Tampilkan postingan dengan label Manga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manga. Tampilkan semua postingan

22 April 2026

Aksi Gelut Live Action Ala Jepang di Film Wind Breaker

 

Haruka yang suka gelut (TMDB).

Okeh, saatnya menyambut film Live Action yang berbeda dari Jepang sana, berjudul Wind Breaker, yang telah tayang sejak minggu lalu di sinema Indonesia dengan rating D17. Film ini agak unik, jika dibandingkan dengan banyak film Live Action Jepang. Yaitu khas gelut anak SMA berandalan, yang tentu tidak seaneh animo anime lain.

Manga Wind Breaker dan Crows

Nah, sebelum membahas cerita filmnya, justru perlu dibahas animo gelut anak SMA dari Jepang sana. Wind Breaker memang diadaptasi dari manga dan anime yang berjudul sama, hasil karya Satoru Nii. Dan Ya, animo ini sempat ramai sejak film Crows Zero, yang rilis tahun 2007 lalu. Crows Zero sempat menjadi bahan rekomendasi legendaris di Indonesia, khususnya dari kalangan teman terdahulu. Apalagi, film ini khas dengan sinematografi ala Jepang.

Sayangnya, penulis belum menonton sama sekali film Crows Zero, yang rilis manganya pada tahun 1994 dari Hiroshi Takahashi. Mengapa? Karena penulis sempat menamatkan manga Crows, yang baru rilis di Indonesia pada awal 2000an. Ditambah lagi, jaman tersebut adaptasi Live Action dari manga atau anime sering mengecewakan, walau tentunya ada pengecualian khusus untuk Crows yang berlatar gelut SMA.

Nah jadi, mengapa penulis tidak mengikuti hype film Crows Zero? Jaman tersebut, memang animo-nya berubah, khususnya dari penulis sendiri. Pas sedang ramai rekomendasi Crows Zero, penulis telah lulus SMA, dan sedang fokus untuk kuliah. Ditambah lagi, teman yang dulu sering merekomendasikan manga, khususnya Crows, bahkan tidak ikut merekomendasikan filmnya.

Tidak hanya faktor luar, tetapi penulis memiliki animo berbeda untuk waralaba Crows, manga dan filmnya sekaligus. Kesinambungan yang agak berbeda, yaitu saat penulis memahami Arc terakhir manga Crows. Jadi, terasa lebih intrinsik, daripada pengaruh luar.

Entah kenapa, sepertiga manga yang tersisa hingga serialnya tamat, Crows justru berubah menjadi cerita yang antiklimaks. Banyak isi cerita, lebih mengisahkan slice of life, yang berfokus pada kegalauan anak SMA menjelang lulus. Ada yang berinisiatif langsung gabung Yakuza, ada yang fokus kerja ala Rindaman, atau bahkan lucu-lucuan bersama cewek pujaan. 

Bahkan ritual sang tokoh utama Harumichi Boya, lebih aneh lagi di akhir manga Crows. Harumichi yang biasanya telat untuk mengikuti gelut (di Arc sebelumnya), tambah telat lagi di akhir serial manganya. Karena lebih sering curhat bersama temannya yang sedang dekat sama cewek SMA, jadinya Harumichi ikut mengejar romansa masa SMA. Lucunya lagi, semua Build-Up cerita di akhir serial, ternyata diakhiri dengan sedikit duel saja, dan tidak seheboh awal manga.

Nah ternyata, manga Crows terisi banyak kegalauan anak SMA, yang fokus pada cara komunikasi ala laki remaja. Karena itu, karena terasa cukup nyambung, dan penulis sangat pesimis dengan filmnya, akhirnya tidak berinisiatif untuk menonton film Crows Zero.

Sedikit Sinopsis Wind Breaker

Lalu, apa hubungannya dengan Wind Breaker? Nah justru disinilah asyiknya kesinambungan tersebut. Dari sedikit sinopsis plot Wind Breaker di Inet, ternyata animo akhir Suzuran mirip dengan kisah Wind Breaker. Tokoh utama Haruka Sakura, ternyata baru masuk SMA dengan gang-nya yang fokus menjaga wilayah. 

