Tampilkan postingan dengan label Animasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animasi. Tampilkan semua postingan

10 Maret 2026

Epiknya Efek GG Ala Indonesia saat Libur Lebaran dalam Film Pelangi di Mars

 

Pelangi yang menemukan makanan kaleng (TMDB).

Tibalah film Epik nan GG dengan efek spesialnya, berjudul Pelangi di Mars, yang tayang menjelang libur Lebaran mendatang di sinema Indonesia. Sesuai judulnya, Pelangi di Mars adalah hasil karya sineas perfilman Indonesia, yaitu Mahakarya. Film ini berating Semua Umur (SU), sehingga cocok sebagai lahan untuk berlibur bersama anak.

Produksi Film Pelangi di Mars

Mahakarya berwacana pada tahun 2020 lalu, untuk mengembalikan imajinasi anak Indonesia. Mereka berpendapat, anak seharusnya bercita-cita yang tinggi, yaitu ilmuwan atau astronot. Mereka sebagai sineas perfilman, mendukungnya dengan memberi imajinasi. Teknologi yang diterapkan untuk memproduksi film ini pun hibrida, yaitu antara motion capture dengan virtual production, alias Extended Reality (XR).

Mahakarya memulai langkah pertamanya di tahun 2021 lalu, dengan membangun infrastruktur produksi filmnya. Maksudnya, Mahakarya akan menjadi pionir di Indonesia dalam menyiapkan teknologi perfilman ala XR. Dengan begitu, produksi film sejenis ini dari Indonesia, dapat dipermudah oleh mereka, baik itu dari Mahakarya atau studio lainnya. 

Mahakarya tidak membatasi kerjasamanya dengan pihak luar pula. Tokoh utama film Pelangi di Mars memang berasal dari Indonesia, namun digadang untuk memimpin para robotnya, yang berasal dari India, hingga Korea Selatan.

Di tahun 2021, Mahakarya mulai menulis naskah filmnya, bersama Penelitian dan Pengembangan (LitBang) yang dibutuhkan. Tahun berikutnya (2022), Mahakarya berhasil membuat portofolio untuk film Pelangi di Mars, yang berdurasi pendek. Sekaligus di tahun ini, didirikan pula studio DossGuavaXR Studios, yang memulai pengembangan aset 3D untuk film Pelangi di Mars. Sementara di tahun 2023, banyak anggota tim direkrut untuk bertanggung jawab selama produksi.

Di tahun 2024, produksi film akhirnya bisa dimulai dengan selesainya naskah. Seluruh tim telah lengkap, lalu memulai syuting dengan teknologi Motion Capture dan XR. Uniknya di tahun ini, Mahakarya sempat merilis gim simulasi Pelangi di Mars dalam portal Roblox, yang bisa dimainkan langsung. Bahkan, teknologi hibrida ini berhasil menyisipkan foto yang berasal dari Mars Orbiter Camera (MOC), ke dalam adegan film. Foto yang dimaksud, adalah hasil potret kamera satelit di Mars, yang berhasil terkirimkan ke bumi.

Tahun 2025 adalah saat Mahakarya memulai hype-nya, dengan merilis banyak karakter Pelangi di Mars dalam sistusnya, serta cuplikan yang masih berupa teaser, lengkap dengan posternya. Tahun ini adalah momen produksi final bagi Pelangi di Mars, dengan memasukkan dan membersihkan audio, serta memperbaiki dan memperbarui setiap adegan film. 

'Untuk menemukan warna di tempat yang paling sulit menemukannya, yaitu Pelangi di Mars' - Slogan dari Upie Guava, sutradara Pelangi di Mars.

Polusi Air di Planet Bumi

Plot utama dalam film Pelangi di Mars, adalah tokoh utama bernama Pelangi (Messi Gusti), yang harus menemukan Zeolit Omega, demi membersihkan polutan air di Planet Bumi. Mengacu pada wacana ini, tampaknya perlu ditelaah dari segi sainsnya. 

Seperti dilansir dari Mertani, perubahan iklim mengakibatkan polusi air, dengan banyak perubahan di dalam ekosistemnya. Pertama, adalah naiknya suhu air yang berdampak pada organisme air. Ikan, ganggang, dan plankton butuh suhu air yang tepat, baik itu di sungai, danau, dan laut. Selain itu, meningkatnya suhu dapat mengurangi ketersediaan air tanah yang digunakan oleh manusia, hewan, dan tanaman di sekitarnya.

Kedua adalah tingkat oksidasi polutan dalam air, yang semakin meninggi pada logam berat dan bahan kimia berbahaya. Kualitas air yang buruk, berdampak pada tercemarnya air minum serta rantai makanannya, yang berbahaya bagi manusia serta organisme lainnya, serta merusak lingkungan alam di sekitarnya.

Ketiga adalah kualitas air laut yang memburuk, dengan tingginya asam laut. Asam laut tercipta akibat banyaknya zat karbon dari atmosfer, yang terserap ke dalam lautan. Asam laut dapat merusak terumbu karang, yang penting bagi ekosistem laut, lalu seluruh organisme akan terganggu pula keragaman hayatinya.

Seluruh dampak tersebut berarti menyebabkan langkanya air bersih, sehingga berpengaruh pada pasokan air untuk keperluan manusia, pertanian, dan industri. Masalah ini berujung keamanan air, yang dapat membentuk konflik akibat wacana berkelanjutan lingkungan hidup di masing-masing daerah.

Nah, dengan penjelasan seperti itu, bagaimana cara film Pelangi di Mars dalam menggambarkannya?

Sinopsis Film Pelangi di Mars

Pelangi (Messi Gusti) adalah anak berkebangsaan Indonesia, yang lahir dan tumbuh untuk pertama kalinya dalam sejarah, di planet Mars. Pelangi tinggal di Mars demi melanjutkan misi bersama ibunya, Pratiwi (Lutesha). Keduanya berencana untuk menemukan mineral langka bernama Zeolit Omega, yang dapat membantu manusia di Bumi dalam membersihkan zat polutan dalam air.

Namun dalam perjalanannya, selama ini Pelangi hanya dibantu oleh banyak robot kenalannya. Kelima teman robotnya yang setia, adalah Petya (Gilang Dirga), Yoman (Kristo Imanuel), Batik (Bimo Kusumo), Kimchi (Canya Cinta Rivani), dan Sulil (Dimitri Arditya Hardjana).

Tidak ada sosok sang ayah, Banyu (Rio Dewanto) dan ibunya Pratiwi untuk melindunginya. Tidak hanya lokasi planet Mars yang memang berbahaya, namun tibanya perusahaan Nerotek semakin mempersulit misinya. Nerotek adalah perusahaan monopoli dagang air di Bumi, yang tidak ingin mineral ini ditemukan dan berhasil menyelamatkan bumi.

Sanggupkah Pelangi menemukan Zeolit Omega? Kemanakah gerangan ayah dan ibunya selama ini? Apakah mineral langka di Mars ini memang seampuh itu dalam membantu membersihkan zat polutan dalam air di planet Bumi?

Jawabannya, tentu ada di petualangan epik anak Indonesia ala sinema.

09 Maret 2026

Animasi Binatang Buas nan Lucu di Film Hoppers

 

Mabel yang merasa berang (IMDB).

Berikutnya adalah kombinasi tiga film untuk anak dan remaja dari luar negeri sana, yang tayang menjelang libur Lebaran mendatang. Judul pertama adalah Hoppers, yaitu animasi untuk anak-anak karena memiliki rating Semua Umur (SU). 

Hoppers yang diproduksi oleh Disney dan Pixar ini tampaknya aman untuk ditonton dan dikonsumsi, tanpa ada istilah aneh ala Jomok dan Boti, yang kini sedang ramai sebagai meme di Inet.

Penelitian Hewan Antromorfik

Daripada membahas yang tidak-tidak, maka cek bagaimana film ini menyajikan satu topik penting dalam masalah lingkungan alam. Tentu, anak hingga dewasa perlu mengerti tentang pentingnya alam liar, serta siklus ekosistemnya. Seperti disajikan dalam artikel sebelumnya di SpongeBob, anak bisa dikenalkan dan diberi imajinasi berlebih, tanpa perlu menggurui. Media film seperti ini cocok agar anak lebih mudah terpapar wacana melindungi alam.

Film ini (tampaknya) mengacu pada penelitian yang dilaksanakan oleh banyak ilmuwan saat ini. Terlihat di cuplikannya, seorang remaja berhasil memasukkkan isi kesadarannya, pada seekor robot berang-berang. Sebenarnya penelitian seperti ini sudah sering dilaksanakan, tentunya tanpa metode fantastis semacam ini.

Banyak ilmuwan saat ini menggunakan robot atau boneka, yang disimpan di sekitar sarang hewan liar. Contoh paling kentaranya adalah robot primata (gorila dan simpanse) atau monyet, yang didekatkan dengan bayi atau anak hewan targetnya. Dalam boneka tersembunyi pula kamera perekam, yang terhubung jarak jauh dengan peneliti. Tujuannya adalah mengecek interaksi sosial antara kawanan hewan, dengan benda yang memiliki bentuk dan bergerak mirip mereka.

Kawanan hewan cukup tertarik, dan berinteraksi dengan boneka tersebut. Apalagi dari sudut pandang anak-anak, maka hewan mengganggap boneka sebagai bagian dari kawanan. Boneka memang hanya sedikit bergerak, tanpa banyak memberi respon kepada kawanan hewan. Namun, para hewan masih santai dalam menanggapinya.

