04 Maret 2026

Nyelenehnya Pria dari Masa Depan Ala Film Good Luck, Have Fun, Don't Die

 

Sam Rockwell yang semakin kocak (IMDB).

Okeh, saatnya menyambut tiga film bermasalah dari Hollywood sana, yang berlatar aneh bin ajaib, dan tayang menjelang libur Lebaran. Pertama adalah film berjudul panjang nan kurang jelas, yaitu Good Luck, Have Fun, Don't Die yang berating umur D17. Memang, film ini cuman bisa ditelaah dengan satu kombinasi istilah, yaitu nyinyir, ironis, parodi ala jaman viral kesetanan.

Pemuda dari Masa Depan dan Kecerdasan Buatan

Memang film ini cukup nyeleneh untuk dianalisa langsung. Tetapi, penulis dapat mengacu pada satu ramai sosial di pertengahan tahun 2010an lalu, saat Media Sosial tengah viral dengan berbagai keunikannya. Memang dalam cuplikannya, film ini menggambarkan seorang pemuda (tua) yang datang dari masa depan demi mencegah masalah akibat kecerdasan buatan (AI).

Ya, pertengahan tahun 2010an lalu memang sempat viral mengenai istilah pemuda atau pemudi dari masa depan. Mereka mengaku sebagai time-traveller, alias satu penjelajah waktu yang datang dari masa depan. Memang beberapa kali, tebakan mereka mengenai suatu kejadian tertentu  di masa mendatang, berhasil terbukti. 

Ternyata banyak diantara mereka yang memang valid, alias memiliki kemampuan meramal. Hingga akhirnya ada studi melalui konten khusus, yang membuktikan bahwa mereka sebenarnya adalah anak indigo, yang kreatif dalam menjabarkan visinya, lalu terkadang benar dan tepat. 

Di saat itu pula, istilah indigo mulai ramai kembali, seperti jaman 90an hingga awal 2000an. Indigo memang suatu ketertarikan tertentu di ranah sosial, karena banyak anak kecil hingga remaja, memiliki tingkat kejeniusannya sendiri yang unik. 

Sementara dari segi kecerdasan buatan, sudah menjadi bahan topik di banyak film Hollywood. Contohnya adalah sejak waralaba film Terminator diproduksi (1984, 1991, 2003, 2009, 2015, 2019). Terminator berfokus pada pencegahan akhir dunia akibat AI bernama Skynet, yang memberontak dan menciptakan dunia yang hangus. Berbagai film terkenal tentang AI pun sering diadaptasi oleh Hollywood, sehingga menjadi satu bahan adaptasi tertentu.

Nah, mengacu pada tahun 2020an sekarang, Asisten AI sedang ramai dibahas. Berbagai perusahaan teknokrat terkenal, seperti Apple, Google, Meta, Microsoft dan banyak perusahaan AI, mulai menelurkan hasil karya Asisten AI-nya. 

Banyak program tersebut telah bermasalah sejak perilisannya, sehingga menjadi kontroversi di banyak negara. Banyak yang menganggap (walau menggunakan meme), bahwa AI adalah akhir dari interaksi alami di dunia digital, serta bentuk kemunduran kognitif bagi manusia.

Bagaimana dengan kisah film ini yang mencoba nyinyir bagi kedua topik tersebut? Bisa dicek melalui sinopsisnya, yang berisi aktor terkenal Sam Rockwell. Aktor ini memang sering berperan di banyak film produksi mahal Hollywood, namun lebih mengemukakan karakter perlente, namun tetap kocak.

Sinopsis Film Good Luck, Have Fun, Don't Die

Sam Rockwell adalah pemuda tua dari masa depan, yang berhasil menggunakan mesin waktu untuk dapat kembali ke masa sekarang. Tepat setelah tiba, dirinya langsung ceramah dan membuang banyak ponsel di lokasi restoran, demi agenda merekrut banyak pengikut anti kecerdasan buatan. 

Walau banyak yang heran, ternyata kecurigaan Rockwell terbukti langsung, dengan tibanya tim Buru Sergap dari kepolisian setempat. Walau banyak sandera didalam restoran, tetapi tim Kepolisian dengan brutal dan membabi-buta langsung memburu Rockwell. Tanpa mengindahkan keamanan sandera, Rockwell dan penyintas yang percaya, akhirnya sanggup menghalau kejaran polisi.

Namun, banyak kejadian berbahaya terus mengejar mereka, akibat kecerdasan buatan yang ternyata berupa monster aseli. Hingga akhirnya, Rockwell dan banyak sekali pengikutnya, harus bertahan hidup demi menghalau setiap tantangan menggila ini.

Sanggupkah Rockwell dan banyak warga percaya untuk menghindari akhir dunia akibat AI? Atau malah hanya sekedar prank semata dari Rockwell yang jelas sudah terlihat agak gila?

Jawabannya, tentu ada di kisah PanSos ala sinema Indonesia.