Animo seperti ini, mirip dengan akhir kisah Crows, dimana para bujangan gelut ini bergabung dalam satu aliansi, untuk melindungi Suzuran dari serangan luar. Ya, berbeda dengan kisah di seluruh awal manga Crows, yang berfokus pada gelut antar karakternya.

Ya, segitu saja setelah panjang lebar. Pokoknya sinopsis lebih singkat lagi, karena cuplikan filmnya memang berisi gelut semua. Haruka Sakura (Koshi Mizukami) ternyata heran, saat dirinya gelut tepat satu hari sebelum hari pertama sekolah. Haruka dibantu oleh geng dari sekolah barunya, yang menjadi pertama kalinya. 

Haruka pun langsung dianggap teman, dan layak untuk bergabung dengan geng bernama Bofurin ini. Haruka yang selama ini gelut demi Flexing dan mengejar Rank pun, tertegun dengan niat geng Bofurin untuk menjaga wilayahnya. Bahkan Haruka akhirnya terenyuh, bahwa masa SMA ini, akhirnya dia punya teman juga.

Jadi, silahkan saksikan saja bagaimana film gelut SMA ala Jepang ini, yang kadang lebih nyambung alias relate dengan khas komunikasi bujang baragajul, di sinema Indonesia.

14 April 2026

Memahami Kisah Pein Akatsuki yang Mengetes Jinchuuriki dari Naruto

 

Pein atau entah siapa ini (Narutopedia).

Okeh, saatnya membahas kisah anime yang sebenarnya saya kurang suka, berjudul Naruto dengan sudut pandang dari Pein sang Akatsuki-nya. Sebelumnya saya ingin mengaku, bahwa dulu berhenti baca manga Naruto tepat saat Arc Akatsuki berakhir, karena kecewa dengan ceritanya. Jadi, penulis tidak membaca atau menonton recap saja dari YouTube untuk cerita di 4th Shinobi War. Dan akhirnya, kisah Akatsuki menjadi bahasan yang tepat di artikel Monsterisasi ini.

Daripada membahas ceritanya yang jelas penulis tidak baca seluruhnya, mungkin lebih baik merekomendasikan satu lagu yang sangat penulis suka. Ya, judulnya adalah Wind dari penyanyi Akeboshi. Lagu ini bisa disebut kebalikan cerita Naruto semenjak Shippuden, dan bahkan dari segi pemahaman penulis sendiri (khusus di Blog ini).

Lagu ini bahkan sempat diterjemahkan dengan lebih mendalam (karena berbahasa Inggris) dalam blog lain penulis. Namun, konsep blog sudah berbeda dari yang sekarang. Jadi, fokus saja pada pemahaman visual dan narasi yang dimiliki (dan sempat pro) dari seluruh observasi dan pengalaman penulis.

Jabat tangan saja cukup, kan? (Narutopedia).

Militer di Naruto

Bagi penggemar Naruto, tentu paham bahwa ninja di manga ini adalah sejenis organisasi militer, yang melindungi satu negara. Setiap negara memiliki struktur ninja-nya sendiri, lengkap dengan desa dimana pelatihan diawali sejak shinobi atau kunoichi masih berumur muda. Misi yang dijalankan kadang tidak berujung gelut, tetapi fungsi utamanya tetaplah sejenis militer.

Nah justru di artikel ini, penulis ingin membahas dari sudut pandang Pein, sang pendiri Akatsuki yang menjadi musuh utama Naruto. Menurut penulis, kisah Pein dan Akatsuki-nya adalah sejenis Benchmark, yang difokuskan pada kekuatan militer. Tujuan Pein alias Nagato saat merubah Akatsuki ke jalur sesat, adalah untuk mengajarkan dunia mengenai kepedihan (semata), sekaligus membasmi kekuatan militer di seluruh dunia.

Sangat pecicilan kan niat Pein dengan Rinnegan-nya? Ya, tapi coba ditelaah dari sudut pandang militernya. Mengacu pada berita heboh saat ini, coba dipikirkan saja tentang sebuah negara dengan kekuatan militernya. Saat masalah di perbatasan tiba, tentu kekuatan militer menjadi jawabannya. Namun, bagaimana dengan saat damai nan sejahtera? Justru itu maksud artikel ini.

