Tampilkan postingan dengan label Gim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gim. Tampilkan semua postingan

3 Desember 2025

Adaptasi Gim Horor di Sekuel Film Five Nights at Freddy's 2

 

Si Bebek yang akhirnya debut juga di FNAF (IMDB).

Okeh, dari ranah aksi, sekarang kembali ke film horor ala Hollywood yang lebih mengisahkan adaptasi dari sebuah game terkenal di masa lalu yang indah terkemuka , berjudul Five Nights at Freddy's, yang kini muncul sekuelnya dengan tambahan 2, dan sedang tayang di banyak sinema Indonesia. 

Video Gim Five Nights at Freddy's memang sebenarnya cocok ditujukan bagi sedikit kalangan, alias T (Teenager), alias Remaja (R13+) jika dibahasa Indonesia-kan. Banyak isinya lebih mengemukakan banyak jumpscare (alias kaget yang muncul akibat adegan mengejutkan di depan layar).

Namun, gim yang rilis pada tahun 2014 ini dan dibuat oleh seorang developer solo karir, bernama Scott Cawthon, justru meramaikan kembali subgenre naratif dan teka-teki bertipe Point and Click. Gim berjenis ini lebih mengedepankan cerita langsung, dimana karakternya hanya bergerak jika diklik layarnya, serta tanpa aksi yang begitu kentara.

Ranah sub-genre ini sebenarnya telah ramai sejak kemunculan gim di PC (alias komputer pribadi), namun hilang pamornya semenjak PC dan Konsol memiliki kontrol yang lebih baik. Tetapi, ranah ini tetap diramaikan dengan game buatan dari engine Flash, saat jaman mulai ramainya internet lambat di awal tahun 2000an lalu. Sementara di dunia belahan lain, Point and Click digantikan oleh sejenis Visual Novel, yang ramai di Jepang, sejak perkembangan awal gim hingga sekarang.

Di AS sendiri, ramainya Sub-Genre Point and Click sempat diramaikan kembali oleh serial gim The Walking Dead, yang diproduksi oleh TellTale Games, dengan bonus mekanik yang lebih interaktif. Namun, studio ini tidak bertahan lama, karena biaya produksi yang tinggi akibat grafik, animasi dan pengisi suaranya. Untungnya, sub-genre ini mulai ramai kembali, dengan banyak mengesampingkan perkembangan grafik dan pengisi suara, yang cukup mahal bagi para pengembang video gim.

Five Nights at Freddy's alias FNAF layaknya melanjutkan kembali kengerian game santai ala terdahulu, yang memang sempat ramai di awal 2000an dengan viralnya gim berjudul Slenderman, yang lalu dilanjutkan animonya di dunia industri video gim. Gim FNAF (Five Nights at Freddy's) pun telah mencapai empat sekuel dari game pertamanya, yang dirilis mulai tahun 2014, 2015, dan 2016 dengan sub-judul Sister's Location.

Okeh, kembali ke filmnya yang dahulu kala dirilis pada tahun 2023 lalu, berjudul yang sama pula, yaitu FNAF (saja ya). Film pertamanya lebih mengadaptasi latar belakang gimnya, yaitu kisah seorang satpam penjaga malam hari, di sebuah wahana animatronik (pada siang harinya). Namun, di malam hari, seluruh animatronik (sejenis robot) malah meneror dirinya. 

Berbeda dengan kengerian di gim-nya, filmnya lebih jelas pergerakan karakernya, karena tidak terlalu terkunci di satu ruangan serta beberapa ruangan lainnya saja. Tokoh utamanya harus berjibaku di seluruh gedung, sementara animatronik berbentuk beruang, bebek, kelinci dan banyak lucu-lucuan imut ngeri lainnya berkelakar dengan semaunya. 

