Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Romantisnya Aktor Korea Selatan yang Isekai di Vietnam Ala Film Love Barista

Pasangan yang berbeda jauh latarnya namun masih satu bangku (TMDB)

Sekarang saatnya beralih ke Vietnam, dengan seorang aktor yang isekai dari Korea Selatan, dalam film Love Barista. Film yang berating R13 (Remaja) ini memadukan kisah cinta antara pemuda KorSel, dengan pemudi dari Vietnam. Kisah keduanya seakan mengukuhkan, mengenai kerjasama GeoPolitik yang kian erat.

Kisah Vietnam yang Melanglangbuana

Vietnam saat ini sedang dalam puncak kerjasama internasionalnya, dengan istilah Diplomasi Bambu. Setelah puluhan tahun lamanya mengalami tekanan birokrasi dari AS, negara Komunis ini memulai banyak kerjasama internasional selama satu dekade terakhir.

Sebelumnya Vietnam lebih dikenal sebagai produsen beras terbesar dunia. Bersama Thailand, Vietnam merajai produksi beras untuk diekspor. Termasuk diantaranya menuju Indonesia, yang baru saja swasembada beras (dan harga beras internasional pun naik?).

Diplomasi Bambu seakan membuka perbatasan Vietnam dengan banyak negara tetangganya. Contoh paling kentara adalah kerjasama investasi dengan Singapura, China, dan Korea Selatan. 

Kedekatan diplomasi, rumpun budaya, serta keturunan dengan China, menyebabkan keduanya semakin erat di era abad 21 ini. Kerjasama kedua negara bahkan meliputi infrastruktur mendasar di Vietnam, contohnya kanal yang dapat menghubungkan transportasi logistik di negara sungai Mekong ini. 

Sementara dari Singapura, Vietnam mengukuhkan kerjasama teknologi komunikasi, yang sudah lama menjadi keahlian negara pulau kecil ini. Untuk dari KorSel, justru teknologi manufaktur dan energi yang menjadi patokan kerjasama dengan Vietnam.

Seluruh kerjasama ini awalnya mirip dengan Indonesia, yaitu Vietnam sebagai negara pemasok bahan mentah, yang seringkali membantu banyak negara industri tersebut dalam memenuhi suplai dan pasokan komoditasnya. 

Hubungannya dengan Industri Perfilman

Jadi, apa hubungannya dengan film Love Barista? Ternyata cukup masif dan besar korelasi antara film dan industri standar milik suatu negara.

Contohnya saja, dengan kembali ke Indonesia yang sempat mengalami tren Korea Selatan pada pertengahan 2010an kemarin. Namun selama satu dekade tersebut, kerjasama antara Indonesia dan KorSel masih terbatas pada ekspor-impor produk (mobil dan ponsel). Sementara investasi dan kerjasama film (atau musik) belum dimulai dengan intensif.

Namun di awal 2020an, berbagai industri dari KorSel mulai investasi di Indonesia. Contoh terakhirnya adalah investasi pabrik sampah oleh Hyundai yang berada di Bekasi. Nah, hubungannya dengan industri perfilman dan hiburan adalah banyak idola dari Indonesia, yang mulai berkarir di Korea Selatan. Contohnya adalah grup idola Hearts2Hearts dari Indonesia yang tengah aktif di KorSel.

Kebetulan saja? Tentunya bukan. Kerjasama internasional yang dimulai dari industri standar negara, biasanya menyuntik kelanjutan kiprah lainnya dari industri perfilman dan hiburan. Animo kerjasama internasional ini 'menginfeksi' hubungan bilateral negara, yang berujung dunia hiburan dengan segala akulturasi budayanya.

Pola seperti ini pun dicontohkan kembali pada film Love Barista, dengan kerjasama antara sineas Vietnam dan Korea Selatan. Aktornya memang Kang Jun-Woo dari KorSel, tetapi aktrisnya aseli berasal dari Vietnam dengan nama Hoang Ha. 

Oh ya, film ini sebenarnya dirilis pada bulan November tahun 2025 lalu, yang menyusul rilisnya di Indonesia pada pertengahan 2026 sekarang.

Sinopsis Film Love Barista

Lee Kwang-soo (Kang Jun-woo) adalah seorang aktor terkenal di Korea Selatan. Selama ini dirinya menjadi andalan agensi bakat, tempat dirinya bekerja. Namun telah banyak dan lama berandil, dirinya mulai tergeserkan oleh bintang baru dalam agensi yang sama.

Dalam masa kegalauannya, Lee pun beralih mendamaikan diri. Dengan mengambil 'jatah liburannya' yang singkat, Lee pun berangkat jauh ke Vietnam. Itupun hanya sendirian, dengan dirinya yang tidak mau ditelpon oleh pihak agensinya.

Naasnya saat sedang makan mie, muncul seorang pemabuk yang kisruh di warung tersebut. Pemabuk malah bertengkar dengan pramusaji, yang terdorong hingga Lee menjatuhkan ponsel pada kuah mienya. Ponselnya pun rusak, sehingga pramusaji yang mengenalkan dirinya sebagai Tao (Hoang Ha), harus bertanggung jawab.

Keduanya pun semakin dekat, dengan Tao yang membantu Lee untuk menjelahi kota tempat liburannya sebagai pemandu lokal. Lee pun mendapat pengalaman baru, yang jauh dari hingar-bingar karirnya sebagai aktor terkenal dari KorSel.

Apakah hubungan keduanya akan berjalin baik? Atau budaya, karir, strata sosial, dan lokasi yang terlalu berjarak akhirnya menjauhkan satu sama lainnya?

Jawabannya, tentu ada pada puncak kerjasama internasional ala sinema di Indonesia.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece