidak begitu luas didistribusikan di Indonesia. Namun, banyak toko daring (online) yang menawarkannya, sehingga dapat dipesan saja langsung. 

Atau bagi yang kangen jajanan anak, tentu masih bisa mengecek makanan ringan Fugu. Makanan ringan ini justru berbentuk mirip, dengan ikan sebagai karakternya, yang tentu diproduksi oleh perusahaan Indonesia bernama OrangTua

Sinopsis Dream Animals: The Movie

Di Negeri Manisan, sekelompok grup musik terkenal bernama Dream Animals, yang beranggota Gajah, Kuda nil, Pegasus, Kucing, Kelinci, Jerapah, Singa, dan Monyet sedang heran dan terperangah atas kondisi nasionalnya. Dream Animals yang baru saja kembali dari tur musik internasional, menemukan negerinya kini dikuasasi oleh sejenis cemilan permen.

Sejenis kelompok permen bernama Gotton ingin mendominasi pasar di Negeri Manisan, yang biasanya seimbang antara campuran makanan ringan biskuit, dengan banyak variasi permen. 

Walau sebenarnya seluruh anggota Dream Animals tidak ingin berkonflik, justru terperangah dengan diculiknya salah seorang anggota mereka, yaitu Pegasus (Akairi Takaishi). Singa (Genta Matsuda) sebagai seorang pemimpin, berinisiatif bersama seluruh anggotanya untuk memulai misi penyelamatan.

Dengan dibantu oleh seorang gadis nan baik hati (Liliano Ono), Dream Animals mulai berjibaku dan merekrut banyak binatang idola lainnya, seperti Anak Ayam dan Buaya, demi menyelamatkan Pegasus dan mengembalikan kedamaian di Negeri Manisan tercinta. 

Sedikit Komentar Mengenai Sinopsis Film Dream Animals

Oh ya, tampaknya film ini menggambarkan, bahwa makanan cemilan alias ringan sejenis biskuit, kraker, dan banyak makanan adonan kering lainnya, sebenarnya lebih sehat. Bahkan, jika dicek per bungkusnya, terdapat cetakan berbentuk kotak, bertuliskan kandungan gizi per-gram untuk setiap bungkusnya. Label kandungan gizi ini bisa dicek pula dari bungkus sejenis sirup atau susu

Apalagi jika dibandingkan dengan sejenis permen, yang dapat langsung terlihat efeknya pada gigi anak, yang hitam bahkan hingga ompong karena terlalu banyak mengonsumsi permen atau manisan. Cukup merusak tubuh anak pula, karena gizi-nya jauh lebih sedikit dengan bahan kimiawi lebih banyak.

Sementara di cemilan makanan kering, sering ditambahkan dengan cokelat, susu, bumbu asam, manis, pedas, serta banyak tambahan lainnya. Walau tetap masuk sebagai kategori makanan ultra proses, tetapi prosesnya cukup sederhana dan lebih bergizi untuk dikonsumsi tubuh.

Produk Ringan dari Indonesia

Oh ya lagi, setelah membahas sinopsis film Dream Animals, penulis mau berbagi pula tentang pengalaman makanan ringan di Indonesia. Selama beberapa dekade lamanya, keluarga berkecimpung sebagai grosir makanan ringan. 

Ternyata, rata-rata produk makanan ringan berasal dari perusahaan Nasional alias Nusantara. Mulai dari biskuit, cokelat batang, keripik, hingga minuman susu dan sirup, seluruhnya diproduksi dari perusahaan nasional atau lokal. 

Tidak hanya makanan ringan, banyak produk rumahan seperti pasta gigi, sabun batang, sabun cair, sabun pel, sabun cuci piring, shampoo, sikat gigi, hingga kebutuhan rumah lainnya, diproduksi dari pabrikan dalam negeri tercinta.

Bahkan saat keluarga beralih usaha ke bumbu makanan, mulai dari bumbu jadi, bumbu marinasi, santan, hingga bumbu racik, ternyata seluruhnya diproduksi dari perusahaan nasional. Beberapa produk yang lebih tradisional, yaitu gula merah, gula, garam, minyak curah, hingga bumbu rempah, adalah hasil Usaha Kecil Menengah (UKM) regional.

Tampaknya tidak perlu dijelaskan lagi, bahkan produk tas hingga pakaian santai dan formal (apalagi batik), diproduksi oleh perusahaan nasional atau lokal. Memang, banyak pabrikan tekstil maupun garmen, bisa 'dititipkan' produksinya demi kebutuhan merk lokal pula.

Ya, maksudnya tentu bukanlah se-kompetitif ala Ginbis yang melanglangbuana hingga bisa diproduksi filmnya. Tetapi, dengan begitu dari segi manufaktur, barang dan bahan kebutuhan sehari-hari, ternyata sudah terpenuhi oleh produksi nasional dari negara tercinta. Ya, Indonesia.

Tentu kekurangannya adalah berbagai jenis barang elektronik serta otomotif, yang masih didominasi oleh produk dari Jepang atau China. Tetapi kedepannya, mungkin Indonesia akan mencapai tahap tersebut, karena banyak bahan mineral mentah yang memang didapatkan dari kekayaan dalam negeri. Ya, Indonesia.

Kayaknya tidak perlu dijelaskan lagi dari segi keberagaman Hayati Indonesia, ya. 

Okeh, wassalam, dan selamat menikmati kisah Dream Animals ala ranah produk sinema internasional di Indonesia.

6 November 2025

Motivasi Guru Idealis di Pelosok Indonesia ala Film Solata

 

Angkasa yang suka berjuang untuk mengajar di daerah terpencil (TMDB).

Okeh, saatnya drama serius yang mengadaptasi kisah seorang guru idealis di Indonesia, yaitu film berjudul Solata, yang kini tengah tayang di sinema-sinema.

Terlihat dari cuplikannya, tampak seorang guru lulusan Jakarta, yang galau tidak terkira masalah pilihan hidupnya. Maka, dirinya memilih jalur yang paling idealis, yaitu mengikuti program guru di lokasi terpencil, dari Dinas Pendidikan.

Nah, sebelum membahas filmnya, perlu ditelaah kembali mengenai program ini. Walau cuplikannya tidak menunjukkan nama programnya, tampaknya mengacu pada program SM3T, yang berarti Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal.

Program ini sudah dimulai sejak tahun 2011 lalu di berbagai kampus Indonesia, khususnya di fakultas dengan jurusan kependidikan guru. Bahkan, saat masa kuliah dulu, program SM3T adalah ajang obrolan sehari-hari, menjelang kelulusan karena takut nganggur.