Produsernya pun berasal dari sineas yang hobi robot lainnya, yaitu waralaba film M3GAN dengan kerjasama studio produksi film paling sibuk di ranah horor Hollywood, yaitu Blumhouse. Sayangnya, para sineas ini kembali di sekuelnya pada tahun 2025 ini dengan judul tambahan dua saja. Tentu bersama tokoh utamanya yang masih belum jera pula, yaitu Mike (Josh Hutcherson) dan Abby (Piper Rubio) sang gadis kecil.

Dan kali ini, animatronik yang terkenal suka menculik anak layaknya badut (jelek) di film IT (2017;2019), mulai mengambil langkah luar biasa untuk melanglang-buana, yaitu membuat inovasi alias terobosan dengan keluar gedung asalnya, demi mendapatkan hati Abby seorang. 

Okeh, saatnya kembali menonton animatronik ngeri di sinema penuh teknologi aktif (ala hiburan badut) di Indonesia. Oh ya, sebelumnya di tahun inipun, ada sejenis film adapatasi yang agak mirip, yaitu Until Dawn di bulan April lalu (walau mekanik gim-nya jauh lebih interaktif dari FNAF).

9 Oktober 2025

Kembali Isekai di Dunia Digital Bernama Tron Ares

 

Ares yang tengah terbang tanpa arah antara dunia nyata dan maya (IMDB).

Satu film agak beda dari Hollywood sana, mengisahkan sebuah dunia digital agak isekai kembali dirilis di awal Oktober, yaitu berjudul Tron: AresFilm yang sedang tayang di sinema Indonesia ini adalah seri ketiga dari Tron, yang rilis pertamanya tahun 1982 lalu, dan sekuelnya berjudul Tron: Legacy pada tahun 2010.

Sungguh lama memang, karena Tron inspirasinya dimulai sejak 80an, yang jaraknya sekitar 20 tahun dari film dunia digital terkenal, yaitu trilogi The Matrix (1999, 2003, 2003). Waralaba The Matrix pun sempat dilanjutkan pada tahun 2021 lalu dengan sub judul Resurrections.

Nah, di dua film sebelumnya, kisah filmnya lebih mengisahkan dunia digital yang tumbuh sendiri, dan sangat terpisah dengan dunia nyata. Tokoh utamanya bahkan harus 'login' terlebih dahulu pada sebuah mesin aneh, dan menggunakan 'avatar' khusus dalam dunia Tron tersebut.

Sayangnya, kehadiran manusia tidak cukup lumrah di dalam Tron, sehingga tokoh utamanya harus berjibaku agar bisa selamat, walau kebanyakan sesi di dalam Tron adalah kompetisi 'gim' melawan penghuni aslinya. 

Terlihat dari cuplikan berbagai film Tron, visualnya memang ciamik, dan tidak hanya mengandalkan efek canggih saja. Visualnya dibuat abstrak, dengan warna-warni neon cyberpunk cerah diantara gelapnya dunia distopia Tron, sehingga terlihat kontras nan canggih.

Kembali ke Tron: Ares, kali ini filmnya justru tidak lagi mengisahkan manusia yang masuk ke dunia Tron. Terbalik, seorang avatar dari dunia Tron malah berhasil masuk ke dunia nyata, walau dipekerjakan sebagai pasukan keamanan.

Tokoh utamanya, Ares diperankan oleh seorang aktor ternama Jared Leto. Walau banyak fans tidak suka perannya sebagai Joker di Suicide Squad (2016), namun Leto dianggap sebagai aktor serba bisa dan sering memerankan karakter yang sulit di berbagai film, sejak dirinya mengisi film American Psycho (2000).

Sinopsis Film Tron: Ares

Ares (Jared Leto) adalah seorang pasukan di dunia Tron, yang memiliki kehidupan kedua. Dirinya sering 'dipanggil' ke dunia nyata, sebagai pasukan keamanan. 

Sayangnya, Ares tidak begitu dihargai, karena dianggap bukan manusia biasa. Dirinya dianggap 'Habis Manis Sepah Dibuang' alias setiap kali mati, dia langsung kembali ke dunia Tron. Ares memang termasuk mahluk abadi jika berada di dunia nyata, karena tiap kali dia mati, kesadaran dan tubuhnya tetap utuh di dunia Tron.