Sesuai dengan tujuan penelitian, boneka hewan antromorfik ini memang didesain untuk memicu emosi hewan yang ditargetnya. Karena itu, penerimaan hewan pada boneka, bisa dianggap sebagai pemicu emosional. Hewan akan penasaran, menerima, dan berlaku baik pada anggota yang belum mereka kenal, asal masih berusia anak-anak.

Bahkan pada akhir penelitian, saat boneka telah kehabisan baterai dan berhenti bergerak, muncul sisi emosional lain dari para hewan. Banyak hewan anak-anak hingga dewasa, mengerumuni boneka tersebut. Mereka menganggap boneka telah meninggal, dan ikut berkabung. Walau mereka masih heran siapa boneka tersebut, namun sisi emosional terlihat kentara dalam rekaman penelitian. 

Hewan dengan tingkat sosial yang kompleks, memiliki sisi emosional yang tinggi pula. Penelitian dianggap berhasil, dengan mengacu pada sisi hewaniah, yang ternyata sangat mendalam dari segi kekerabatan dan emosi kawanannya.

Bagi yang perlu referensi semacam ini, dapat ditonton di berbagai kanal YouTube mengenai kisah hewan dan robotnya. Konten yang pernah penulis tonton di berbagai kanal sains, diantaranya adalah gorilla, simpanse, dan monyet.

Nah, bagaimana film Hoppers ini menggambarkan penelitian tersebut? Tentu lebih fantastis dengan gambar animasi yang lebih ciamik, ala karya Disney dan Pixar.

Sinopsis Film Hoppers

Mabel (Piper Curda) adalah seorang remaja yang sangat menyukai hewan. Saking menyukainya, dia selalu membawa boneka robot berang-berang miliknya, dimana pun berada. 

Suatu hari, profesor Dr. Sam (Kathy Najimi) sebagai dosennya, meminta Mabel untuk mengikuti sebuah eksperimen. Dr. Sam mencoba memasukkan kesadaran manusia ke dalam robot. Tujuannya adalah meneliti langsung kawanan hewan di alam liar, tanpa perlu bersusah payah menyelinap dan memakai kostum binatang.

Penelitian pun berhasil, sehingga Mabel bisa pergi ke alam liar, dan langsung diterima sebagai bagian dari mereka. Tidak hanya berbentuk berang-berang, Mabel ternyata sanggup memahami bahasa para binatang.

Hingga suatu masalah terjadi, akibat pengembangan lahan di sekitar lingkungan alamnya. Mabel dan banyak kawanan binatang, tidak rela rumah mereka tergusur oleh manusia. Mabel berinisiatif untuk melawan balik, yang diterima tidak baik oleh para sesepuh binatang. Mereka akan membasmi para manusia, dengan berbagai cara. Mabel pun panik, dan mencari jalur damai bagi kedua pihak.

Sanggupkah Mabel menyelamatkan manusia dan binatang sekaligus? Jawabannya tentu ada di keragaman hayati ala sinema Indonesia.

05 Maret 2026

Anehnya Imajinasi Ala SpongeBob SquarePants

 

Imajinasi ala SpongeBob (Reddit).

Monsterisasi kali ini, lebih mengacu pada blog ini, yaitu rasanya berimajinasi ala SpongeBob SquarePants. Bagi penggemarnya, perlu mengingat episode 'Idiot Box' alias 'Kotak Idiot.' Walau begitu, terdapat pula satu episode lain yang akan dibahas, yaitu berjudul 'Band Geeks' alias 'Band Kutu Buku.' 

Nantinya dibahas bahwa keduanya cukup nyambung, ala konsep Blog dan sedikit penggambaran dunia konten saat ini. Oh ya, artikel ini memang ditulis karena sempat dijanjikan saat merekomendasi film SpongeBob terbaru, Januari lalu. Yah, daripada acak dan mengacu ke sains, lebih baik dari segi yang mudah dikenal oleh penonton saja.

Imajinasi Liar Ala SpongeBob

Bagi yang perlu mengingatnya, akan diutarakan sedikit cerita dalam episode 'Kotak Idiot' ini. Squidward Tentacles (Roger Bumpass) sedang kesal akibat SpongeBob SquarePants (Tom Kenny) dan Patrick Star (Bill Fagerbakke) tengah ramai bermain di sekitar rumahnya. Namun, yang terdengar cukup aneh, bahkan epik, sesuai dengan apa yang sedang dimainkan keduanya didalam sebuah kotak kardus biasa.

Saking herannya, Squidward beberapa kali menciduk apa yang dimainkan oleh kedua tetangganya itu, namun hasilnya nihil. Lalu, SpongeBob menjelaskan bagaimana cara kerjanya. Yaitu sederhana saja, yaitu dengan 'imajinasi' saja. 

Seperti biasa dalam episode SpongeBob SquarePants, akhir cerita selalu bodor, apalagi jika terdapat karakter Squidward didalamnya. Namun, bukan kekonyolan itu yang dimaksud penulis. 

Sementara Squidward yang berhasil masuk kedalam kotak, lalu mulai ikut bermain imajinasi, gagal saat ikut memainkannya. Namun Squidward tetap heran, karena kisah 'bajak laut' didalam kotak, malah semakin terdengar epik, hingga malam hari.

Maksudnya adalah penjelasan proses imajinasi diutarakan oleh para pemain dan yang menontonnya. Layaknya permainan anak, yaitu kucing-kucingan, anak bisa berimajinasi ala kucing saling mengejar, atau anjing vs kucing, atau dinosaurus vs para penyintas. Walau mekanik permainannya tetap sama, tetapi imajinasi dapat menambah hebohnya mainan tersebut.

Perlu diingat pula, bagaimana proses imajinasi bisa dilaksanakan sebagai bahan pembelajaran. Penulis yang memang berlatar linguistik dan sastra, sempat belajar mengenai proses imajinasi menggunakan format Essay. 

Guru menulis kalimat awal di papan tulis saat di kelas, lalu meminta siswa untuk melanjutkan kalimatnya sendiri. Lalu siswa berikutnya, akan menulis kelanjutan cerita, sesuai dengan minat mereka. Hingga akhirnya terbentuk sebuah paragraf, maka proses imajinasi setiap siswa dapat menambah keanehan, kehebohan, atau perbedaan sudut pandang setiap siswa. Layaknya, permainan seperti ini dalam proses pembelajaran, adalah proses untuk menumbuhkan imajinasi para siswa, daripada hanya berkutat pada EYD dan Tata Bahasa.

Justru disitulah anehnya episode ini. Squidward adalah seorang musisi yang cukup dikenal. Walau sering disepelekan akibat permainan klarinetnya yang sumbang, namun tetap dikenal sebagai seniman serba bisa. Nah, bagaimana jika Squidward mulai menggunakan instrumen yang sesuai dengan keahliannya?

Kemenangan yang Indah ala Squidward

Dalam sub-artikel ini, akan mengacu pada episode lainnya berjudul 'Band Geeks.' Justru dalam episode kali ini, Squidward memang pantas menang. Berbeda dengan banyak kesialan ala dirinya, Squidward memang perlu menang dalam episode ini.

Bagi yang agak lupa, tentu perlu mengingat episode saat Squidward ditantang oleh Squilliam Fancyson (Dee Bradley Baker), untuk mengisi band saat Super Bowl berlangsung di permukaan (alias darat). Squidward yang emosional, tentu langsung menyetujui tantangan tersebut.

Squidward lalu melatih banyak warga Bikini Bottom, agar segera siap dalam konser tersebut. Namun seperti biasa, malah kekacauan yang terjadi. Squidward pun menyerah, dan membiarkan mukanya semakin malu saja. SpongeBob akhirnya berinisiatif, agar menyatukan seluruh anggota band, dan membantu Squidward hingga berhasil.

Nah, contohnya memang agak berbeda. Layaknya permainan essay sebelumnya, perbedaan imajinasi dan kemampuan para siswa, tentu akan merubah arah cerita essay tersebut. Layaknya permainan imajinasi, tetap menyatu sama lainnya, alias menjadi karakter tersendiri. Apalagi dibawakan ringan, dengan maksud belajar sesuatu dibaliknya. Yaitu, kerjasama dan ekspresi pribadi, melalui media imajinasi dan format essay di papan tulis.

Mirip dengan keadaan Squidward dan warga Bikini Bottom, satu grup ini perlu saling memahami, untuk mencapai tujuan konser. Setiap anggota memainkan instrumen berbeda, sementara Squidward berperan sebagai pelatih serta dirijen di depannya. Satu kesatuan dengan perbedaan inilah, yang berhasil menciptakan satu alunan lagu, yang tentu enak didengar atau aneh sekaligus.

Di akhir episode memang terdengar alunan lagu 'Sweet Victory' hasil karya David Gen Eisley dan Bob Kulick. Terdengar indah, yaitu sebuah momen Squidward yang bisa sumringah, dan menang besar. Ya, Squidward adalah seniman berbakat dalam segi instrumen musik, yang dibantu oleh warga Bikini Bottom.

Squidward yang sumringah (Reddit).

Sedikit Kisah Bonus dari Sandy Squirrel

Ada sedikit referensi menarik di akhir artikel ini, yaitu mengenai Sandy Squirrel. Karena penulis agak iseng, dan kurang bisa diangkat dalam satu artikel, maka dijabarkan disini saja.

Sandy Squirrel (Carolyn Lawrence) adalah seorang tupai dari darat sana, yang entah kenapa tinggal dibawah laut. Sandy berteman dekat dengan SpongeBob dan Patrick, walau keduanya kurang dapat menanggapinya. Sandy memang bekerja sebagai seorang ilmuwan, yang tentu aneh di Bikini Bottom.