Memang, posisi guru di Indonesia cukup eksklusif, dengan jumlah batas jam mengajar KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) setiap minggunya, yang memang ditujukan sebagai sertifikasi guru.

Tidak hanya itu, Akta 4 sebagai syarat mendidik di sekolah (negeri), harus dimiliki oleh seorang kandidat guru. Seorang sarjana pendidikan otomatis memiliki mata kuliah mengajar dan ijazahnya setelah lulus, namun bagi jurusan non pendidikan, maka harus mengikuti beberapa program kuliah lagi.

Tentu, bukan hanya latar pendidikan saja, tetapi posisi yang dibutuhkannya. Satu sekolah hanya membutuhkan beberapa guru khusus di mata pelajarannya, itupun masih disesuaikan dengan ketersediaan jam dan murid. 

Seperti contoh berita dalam beberapa minggu terakhir, yang menyatakan banyak sekolah negeri kekurangan murid. Namun, berita tersebut tidak mencontohkan berapa madrasah, pesantren, dan sekolah swasta yang membutuhkan murid.

Nah, kembali ke SM3T, adalah program bagi guru baru yang butuh pengalaman mengajar. Posisi guru di lokasi urban padat memang terlalu penuh, dan dengan gaji pas-pasan. Banyak mahasiswa baru, dari berbagai latar pendidikan, memilih mengajar les saja, yang masih membuka jalur karir lainnya.

Karena itu juga, banyak guru yang mulai mengajar di pelosok, dan hanya sebatas jangka waktu programnya saja, hingga program tahun berikutnya dimulai. Namun, program SM3T ini dihentikan tahun 2017 lalu. Walau begitu, tidak diganti dengan nama program baru, melainkan dipusatkan dengan Program Kemitraan untuk Mewujudkan Peningkatan dan Pemerataan Kualitas Pendidikan di Daerah 3T.

Naaah, sekali lagi, kembali ke film Solata, tampaknya berkisah berbeda, karena sang tokoh utamanya justru galau dan kagum begitu tiba dan mulai mengajar di lokasi terpencil.

Okeh, sudah saatnya mengecek sinopsis filmnya ya...

Sinopsis Film Solata

Angkasa (Rendy Kjaernett) adalah seorang lulusan mahasiswa Jakarta yang galau. Saking galaunya, dia memilih untuk mengajar di lokasi terpencil, yaitu berada di Pegunungan Ollon, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. 

Ibunya Angkasa sempat berpesan, bahwa seluruh jawaban kegaulauan dirinya, bisa ditemukan di Ollon. Namun setelah tiba, salah satu muridnya malah memperingatkan, bahwa selama tiga tahun terakhir, tidak ada guru yang bertahan lebih dari satu bulan SD Kecil 3 Ollon.

Memiliki semangat berbeda, justru Angkasa kagum dengan kebetulan yang ditemukan dari nama murid-muridnya. Nama mereka adalah Wahid, Karno, Mega, Bambang, Harto, dan Habidi, yang merupakan singkatan nama keenam Presiden Indonesia terdahulu.

Walau lokasi sekolahnya terpencil dengan bangunan yang agak rusak, dan jalur menuju sekolahnya yang terjal nan jauh dari desa, Angkasa malah semakin bersemangat menikmati pengalaman mengajarnya. Angkasa lalu berhasil meraih dana dan bantuan, agar sekolahnya dapat diperbaiki, dan layak sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar.

Sayang, tidak lama kemudian, Dinas Pendidikan setempat justru berinisiatif untuk menutup sekolah 3T di Tana Toraja. Mungkin alasannya, sekolah akan dipusatkan di lokasi yang lebih mudah diakses siswanya.

Sanggupkah Angkasa bersama murid dan orangtua di desanya mempertahankan sekolah SD Kecil 3 Ollon? Atau malah mengalah dan pindah seluruhnya?

Jawabannya tentu ada di sinema-sinema Indonesia.

5 November 2025

Remaja yang Berlari Secepat Kuda di Anime 100 Meters

 

Togashi dan Tomiya yang masih kecil (TMDB).

Setelah dirilis global gim gawai aneh bernama Uma Musume: Pretty Derby, sekitar bulan Juni lalu, dan dirilisnya musim kedua Cinderella Gray di bulan Oktober, tampaknya animo anime olahraga semakin menarik di bulan November ini.

Sekarang judul filmnya adalah 100 Meters, yang mengisahkan balap lari sprint 100 meter. Karakternya bahkan ditampilkan mulai dari berumur kecil, remaja, hingga menjadi atlet profesional.

Okeh, karena sekali lagi cuplikannya tidak cukup menceritakan plot utama filmnya, maka mending dibahas saja beberapa anime yang berkutat pada olahraga.

Kalau membahas Uma Musume, maka spin-of-nya yang berjudul Cinderella Gray memang terlalu fantastis. Isinya adalah cerita sekolah khusus 'gadis kuda,' yang diperlakukan layaknya seorang idola dan atlet sekaligus.

Di dunia Uma Musume, dewa di masa lalu menganugrahi kemampuan dan genetik kuda pada gadis yang belum lahir, sehingga muncullah sebuah ras baru bernama Uma Musume.

Anak gadis yang lahir memiliki kemampuan setara kuda, dengan kemampuan berlari yang kuat nan cepat. Bagi mereka, berlari sprint, berarti mencapai jarak 1000 meter!

Nah, kalau di cerita Cinderella Gray, berfokus pada karakter bernama Oguri Cap, yang sebenarnya tidak dapat berlari karena kakinya lemah sejak kecil. Namun, karena ketelatenan ibunya, justru Oguri Cap berhasil menantang dunia balap Uma Musume. 

Bahkan, di musim keduanya ini, Oguri Cap tampil sebagai perwakilan Jepang melawan seluruh dunia! Cukup berbeda memang, tapi tampaknya mengacu pada satu atlet sepakbola yang mirip kisahnya, yaitu Leonel Messi. 

Entah bagaimana, begitu penulis menonton cuplikan musim kedua Cinderella Gray, langsung teringat akan Messi. Bagi yang mengecek sejarahnya, pasti tahu bahwa Messi adalah anak yang terlahir dengan autisme dan kekurangan fisik. Tapi, Messi kini telah menjadi legenda di dunia sepakbola!

Dan sekarang, coba kembali tahun 2000an, yaitu anime berjudul Eyeshield 21. Tokoh utamanya adalah Sena Kobayakawa, yang berposisi sebagai running back di olahraga American Football. Sena sanggup berlari cepat, karena itu posisi running back yang membawa bola menuju garis gol adalah perannya.