Namun, seluruh karakter di Tron memang dari sananya sudah sentien, alias sadar ala manusia biasa. Ares pun tidak ingin disamakan seperti barang sampah, sehingga dirinya memberontak dan mencari cara agar bisa 'hidup' sesuai takdirnya.

Dapatkah Ares berhasil mencapai tujuannya? Atau malah terjebak di dunia nyata dan dunia Tron yang tidak mengakui dirinya lagi?

Jawabannya dapat dicek di sinema Indonesia.

24 April 2025

Film Horor Until Dawn yang Diadaptasi dari Video Gim Terkenal

Film Until Dawn (IMDB).

Film adaptasi dari video gim tampaknya tengah terkenal hingga awal tahun 2025 ini. Tepat pada 23 April dirilis pula film adaptasi dari video gim bergenre horror, berjudul Until Dawn

Dilansir dari IMDB, Until Dawn disutradarai oleh sutradara David F. Sandberg yang memproduksi film horor Lights Out (2016) dan Annabelle: Creation (2017). Kedua film meraih nilai tinggi dari penonton dan kritikus, sehingga Until Dawn layak ditonton di banyak sinema Indonesia, yang kini telah menayangkannya. 

Video gim Until Dawn yang dirilis 2015 lalu di konsol PS4, lalu menyusul PS5 serta Windows (PC), bahkan sempat meraih 8 nominasi penghargaan video gim, dengan satu diantaranya menang. 

Until Dawn memang didukung oleh pengisi suara profesional dan ekspresi wajah yang realistis. Saat awal dirilis, para penggemar gim takjub dengan visual-nya yang lebih mirip film yang interaktif. Until Dawn bahkan memiliki banyak akhir cerita yang berbeda, sesuai dengan banyak pilihan yang bisa diatur oleh pemainnya selama satu sesi petualangan. 

Sinopsis

Satu tahun setelah Melanie secara misterius hilang, saudarinya yang bernama Clover (Ella Rubin), dan teman-temannya berangkat menuju lembah terpencil dimana Melanie sempat berada. 

Namun, satu persatu kejadian aneh menimpa grup tersebut, seperti penjaga toko yang tidak heran tentang banyaknya orang hilang di wilayah tersebut, hingga kejadian supernatural saat turunnya air hujan, yang terpotong tepat di satu garis vertikal.

Ketika menjelajahi gedung pusat pengunjung wisata yang terbengkalai, mobil milik grup tersebut pun hilang tanpa jejak di sore harinya. Tidak hanya terjebak tanpa cara pulang, mereka ternyata dibuntuti oleh pembunuh bertopeng dan dibasmi satu persatu. 

Anehnya saat malam berakhir, mereka kembali hidup dan terpaksa mengulang malam tersebut, dari awal petang hingga seluruh anggota grup terbunuh lagi. Setiap terulang, mereka harus berjuang untuk bertahan hidup lebih lama dari sebelumnya.

Tidak hanya resiko kematian yang terulang, pembunuh, monster atau mahluk supernatural lain yang muncul pun terus berbeda setiap malamnya. Semakin sering terulang, bahaya yang muncul pun semakin mengerikan. 

Hingga akhirnya Melanie sekawan sadar bahwa jumlah malam yang dapat terulang ternyata ada batasnya. Satu-satunya cara yang akan mereka coba adalah mencoba bertahan hidup hingga fajar tiba. 

Apakah memang akhirnya mereka harus terjebak selamanya di dunia lain? Atau mereka sanggup melawan setiap monster sampai keasyikan? Atau malah menjadi kuncen wilayah tersebut hingga bisa disebut PRO?

Jawabannya, tentu dapat dinikmati ala dunia tanpa akhir sinema Indonesia.