Sandy yang tidak memiliki insang layaknya ikan, sehingga perlu mengenakan baju selam untuk bernapas dalam air. Tidak hanya itu, Sandy tinggal dalam kubah berisi udara, lengkap dengan oksigen sesuai kebutuhannya.

Nah, Sandy memang cukup isekai, namun ternyata penggambarannya cukup sesuai. Bagi yang belum tahu, NASA sebagai organisasi antariksa dunia, sering melaksanakan eksperimen dibawah laut. Eksperimen ini dilaksanakan sebagai simulasi antariksa. Baju selam Sandy pun terlihat seperti seorang kosmonot (atau astronot), daripada standar saat ini. Pekerjaan dirinya sebagai ilmuwan, semakin menguatkan penggambaran dirinya sebagai simbol dari NASA.

Sandy seperti ini, tentu sesuai dengan cara mendiang Stephen Hillenburg, seorang ahli biologi lautan, yang menggambarkan setiap karakter di Bikini Bottom, dengan referensi sainsnya. Ya, seorang ilmuwan dengan banyak bakat ilmunya, dapat menciptakan banyak cerita humor nan bodor, walau tetap mendidik tanpa perlu langsung menggurui.

Okeh, Ciao.

Sandy Squirrel yang berbeda (Reddit).

Memahami Tony Stark Saat Melawan Ultron dalam Film Avengers: Age of Ultron

 

Ultron yang aselinya GG (Wiki).

Okeh, menyambut banyak topik berita selama beberapa minggu terakhir, yang tidak jelas membawa ke arah mana dunia ini, maka coba kita cek secara simbolis saja. Penulis tidak akan eksplisit dalam menjabarkan berita yang mana, namun simbolis dengan mengangkat film lama yang cocok, berjudul Avengers: Age of Ultron (2015). 

Jujur saja, Age of Ultron bukan satu favorit penulis, apalagi jika dibandingkan seri Avengers, atau standar film Marvel lain. Namun, demi minat dan kepentingan artikel Monsterisasi, maka penulis mencoba untuk mengangkat film ini sebagai simbol dari suatu bentuk kekisruhan dunia.

Tony Stark dan J.A.R.V.I.S. di Marvel Cinematic Universe

Tentu para penggemar komik Marvel telah paham, bahwa rata-rata karakter di MCU telah di-nerf alias dilemahkan daripada versi komiknya. Melemahnya karakter sesuai dengan perkembangan awal karakter, sekaligus kebutuhan cerita dan plot filmnya.

Tony Stark (Robert Downey Jr.) yang memulai ini semua dalam film Iron Man (2008), justru memiliki andil tersendiri. Tidak hanya memulai kisah MCU, namun menjadi asal-muasal banyak kisruhnya dunia. Sebelum membahas bagaimana Tony menciptakan Ultron, maka perlu dibahas saat Stark masih berkecimpung bersama J.A.R.V.I.S. Bahkan sebelumnya, saat Stark masih bermasalah sebagai broker persenjataan dunia.

Bagi yang ingat, tentu paham se-cunihin apa Stark ini. Dengan statusnya sebagai biolioner, Stark terkenal di dunia Marvel sebagai teknokrat dan penyuplai senjata kepada AS. Hingga suatu momen bersejarah merubah pandangan dirinya, saat Stark tersandera akibat serangan bom di Timur Tengah sana. Disana, dia berhasil membuat baju zirah Iron Man, hanya dengan sisa teknologi saja.

Di banyak film berikutnya, yaitu film Iron Man 2 (2010) dan Iron Man 3 (2013), lalu Avengers (2012) dan Age of Ultron (2015), Stark selalu bertingkah ala pria yang ingin tobat, walau masih perlente. Dengan berhasil menciptakan reaktor energi tanpa batas bernama Arc, Stark mengalihkan fungsi perusahaannya menjadi konversi energi bagi dunia. Suplai persenjataan pun dihentikan, sekaligus dengan terbuka mencanangkan diri sebagai Iron Man.

Di banyak latar cerita pula, akhirnya terbuka se-jenius dan se-paranoid apa sebenarnya Stark. Banyak konten hingga meme di Inet, yang menjabarkan bahwa Stark selalu merubah kesalahan dia di film sebelumnya, lalu memperbaruinya di film terbaru. 

Nah, selama Stark mengoprek seluruh keahliannya, dia dibantu oleh sejenis asisten AI bernama J.A.R.V.I.S. atau sebut saja sebagai Jarvis (Paul Bettany). AI ini memiliki nada suara yang lembut, alias soft-spoken. Suaranya yang netral, cocok sebagai mitra keseharian yang damai, daripada Pepper Potts (Gwyneth Paltrow). 

Jarvis inilah yang menjadi asal muasal Ultron, yang akan dibahas menyeluruh dalam artikel ini. Sekaligus, terciptanya Vision sebagai avatar yang lebih cocok dari Jarvis.

Vision dan Ultron

Ultron (James Spader) adalah sejenis AI yang diciptakan oleh Stark, namun hanya menerima banyak masalah saja. Ultron diciptakan sebagai kebalikan dari Jarvis, yang lebih mengacu ke persenjataan. Namun seperti kebanyakan film AI yang terlalu adaptif, Ultron pun belajar bahwa manusia-lah yang perlu dibasmi (?). 

Masalah pun semakin berkembang saat Ultron berhasil merebut Mind Stone, yaitu bagian dari Infinity Stones yang tidak terelakkan kemampuannya. Untungnya lagi, tubuh robot dan Mind Stone berhasil direbut kembali oleh Avengers, sehingga Jarvis sebagai AI yang lebih stabil, dapat terunggah. Terciptalah Vision (Paul Bettany) berbahan Vibranium, yang sangat kuat dan mampu menanggulangi apapun juga (selain Thanos). 

Nah, bagaimana dengan maksud artikel ini yang kentara penggambaran antara Stark dan Ultron? Justru disitulah letak uniknya. Penulis perlu mengacu sekuat apa sebenarnya Ultron, apalagi jika dibandingkan versi komiknya.

Di komiknya, Ultron bukan hanya ancaman tingkat Avengers, melainkan tingkatan galaksi. Ultron dalam komik sebenarnya diciptakan oleh Henry 'Hank' Pym (Michael Douglas), yang dikenal dalam MCU sebagai pencipta Ant Man dan portal Quantum Realm. Namun di komik, Pym dikenal sebagai 'wild card' alias 'semi-villain' alias kacau balau. Walau sempat bergabung dengan Avengers, Pym memiliki sejarah kekerasan yang parah, serta ciptaannya sering mengancam bumi.

Ultron dalam komik, seharusnya hanya dapat ditanggulangi oleh Vision, Captain Marvel (Brie Larson), dan Guardian of Galaxy sekaligus. Kemampuan Ultron untuk menyusup ke dalam teknologi apapun, dapat mengancam bumi dan bahkan luar angkasa. Ultron yang diciptakan pada tahun 1968 lalu di komik, bisa jadi referensi awal Skynet di seri Terminator (1984, 1991, 2003, 2009, 2015, 2019).

Namun, mengapa tokoh antagonis sekuat Ultron hanya menciptakan arena duel saja di negara fiktif Sokovia, ala MCU?

Tony Stark sebagai Ultron

Penulis tidak ingin menggambarkan Age of Ultron sebagai film yang mengangkat plot dan mengenalkan karakter baru saja. Memang, terdapat karakter seperti Vision, Scarlet Witch (Elizabeth Olsen) dan Quicksilver (Aaron Taylor-Johnson) yang baru dikenalkan. 

Namun, penulis menelaahnya dari segi psikologis penciptanya sendiri, yaitu Stark. Seorang mekanik eksentrik ini memang memiliki sisi paranoid, yang membuatnya terus menciptakan kreasi baru. Khususnya, Stark seringkali membuat baju zirah Iron Man terbaru, demi menambah kemampuan apapun. Bahkan di Avengers: Infinity War (2018), Stark berhasil memakai Iron Man dengan teknologi Nano.

Sayangnya, sisi mental Stark memang belum pernah sembuh sama sekali, sejak dulu. Diawali dengan piatu, saat dirinya kehilangan ibu, lalu ayahnya sendiri hingga yatim piatu. Stark adalah seorang penyendiri sejati. Lebih parah lagi, selama berkarir di Stark Industries, dengan bangganya Stark menyuplai inovasi senjata bagi AS, melalui Jenderal Ross (William Hurt, Harrison Ford). Alias, Make America Great Again.

Sisi gelap selama banyak dekade, telah merusak mental Stark sebagai seorang pria. Sisi perlente, sok narsis dan percaya diri berlebihan Stark adalah kedok saja, karena selama ini kurang percaya dengan dirinya sendiri, apalagi dunia di sekitarnya. Bisa disebut, selain Captain America (Chris Evans), hanya Stark-lah yang secara terbuka mengenai identitas pahlawan supernya. Itupun semacam persona baru, yang telah lama bersalah dengan banyak operasi oleh AS. 

Nah, apa hubungannya dengan Ultron? Disitulah letak berbahayanya. Ultron adalah penjelmaan sisi kelam dan negatif dari Stark. Karena berfungsi sebagai robot AI persenjataan, Ultron sebenarnya dapat dikendalikan dengan lebih tepat. Namun, sisi gelap Stark tercampur dalam fungsi Ultron, dan menyebabkannya kurang terkontrol.

Lalu, bagaimana dengan Sokovia? Disitu pula letak kelemahan lain dari Stark. Ultron masih memiliki sisi Narsistik ala Stark, yang menyebabkan dia membuat arena khusus di Sokovia. Setelah gagal menciptakan tubuh baru dengan Mind Stone, sisi tidak mau kalah meruak muncul. Ultron hanya menciptakan banyak robot baru (yang tidak setara dirinya), lalu mengirimkan ke Sokovia sebagai pusat penelitian Hydra, lalu menantang bertarung dengan Avengers.