Di saat damai, organisasi militer milik negara manapun tetap mengejar kekuatan pasukan tempurnya. Entah itu dari personil, persenjataan, kendaraan, hingga kelengkapan taktiknya. Itu pun dengan banyak dana dan waktu didistribusikan khusus untuk organisasi ini, dari dana negara tentunya. Seakan, misi menumpuk kekuatan militer adalah benchmark tersendiri, mirip saat ngoprek benchmark PC dengan segala perangkatnya.

Para Bijuu dan Hagoromo (Narutopedia).

Bijuu dan Jinchuuriki

Nah dari situ, itulah yang dimaksud oleh Pain dan cerita Naruto dari Masashi Kishimoto. Walau dari segi cerita agak kurang, namun benchmark semacam ini menjadi patokan setiap negara di Naruto. Kekuatan ninja dengan chakra dan hasil jurus adalah kuncinya, yang entah kemana perginya setiap samurai yang ada. 

Lalu, apa yang menjadi kunci kemampuan setiap negara? Kalau di naruto, berarti mahluk chakra murni bernama Bijuu, alias monster berekor. Banyak negara, termasuk diantaranya adalah desa Konohagukure (Daun) di negara Hi No Kuni (Api), memiliki Jinchuuriki-nya sebagai ninja yang dirasuki oleh Bijuu. Tujuannya agar chakra murni ini bisa dikendalikan dan difungsikan sebagai kekuatan militer.

Lalu Pein punya inisiatif tersendiri, yaitu menculik semua Bijuu dan Jinchuuriki, agar dapat dibuat sebagai Juubi, alias monster chakra berekor sepuluh. Apa tujuannya? yaitu membasmi seluruh ninja di setiap negara, agar menciptakan dunia yang damai dan ideal bagi Pein. 

Sudut pandang yang terlalu idealis dari Pein, dan memang berujung anarkis. Pein yang memiliki banyak jurus terlarang nan sakti, ternyata kacau jalan pikirannya. Seakan, mengingatkan beberapa pihak (di dunia nyata) yang terlalu militan dalam menjalankan narasi dan aksinya, sehingga berujung anarkis saja (dan melanggar etika, moral, normal, serta hukum). Ya, termasuk segala jenis media, entah itu fiktif atau warta berita.

Kaguya yang ingin kekal cantik abadi (Narutopedia).

Akhir Kisah yang Hina

Lucunya, rencana Pein ini sesuai dengan Orochimaru dan Madara Uchiha. Bagi Orochimaru, memiliki jawaban atas sumber asal kemampuan chakra, adalah pertanyaan terbesar hidupnya. Sementara Madara, ingin memiliki kemampuan melebihi itu semua. Orochimaru-lah (dengan sosok Kabuto) yang menggunakan Edo-Tensei untuk menciptakan Perang Ninja Keempat, sekaligus memanggil Madara dari persemayaman dirinya.

Lucunya lagi, setelah Madara berhasil menjadi Jinchuuriki bagi Juubi-nya, tiba pula Kaguya sang Dewi Bulan. Dewi yang satu ini ternyata asal muasal dari seluruh chakra di Bumi, yang menjawab pertanyaan terbesar dari Orochimaru alias Kabuto. Madara pun ikut menjadi korban berikutnya, yaitu menjadi wadah saja bagi Juubi dengan tujuan utama Kaguya, yaitu menyerap seluruh energi Bumi. 

Nah, bagaimana dengan Pein yang sebelumnya merencanakan ini (dan sempat hidup sesaat akibat Edo Tensei)? Justru disitulah letak paling miris nan ironis ala Naruto dari Masashi Kishimoto. Pein, Orochimaru, dan Madara hanyalah pion dari rencana aseli Kaguya. 

Padahal, Dewi cantik nan caem ini (secantik bulan) seharusnya menjadi sosok ibu mereka, karena Kaguya adalah sumber aseli dari seluruh kekuatan chakra di Bumi. Jadi, entah apa maksud Masashi Kishimoto, yang merubah kesan Kaguya menjadi tokoh jahat di Naruto. Mungkin, mangaka ini kagok dengan kesan militer di Naruto, sehingga sekalian saja dibuat ironis.