Karena American Football adalah olahraga yang seperti game papan, alias langsung terhenti begitu bola jatuh ke lapangan, maka Eyeshield 21 memberikan animo berbeda. Trope Anime yang suka 'cerewet' justru cocok, karena American Football memang menyajikan olahraga yang lebih taktis.

Kalau sekarang, tentu harus kembali ke jaman 90an, dengan anime legendaris berjudul Slam Dunk. Kisahnya berfokus pada Hanamichi Sakuragi, yang niatnya mendekati seorang gadis pujaan di SMA, lalu malah bergabung dengan tim basket yang dikelolanya.

Hanamichi yang memang bertubuh tinggi dan atletis, cukup cocok dengan basket yang kompetitif. Hanamichi cocok diberi posisi center forward, yang memiliki khas melompat tinggi dan menahan bola rebound. Saking tingginya lompatan Hanamichi, dia diandalkan pula untuk Slam Dunk.

Tidak hanya keunikan Hanamichi, namun beberapa anggota tim Shohoku memiliki bakat tersendiri, yang menyajikan animo 'kerasnya' dunia basket. Dan diantara anime olahraga lainnya, Slam Dunk adalah yang paling realistis dengan gambar yang paling bagus (manganya). 

Daaan, sedikit kembali ke film 100 Meter, tampaknya sedikit mengambil referensi dari Slam Dunk. Hanamichi di timnya sendiri merasa bersaing dengan Kaede Rukawa, yang merupakan jagoan di tim Shohoku.

Di film 100 Meter, plot utamanya berfokus pada Togashi (Tori Matsuzaka) sebagai seorang atlet lari muda yang mendominasi balap 100 meter di sekolahnya. Namun keadaan berubah saat Komiya (Shota Sometani) pindah ke sekolahnya. Keduanya pun bersaing, bahkan hingga mencapai kompetisi atlet profesional.

24 September 2025

Animasi Lucu Bagi yang Suka Boneka Gabby's Dollhouse

 

Gabby yang sumringah didalam Dollhouse (IMDB).

Bagi yang suka animasi lucu yang cocok untuk seluruh keluarga, Gabby's Dollhouse bisa menjadi pilihan film bersama anak di sinema Indonesia, bulan September ini.

Film ini diadaptasi dari serialnya, berjudul sama yang telah tayang sejak tahun 2021 lalu di Neflix. Dari segi visualnya, film ini memang menggambarkan seorang anak remaja yang bisa keluar-masuk dunia animasi dan nyata.

Gabby (Laila Lockhart Kraner) adalah nama anak remaja tersebut, yang memiliki sebuah rumah boneka ajaib. Rumah boneka miliknya berkemampuan magis nan sakti, sehingga Gabby bisa mengecil dan masuk ke dalamnya.

Tidak hanya mengecil, Gabby bisa berinteraksi langsung dengan seluruh bonekanya, yang bisa berbicara dan berkomunikasi layaknya manusia biasa. Banyak petualangan yang dialami oleh Gabby bersama seluruh bonekanya yang berbentuk kucing lucu.  

Sekilas, memang serial animasi dari Netflix ini cocok untuk anak perempuan yang menyukai boneka. Kali ini, filmnya diproduksi oleh studio terkenal, yaitu Dreamworks Animation dan dirilis oleh Universal Studios.

Tentu yang mengenal Dreamworks, tahu beberapa film animasi ciamik yang diproduksinya. Contohnya adalah banyak film Shrek, Trolls, dan Puss in Boots.

Nah, bagaimana dengan filmnya di bulan September ini? Coba dicek saja sinopsisnya ya.

Sinopsis Film Gabby's Dollhouse

Gabby (Laila Lockhart Kraner) kini berangkat untuk mengadakan liburan panjang bersama neneknya, Gigi (Gloria Estefan). Tentu, Gabby mengajak Dollhouse-nya bersama perjalanan tersebut.

Saat tiba di lokasi rumah tujuannya, Dollhouse yang dipasang derek malah tergelincir. Saking lajur jalan yang naik-turun nan terjal, Dollhouse malah meluncur jauh dengan kencang. Gabby pun terpaksa berlari untuk meraihnya.

Akhirnya, Dollhouse terhenti di sebuah gang, tepat di sebuah pasar loak. Seorang nyonya eksentrik bernama Vera (Kristen Wiig), langsung jatuh cinta melihat Dollhouse. Vera memang menyukai apapun yang berbentuk kucing. Kucing miliknya, Marlene bahkan didandani layaknya seorang bintang dan gaunnya.

Sementara Gabby yang kesulitan mencari lokasi Dollhouse berada, akhirnya terpaksa menggunakan cara terakhir. Gabby menyalakan boneka magis miliknya, yang langsung mengecilkan dirinya lalu terbawa langsung ke lokasi Dollhouse. 

Dari sana, petualangan untuk merebut kembali Dollhouse pun mulai dijalani oleh Gabby, bersama seluruh boneka kucing kesayangannya.

5 September 2025

Kisah Rundungan Anak Remaja di Film Cyberbullying

Neira Kanjera (TMDB).

Daaaaan, akhirnya, sebuah film mengisahkan kisah rundungan di dunia internet, berjudul sesuai istilahnya, alias Cyberbullying. Rundungan siber ini memang sering menjadi bahasan para pemerhati sosial, apalagi jika korbannya masih anak-anak atau remaja. 

Khusus bagi penulis sendiri, sebenarnya tidak suka membahas masalah rundungan siber, karena terlalu pribadi, dengan ranah yang terlalu luas dan rancu, yaitu internet.

Istilah meme-nya, seperti orang baru masuk internet, dan heran kenapa isinya orang-orang agresif semua (kayak generasi old yang heran sama internet). 

Atau lebih serius lagi, mengacu pada aktor kulit hitam ternama Hollywood, bernama Morgan Freeman. Khusus untuk ranah rasisme, yang memang kuat terjadi di AS sana, satu-satunya cara untuk menanggulanginya, adalah dengan tidak dibahas sama sekali.

Prinsip Morgan Freeman pun dapat digunakan untuk seluruh masalah yang datang dari grup nyeleneh lainnya, alias LGBBQ. Itulah kenapa grup tersebut terus ramai membahas diri mereka sendiri, layaknya pemasaran produk, padahal kita tidak perlu dan bahkan sangat tidak menyukainya.