Ultron memang diciptakan demi menanggulangi tingkat ancaman Avengers, namun sisi tidak mau kalah Stark, berarti disalah-artikan sebagai kompetisi saja. Kisah seperti ini, mirip dengan sisi lain Batman dari DC Comics. Batman memiliki sejenis fail-safe, demi menghalau seluruh anggota Justice League yang memberontak. Dengan mengalahkan Avengers, maka Bumi dapat diamankan oleh dirinya saja. 

Jika Ultron berhasil mendapatkan Mind Stone, maka dirinya mungkin menerima semacam 'wangsit' lainnya. Contohnya adalah kedatangan Thanos, Galactus, dan banyak mahluk antar-dimensi yang mengancam bumi. 

Layaknya Ultron adalah penggambaran lain, dari sisi Dr. Doom di Fantastic Four. Walau berperan sebagai antagonis utama, namun Dr. Doom sangat ingin melindungi Bumi. Memang terlalu totalitarian, namun Dr. Doom di komik sampai berhasil membangun sebuah negara, yang khusus ditujukan demi menghalau ancaman bagi Bumi dari pihak luar angkasa.

Nah, karena itulah sebelum Doomsday akhirnya tiba, dan Robert Downey Jr. yang membuka wajahnya saat Comic-Con 2024 lalu sebagai Dr. Doom, hype dari film Doomsday semakin menggila. Apalagi, dari penggemar MCU yang sudah sangat paham mengenai sisi karakter ini. 

Ya, Ultron memang seharusnya menjadi seorang antagonis yang pintar, dan bukannya bertindak pecicilan ala Stark.

Okeh, tampaknya perlu diakhiri dengan meme terkenal saja dari YouTube. 

Doomsday is Coming.

Doomsday is Coming (Reddit).

18 Februari 2026

Memahami Mitologi China dari Episode How to Become Three Dragons

 

Tiga siluman ular yang berniat besar (Newhanfu).

Menyambut Tahun Baru China alias Imlek tahun 2577 dengan kalender bulannya, penulis justru mengecek mitologi sebelum jaman ini berlangsung. Tentu blog ini lebih membahas referensi budaya populer, khususnya film dan banyak media lainnya. Jika penulis membahas terlalu banyak khas budaya serta demografi aslinya, malah berubah menjadi blog Antropologi dan Teologi.

Nah karena itu, artikel ini akan membahas satu episode dari Zhong Guo qi tan (Yao Chinese Folktales), berjudul How to Become Three Dragons. Kisah yang lebih mirip folklor ini disajikan ala animasi modern sejak awal tahun 2026. Kisahnya sangat mengacu pada mitologi China dengan perbedaan antara siluman hingga dewa, dan hubungannya ke manusia.

Khong Hu Cu di Indonesia

Mengingat Imlek biasa dirayakan oleh umat Khong Hu Cu di Indonesia, yaitu kentara berasal dari etnis Tionghoa, maka perlu dibahas disini. Dilansir dari UGM, Khong Hu Cu adalah pengucapan Hokkien dari filsuf China bernama Kong Fuzi, atau terkenal dengan nama latinnya sebagai Confucius. Semenjak reformasi di akhir abad lalu, Khong Hu cu secara resmi diterima sebagai satu dari enam agama yang di Indonesia.

Khong Hu Cu di Indonesia pun berbeda dengan China sebagai negara asalnya. Di kuil China, atau biasa disebut sebagai Kelenteng, banyak umat berdoa tanpa perlu menunggu waktu khusus. Figur yang disembah adalah kombinasi dari tiga sistem kepercayaan besar dari China, yaitu Confucius, Dao, dan Buddha. Tiga komunitas berbeda di Indonesia menyatukan organisasinya dibawah Asosiasi Tri-Dharma.

Berbeda pula pandangan mengenai Tuhan Yang Maha Esa dari Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, sekaligus negara aslinya di China, oleh warga penganut Khong Hu Cu. Yaitu konsep Tian yang artinya dalam bahasa China, berarti istilah surgawi. Bagi warga yang berasal dari agama monoteistik, maka Tian bisa diartikan sebagai Tuhan. Tetapi bagi umat Khong Hu Cu, Tian tidak memiliki atribut khusus, dan tidak berperan langsung pada kehidupan umat manusianya.

Memang, ideologi Indonesia lebih mengacu pada Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti berbeda-beda, tetapi tetap saling bersatu sama lainnya.

Mitologi dan Folklor China

Karena di artikel ini membahas suatu cerita dari folklor China, maka cocok untuk membahas sedikit dasar dari Mitologi China. Walau media dari China saat ini lebih mengisahkan dengan heboh dan masifnya mitologi, namun justru di episode ini lebih mudah dicerna, karena mirip dengan dongeng ala daerah Indonesia.

Mitologi China berasal dari banyak mitos regional dan tradisi budaya, yang diwariskan turun temurun secara oral. Ceritanya mulai dari kisah menarik hingga suatu entitas dengan kekuatan magis. Bersama folklor, mitologi membentuk kepercayaan tradisional dan Dao di banyak kalangan warga China. Naratif dari cerita masa lampau mengacu pada karakter atau kejadian, yang di-interpretasi melalui perspektif sejarah atau mitologi.

Mitologi di china sangat erat hubungannya dengan konsep Li (Confucius) yang lebih mengatur tatatan sosial, dan Qi (Dao) yang lebih mengemukakan semangat spiritual. Dua konsep mendasar ini saling berkaitan dengan ritual sosial, yang dilaksanakan saat berkomunikasi, salam, dansa, upacara, dan pengorbanan.

Kisah Tiga Ular di How To Become Three Dragons

Kisah episode How To Become Three Dragons saat musim kedua Yao Chinese Folktales, memang sangat kentara dengan penjelasan diatas. Karena itu, penulis memulai artikel ini dengan menjelaskannya terlebih dahulu.

Kisahnya diawali ala hebohnya tiga warga siluman yang berbentuk ular. Mirip dengan kisah siluman lainnya, ketiga ular berinisiatif untuk mencapai level Dewa. Karenanya, mereka mulai mencari pengikut dengan menjaga suatu desa.

Kisah ketiga ular tentu tidak akan diceritakan sepenuhnya disini, karena akan menjadi spoiler. Namun, ada satu wacana tersendiri dari ketiga ular, yaitu dengan terus menjaga dan mengalirkan air menuju sebuah desa yang kekeringan, agar mereka semakin disembah.

Sayangnya, karena tingkah mereka yang pecicilan, Dewa Naga marah dan menyerang desa tersebut. Saking besarnyanya serangan kilat Dewa Naga, banyak rumah di desa tersebut lalu terbakar hebat. Ketiga ular tidak mampu melawan atau terlalu lemah untuk membantu warga desa. Hingga satu diantaranya langsung mengorbankan diri, dengan mengumpankan dirinya pada sang Naga. 

Namun saat serangan Dewa Naga berhasil membasmi sang ular, ledakannya malah menghancurkan batu yang menahan aliran air diatas gunung. Sungai dan airnya pun terbebaskan alirannya, dan berhasil memadamkan banyak rumah yang terbakar di desa, serta mengairi seluruh ladang warga.

Waktu pun berlalu setelah ketiga ular kalah dalam bencana tersebut. Namun, reinkarnasi ketiga ular muncul di kuil kecil yang disembah warga desa. Warga pun semakin bersyukur dan terus berdoa sepenuh hati di kuil tersebut, selama banyak generasi berikutnya.

Pendapat Penulis

Ya, memang suatu kisah yang sangat mencerminkan dongeng dan folklor, walau tidak se-epik kisah dari animasi China. Dengan penjelasan awal mengenai sebuah kepercayaan, yang asalnya dari mitologi dan folklore China, dan diakhiri dengan suatu animasi kartun saja, tentu dapat dipahami dari segi ini. 

Ya, sesuatu yang susah dinalar di dunia yang besar, dan hanya berisi kisah drama naik-turunnya kehidupan, selalu menjadi siklus kehidupan yang terus mengalir. Baik itu bagi manusia, hewan, tanaman, dan seluruh alam di sekitarnya.

Okeh, Zaijian.

17 Februari 2026

Animasi Hewan yang Berkompetisi Olahraga dalam Film Goat

 

Will sebagai kambing yang beda sendiri (IMDB).

Mungkin memang saatnya bernostalgia dengan film sejenis ini, yaitu animasi Hollywood bertema olahraga, berjudul Goat. Tentu tayang di banyak sinema Indonesia dengan rating SU alias Semua Umur, animasi ciamik khas AS sana memang memiliki kesan berbeda. 

Apalagi bagi yang paham istilah GOAT, yang seringpula dijadikan meme oleh warganet. Padahal, GOAT adalah kependekan dari Greatest Of All Time, yang berarti Terbaik Sepanjang Masa. Istilah ini sering disematkan pada seorang atlet atau sejenis produk, yang sangat baik pada masanya, hingga layak dikenang sebagai yang terbaik sepanjang masa.

Studio dan artis yang memproduksinya pun sangat ternama, yaitu Sony yang sempat bekerja dengan para artis di film SpiderMan: Across The SpiderVerse.

Kartun Legendaris Space Jam

Tetapi sebelum membahas film Goat, yang harfiah disini adalah seekor kambing, tampaknya perlu mengecek terlebih dahulu animo-nya. Ya, animo olahraga untuk film animasi anak, ternyata cukup jarang diadaptasi oleh sineas perfilman, dari negara manapun. 

