![]() |
| Ghostface yang kembali penasaran (IMDB). |
Berikutnya adalah film yang betulan jangan ditonton saat shaum, yaitu berjudul Scream 7, yang tayang di banyak kombinasi sinema Indonesia. Bagi penggemar film horor, tentu tahu bahwa waralaba yang dimulai sejak tahun 90an ini, memiliki rating umur tinggi, alias D21.
Waralaba Scream
Bagi penggemar film horor dari tahun 90an, pasti mengenal karakter Ghostface, dan Sidney Prescott sebagai tokoh utama film Scream. Trilogi awal yang dirilis pada tahun 1997, 1998, dan 2000, memang menyajikan kisah psikopat yang sangat pecicilan.
Saking aneh sang Ghostface alias psikopat ini, karakter dibaliknya selalu saja berbeda di setiap film. Karena itu, trilogi awal ini terkenal dengan misteri dibalik topeng Ghostface, yang telah menjadi khas di setiap serinya. Misteri ini selalu diulang pada setiap perilisannya, namun merubah kesan Scream menjadi horor yang ikonik pada masanya.
Satu lagi khas bagi psikopat berwajah arwah penasaran ini. Jurig bertopeng putih ini selalu menelepon dulu 'mangsanya,' lalu tiba-tiba muncul di sekitar area rumah korban. Sayangnya, si Ghostface ini selalu 'maksa,' akibat obsesif dengan modus operandinya. Karena bukan seorang 'penjahat profesional,' maka Ghostface selalu berlari ala orang kelimpungan, hanya untuk mengejar korbannya yang lari panik. Bisa dibilang, kelebihan Ghostface hanyalah kemampuannya untuk menyelinap dan menyergap korban, di saat yang tepat.
Bahkan menurut penulis, terdapat ironi tersendiri atas cara mengejar Ghostface. Layaknya kartun Looney Tunes yang terkenal di tahun 90an, tingkah Ghostface ini mirip dengan Wile E. Coyoto, yang selalu sial dan jatuh bangun saat memangsa korbannya, yaitu Roadrunner. Jika film ini bukan bergenre horor, maka perlu ditambahkan label genre komedi juga (haha). Lebih konyol lagi, khas Ghostface ini pernah dimasukkan dalam waralaba film parodi, berjudul Scary Movie (2001).
Karakter Sidney Prescott
Satu lagi khas waralaba film Scream ini, yaitu karakter Sidney Prescott yang diperankan oleh Neve Campbell. Selama trilogi awal, hingga seri keempatnya di tahun 2011 lalu, Sidney Prescott selalu menjadi fokus utama film Scream. Hal itu akibat dirinya selalu menjadi penyintas di setiap film Scream, sejak latar filmnya di kota Woodsboro. Walau sering berpindah kota demi keselamatan dirinya, Sidney selalu mengundang sejenis psikopat lainnya, yang sama-sama terobsesi dengan kegilaan ini.
Khas Ghostface dengan topengnya, serta film 'Stab' yang menjadi inspirasinya, dan kehadiran Sidney di lokasi baru, akhirnya mengundang sejenis Copycat Killer ini. Bagi yang belum tahu, Copycat Killer adalah sebutan dari para psikolog kriminal AS sana, untuk memberi karakter bagi para penjahat yang meniru modus operandi kriminal lainnya. Biasanya, penjahat yang ditiru sudah melegenda kisah kejahatan dan aksinya.
Untuk trilogi terbarunya, Sidney memang kembali ke Woodsboro, untuk membantu kota ini akibat kehadiran sosok Ghostface terbaru. Di film Scream kelima dan keenam yang dirilis tahun 2022 dan 2023 lalu, justru Sidney Prescott tidak menjadi fokus seperti biasanya. Cerita beralih ke duo saudari bernama Tara dan Sam Carpenter, yang diperankan oleh duo aktris muda dan baru naik daun, yaitu Jenna Ortega dan Melissa Barrera.
Nah, untuk seri ketujuh sebagai akhir dari trilogi kedua Scream, karakter Sidney Prescott kembali untuk mengakhiri semuanya. Namun, latar Sidney yang telah tua dengan status seorang ibu, menambah perbedaan kentara bagi karakter yang melegenda di seri ini. Tidak begitu banyak hubungan cerita dengan kedua film sebelumnya. Bagi yang kangen penyintas lainnya bernama Gale Weathers, dapat melihat pula dengan aktrisnya, Courteney Cox di seri ketujuh ini.
Oh ya dalam cuplikannya, terdapat perbedaan paling kentara dalam film Scream 7. Perkembangan jaman internet dan keamanan digital, ikut tersisipkan dalam satu adegannya. Sidney perlu menelpon anaknya melalui ponsel, yang terhubung dengan kamera siaran langsung di CCTV kediaman rumahnya. Cukup berbeda, karena sistem keamanan sejenis ini memang baru dikenalkan tahun 2020an lalu, dan baru mulai dipasang oleh banyak warga. Tentu menjadi tantangan khusus bagi sang pecicilan Ghostface, yang sudah dikenal selalu sembrono saat beraksi.
Sinopsis Film Scream 7
Sidney Prescott (Neve Campbell) kini telah hidup damai bersama suaminya, Mark Evans (Joel McHale). Nama belakangnya pun telah berubah menjadi Evans, sesuai dengan nama keluarga yang diturunkan kepada anaknya, bernama Tatum (Isabel May).
Namun, kisahnya yang telah melegenda masih menarik perhatian banyak sosiopat. Seringkali, Sidney ditelpon langsung (tanpa aplikasi) dengan orang yang mengaku sebagai Ghostface, lengkap dengan pengubah suaranya. Suara yang dirubah serta melalui jalur telepon pulsa berbayar, menyebabkan para 'impostor' ini merasa aman untuk meneror Sidney dan keluarganya.
Sayangnya, kehadiran Ghostface bukanlah masa lalu, melainkan tiba sendirinya. Tidak hanya fokus kepada Sidney, Mark dan Tatum pun ikut terancam oleh aksi Ghostface terbaru ini. Panic Room yang sudah disiapkan oleh Sydney pun, tidak sanggup mengelabui aksi Ghostface ini. Untungnya, Gale Weathers (Courteney Cox) sebagai kawan lama dan penyintas sejak awal, ikut turun membantu saat tahu Ghostface telah kembali mengejar Sidney.
Sanggupkah Sidney, Mark, Tatum, dan Gale selamat atas Ghostface yang sudah memperbarui modus operandinya? Atau sebenarnya malah Gale yang cemburu atas legenda dan kedamaian hidup Sidney? Atau malah berakhir begitu saja di seri ketujuh film Scream ini?
Jawabannya, tentu ada di modus operandi ala sinema Indonesia.