Tetapi jangan lupa, ada beberapa grup yang tidak masuk grup tersebut, tetapi selalu mengejar konten mengenai hal tersebut. Entah dari segi jenjang karir, atau dari segi pekerja gimmick lainnya (!)

Bahkan, beberapa kisah rundungan siber, justru bermula dari beberapa kreator, yang mencoba meningkatkan 'kewaspadaan warga', namun berujung konflik besar di dunia nyata.

Aspirasi atau intimidasi, itu semua bagaimana kita menanggapinya. Maka, salah satu jalan terbaik, adalah dengan cara tidak memahaminya sama sekali (!) Mungkin dari segi konservatif, inilah satu cara paling ampuh dalam menghadapinya.

Naaaah, karena sekali lagi, sudah terlalu berat, bahkan beberapa kasus keamanan siber berujung kehilangan nyawa, maka coba kita cek dari ranah fiksinya saja, yaaa.....

Sinopsis Film Cyberbullying

Neira Kanjera adalah seorang siswi SMP yang tengah aktif sekali. Dia cukup terkenal, sehingga banyak yang menyukai dirinya di sekolah maupun media sosial.

Namun, sebuah video tiba-tiba viral, yang menuduh Neira mendorong jatuh temannya dari atas tangga, di lokasi sekolahnya. Padahal, temannya jatuh akibat penyakit yang dideritanya.

Sayangnya, video langsung viral seketika, yang menyebabkan Neira ditarget dimana-mana, termasuk medsos dirinya. Hingga akhirnya fokus Neira untuk sekolah pun hancur, dan menyebabkan dirinya stres berat.

Orangtuanya yang khawatir perlu memindahkan dia ke sekolah dekat rumah nenek-kakeknya. Dari situ, dengan lebih berfokus pada dunia nyata, Neira pun mulai bangkit dari kejatuhan mental dirinya. 

Seluruh kisah film rundungan siber ini bisa ditonton di banyak sinema Indonesia.

28 Agustus 2025

Dua Film Animasi Legendaris dari Ghibli Tayang Ulang di Indonesia

 

San yang tengah menunggangi serigala raksasa (TMDB).

Di bulan Agustus ini, film masih ramai dengan rasa kemerdekaan. Bahkan sinema Indonesia, merilis beberapa film dari Jepang, yang berformat anime. Film yang dipilih pun cukup legendaris, karena berasal dari studio animasi ternama Jepang, yaitu Studio Ghibli

Sejak didirikan tahun 1985 lalu, Studio Ghibli telah menelurkan beberapa animasi legendaris yang dikenang sampai sekarang. Saking hebatnya, berbagai jenis penghargaan diraih Ghibli, setiap kali merilis filmnya.

Khusus untuk yang dirilis bulan Agustus di Indonesia, temanya cukup mirip, yaitu berjudul Hotaru no haka (Grave of Fireflies;1988). Satu lagi adalah Mononoke-hime (Princess Mononoke;1997), yang masih sesuai dengan khas karya Ghibli, yaitu cerita fantasi mengenai hubungan alam dan manusianya.

Film Hotaru no haka (Grave of Fireflies)

Film pertama, Hotaru no haka, adalah salah satu kisah sukses nan berbeda dari Studio Ghibli, yang berlatar kehidupan Jepang saat akhir Perang Dunia 2, tahun 1945 lalu. Plotnya pun cukup dalam, yaitu mengisahkan sepasang yatim-piatu, adik-kakak, yang harus bertahan hidup sendiri tanpa bantuan orangtua, atau bahkan orang dewasa lainnya.

Dalam cuplikannya, terlihat Seita (Tsutomo Tatsumi) sang kakak laki-laki, dengan adik perempuannya yang bernama Setsuko (Ayano Shiraishi), tengah berjalan dengan hanya berdua saja. Rumah mereka telah terbakar habis, dan tanpa kehadiran orangtua, mereka harus bertahan hidup. Adik-kakak tersebut akhirnya menemukan serangkaian bunker, yang menjadi hunian sementara mereka. 

Sementara di kota, banyak lokasi telah menjadi puing reruntuhan akibat serangan. Seita yang sempat menyaksikannya, terpaksa bertahan di bunker, karena kota bukanlah pilihan yang baik di masa tersebut.

Jadi, bagaimanapun kisahnya, bahkan Jepang sebagai penindas saat momen sejarahnya, korban sipil terus berjatuhan tanpa henti, dan menghentikan hampir seluruh perkembangan yang ada dan tercapai sebelumnya.

Terbalik dengan istilah latin 'Si vis pacem parabellum,' yang berarti 'saat masa damai, maka bersiaplah untuk perang,' justru tidak ada satupun hal yang didapat dari konflik bersenjata jenis apapun.

Hanya satu yang dimenangkan dari peperangan, yaitu kedamaian, yang tentu tidak butuh perang untuk mempertahankannya. Kedamaian dicapai dengan membangun, sementara konflik hanya mampu menghancurkannya.

Film Mononoke-hime (Princess Mononoke)

Berikutnya adalah film yang lebih mengacu pada fantasi, dengan berlandaskan mitologi dari Jepang dan Ainu sekaligus dalam satu latar, berjudul Mononoke-hime (Princess Mononoke). Film Mononoko-hime adalah kisah yang mengutamakan visual bagus, dan distrudarai serta ditulis oleh sineas legendaris dari Ghibli, yaitu Hayao Miyazaki.

Kisahnya memang mengacu pada fantasi mitologi di kepulauan Jepang, dimana banyak hewan fantastis, siluman, hingga bahkan Dewa (Kami) yang berkeliaran bebas bersama manusia. Walau begitu, perkembangan manusia pun sudah cukup maju, karena terlihat manusia sudah dapat menggunakan senapan, yang tentu lengkap dengan peluru dan bubuk mesiunya.

Dilihat dari cuplikannya, Ashitaka (Yoji Matsuda) adalah seorang ksatria dan pangeran muda. Saat tengah berburu babi hutan kolosal, bersama rusa raksasa tunggangannya, dia terkena kutukan aneh. Dukun lokal memberinya saran, bahwa Ashitaka harus pergi ke barat, demi menghilangkan kutukannya.

Saat tiba di barat, Ashitaka sempat bertemu dengan San (Yuriko Ishida), yang tengah beristirahat bersama keluarga serigala putihnya, di pesisir sungai. San yang tidak ingin bertemu manusia lain, melarikan diri bersama kawannanya.