Bagi yang masih mengingatnya, tentu terkenang dengan film animasi Space Jam. Ya, film animasi tahun 1996 lalu ini, adalah film yang mengombinasikan olahraga basket, dengan animasi ciamik ala Looney Tunes. Tidak hanya kombinasi tema, terdapat pula kombinasi karakter Michael Jordan (yang memainkan dirinya sendiri), sekaligus lucunya para karakter kartun dari Looney Tunes. Teknik kombinasi antara adegan langsung antara Jordan dengan kartun, memang suatu animo yang heboh di perfilman Hollywood, saat masa tersebut.

Apalagi di jaman tersebut, Michael Jordan memang mengalami tingkatan tertinggi karirnya. Tidak hanya kesuksesan bersama tim Chicago Bulls, merk sepatu Air Jordan, serta Slam-Dunk-nya yang fenomenal, maka Michael Jordan adalah figur publik dan idola terbesar saat jaman 90an lalu. Karena itu, munculnya Jordan sebagai tokoh utama di film Space Jam, semakin meninggikan namanya di AS sana, sekaligus seluruh dunia. GOAT adalah sebutan yang tepat bagi Michael Jordan, khususnya di dunia olahraga Basket dunia.

Animo ini sempat dilanjutkan pada tahun 2021 lalu, dengan judul Space Jam: A New Legacy. Ya, tentu dengan merekrut pula seorang atlet basket terbaik sedunia masa kini, bernama LeBron James. Atlet dengan banyak kiprah serta kesuksesan karir basketnya, menjadikan LeBron James sebagai salah satu GOAT sedunia.

Sinopsis Film Goat

Will Harris (Caleb McLaughlin) adalah seekor kambing yang badannya berukuran kecil. Berbeda dengan spesies hewan lainnya, Will adalah spesies kambing yang lebih mirip rusa daripada jenis hewan herbivora lainnya. Namun Will memiliki impian besar, yaitu menjadi seorang atlet profesional Roarball. Louise Harris (Jennifer Hudson), sangat mendukung cita-cita anaknya tersebut.

Walau tubuhnya tidak berukuran besar, namun Will cukup cekatan dan lincah dalam menghadapi kerasnya Roarball. Olahraga ini memang bukan Basket biasa, melainkan Full-Body-Contact ala Rugy dan American Football. Sehingga, banyak spesies hewan berukuran kecil yang tidak sanggup menguasainya.

Namun dengan kemampuan Will yang berbeda, seluruh jalur kompetisi Roarball sempat dia menangi, mulai dari basket jalanan, hingga kompetisi kecil di sekitar rumahnya. Will lalu direkrut oleh tim yang digemarinya sejak dulu. Walau sempat terasa ketegangan dibalik GOR basket, namun Will berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu. 

Sanggupkah Will meraih mimpinya dalam merubah jalur pertandingan Roarball? Atau malah terjebak drama berjumpalitan bersama anggota timnya sendiri?

Jawabannya tentu ada di keberagaman hayati dan olahraga ala sinema Indonesia.

Duo Film Kerajaan China yang Sama Epiknya: Blades of The Guardians, Three Kingdoms: Starlit Heroes

 

Topeng siapa ini? (TMDB).

Nah, ada kombinasi khusus di minggu ini, yaitu duo film dari China, yang khas ala epiknya jaman kerajaan terdahulu, berjudul Blades of The Guardians (D17) dan Three Kingdoms: Starlit Heroes (R13). Mungkin, perilisan kedua film ini untuk menyambut Tahun Baru China alias Imlek, di bulan Februari ini.

Walau keduanya memiliki referensi yang sama yaitu animasi, tetapi keduanya disajikan berbeda kali ini. Blades of The Guardians adalah film dengan aktor-aktris nyata, alias sejenis Live Action. Sementara Three Kingdoms: Starlit Heroes disajikan ala animasi, yang jelas tengah naik pamornya dari negara China sana.

Siapa pula ini anak kecil? (TMDB).

Film Blades of The Guardians

Film ini ternyata adaptasi langsung dari judul yang sama, namun berformat animasi dan dirilis serial berjumlah 15 episode, tahun 2023 lalu. Cuplikan serial animasinya tidak menjelaskan apapun, jadi langsung bahas adaptasi filmnya. Yang ternyata sama saja, cuplikannya tidak memberi tahu sama sekali plotnya (hehe). Dan sekali lagi, ternyata adegan kungfu bersenjata ala wuxian, sangat ciamik dengan koregrafi yang mantap. 

Entah apa maksud dari dua jenis adaptasi film Blades of The Guardians ini. Tampaknya memang hanya memancing saja dari segi adegan gelut mantap, biar tidak perlu berbelit-belit dengan plotnya. Ataukah ada plot besar dibaliknya? Biar penonton baru memahaminya setelah menonton hingga akhir? Entahlah... Karena sinopsis film masih berkutat pada cerita mengawal seorang kriminal berbahaya, yang langsung diadaptasi dari manhwa-nya.

Tetapi ada satu yang harus diingat, yaitu kembalinya sosok aktor kungfu terkenal dari China sana, bernama Jet Li yang berperan sebagai Chang Guiren. Aktor yang sebenarnya satu jaman dengan Jackie Chan ini, tidak begitu sering berkutat dalam perfilman China saat ini. Padahal Jackie Chan masih sering berperan, contohnya adalah tiga film yang dirilis pada tahun 2025 lalu.

Namun, kemunculan aktor yang telah berumur 62 tahun ini, tentu memberi angin segar bagi para penggemarnya. Jet Li adalah satu aktor yang sama-sama berasal dari akademi beladiri China. Berbeda dengan Jackie Chan yang berasal dari Opera Tradisional, Jet Li adalah seorang atlet Wushu saat masih muda, yang lalu berkarir sebagai seorang aktor.

Cao Cao yang mulai Epik (TMDB).

Film Three Kingdoms: Starlit Heroes

Sekarang saatnya format film yang sedang naik pamor di China sana, yaitu tersaji ala animasi 3D. Berbeda dengan film sebelumnya, Three Kingdoms: Starlit Heroes ini berlatar langsung sejarah China. Ya, tepatnya saat akhir Dinasti Han Timur, yang memulai Kisah Tiga Dinasti Kerajaan China. Bagi yang suka dengan sejarah China, pasti mengenal masa ini. Ketiga Dinasti Kerajaan seringkali bertikai dalam sebuah peperangan besar, yang semakin meramaikan epiknya sejarah China. 

Penulis cukup heran mengenai cuplikannya, karena rating filmnya ternyata R13, alias remaja bisa ikut nonton. Mungkin bagian dari kurikulum sekolah China, yang sidaj mengenalkan langsung cerita sejarahnya.  Atau karena formatnya animasi 3D, yang lebih mudah dicerna mata dan diterima oleh banyak kalangan, khususnya China dengan banyak syarat sensornya.

Di film ini, berfokus pada Jenderal Cao Cao (Tan Jianci), yang menguasai Kerajaan Utara China. Cao Cao berhasil menduduki kursi Kaisar, setelah meruntuhkan Dinasti Han yang sebelumnya berkuasa. Cao Cao berhasil meraih singgasana kerajaan, karena sebelumnya berjasa saat peperangan besar di Guandu. Nah, seluruh adegan film ini, berlatar kisah dan peran Cao Cao selama masa peperangan Guandu, hingga akhirnya berhasil menduduki tahta kerajaan. 

Jenderal Cao Cao dalam sejarah aslinya, memiliki andil dalam melindungi tahta kerajaan dari berbagai pihak keluarga dinasti yang bertikai. Selain itu, Cao Cao seringkali menang saat melancarkan kampanye merebut wilayah, dari utara hingga pusat China. Hingga akhir hayatnya, Cao Cao dikenal sebagai tokoh pionir yang memulai momen bersejarah Tiga Dinasti Kerajaan di China.  

Entah seberapa banyak referensi sejarah yang diadaptasi dalam film epik ini. Tetapi dari nama Cao Cao saja, sudah cukup memberi animo yang jelas. Istilahnya, sosok Cao Cao adalah seorang prolog, dari besar dan masifnya peperangan di jaman Tiga Dinasti Kerajaan China. Animo ini sudah terasa kolosal di jaman aslinya, hingga sekarang.

20 Januari 2026

Stop Motion Ala Coraline Ikut di Remastered Pula

 

Lubang menuju dunia lain (TMDB).

Film Stop-Motion layaknya 'bapak' di dunia perfilman, dengan teknisnya yang memotret satu frame saja, lalu disambungkan dengan frame berikutnya, sehingga terlihat bergerak alias animasi.

Nah, sejak minggu ini di sinema Indonesia, dirilis ulang film Stop-Motion terkemuka berjudul Coraline. Film yang aslinya dirilis tahun 2009 ini, di-remaster pula, dan bahkan dirilis dalam format tayangan 3D. Walau rating umur film ini adalah Semua Umur (SU), namun perlu dipandu oleh orangtua atau orang terdekat, karena banyak menyajikan adegan horor.

Sebelumnya di tahun 2024, versi remastered ini dirilis seluruh dunia, demi menyambut Hari Jadi 15 Tahun sejak awal perilisannya, terkecuali Indonesia. Karenanya, studio LAIKA sebagai rumah produksinya, bekerja sama dengan Universal Pictures sebagai distributornya, baru merilis Coraline pada awal 2026 ini di sinema nasional.

Film Coraline termasuk terkemuka di jamannya, yang sedang dibanjiri kembali oleh film Stop-Motion, sejak awal 90an lalu. Coraline menjadi satu yang terbaik, karena sempat meraih nominasi Oscar Academy Awards. Banyak penghargaan dari kritikus film pun, diraih oleh film ini.

