![]() |
| Alias Selamat Datang |
Blog ini berisi banyak artikel yang dinalar dari cuplikan film, baik itu berbahasa Inggris atau Indonesia. Berbagai artikel dipilih karena bisa memberikan ilmu bagi pembaca di seluruh wilayah Nusantara.
Tentu dengan bumbu pribadi selaku Narablog, yaitu dari observasi, pendapat, dan pengalaman. Seluruh artikel di Blog ini dipilih dengan dasar literasi, dasar hukum, dan dasar bisnis. Maka, seluruh artikel adalah produk terjemahan dan Blog.
Untuk dasar konsep mengapa Blog Sedia dibuat seperti ini, mengacu pada niat saya untuk menulis. Yaitu untuk terus menanam dan mendukung, berbagai industri kreatif, industri aplikatif, dan industri ilmu, yang sekarang sedang ramai di dunia internet dengan istilah konten. Tentunya, yang sesuai dengan budaya Nusantara.
Oh ya, kalau ada yang heran kenapa nama Blog ini adalah Sedia Saja, maka coba dengar lagu dari tautan ini. Walau terdengar ringan, tetapi yang menelaah lagu epik ini, pasti mengerti maksud dari nama Sedia Saja.
Laman ini layaknya pengenalan blog, jadi setiap artikel yang menjadi fokus Blog Sedia Saja, bisa dicek disini maksudnya. Untuk tema, karena saya tidak memiliki dasar pengkodean TI, maka tampilan yang digunakan adalah Blog yang enak dibaca (mode gelap). Untuk contoh kategori, bisa dicek di kolom menu sisi kanan.
Blog Sedia Saja berisi banyak artikel yang mengacu pada seni populer, yaitu dengan sinopsis, penalaran, referensi, visualisasi, metafora, alegori dan simbolisme ala film nasional dan internasional. Film yang dianalisa adalah yang tengah tayang di sinema Indonesia, atau bisa ditonton melalui layanan siaran internet. Saya secara pribadi suka menonton film, walau sekarang lebih sering melalui internet.
Bagi yang takut akan spoiler, maka seluruh artikel di Blog Sedia Saja, tidak akan berisi detail maupun akhir cerita. Maka, cukup aman untuk dinikmati tanpa mengetahui seluruh isi cerita. Selain itu, pada bagian artikel Monsterisasi, maka hanya beberapa adegan terpilih saja yang dianalisa, tanpa perlu menjelaskan kesinambungan cerita.
Mengenai kebijakan dan kode etik Blog Sedia Saja, bisa dicek melalui laman masing-masing. Tentu, seluruh artikel mengacu pula pada sistem rating Lembaga Sensor Film (LSF) dari Indonesia. Beberapa kategori umur diantaranya adalah SU (Semua Umur), R13+ (Remaja 13 tahun ke atas), D17+ (Dewasa 17 tahun ke atas), dan D21+ (Dewasa 21 tahun ke atas).
Alamat Situs
Oh ya, bagi yang heran kenapa alamat situs ini masih Blogspot atau .Com, tidak perlu berpikir terlalu jauh. Saya mendaftarkan domain-nya dengan nama itu saja, karena tidak mau berurusan dengan syarat administratif dari Pandi. Di situs ini, seluruh situs dengan domain ID, harus terdaftar dengan minimal NIK. Bahkan, harus dilampirkan sebagai suatu badan usaha resmi.
Sementara saya selaku penulis, tidak ingin identitas saya terbuka, bagi siapa pun, bahkan suatu organisasi yang mengaturnya. Dengan begitu, jati diri sebagai Anonim pun masih terjaga. Intinya, ini adalah masalah privasi. Sekaligus, saya menghindari pula syarat resmi sebagai badan usaha, dan lebih cocok sebagai Narablog, dengan sudut pandang pribadi yang kental.
Apalagi banyaknya masalah kasus yang menimpa para kreator dari KOMDIGI, tampaknya lebih tepat jika dihindari dengan sedetail mungkin. Karena memang, ranah Narablog mengacu pada banyak Kreator, khususnya di banyak media sosial. Dan, saya bisa terhindar dari banyak potensi masalah hukum UU ITE.
Jadi, Peran saya yang menulis bebas, menjadi Independen karena tidak terkait dengan badan resmi manapun, selain Blogger, Google dan Hosting. Serta, tidak ada Afiliasi yang merubah kinerja dan pandangan saya, pada format situs dan isi konten. Maka, ketiga faktor tersebut menjaga kemandirian Blog Sedia Saja.
Okeh, Wassalam.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.