Ternyata, setelah sampai di kota dan bertemu dengan warga setempat, Ashitaka menyadari bahwa sedang terjadi konflik antara Kota Besi dan kawanan San. Kedua pihak berseteru akibat perebutan wilayah, yang dipertahankan dengan sengit oleh keduanya. Kota Besi ingin memperluas wilayahnya, sementara San tidak ingin hutan kediamannya diganggu. 

Kota Besi pun berpendapat, bahwa jika konflik ingin selesai, maka San bersama kawanan serigalanya harus dibasmi. Demi menargetkan tujuan utamanya sekaligus, pasukan Kota Besi harus menghabisi pula dewa leluhur setempat, agar hutannya dapat digunakan bebas.

Ashitaka pun terjebak diantara kedua belah pihak, padahal dia harus mencari cara agar dapat terbebas dari kutukannya. Ashitaka akhirnya perlu mendalami konflik tersebut, sementara badannya semakin sakit.

Dilihat dari segi visualnya, memang mengacu pada dua budaya berbeda di Jepang. Ashitaka dan manusia dari Kota Besi, telah menggunakan baju yukata dan senjata, yang sesuai dengan tradisi ala Jomon dan Yamato. Sementara dari sisi San, terlihat bajunya seperti suku Ainu, yang jelas terlihat kesukuannya.

Walau sebenarnya di dunia nyata tidak sempat terjadi konflik antara Jomon dan Yamato yang berasal dari dataran utama Asia, dengan suku Ainu yang berada di wilayah utara (sekitar) Hokkaido, namun film ini menjadi simbol khusus akulturasi keduanya di Jepang.

Sekali lagi, memang fiktif, tetapi sebuah kisah dapat membuat simbol sebagai referensi atas apa yang telah terjadi di dunia nyata, dengan maksud yang lebih dramatis (!)

Nah, bagi yang penasaran dengan kedua film tersebut, kini tengah tayang di banyak petualangan epik ala sinema Indonesia.

31 Juli 2025

Film Animasi Anak, Bad Guys 2

 

Sekawanan hewan kelas kakap (TMDB).

Film animasi anak jarang yang mengambil tema berat, apalagi dengan aksi yang kuat. Namun, ciri khas tersebut tidak berlaku bagi film Bad Guys 2, yang kini tengah tayang di sinema-sinema Indonesia.

Berbeda dengan animasi anak lain yang bertema fantasi di dunia dongeng ala Disney, atau mengisahkan sebuah petualangan hebat ala Pixar, Bad Guys 2 dari Universal Pictures justru mengisahkan dunia modern, yang diisi oleh banyak karakter binatang (ala Fabel). 

Karakter utamanyanya walaupun lucu, tetapi dasarnya tetap saja hewan beringas, yaitu seekor hiu, serigala, piranha, ular, dan tarantula. Berbeda dengan film pertamanya, kelima sekawan ini bertobat, dengan mengambil jalan yang benar.

Bad Guys 2 sebenarnya adalah seri buku terkenal hasil karya Aaron Blabey. Buku ini sempat naik kembali pamornya saat masih terjual 8 juta jilid, menjadi 30 juta setelah perilisan film pertamanya, tahun 2022 lalu. 

Tidak hanya bukunya yang pamor, pengisi suara Bad Guys di film ini pun sangat berbakat. Diantaranya adalah Sam Rockwell sebagai Mr. Wolf, seorang pemenang Oscar di ajang Academy Awards. Marc Maron yang sempat menjadi nominasi SAG Award pun mengisi Mr. Snake.

Craig Robinson adalah salah satu peserta nominasi di ajang SAG Award, yang mengisi suara Mr. Shark. Anthony Ramos sebagai pengisi suara Mr. Piranha, adalahpemenang ajang Grammy. Terakhir adalah pemenang Emmy bernama Awkwafina, berperan sebagai pengisi suara Ms. Tarantula.

Tidak hanya karakter utamanya yang diisi para pengisi suara berbakat, bahkan tokoh pendukung antagonisnya, Bad Girls, pun didukung oleh talenta terkenal. Danielle Brooks adalah seorang pemenang Oscar, yang mengisi suara Kitty Kat. Maria Bakalova sempat menjadi nominasi Oscar, dan berperan sebagai Pigtail. Terakhir adalah pemenang Emmy Natasha Lyonne, sebagai pengisi suara Doom.

Sinopsis Film Bad Guys 2

Kali ini kelima sekawan Bad Guys, tengah bertobat dari jalannya yang kurang benar. Sebelumnya, hidup mereka penuh lika-liku kriminalitas yang merugikan banyak orang.

Kelimanya mencoba untuk mencari pekerjaan baru yang halal. Namun, identitas mereka yang terkenal, banyak pemberi lowongan kerja malah menolaknya. Alasannya sangat jelas, bahwa mereka memiliki catatan kriminal yang banyak.

Dengan motivasi tersebut, ternyata cobaan lain tiba dengan terbaliknya kembali jalan mereka. Kelima sekawan tersebut diculik oleh Bad Girls, yaitu kelompok penjahat yang beranggotakan tiga wanita.

Bad Guys diancam untuk menjalankan sebuah misi kejahatan lainnya. Kali ini, targetnya adalah sebuah roket antariksa. Walau menyatakan setuju atas rencana Bad Girls, para Bad Guys hanya ingin dilepaskan saja dari kekangan. 

Niat baik mereka pun tetap terjaga, karena Bad Guys akan mensabotase misi dari Bad Girls. Jika berhasil, maka Bad Guys akan menggagalkan misi jahat Bad Girls, sekaligus mendapatkan kesan baik dari seantero masyarakat.

Dilansir dari YouTube dengan cuplikannya, Bad Guys 2 ini memiliki banyak adegan aksi dengan tingkah lucu dari para karakternya, ala sinema Indonesia.

18 Juli 2025

Film Kartun Legendaris Kurcaci Biru, Smurfs

 

Smurfs yang kadang bisa diculik (IMDB).

Tampaknya bukan hanya satu kartun legendaris yang rilis minggu ini di sinema Indonesia. Legenda kartun lainnya adalah Smurfs, yang sama-sama berwarna biru.

Karena kecil, Smurfs ini sulit dilihat oleh manusia biasa. Mungkin, sebagai penggambaran peri (dari dongeng tradisional Eropa) pada masa itu, yang disangka ada namun sulit dilihat. Tidak hanya menggambarkan kurcaci kecil yang sulit dilihat, namun dengan topinya yang berjenis Phyrgian, adalah satu bentuk simbolis dari kebebasan di era modern.