Sutradara yang memimpin produksi film ini memang telah berkecimpung lama sebagai ahli Stop-Motion, bernama Henry Selick. Sebelumnya di tahun 1993, sempat memproduksi film Nightmare Before Christmas, yang sempat meraih pula nominasi film Oscar Academy Awards.

Coraline pun meraih box office tinggi di pasar sinema, walau dengan biaya 60 Juta Dolar AS saja. Perilisan awalnya di tahun 2009 mencapai pendapatan hingga 126 Juta Dolar AS. Hingga kini dengan beberapa kali perilisan ulang, pendapatannya telah mencapai 188 Juta Dolar AS.

Untuk perilisan ulangnya yang telah di-remaster, sangat terlihat mencolok dengan gradasi warna yang lebih tajam, serta resolusi lebih tinggi. Dengan frame yang lebih banyak, bahkan terlihat lebih mulus, layaknya film animasi 3D kekinian. Coba dibandingkan saja, antara cuplikan film Coraline di tahun 2009, dengan cuplikannya tahun 2024 dari LAIKA Studios. 

Versi remastered ini ditambahkan pula teknik tayangan 3D, yang ditayangkan di beberapa sinema berfitur ini.

Sinopsis Film Coraline

Coraline (Dakota Fanning) adalah seorang anak berumur 11 tahun yang bosan dengan keadaan rumahnya. Ayahnya yang bekerja di rumah, lalu ibunya yang bekerja di luar, serta keadaan perkakas dan peralatan rumahnya yang sering rusak, menyebabkan Coraline tidak betah di rumah.

Hingga suatu hari, Coraline menemukan sebuah lubang besar dibalik kabinet kecil kamarnya. Dari lubang tersebut, Coraline sampai di rumahnya sendiri, namun dengan keadaan yang berbeda. Rumahnya terlihat lebih rapih dan hidup, dengan orangtuanya yang tidak membosankan, tidak seperti biasanya.

Namun, orangtua 'dari dunia lainnya' meminta agar Coraline tinggal permanen di rumah tersebut, dengan memasang sepasang kancing di kedua matanya. Coraline yang ragu, tidak langsung memasangnya, namun tetap sering kembali untuk berkunjung.

Banyak mahluk lain yang tidak memakai kancing, contohnya kucing (Keith David) dan jurig (Aankha Neal), terus memperingatkan Coraline, mengenai bahayanya tinggal di 'dunia lain.' Mereka menyarankan, agar tidak pernah kembali lagi, dan menutup lubang portal dimensi di rumahnya.

Sanggupkah Coraline menahan diri untuk mencoba kancing? Atau malah terus keranjingan di dunia lainnya? Lebih parah lagi, yaitu terjebak tanpa sempat kembali?

Jawabannya, tentu ada di lokasi pelarian dari rumah ala sinema Indonesia.

Sejarah Film Stop-Motion

Film dengan menerapkan teknik Stop-Motion adalah teknik awal perfilman saat kamera perekam belum ditemukan. Tepatnya tahun 1850an, sebelum kamera video ditemukan, namun kamera potret telah lumrah di jaman tersebut. Menggunakan rangkaian film yang dimainkan satu persatu dengan kecepatan tinggi, suatu gerak animasi pun dapat ditampilkan.

Satu contoh terkenalnya adalah film Hotel Electrique pada tahun 1908. Film ini menampilkan aktris Julienne Matthieu, dengan adegan seorang wanita yang rambutnya disisir dan dirapihkan otomatis oleh mahluk tak kasat mata. Adegan ini bisa ditampilkan dengan baik, karena teknik Stop-Motion yang cekatan.

Film lainnya berjudul La Maison Ensorecelee pada tahun 1906, mengombinasikan efek spesial dengan film berisi aktor dan aktrisnya. Di film ini, beberapa aktor-aktris yang masuk ke rumah angker, diganggu semacam kekuatan mistis supernatural. Seluruh efek spesial, yaitu saat banyak benda digerakkan oleh mahluk tak kasat mata, diterapkan dengan teknik Stop-Motion. 

Perkembangan lensa kamera serta mekaniknya, dilanjutkan hingga kamera video ditemukan pada tahun 1920an. Namun teknik Stop-Motion masih diterapkan pada berbagai film oleh banyak sineas perfilman, bahkan hingga era modern saat ini.

BoBoiBoy Kembali dalam Film Papa Zola The Movie

 

Zola yang kembali sakti (TMDB).

Okeh, saatnya Malaysia dan Indonesia kembali bersatu, dalam satu film animasi yang menyatukan keduanya, yaitu berjudul Papa Zola The Movie. Tentu yang mengenal karakter ini, paham akan kiprahnya di serial animasi kartun BoBoiBoy.

Ya, karakter Papa Zola adalah satu pahlawan super dalam serial BoBoiBoy, yang telah meramaikan animo kartun Indonesia sejak tahun 2012 lalu. Tentu, ratingnya adalah Semua Umur yang dapat ditonton mayoritas khalayak.

Masih tayang hingga kini dengan sempat berpindah kanal televisi, kartun ini turut melanjutkan kisah kartun Malaysia yang sederhana dan cocok, ala Upin Ipin sebelumnya. Memang, keduanya lebih menceritakan keseharian banyak karakter, yang ditambah bumbu aksi ala pahlawan super di BoBoiBoy.

Kiprah Monsta Studios dari Malaysia

Tidak hanya di televisi nasional, BoBoiBoy telah melanglang buana di siaran internet Netflix, dengan sub-judul Galaxy (2016). Bahkan, bagi yang masih penasaran dengan seluruh musim penayangan BoBoiBoy, dapat menyaksikannya di kanal resmi milik Monsta Studios (Monsta dan Monsta Keren), selaku tim produksinya dari Malaysia.

Berbagai karya yang terkait dengan waralaba BoBoiBoy pun telah ditelurkan oleh Monsta. Diantaranya adalah dua film BoBoiBoy (2016, 2019), satu seri dan film Mechamoto (2021, 2022), dan seri khusus Papa Pipi (2019, 2025). Selain itu, lima film pendek BoBoiBoy pun digelontorkan oleh Monsta Studios, yang diantaranya dirilis tahun 2019, 2020, 2021, 2022, 2023 dan 2024. 

Ranah komik pun dijabani pula oleh Monsta, yaitu serial komik BoBoiBoy Galaxy musim kedua (2020), dan Detektif Yaya (2016). Seluruh karya tersebut, adalah bagian dari Jagat Power Sphera, alias dunia khas berisi BoBoiBoy dan banyak karakter lainnya.

Sedikit Info Karakter Papa Zola

Kembali ke film ini, Papa Zola adalah satu karakter yang seringkali membantu BoBoiBoy, dalam membasmi berbagai serangan alien. Adu Du dan Tengkotak, adalah sejenis mahluk luar angkasa jahat, yang sering mengganggu di Pulau Rintis, lokasi tempat tinggal mereka. Dengan bantuan teman-temannya dan Papa Zola, BoBoiBoy sanggup menggagalkan usaha jahat dari alien.

Uniknya, Papa Zola sebenarnya adalah seorang karakter fiksi dalam dunia BoBoiBoy. Karakter Papa Zola berhasil keluar dari video gim miliknya sendiri, dan sempat linglung akibat berasa isekai. Terpaksa tinggal di Pulau Rintis, dirinya lalu bekerja sebagai guru, sambil menyembunyikan identitas pahlawan supernya.

Nah, kali ini justru dimulai kembali petualangan yang berbeda dari Papa Zola, yang tayang di banyak sinema Indonesia. Bagi yang kangen dengan kerennya BoBoiBoy, berbagai aksi mantap ala animasi 3D terlihat dalam cuplikannya. Beberapa drama pun menyajikan latar belakang Zola, yang masih berjuang keras demi hidup damai sejahtera di Pulau Rintis, bersama keluarganya.

Sinopsis Film Papa Zola The Movie

Papa Zola (Nizam Razak) masih berjuang keras demi menghidupi keluarganya, dengan melaksanakan tiga pekerjaan sekaligus. Zola masih berniat untuk berlibur layak bagi anaknya, Pipi Zola (Ieesya Isandra). Istrinya, Mami Zila (Noor Ezdiani Ahmad Fauwzi) justru memberi saran, bahwa Zola tidak perlu bekerja sekeras itu, dan liburan saja jika memang mampu.

Saat mereka tengah berkemah di tengah hutan, Zola bertemu seorang agen dari PAPA (Protect and Prevent Agency), yaitu organisasi yang berfungsi menghalau serangan alien. Zola diingatkan, bahwa dirinya sempat menjadi anggota dari PAPA, sekaligus mitra lamanya. Karena sudah tidak ingat, Zola malah menyarankan untuk menghubungi BoBoiBoy (Nur Fathiah Diaz) saja, yaitu seorang anak super dengan kemampuan elemen dan bertopi oranye.

Namun, keesokan harinya Pipi diculik oleh sekawanan alien. Kelompok alien baru tersebut, memang tengah mencari anak, yang bisa diculik demi eksperimen. Sementara, kapal utama menyerang ibukota Kuala Lumpur, demi merubah dunia menjadi simulasi jajahan mereka.

Zola yang masih memiliki kemampuan super, perlu mengumpulkan kembali seluruh kekuatannya yang telah lama tidak dipakai. Terlebih lagi, BoBoiBoy dan Gopal (Dzubir Mohamed Zakaria) yang sudah lama berjibaku, malah hilang setelah ditelan oleh portal menuju dunia simulasi lainnya. 

Sanggupkah Zola menyelamatkan Pipi dan seluruh dunianya? Tentu dapat disaksikan di sinema kombo Indonesia dan Malaysia.

