![]() |
| Vaas dengan definisi kegilaannya (Reddit). |
Okeh, setelah tiga artikel Monsterisasi tentang tokoh utama alias MC dari anime, saatnya membahas tokoh utama yang serba salah dalam misinya, ala video gim Far Cry. Ya, di seri video gim tetembakan ini, justru pemainnya yang serba salah saat menentukan pilihan, dibandingkan tokoh antagonisnya. Ya (sekali lagi), tokoh antagonis di seri Far Cry memang lebih bijak dalam melaksanakan operasinya, walau secara moral patut dipertanyakan caranya.
Bahkan saking karismatik dan cukup tepat dalam prosedurnya, seri Far Cry sering digadang oleh banyak gamer, sebagai lahan untuk menunjukkan tokoh antagonis yang pintar. Selain itu, lahan gim ini cocok sebagai penggambaran, bahwa tokoh utama (alias pemain) yang banyak gelut dan ikut berkonflik, belum tentu benar dalam perjalanan mencapai tujuannya.
Gim Far Cry ini bergenre tetembakan alias First Person Shooter, dengan segala jenis senjatanya. Pemain diminta bergerilya, dalam melawan pasukan faksi musuh yang dipimpin oleh seorang tokoh kuat, namun otoriter dan diktator. Seri ini paling kentara dengan penggambaran tokoh antagonisnya. Untuk artikel ini, maka akan mengulas seri ke 3, 4 dan 5-nya, yang cukup berbeda setiap karakternya.
Satu konfirmasi dari penulis, bahwa penulis sudah lama tidak main gim FPS, sekaligus jarang main gim 3D, atau bahkan mengikuti ramainya gim mainstream. Hal itu karena spesifikasi minimum gaming yang semakin edan dan mahal, sekaligus dengan ukuran gim-nya (puluhan Gigabyte unduhan dan di-install).
Selain itu, karena besarnya ukuran layar monitor yang kini dipakai dan kondisi kesehatan, begitu melihat gameplay FPS, justru langsung motion sickness. Kadang efek ini terjadi pula saat memainkan game TPS (Third Person Shooter).
Karena itu, penulis berhenti bermain game 3D, dan lebih sering bermain gim isometrik 2D, yang kameranya tidak banyak bergerak. Bahkan saking pengen santainya, penulis sekarang lebih banyak bermain gim Roguelike, yang durasi (maksimalnya) hanya satu jam saja, tetapi langsung GG.
Okeh saatnya membahas Far Cry, yang dijabarkan sesuai ingatan penulis dan sedikit info dari Inet.
Jason Brody vs Vaas dan Citra di Far Cry 3
Nah, bagi yang ingat gim ini, tentu sangat kentara dengan referensi Indonesia. Bahkan satu faksi di gim Far Cry 3 bernama Rakyat, yaitu NPC dari suku pribumi lokal. Tidak hanya lokasinya yang berlatar tropis, terdapat bahasa lokal, serta hewan yang berkeliaran, mengambil referensi dari Indonesia. Contohnya adalah Selamat Tengah Hari, yang maksudnya adalah Selamat Siang. Untuk Hewan, contohnya adalah Tapir, Komodo, dan Kasuari yang khas berasal dari Nusantara.
Okeh, tapi di artikel Monsterisasi ini, justru perlu fokus membahas beberapa tokoh utamanya. Jason Brody hanya seorang turis, yang terjebak dalam Power Struggle di Kepulauan Rook. Penulis justru curiga, bahwa misi pengawasan AS di Rook, aslinya adalah milik kakaknya yang bernama Grant Brody, yang berlatar militer. Bahkan di lanjutan ceritanya, terdapat seorang anggota CIA tersembunyi, yang telah memantau Rook selama belasan tahun lamanya.
Nah sekali lagi, bukan itu pula fokus artikel Monsterisasi ini. Fokus utamanya adalah kisruh kekuasaan diantara tokoh antagonis Vaas, melawan Citra yang membantu Jason Brody. Kisruh keduanya pun cukup sederhana ternyata, karena keduanya adalah kakak-beradik yang mengambil jalur berbeda. Vaas memilih untuk bergabung dengan sindikat Narkoba di Rook, sementara Citra memilih melawan bersama gerilya dari Rakyat Warrior.