Jumlah karakter Smurfs pun banyak, hingga seratus jumlahnya. Setiap Smurfs dinamai sesuai dengan karakternya. Contohnya adalah Jokey Smurf (Smurf Lawak), yang suka sekali bercanda. 

Waralaba Komik dan Animasi The Smurfs

Smurfs berasal dari komik Belgia, yang dirilis lebih lama lagi, yaitu mulai tahun 1958 lalu. Smurfs adalah sekelompok kurcaci kecil berwarna biru, yang hidup didalam rumah berbentuk jamur, di tengah hutan.

Animasinya pun cukup banyak serinya. Pertama adalah The Smurfs yang tidak berbeda jauh dengan perilisan komiknya, yaitu tahun 1961 hingga 1967. Sempat vakum, The Smurfs dirilis lagi pada tahun 1981 hingga 1989 lalu. Dan kembali vakum, serinya kini masih tayang sejak tahun 2021 lalu.

DIlansir dari IMDB, filmnya pun cukup terkenal, karena seluruh filmnya selalu diisi oleh seorang penyanyi terkenal dari Amerika Serikat. Pada filmnya tahun 2011 (The Smurfs) dan 2013 (The Smurfs 2) lalu, karakter wanita Smurfette diisi oleh penyanyi Kary Perry. Pada tahun 2017 lalu, Smurfs: The Lost Village yang tetap diisi oleh karakter Smurfette, diisi suaranya oleh Demi Lovato. Nah, tahun 2025 ini, pengisi suara Smurfette adalah Rihanna.

Terkenal hingga sekarang sebagai waralaba, Smurfs pun menjadi satu dari banyak waralaba media paling menguntungkan sepanjang sejarah. Pencapaian dana sebelumnya dari waralaba Smurfs, adalah mencapai nilai sebesar 4 Milyar Dolar AS dari seluruh dunia.

Sinopsis Smurfs 

Singkat saja untuk sinopsisnya, Papa Smurf (John Goodman) tiba-tiba diculik oleh penyihir jahat, saat desa Smurfs tengah berpesta dansa. Penyihir jahat tersebut bernama Razamel dan Gargamel (JP Karliak), yang jika berhasil, seluruh dunia bisa musnah akibat keduanya. Smurfette (Rihanna) pun perlu memimpin seluruh desa Smurfs, agar bisa menyelamatkan Papa Smurfs, sekaligus seluruh dunia.

Sanggupkah para Smurfs mencari keberadaan Papa Smurf? Dan bahkan perlu berjibaku menghalau ganasnya penyihir jahat Razamel dan Gargamel? Padahal mereka bukanlah sebangsa pahlawan?

Jawabannya, tentu ada di desa fantasi milik peri ala sinema Indonesia.

Film Anime Legendaris Doraemon: Nobita's Art World Tales

 

Doraemon,Nobita, dan kawannya yang kembali isekai (IMDB).

Anime legendaris Doraemon akhirnya tiba lagi di ranah perfilman Indonesia, dengan dirilisnya film ke 45, berjudul Doraemon: Nobita's Art World Tales

Doraemon memang cocok disebut sebagai anime legendaris di Indonesia, sejak awal penayangannya di TVRI tahun 1979 lalu. Walau sempat berpindah stasiun ke RCTI pada tahun 1989 lalu, hingga kini anime anak-anak ini masih tayang!

Dilansir dari Tempo, khusus di Jepang, awal penayangan Doraemon dimulai tahun 1973. Animasinya diadaptasi langsung dari manga berjudul sama, yang rilis sejak tahun 1969 lalu.

Memang, cerita mengenai Nobita yang perlu ditemani oleh Doraemon agar rajin, sudah mengena banyak hati penggemarnya. Saking digemarinya, jumlah episode serial televisi Doraemon sudah mencapai 2553 episode!

Sebegitu banyak episode dan filmnya, Doraemon merupakan salah satu pionir awal perkembangan anime di Jepang. Efeknya pun berlangsung hingga kini, saat anime telah melanglangbuana ke seluruh dunia.

Fujiko F Fujio sebagai mangaka-nya, sebenarnya adalah dua orang yang memakai nama samaran tersebut. Keduanya bernama asli Hiroshi Fujimoto dan Motoo Abiko. Meskipun keduanya telah meninggal, mereka dikenang sebagai ikon budaya modern di Jepang. 

Bahkan, Fujiko F Fujio memiliki museumnya sendiri di di Kawasaki Jepang. Museum ini diisi oleh banyak hasil karya Fujiko F Fujio, tentu dengan banyak figur Doraemon-nya.

Sinopsis Film Doraemon: Nobita's Art World Tales

Khusus untuk filmnya, tentu berbeda dengan serial televisi Doraemon. Biasanya, kenakalan Nobita (Megumi Oohara) selalu mengundang marah Doraemon (Wasabi Mizuta), walau berujung petualangan epik bersama teman sekelasnya, seperti Giant (Subaru Kimura), Suzuka (Yumi Kakuzu), dan Suneo (Tomokazu Seki).

Kali ini, Nobita, Doraemon, dan teman-temannya masuk ke dunia lukisan Eropa jaman pertengahan. Disana, mereka bertemu dengan Claire (Misaki Watada) dan Milo (Atsumi Tanezaki), sepasang anak yang berasal dari kerajaan Artoria.

Tidak hanya itu, mereka bertemu pula seorang setan kecil bersayap bernama Chai (Misaki Kuno). Pertemuan dengan Chai, ternyata membuka jalan bagi sebuah petualangan besar, melawan musuh hebat demi memperebutkan permata legendaris.

Bagi yang penasaran, film Doraemon: Nobita's Art World Tales kini tengah tayang di banyak sinema Indonesia. Dilihat sebentar dari cuplikannya, tampaknya animasi Doraemon kali ini justru tidak menggunakan teknik 3D atau CGI, sehingga terlihat alami ala animasi dua dimensi.

4 Juli 2025

Anime Nyeleneh Crayon Shin-Chan Kembali di Tahun 2025

 

Nana yang terhalang Shiro, dan memarahi Shin-Chan (IMDB).

Anime nyeleneh Crayon Shin-Chan akhirnya meramaikan ranah perfilman animasi Indonesia di bulan Juli, 2025 ini. Shin-Chan memang kartun dan karakter paling menyebalkan, yang sempat tayang di Indonesia.

Penayangan anime dan rilis manganya pada akhir 90an hingga awal tahun 2000an lalu di penerbitan dan televisi nasional, menyebabkan banyak pemerhati sosial yang khawatir. Manganya memang agak mesum untuk kisah anak berumur lima tahun, dan diadaptasi langsung oleh animenya.