10 April 2025

A Minecraft Movie, Film Komedi Adaptasi Video Game Legendaris

Jack Black dan Jason Momoa (IMDB).
Bagi para penikmat film Hollywood, adaptasi film dari video gim adalah hal yang lumrah. Bahkan, banyak sekali gim nostalgia yang diproduksi sebagai film besar, dan memang gimnya cukup legendaris pada masanya. 

Minecraft merupakan salah satu gim legendaris yang telah terjual sebanyak 300 juta kopi di seluruh dunia. Tampilannya yang berbentuk kotak-kotak ala kubik dan bisa dibongkar-pasang layaknya mainan Lego, adalah ciri khas Minecraft. 

Minecraft sempat merajai dunia gim pada akhir 2000an hingga awal 2010an. Bisa disebut, generasi gamer jaman sekarang, mayoritas adalah lulusan gim Minecraft. Hasilnya, dapat dicek dari banyaknya para kreator konten, baik itu dari segi gim atau dunia nyata, yang kreatif dalam mengoprek dan menanggapi perkembangan teknologi, khususnya di dunia digital.

Nah pada 4 April 2025 kemarin, A Minecraft Movie dirilis di seluruh bioskop domestik Amerika Serikat. 

Banyak Aktor Veteran dan Baru yang Terkenal

Dilansir dari IMDB, A Minecraft Movie yang diusung oleh Warner Bros. dan Legendary Pictures, tidak tanggung-tanggung dalam merekrut beberapa aktor terkenal untuk mengisi filmnya. Bintang seperti Jack Black, Jason Momoa, dan Emma Myers mengisi film berdurasi 1 jam 41 menit ini. 

Jack Black adalah aktor komedi veteran dengan pengalaman yang bejibun. Jack Black yang dikenal dengan bakat musik saat awal karirnya, justru kini identik dengan film komedi, baik itu sebagai aktor atau pengisi suara. 

Film yang melejitkan awal karirnya adalah School of Rock (2003) yang bertema Musikal, dan kini dia banyak mengisi film animasi 3D. Empat seri film Kung Fu Panda telah menjadi langganan suaranya sejak 2008 hingga 2024 lalu.

Jason Momoa bukanlah Nama yang asing bagi penggemar film pahlawan super. Sejak perannya sebagai Aquaman di Batman V Superman (2016), aktor sangar setinggi 193 cm justru dikenal dengan aktingnya yang kocak. Padahal, Jason Momoa adalah aktor drama serius yang sempat menjadi tokoh antagonis utama di film Fast X (2023). 

Emma Myers adalah aktris yang kini tengah naik daun di kancah perfilman dan serial Hollywood. Bersama bintang Jenna Ortega di serial Netflix, Wednesday, banyak perhatian kini menoleh pada dirinya. 

Sedikit Sinopsis Film A Minecraft Movie

Sinopsis film ini adalah ketika Steve yang diperankan oleh Jack Black tidak sengaja menemukan sebuah kubik cahaya berwarna biru. Kubik ajaib ini menyedot dia ke dalam sebuah portal menuju dunia Minecraft. 

Steve bukannya panik, dia malah senang. Dunia yang baru dikunjunginya ini adalah rekayasa nyata dari gim yang terus dimainkannya selama satu dekade terakhir, yaitu Minecraft.

Box Office

Deretan aktor aktris terkenal ini mendukung citra film A Minecraft Movie di Box Office domestik AS. Dalam peluncurannya pada minggu pertama saja, film ini telah meraup 157 Juta Dolar AS! Keuntungan minggu pertama ini telah melampaui biaya produksi filmnya yang setara 150 Juta Dolar AS. 

Animasi 3D yang unik dan cerita kocak adalah pendukung utama lainnya bagi film adaptasi gim ini. Bagi yang penasaran, penikmat film tentu perlu sabar menunggu karena film ini belum dirilis internasional, apalagi masuk ke bioskop-sinema Indonesia, yang penuh adaptasi budaya, dari segi seni populer manapun.