Penulis berpendapat bahwa, sebenarnya Vaas berniat baik saat bergabung dengan sindikat bajak laut. Walau tetap salah dalam mengalih-gunakan kepulauan milik sukunya sebagai lahan narkoba, namun Vaas yang aslinya berlatar Rakyat Warrior, sanggup menyeimbangkan kekuasaan dan konflik di Rook. Tanpa kehadiran Vaas yang disegani oleh dua kubu, maka konflik berpotensi lebih brutal.
Lalu muncul pula anomali bernama Jason Brody, yang terpaksa bergabung dengan Rakyat Warrior demi menyelamatkan seluruh temannya. Jason sempat ditangkap oleh Vaas, namun gagal dibasmi langsung. Saat itulah terdapat adegan Vaas yang viral, saat menjelaskan bahwa definisi kegilaan adalah melakukan sesuatu yang sama berulang-ulang, dan berharap akan ada perubahan. Mungkin maksud Vaas disini lebih mirip siklus kekerasan di Rook, yang dihentikan oleh status quo milik dirinya sendiri, dan Jason Brody hanyalah satu anomali saja.
Jason akhirnya mencapai tingkatan Vaas, setelah berhasil mengalahkannya, dan telah beraksi membabi-buta sebagai Rakyat Warrior. Dari situ, muncul kegilaan Jason yang mirip dengan Demam Perang di Belantara Hutan. Jason pun diberi dua pilihan oleh gim-nya, yaitu bergabung selamanya dengan Rakyat Warrior, atau keluar dari Rook sambil menyelamatkan seluruh temannya.
Nah untuk kesekian kalinya, Vaas akhirnya benar lagi. Vaas tidak ingin siklus kekerasan terus berlangsung, dengan mengandalkan status quo kepulauan Rook sebagai lahan produksi narkoba dan pasukan bajak lautnya. Apalagi di pulau Rook selatan, terdapat faksi pasukan bayaran yang lebih berbahaya. Jika bajak laut di utara tidak sanggup menjaga, maka pasukan bayaran dari selatan akan tiba dan memperburuk keadaan. Dan sekali lagi, sang anomali bernama Jason sebagai Boga Lakon (Main Character), berhasil membasmi pasukan di selatan.
Nah sudah cukup penggambarannya, yang ternyata bisa disimpulkan dengan satu hal saja, yaitu status quo yang terlihat sangat buruk, dapat menghindarkan suatu area dengan konflik yang berlebih.
Tetapi di seri berikutnya, yaitu Far Cry 4 dan 5, justru lebih gelap lagi ceritanya. Di dua seri tersebut, dengan lantang menunjukkan bahwa tokoh utama (alias pemain), sebenarnya salah dan tidak ada benarnya sama sekali.
![]() |
| Pagan Min yang ternyata cukup baik bagi Ajay (Reddit). |
Ajay Ghale vs Amita dan Sabal vs Pagan Min
Ajay Ghale adalah tokoh utama yang dimainkan saat Far Cry 4, dengan latar dua kewarganegaraan, yaitu negara fiktif bernama Kyrat, dan Amerika. Kyrat adalah negara fiksi dengan referensi mirip Tibet, atau wilayah lain di sekitar pegunungan Himalaya. Perlu tahu, bahwa Ajay tiba di Kyrat hanya untuk menyebarkan abu milik mendiang ibunya di Lakhsmana, sebagai penghormatan terakhir.
Nah saat awal gim-nya, ada satu ending rahasia yang bisa langsung diungkap oleh pemain. Yaitu dengan menunggu 15 menit saat dijamu makan oleh tokoh antagonis bernama Pagan Min. Jika waktunya terlewati, Ajay akan dikawal oleh Pagan Min menuju lokasi Lakhsmana, lalu dengan damai menyebarkan abu milik ibunya. Dan gim pun tamat, tanpa ada konflik berlebih.
Lalu, bagaimana dengan para pemain yang ingin tembak-menembak di gim Far Cry? Di pilihan awal itulah, saat pemain diminta melarikan diri dari lokasi rumah Pagan Min, lalu bergabung dengan grup pemberontak bernama The Golden Path. Justru disitulah letak uniknya Far Cry 4, dimana justru konflik bersenjata di Kyrat, ternyata menyiratkan sesuatu yang lebih gelap dan berbahaya.