Mungkin tahun segitu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tengah sibuk-sibuknya, sehingga Crayon Shin-Chan menjadi target utama. Hingga beberapa tahun lamanya, anime dan manga Crayon Shin-Chan masih terus 'bergentayangan' di Indonesia. 

Saat anime dan manga Crayon Shin-Chan akhirnya berhenti tayang atau dicetak, justru diakibatkan oleh film, manga, dan anime lain yang lebih terkenal lagi di Indonesia. Sama sekali tidak ada keterlibatan dari kontroversi sebelumnya.

Khusus di Jepang sendiri, Crayon Shin-Chan adalah kisah yang sangat digemari. Kehadiran sosok anak kecil nakal Shin-Chan, bersama teman-temannya, sangat dinantikan di Jepang sana.

Memang, berbeda dengan demografi dan selera anime para WIBU dan OTAKU seluruh DUNIA, justru demografi anime selingan hidup (slice of life) adalah animo anime TERBESAR DI JEPANG! Tidak hanya anak-anak, remaja, atau para penghobinya, banyak kalangan hingga lansia, masih menonton genre anime ringan lucu ini, khusus di Jepang itu sendiri.

Nah khusus di ranah perfilman jepang, anime yang telah tayang sejak tahun 1992 ini (MyAnimeList), ternyata telah menelurkan sebanyak 31 film layar lebar! Dan penayangannya tahun 2025 ini, berjudul Crayon Shin-Chan: Our Dinosaur Story, adalah rilis film ke 32 kalinya! 

Jika film Crayon Shin-Chan terus dirilis, tampaknya akan menyaingi serial anime paling legendaris Doraemon, yang hingga kini telah merilis 44 film layar lebar! Dan Menyusul film ke-45 nya Juli ini!

Mungkin saking terkenalnya, Crayon Shin-Chan dirilis di Indonesia khusus untuk menyaingi film Jurassic Park: Rebirth, karena sama-sama bertema DINOSAURUS! (^^)

Masih dengan khas gambar karakternya yang simpel dan amburadul (walau animasi dan gambar dino-nya keren), mari kita cek film ke 32-nya, dari Crayon Shin-Chan. 

Sinopsis Crayon Shin-Chan: Our Dinosaur Story

Sebuah taman dinosaurus, yang betulan bisa menghidupkan kembali dinosaurus punah, dibuka di ibukota Tokyo. Shin-Chan (Akiko Yajima) yang tidak ingin melewatkannya, kebetulan bersama tim Kasukabe (grup anak-anak teman Shin-Chan), berhasil mendapatkan tiket khusus taman tersebut.

Saat tengah berjalan-jalan dalam taman bersama tim Kasukabe dan Shiro (anjing kesayangan Shin-Chan), mereka menemukan seekor dinosaurus kecil. Tampak terpisah dari kawanannya, dinosaurus kecil itu membujuk Shin-Chan untuk membawanya pulang. Setelah dinamai Nana, dinosaurus imut herbivora tersebut akhirnya dekat dengan Shiro, dan menjadi bagian dari keluarga Nohara.

Tidak disangka, ternyata para dinosaurus lain yang besar dan berbahaya, telah berhasil kabur dari taman tersebut. Dinosaurus lalu rusuh dan mengganggu seluruh warga di kota Tokyo. Tidak hanya dinosaurus, muncul seorang karakter lain yang mencoba menyelesaikan masalah ini, dengan mengandalkan sebuah gedung robotik raksasa!

Bisakah Shin-Chan dan kawan-kawan kabur dari seluruh masalah tersebut? Coba kita cek di seluruh sinema-sinema Indonesia bulan Juli ini!

26 Juni 2025

Komedi Legendaris ala Animasi di Warkop DKI Kartun

 

Warkop DKI Kartun (IMDB).

Seri film komedi legendaris, Warung Kopi Dono Kasino Indro kini dirilis kembali di tahun 2025. Tidak seperti reka ulangnya pada tahun 2016 lalu, kini Warkop DKI disajikan ala animasi kartun!

Perilisannya pada tahun 2016 lalu berjudul Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1, yang bagian keduanya dirilis pada tahun 2017. Memang, para pemain aslinya tidak mengisi film tersebut (yang kedua personilnya telah almarhum), namun DKI diperankan oleh tiga pemain muda yang sangat mumpuni.

Warkop DKI Reborn diperankan oleh Abimana Aryasatya sebagai Dono, Vino G. Bastian sebagai Kasino, dan Tora Sudiro sebagai Dono. Tanpa ketiganya, Warkop DKI Reborn tidak akan meramaikan kembali ranah perfilman komedi Indonesia.

Nah bagaimana dengan film versi kartunnya di tahun 2025? Dilansir dari situs bioskop, film Warkop DKI Kartun yang dirilis bulan Juni ini justru memberi tiga kisah sekaligus! 

Berbeda dengan film Warkop DKI Reborn, ketiga karakter lucu diisi oleh pengisi suara saja. Wiwid Widyas Prihantoro akan mengisi suara Dono, Farie Judhistira mengisi suara Kasino, sementara Indro diisi suaranya oleh Mo Sidik. Bahkan, Indro Warkop sebagai punggawa asli Warkop DKI pun ikut berkecimpung dalam film ini, sebagai pengisi suara Komandan CHIPS.

Sebenarnya, film televisi Warkop DKI Kartun sempat dirilis pada tahun 2021 lalu. Bagi yang penasaran, beberapa layanan siaran internet masih menayangkannya secara berbayar.

Sinopsis Warkop DKI Kartun (2025)

Masih berlatar belakang DKI sebagai anggota keamanan CHIPS, ketiganya kini harus menyelesaikan tiga misi berbeda!

Pertama adalah misi yang lumayan sederhana, yaitu menyamar sebagai anak Sekolah Dasar di sebuah sekolah, agar dapat menguak skandal bocornya jawaban Ujian Nasional.

Misi kedua justru lebih berbahaya tapi aneh. CHIPS saat itu tengah membuat proyek robot keamanan. Namun, saat dites, robot malah memberontak dan kabur dari markas. Dono, Kasino, Indro pun perlu mengejar robot tersebut, sebelum membuat keonaran di kota. 

Ketiga adalah misi paling berbahaya, yang menentukan perubahan skala kekuatan dunia. DKI harus menyamar sebagai anggota timnas sepakbola Indonesia, saat laga kualifikasi Piala Dunia! Timnas Indonesia tengah melawan Korea Barat, yang memiliki persenjataan nuklir. Ketiganya harus menghentikan konspirasi besar, agar perang nuklir antar negara tidak menghancurkan seluruh dunia!