12 Januari 2026

Lucu-lucuan Penguin Korea Ala Film Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure

 

Pororo dan banyak kawannya (TMDB).

Daaaan, masih ada satu lagi film bagi anak (alias ratingnya Semua Umur) di minggu ketiga bulan Januari 2026 ini, berjudul Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure, yang sedang tayang di sinema-sinema Indonesia.

Kali ini, Pororo adalah sejenis karakter animasi dari Korea Selatan sana, yang berbentuk Penguin, lengkap dengan topi pilot dan kacamatanya. Inovasi karakter Pororo cukup mendunia, yang merupakan awal kebangkitan budaya seni populer dari Korea Selatan, hingga sanggup menyaingi Hello Kitty dari Jepang, Mickey Mouse dari AS, dan Smurfs dari Eropa.

Bagi para penggemar film, tentu dapat mengingat bangkitnya Korea Selatan dengan pop-dansanya yang sempat merajai awal tahun 2010an lalu. Filmnya pun sangat berkelas ala film produksi Hollywood, walau cukup jarang mengemukakan khas budayanya sendiri.

Pororo adalah pionir dari kebangkitan tersebut. Bahkan hingga sekarang, sebanyak delapan musim kartun animasi telah ditelurkan, dari tahun 2003, 2005, 2009, 2012, 2014, 2016, 2020, dan 2023. Filmnya bahkan mencapai 12 banyaknya, yaitu pas tahun 2004, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2017, 2019, 2022, 2022, 2023, dan 2025. Tentunya, film berjudul Sweet Castle Adventure ini, adalah film ke 13-nya.

Masih banyak karya lainnya yang mengikutsertakan Pororo dan kawan-kawannya, namun ikoniknya penguin berwarna biru ini tidak hanya dari segi kelucuannya saja. Pororo diproduksi dengan menghilangkan bias budaya dan referensi sejarah, sehingga cukup familiar di seluruh belahan dunia. 

Selain itu, sejak awal, Pororo didesain untuk anak berumur 4 hingga 7 tahun, yang mengenalkan berbagai sikap, norma, moral, banyak nilai edukasi (alias life skill). Pada saat awal penayangannya di Korea Selatan, banyak anak di Korea Selatan mengikuti gaya Pororo saat mengangkat tangan untuk menyeberang jalan, makan dengan dikunyah 30 kali, mencuci tangan, dan berbagai 'nilai keseharian' lainnya.

Orangtua dari Korea Selatan yang menyukai karakter Pororo, saat itu menyarankan Iconix Entertainment sebagai studio produksi, dalam memasukkan adegan tersebut pada setiap episodenya. Iconix pun setuju, sehingga timbal-balik antara hiburan dan edukasi, khususnya pada anak Korea Selatan, semakin terjalin dengan baik.

Sinopsis Film Pororo The Movie: Sweet Castle Adventure

Kali ini, dunia Pororo sedang dalam musim dingin dan menjelang perayaan Natal. Di Kerajaan Dessert, sedang diadakan kompetisi memasak kue. Pemenangnya, akan mendapatkan lapisan topping dari Sinterklas.

Pororo dan kawan-kawannya yang kebetulan bertemu Sinterklas di jalan, akhirnya diminta untuk mengirimkan piala topping tersebut kepada Ratu di Kerajaan Dessert. Petualangan baru mereka pun dimulai, sambil menikmati momen di musim dingin. 

Namun, saat akan menyerahkan piala tersebut di Kerajaan Dessert, seorang tokoh produsen cokelat bernama Leo No. 5 menghalau mereka. Leo tidak rela, kompetisi dilaksanakan tanpa kehadiran cokelat buatannya. Pororo pun perlu mengamankan piala tersebut, sambil menghindari kejaran Leo.

Amankah kompetisi ini dengan perayaan musim dinginnya di Kerajaan Dessert? Jawabannya, tentu dapat disaksikan di keberagaman kue ala sinema Indonesia.

24 Desember 2025

SpongeBob yang Mengalami Puber di Film Search for SquarePants

 

Patrick dan SpongeBob yang masih bodor (IMDB).

Saatnya kembali meramaikan dunia perkartunan ala animasi bodor SpongeBob, yang kali ini menelurkan filmnya saat akhir tahun di sinema-sinema Indonesia, bersub-judul Search for SquarePants

Tampaknya perlu diingat kembali, bahwa serial kartun televisi SpongeBob telah melegenda di Indonesia, sejak penayangan awalnya tahun 2004 lalu. Sejak saat itu, SpongeBob selalu meramaikan ranah animasi, bagi anak kecil hingga dewasa. Nickelodeon sebenarnya merilis SpongeBob di tahun 1999, yang mulai merambah seluruh dunia sejak awal 2000an.

Tentu, bagi yang ingin menikmati nostalgia bersama sang anak, maka dapat menontonnya bersama, karena rating umurnya adalah Semua Umur (SU).

Konyolnya Kartun The SpongeBob SquarePants

Selain ceritanya yang kocak, anehnya lokasi dibawah laut, serta karakternya yang lucu-lucu ala warga Bikini Bottom, SpongeBob seringkali mengemukakan banyak kata-kata bijak bagi penggemarnya. 

Contohnya adalah yang diutarakan seorang karakter bintang laut, bernama Patrick Star. Walaupun digambarkan sebagai karakter yang malas nan bodoh, namun kata-katanya sangatlah memberi semangat. Contohnya adalah 'Hidup itu mudah. Jika senang, tersenyumlah. Jika sedih, tertawalah!' lalu 'Aku Jelek dan Aku Bangga!' Selalu konyol namun nyambung, karena Patrick bukanlah karakter yang pernah serius.

Jika dicek referensinya, Spons Laut dan Bintang Laut adalah dua mahluk invertebrata paling santai sedasar lautan (kelihatannya). Spons Laut menempel pada Terumbu Karang, sehingga menjadi bagian utama dari ekosistem penting di lautan. 

Tentu sudah banyak yang tahu, bahwa jika Terumbu Karang lautan terancam, maka banyak mahluk laut yang terancam pula kehidupannya. Sehingga, penggambaran karakter SpongeBob yang rajin, pekerja keras, serta setia, cocok digambarkan sebagai simbol dari Spons Laut asli.

Sementara Bintang Laut adalah sejenis mahluk yang kerjanya hanya tiduran saja di dasar lautan. Terlihat sangat santai, padahal mahluk ini adalah satu dari banyak hewan target nutrisi, bagi banyak predator laut. 

Namun, santainya tersebut justru bukanlah suatu kelemahan, namun kelebihannya yang berlebihan. Bintang Laut mampu menumbuhkan kembali bagian tubuhnya yang hilang. Bahkan, satu penelitian mengkaji, bahwa Bintang Laut yang telah terpotong seluruh 'kakinya,' masih sanggup menumbuhkannya kembali hingga lengkap. 

Jadi, penggambaran Patrick Star yang santai dan bodoh sangat cocok pula sebagai simbol dari Bintang Laut asli. Bukannya santai, tetapi Patrick memang cukup kuat dalam menanggapi 'masalah hidup.'

Dan, keduanya pun bisa disebut sebagai hewan yang konyol, karena memang aslinya tidak memiliki organ Otak. Sehingga, penggambaran karakter SpongeBob dan Patrick yang keduanya terlalu kekanak-kanakan dan lucu-lucuan saja semasa hidup, sekali lagi cocok sebagai penggambarannya.

Sebenarnya, masih banyak penggambaran lain di Bikini Bottom ala serial kartun The SpongeBob SquarePants. Contohnya dari Plankton, yang merupakan salah satu rantai makanan paling kecil dan menderita di lautan. 

Namun, karena sedang membahas filmnya, maka disudahi saja disini, dengan membahas film pertamanya saja dari tahun 2004, yang cukup nyambung dengan animo film tahun 2025-nya.

(Atau mungkin, nanti ditulis saja di bagian artikel Monsterisasi).

Film Pertama The SpongeBob SquarePants Movie

Nah, satu film yang perlu diingat dari SpongeBob, adalah tepat beberapa bulan setelah penayangan televisinya di Indonesia. Judulnya pun simpel, yaitu The SpongeBob SquarePants Movie

Seperti biasa, film ini awalnya mengisahkan perseturuan antara Krusty Krab milik Tuan Krab, dan Chum Bucket milik Plankton. Namun, SpongeBob serta Patrick perlu berpetualang dan melanglangbuana hingga lautan terdalam, demi meraih kembali mahkota sang raja Neptunus.

Kisah di film ini pun cukup memfokuskan, mengenai SpongeBob dan Patrick yang sebenarnya sudah terlalu dewasa untuk terus bermain-main. Kekonyolan mereka sangat terlihat pada adegan berisi lagu Goofy Goober, yang merupakan idola bagi keduanya. Namun, bintang dan spons laut ini ternyata cukup dewasa untuk melalui seluruh tantangan, walau masih memiliki status sebagai fans Goofy Goober.

Nah, kali ini di film Search for SquarePants, justru memiliki atmosfer cerita yang sama. Ya, walau terlampau jarak 21 tahun lamanya, namun animo yang disajikan mirip. Walau film pertamanya diproduksi Dua Dimensi, dan film saat ini berformat Tiga Dimensi, namun menyajikan Patrick dan SpongeBob yang masih konyol, namun ingin membuktikan bahwa dirinya telah dewasa. 

Okeh, saatnya membahas sinopsis filmnya saja, ya...