Tujuan dari Golden Path memang membebaskan diri dari kekangan Pagan Min dan banyak pasukan Royal-nya. Namun di akhir gim terdapat pilihan bagi pemain, untuk membasmi satu ketua pemberontak. Dua yang perlu dipilih pemain, yaitu Amita atau Sabal, yang dapat merubah ending Far Cry 4. Jika memilih salah satunya, maka berpotensi besar menyebabkan Perang Sipil lainnya di Kyrat. Keduanya memang memiliki jalur wacana berbeda, namun sama-sama diktator.
Pilihan apapun yang diambil pemain, maka tetap akan berakhir buruk bagi Kyrat dan banyak warga di dalamnya. Sementara itu, Ajay malah pergi dari Kyrat dan kembali ke hidupnya yang lebih damai di Amerika. Jadi, pilihan ending rahasia, justru menjadi opsi terbaik bagi Kyrat dan warganya.
Okeh, segitu saja sudah memunculkan maksud cerita di Far Cry 4. Bagaimana dengan Far Cry 5? Lebih parah lagi di seri kelima ini, dan hanya bisa disimbolkan dengan satu istilah, yaitu Luar Binasa.
![]() |
| Sang peramal akhir dunia, Joseph Seed (Reddit). |
Nah justru di Far Cry 5, referensinya langsung dari jaman keemasan hippie dan Perang Dingin sekaligus, alias atmosfer Perang Nuklir yang kentara di Amerika sana. Ya, memang mengisahkan tentang seorang diktator dan penjahat lain berlatar gembong Narkoba. Namun tokoh antagonis bernama Joseph Seed, ternyata benar 100 persen saat di akhir gim.
Tokoh utama yang dimainkan tidak memiliki latar, alias avatar bagi pemainnya. Karakternya bisa di-kustomisasi, walau entah apa gunanya karena tetap saja FPS, alias tidak akan kelihatan. Lokasinya pun mengambil referensi Hope County di Montana, AS. Terlihat lebih damai dari gim sebelumnya, karena berada di Midwest Amerika yang jarang mengalami konflik.
Berbeda dengan seri sebelumnya yang memberi banyak pilihan, gameplay di Far Cry 5 justru lebih linier, dengan pilihannya yang sedikit. Yaitu saat pemain harus memilih membasmi atau tidak Joseph Seed. Uniknya, pilihan apapun yang dipilih pemain, hasilnya akan tetap sama.
Jika memilih membasmi Joseph Seed, maka Perang Nuklir yang diramalkan oleh Joseph akan terjadi, dan menyebabkan banyak kota luluh lantak. Justru Hope County yang agak jauh dari pemukiman padat, akan selamat dari kehancuran langsung. Kabar mengenai tokoh utama pun tidak diketahui, karena gim berakhir begitu saja.
Sementara jika tidak membasmi Joseph Seed, tokoh utama serta Joseph akan terpenjara di dalam bunker perlindungan bencana nuklir. Keduanya akan terkunci lama, sementara menunggu efek radiasi sisa nuklir mereda dan dunia luar sanggup dihuni kembali oleh manusia.
Jadi, pilihan apapun yang dipilih pemain, berakhir buruk bagi semuanya. Justru selama ini, Joseph dengan sekte sesat dan paranoid akhir dunianya, berhasil membuktikan bahwa dirinya benar dengan Perang Nuklir yang tiba.
Jadi, apa inti dari Far Cry 5 ini? Tidak ada sama sekali. Far Cry 5 adalah satu contoh, saat suatu video gim diakhiri dengan buruk. Seakan menyimbolkan, bahwa seluruh konflik serta kemajuan jaman tersebut, berakhir seketika oleh dentuman bom nuklir.
Okeh, tamaaaaat.
Oh ya, ada satu simbol lain mengenai video-gim, yaitu kental Guilty Pleasure-nya. Dengan cerita dari tiga seri Far Cry yang seluruhnya berpotensi lebih buruk bagi dunianya, maka yang tersisa hanyalah gameplay bagi pemainnya. Jadi maksud yang paling kentara adalah, gim hanya sekedar tembak-menembak, ditambah Looting Mania, sekaligus Power Creeping yang menggila.
Okeh, mungkin akan tamat dan berakhir seketika Luar Binasa...
Alias jangan pula terpapar Main Character Syndrome yaaa.....