Tiga Misi, Tiga Pahlawan, Aksi Dulu, Mikir Belakangan! 

(ala sinema Indonesia, tentunya...)

Animasi 3D dari Malaysia Berjudul Ejen Ali: The Movie 2

 

Ejen Ali berkostum canggih Satria (TMDB).

Malaysia pun merilis film animasi di Indonesia, berjudul Ejen Ali: The Movie 2 pada bulan Juni ini. Memang, negara kita dan tetangga sebelah bakal terus bersama-sama bersaing karya.

Sama seperti rilis film sebelumnya, yaitu Blood Brothers: Bara Naga yang mengisahkan tentang para agen gelut pelindung kriminal, kisah animasi dari Malaysia ini masih kurang membumi.

Dilansir dari IMDB, Ejen Ali berkisah tentang satu kelompok agen, yang memiliki kemampuan mata-mata nan canggih, layaknya pahlawan super dengan teknologinya yang diluar nalar. 

Sementara di Indonesia sendiri, film animasi 3D Jumbo telah mencapai bulan ke tiga penayangannya. Jumbo justru mengisahkan sekelompok anak, yang hanya mencoba bersaing di pentas seni lingkungan rumahnya.

Memang Indonesia dan Malaysia memiliki demografi yang berbeda, namun sering disatukan oleh animasi sederhana lucu ala Upin & Ipin, BoBoiBoy, atau beberapa kisah lainnya. 

Nah, daripada bingung, coba kita cek bagaimana film Ejen Ali 2 yang berbiaya produksi 10 Juta Ringgit, hasil karya tetangga sebelah kita disajikan, ya.

Sinopsis Film Ejen Ali The Movie 2

Ejen Ali tengah mengikuti sebuah ujicoba khusus di markas MATA. Dia diharuskan untuk mencoba sebuah pakaian baju baja (armor) eksoskeleton bernama Satria, yang menutupi seluruh tubuhnya. 

Kelebihan Satria adalah integrasi kecerdasan buatan (AI), yang dapat membantu langsung agen yang memakainya. Selama digunakan, agen dapat menambah kekuatan fisik serta mental dalam menyelesaikan misi. 

Ejen Ali hanya dapat memakai Satria dalam simulasi khusus pertempuran, dan bukanlah saat misi asli. Para anggota laboratorium pencipta Satria masih ragu, bahwa inovasinya dapat digunakan saat misi asli.

Namun, kehadiran musuh lama MATA, menyebabkan mereka tidak dapat ragu lagi. Bahkan, markas MATA yang berada di bawah laut, diserang oleh kawanan musuh, yang beresiko menenggelamkan seluruh agen dan banyak anggota lainnya.

Ejen Ali bersama baju Satria-nya, dan beberapa agen MATA yang selamat, akhirnya terpaksa melawan balik. Walau markasnya luluh lantak, Ejen Ali menyatakan bahwa kerja kita belum selesai. 

Motivasi Ejen Ali tersebut menyatakan, bahwa mereka belum menyerah begitu saja di sinema Indonesia.

21 Mei 2025

Lilo & Stitch Direka Ulang Bersama Aktor Nyata

 

Stich dan Lilo (IMDB).

Disney tampaknya sedang semangat untuk memproduksi ulang seluruh karya film animasinya. Setelah film The Little Mermaid (2023) dan Snow White (2025) lalu, kali ini filmnya berjudul Lilo & Stitch.

Tahun 2002 lalu, Lilo & Stitch sempat meramaikan dunia animasi Disney, karena satu karya yang menggambarkan tokoh karakter dari beda budaya, khususnya dari Hawaii. Memang, banyak animasi Disney berasal dari cerita dongeng Eropa atau Amerika.

Lilo & Stitch tahun 2002 pun termasuk salah satu animasi Disney yang sukses. Diproduksi dengan dana 80 juta Dolar AS, film ini meraih pendapatan sebesar 273 juta Dolar AS dari seantero dunia. Lilo & Stitch bahkan sempat dinominasikan sebagai film animasi terbaik oleh Oscar Academy Awards, walau akhirnya kalah oleh Spirited Away dari studio Ghibli, Jepang. Namun, banyak penghargaan lain yang diraih oleh film ini dari kritikus AS.

Dilansir dari IMDB, di tahun 2025 ini, kisah alien berwarna biru kembali meramaikan sinema sedunia. Chris Sanders yang mengisi suara Stitch, kembali memerankan alien berwarna biru ini. Tia Carrere yang mengisi suara kakaknya Lilo pun turut berandil di film ini, walau berbeda karakternya.

Bagi yang penasaran dengan versi karakter dan latar yang nyata di film reka ulang Lilo & Stitch, coba cek sinopsis filmnya yang tengah tayang di dunia sumringah ala sinema Indonesia ini.

Sinopsis Film Lilo & Stitch

Cuplikan filmnya dimulai di luar angkasa, tepatnya dalam sebuah kapal antariksa yang sedang terbang dekat planet Bumi. Seorang alien tengah mencoba melarikan diri dari kapal tersebut. Setelah berhasil mencuri sebuah kapal kecil berwarna merah, alien biru tersebut akhirnya selamat dari kejaran banyak kapal lainnya. Alien biru pun jatuh di bumi, tepatnya di kepulauan Hawaii.

Saat menabrak daratan, seorang gadis kecil bernama Lilo (Maia Kealoha) melihat kilauan cahaya dari kapal tersebut. Lilo menganggapnya sebagai meteor jatuh, yang berarti permintaannya akan terkabul. Alien biru yang dianggap anjing liar tersebut akhirnya ditemukan oleh Lilo di penangkaran hewan. Dengan diberi nama Stitch (Chris Sanders), keduanya menjadi teman dekat.

Walau sanggup bertingkah layaknya anjing, Stitch yang memang aslinya adalah seekor alien liar, dan sering membuat keonaran. Kakaknya Lilo, Nani (Sydney Agudong) pun sering kewalahan dalam menghadapi kenakalan Stitch.

Stitch pun sempat sadar dengan kenakalan dirinya, dan Lilo memberitahu istilah Ohana kepadanya. Dengan memaafkan kesalahan Stitch, Lilo menjabarkan bahwa Ohana berarti keluarga.Menurut Lilo, mereka berdua adalah anggota keluarga, dan tidak perlu sempurna. 

Akankan persahabatan dua dunia yang berbeda tersebut bertahan lama?