Sinopsis Film The SpongeBob Movie: Search for SquarePants

Awalnya, SpongeBob (Tom Kenny) yang tengah bekerja di Krusty Krab, sedang mengobrol dengan Patrick (Bill Fagerbakke) di toilet. Tiba-tiba, ventilasi toilet terbuka, yang membuat semangat SpongeBob atas sebuah petualangan.

Setelah berhasil melewati ventilasi karena badannya yang elastis, SpongeBob ternyata sampai di sebuah kapal milik Flying Dutchman (Mark Hamill), yaitu jurig terkuat lautan.

Lebih konyolnya lagi, Flying Dutchman yang memang mencari 'mahluk paling polos selautan', akhirnya 'merekrut' SpongeBob dan Patrick sebagai anggota bajak laut. Padahal, Davy Jones ingin membersihkan dirinya dari kutukan jurig selama ini, dengan cara memberikan keduanya pada pemberi kutukan.

Kisah hilangnya SpongeBob dan Patrick pun menyebabkan panik bagi Tuan Krab (Clancy Brown), yang tidak ingin kehilangan koki andalannya (walau tetap pelit). Tuan Krab lalu merekrut Squidward (Roger Bumpass) dan Gary, demi misi menyelamatkan keduanya dari kekangan Flying Dutchman.

Sanggupkah Tuan Krab menyelamatkan Patrick Star dan SpongeBob SquarePants? Atau malah keduanya membuktikan diri sebagai petualang laut terhebat? Atau bahkan menaklukan langsung Flying Dutchman yang terkenal beringas? 

Jawabannya, tentu ada di keragaman kartun hayati ala sinema di Indonesia.

18 Desember 2025

Berpetualang bersama Cemilan Imut di Film Dream Animals: The Movie

 

Binatang lucu yang sedang asyik (TMDB).

Saatnya di akhir tahun 2025 ini, tepatnya bulan Desember yang sedang hangat-hangatnya berlibur, menonton film bersama anak atau anggota keluarga lainnya (rating Semua Umur). Kali ini, film animasi untuk anak yang dirilis adalah Dream Animals: The Movie, yang tayang di sinema-sinema Indonesia pada akhir minggu.

Studio animasi yang memproduksi Dream Animals pun bukanlah sembarang studio, melainkan Marza Animation Project dari Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, Mara merilis trilogi film Sonic the Hedgehog (2020;2022;2024), yang disukai banyak penggemarnya. 

Jika mengingat Sonic, tentu kembali pula kenangan saat film pertamanya akan dirilis. Penggemar Sonic dari seluruh dunia protes di dunia maya, saat menonton cuplikan pertamanya. Desain karakter utama Sonic, terlihat mengerikan, dan tidak imut layaknya Sonic di Video Gim-nya. Namun, karena sineas filmnya memahami, maka mereka menunda perilisan film hingga tiga bulan (rencana rilis asli untuk bulan November 2019), untuk mendesain ulang karakter Sonic.

Distributor yang merilisnya pun cukup keren, yaitu Tokyo Broadcast System (TBS), yang sering membuyarkan dunia dengan anime mantap dari Jepang. Beberapa contoh anime viral dari TBS, diantaranya adalah serial anime Dandadan (2024) Jujutsu Kaisen (2020), dan Full Metal: Alchemist Brotherhood (2009).

Dan, saatnya kembali membahas Dream Animals. Bagi anak atau penggemar yang suka film animasi 3D, alias tiga dimensi yang imut, tentu tertarik dengan cuplikan Dream Animals yang cerah dan mulus animasinya. Oh ya, yang imut bukan hanya karakter di filmnya, tetapi juga asal muasal para karakternya.

Dream Animals adalah produk makanan ringan berjenis kraker, yang berbentuk karakter binatang dan diproduksi dari Jepang. Perusahaan yang memproduksinya adalah Ginbis, yang telah memulai usahanya sejak tahun 1930 lalu. Khusus untuk produk Dream Animals (Tabekko Doubutsu), mulai diproduksi sejak tahun 1978 lalu.

Makanan ringan Dream Animals masih diproduksi hingga sekarang, dengan banyak tambahan karakter berbeda pada setiap bungkusnya. Karakter binatang seperti gajah, kuda nil, pegasus, kucing, kelinci, ayam, jerapah, singa, buaya, dan monyet selalu meramaikan isi setiap bungkus Dream Animals. 

Bagi yang penasaran dengan rasa makanan ringan ini, sebenarnya Dream Animals tidak begitu luas didistribusikan di Indonesia. Namun, banyak toko daring (online) yang menawarkannya, sehingga dapat dipesan saja langsung. 

Atau bagi yang kangen jajanan anak, tentu masih bisa mengecek makanan ringan Fugu. Makanan ringan ini justru berbentuk mirip, dengan ikan sebagai karakternya, yang tentu diproduksi oleh perusahaan Indonesia bernama OrangTua

Sinopsis Dream Animals: The Movie

Di Negeri Manisan, sekelompok grup musik terkenal bernama Dream Animals, yang beranggota Gajah, Kuda nil, Pegasus, Kucing, Kelinci, Jerapah, Singa, dan Monyet sedang heran dan terperangah atas kondisi nasionalnya. Dream Animals yang baru saja kembali dari tur musik internasional, menemukan negerinya kini dikuasasi oleh sejenis cemilan permen.

Sejenis kelompok permen bernama Gotton ingin mendominasi pasar di Negeri Manisan, yang biasanya seimbang antara campuran makanan ringan biskuit, dengan banyak variasi permen. 

Walau sebenarnya seluruh anggota Dream Animals tidak ingin berkonflik, justru terperangah dengan diculiknya salah seorang anggota mereka, yaitu Pegasus (Akairi Takaishi). Singa (Genta Matsuda) sebagai seorang pemimpin, berinisiatif bersama seluruh anggotanya untuk memulai misi penyelamatan.

Dengan dibantu oleh seorang gadis nan baik hati (Liliano Ono), Dream Animals mulai berjibaku dan merekrut banyak binatang idola lainnya, seperti Anak Ayam dan Buaya, demi menyelamatkan Pegasus dan mengembalikan kedamaian di Negeri Manisan tercinta. 

Sedikit Komentar Mengenai Sinopsis Film Dream Animals

Oh ya, tampaknya film ini menggambarkan, bahwa makanan cemilan alias ringan sejenis biskuit, kraker, dan banyak makanan adonan kering lainnya, sebenarnya lebih sehat. Bahkan, jika dicek per bungkusnya, terdapat cetakan berbentuk kotak, bertuliskan kandungan gizi per-gram untuk setiap bungkusnya. Label kandungan gizi ini bisa dicek pula dari bungkus sejenis sirup atau susu

Apalagi jika dibandingkan dengan sejenis permen, yang dapat langsung terlihat efeknya pada gigi anak, yang hitam bahkan hingga ompong karena terlalu banyak mengonsumsi permen atau manisan. Cukup merusak tubuh anak pula, karena gizi-nya jauh lebih sedikit dengan bahan kimiawi lebih banyak.

Sementara di cemilan makanan kering, sering ditambahkan dengan cokelat, susu, bumbu asam, manis, pedas, serta banyak tambahan lainnya. Walau tetap masuk sebagai kategori makanan ultra proses, tetapi prosesnya cukup sederhana dan lebih bergizi untuk dikonsumsi tubuh.

Produk Ringan dari Indonesia

Oh ya lagi, setelah membahas sinopsis film Dream Animals, penulis mau berbagi pula tentang pengalaman makanan ringan di Indonesia. Selama beberapa dekade lamanya, keluarga berkecimpung sebagai grosir makanan ringan. 

Ternyata, rata-rata produk makanan ringan berasal dari perusahaan Nasional alias Nusantara. Mulai dari biskuit, cokelat batang, keripik, hingga minuman susu dan sirup, seluruhnya diproduksi dari perusahaan nasional atau lokal. 

Tidak hanya makanan ringan, banyak produk rumahan seperti pasta gigi, sabun batang, sabun cair, sabun pel, sabun cuci piring, shampoo, sikat gigi, hingga kebutuhan rumah lainnya, diproduksi dari pabrikan dalam negeri tercinta.

Bahkan saat keluarga beralih usaha ke bumbu makanan, mulai dari bumbu jadi, bumbu marinasi, santan, hingga bumbu racik, ternyata seluruhnya diproduksi dari perusahaan nasional. Beberapa produk yang lebih tradisional, yaitu gula merah, gula, garam, minyak curah, hingga bumbu rempah, adalah hasil Usaha Kecil Menengah (UKM) regional.

Tampaknya tidak perlu dijelaskan lagi, bahkan produk tas hingga pakaian santai dan formal (apalagi batik), diproduksi oleh perusahaan nasional atau lokal. Memang, banyak pabrikan tekstil maupun garmen, bisa 'dititipkan' produksinya demi kebutuhan merk lokal pula.

Ya, maksudnya tentu bukanlah se-kompetitif ala Ginbis yang melanglangbuana hingga bisa diproduksi filmnya. Tetapi, dengan begitu dari segi manufaktur, barang dan bahan kebutuhan sehari-hari, ternyata sudah terpenuhi oleh produksi nasional dari negara tercinta. Ya, Indonesia.

Tentu kekurangannya adalah berbagai jenis barang elektronik serta otomotif, yang masih didominasi oleh produk dari Jepang atau China. Tetapi kedepannya, mungkin Indonesia akan mencapai tahap tersebut, karena banyak bahan mineral mentah yang memang didapatkan dari kekayaan dalam negeri. Ya, Indonesia.

Kayaknya tidak perlu dijelaskan lagi dari segi keberagaman Hayati Indonesia, ya. 

Okeh, wassalam, dan selamat menikmati kisah Dream Animals ala ranah produk sinema internasional di Indonesia.