10 Desember 2025

Berjuang Bersama Ksatria Putri di Film Anime Scarlet

 

Scarlet yang heran sendiri (TMDB)

Dan, saatnya mencapai film dari studio yang seringkali memenangkan langsung penghargaan setiap merilis filmnya, yaitu studio animasi Chizu dari Jepang, dengan karyanya berjudul Scarlet, di sinema Indonesia akhir tahun ini.

Chizu seakan bangkit sebagai 'studio Ghibli baru' dari Jepang, sejak didirikan pada bulan April tahun 2011 lalu. Dengan filmnya berjudul Wolf Children pada tahun 2012, bersama pendirinya yaitu Mamoru Hosoda, berhasil memenangkan satu perhargaan Film Animasi Terbaik Jepang.

Setelah film debutnya, serentetan penghargaan terus menghampiri studio Chizo. Film keduanya berjudul The Boy and the Beast pada tahun 2015, berhasil meraih penghargaan untuk kedua kalinya untuk Film Animasi Terbaik Jepang.

Bahkan di tahun 2018, studio Chizo menerima nominasi Oscar sebagai Film Animasi Terbaik, untuk film berjudul Mirai, walau tidak berhasil menang. Film terakhirnya di tahun 2021, berjudul Belle pun meraih nilai yang baik dari kritikus seluruh dunia.

Nah, bagaimana dengan film Scarlet yang dirilis di Indonesia di tahun 2025 ini? Menurut Mamoru Hosoda, film Scarlet diproduksi dengan teknik berbeda dari animasi 2D atau CG. Penulis kurang mengerti, namun terlihat pada cuplikannya, layaknya film 3D dengan arahan gaya anime. Kisahnya pun ternyata terinspirasi dari Hamlet, alias karya Shakespeare terdahulu.

Sinopsis Film Scarlet

Scarlet (Mana Ashida) adalah seorang ksatria sekaligus putri yang telah kalah bertarung. Dirinya kalah dan meninggal saat mencoba membalaskan dendam ayahnya, yang dituduh membelot kerajaan.

Sayangnya, walau sudah meninggal, Scarlet tidak bisa istirahat dalam damai. Scarlet terjebak di sebuah Daratan Kematian, yaitu sebuah daratan luas tanpa pepohonan dan hanya terlihat pegunungan, bebatuan, serta gurun pasir. 

Di Daratan Kematian, Scarlet bertemu dengan Hijiri (Masaki Okada), yaitu seorang paramedis dari dunia modern. Tampaknya, Daratan Kematian tidak memiliki periode waktu tertentu, sehingga jutaan orang yang meninggal, tiba dari banyak variasi jaman dan waktu.

Hijiri pun heran, bahwa saat dicek, sebenarnya Scarlet masih hidup, dan bisa kembali ke jamannya. Scarlet pun geram, karena paham dan sikap idealis yang berbeda di antara keduanya.Tidak berapa lama, Hijiri dan Scarlet perlu merambah tantangan lain di daratan tandus ini. 

Yaitu seorang raja, yang memproklamirkan seluruh penghuni daratan, untuk siap berperang. Raja tersebut menegaskan, bahwa jika perang ini dimenangkan, maka seluruh penyintas akan berhasil memasuki Daratan tak Terbatas. Namun, bagi yang kalah, akan hilang sepenuhnya dari daratan manapun.

Tidak ingin mengalah begitu saja, Hijiri dan Scarlet pun memulai perjalanan Epik mereka, walau tidak yakin dengan akhir tujuannya.

Bagi yang cukup yakin, bisa mengecek saja di daratan gelap sinema Indonesia.

0 comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.