Ya, seakan seluruh kejadian dari awal cerita para Shinobi dan Kunoichi di banyak negara, hanyalah pion saja dari Dewi Kaguya demi melancarkan aksinya. Sebuah bidak kecil di militer, yang layaknya sebuah permainan papan catur, memang hanya satu alat saja. Namun, bagaimana para pemain (dan penghuni aseli) menjalankan taktiknya, sehingga permainan pun dapat dimenangkan dengan pergerakan para bidaknya. 

Sedikit Penutup

Ya sekali lagi, memang sebuah kisah pecicilan dari dunia militer sana, khususnya dari anime yang rame gelut dan drama personalnya. Sedalam dan semengerikan apapun juga wacananya, memang tidak bisa dilancarkan begitu saja dengan aksi sejahat atau se-idealis itu. 

Layaknya manga dan anime Naruto, yang membuat seluruh Otaku kembali menjadi Wibu, dan menganggap dunia nyata dan fiksi bisa dihadapi dengan cara idealis atau militan saja. Ya, layaknya sehelai daun (Konoha) di negara Hi No Kuni (Api).

Okeh, Ciao.

13 April 2026

Crayon Shin-Chan yang Berkelana Menuju India

 

Iseikainya Shin-Chan di India (TMDB).

Saatnya menonton kembali film anime nyeleneh nan kocak dari Jepang sana, berjudul Crayon Shin-Chan The Movie: Super Hot! The Spicy Kasukabe Dancers, yang dirilis di sinema Indonesia dengan rating Semua Umur. Film Shin-Chan ke-33 ini sebenarnya telah dirilis bulan Agustus tahun 2025 lalu, dan baru menyusul rilis di Indonesia tahun ini saat bulan April.

Bagi yang penasaran dengan sejarah anime dan manga Crayon Shin-Chan di Indonesia, dapat membaca artikel di blog ini pada bulan Juli tahun lalu. Seperti banyak anime selingan hidup lainnya, apalagi dengan target penonton anak-anak dan keluarga, Crayon Shin-Chan menjadi animo yang tiada habisnya. 

Film yang urutan ke-33 ini berkisahkan petualangan Shin-Chan di India sana, dengan segala kekhasannya. Ya, setelah film sebelumnya yang berkisahkan dinosaurus demi bersaing dengan Jurassic Park: Rebirth, kini Shin-Chan mencoba bersaing dengan joget flashmob layaknya India. Bahkan dari cuplikannya, para karakter India yang mengisi film ini akan bertambah kuat, jiga joget terlebih dahulu sebelum mulai gelut.

Kali ini filmnya memang berlatar di India, dengan fokus pada karakter Bo (Chie Sato), yang tiba-tiba ingin membersihkan ingusnya. Padahal selama 34 tahun dan 1200 episode terakhir, ingus Bo telah menjadi khas karakter anggota Kasukabe ini. Bo telah terasuki suatu arwah jahat, yang berasa dirinya adalah Tuan Muda dari India, sehingga ingin mencoba menguasai dunia.

Anggota Kasukabe yang berisi Shin-Chan (Yumiko Kobayashi), Nene (Tamao Hayashi), Masao (Teiyu Ichiryusai), dan Toru (Mari Mashiba) perlu  menarik ingus sakral milik Bo, agar arwah tersebut bisa keluar dan Bo pun terselamatkan. 

Tentu dengan bantuan dari keluarga Shin-Chan, yaitu ayahnya Hiroshi Nohara (Toshiyuki Morikawa), ibunya Misae Nohara (Miki Narahashi), adiknya yang kecil Himawari (Satomi Korogi), dan anjingnya Shiro (yang diisi suaranya masih oleh Mari Mashiba).  

Bersama ahli dansa India lainnya, Dill (Show Hayami) dan Kabir (Koichi Yamadera), semuanya perlu berdansa bersama demi menyelamatkan Bo. Ya, hanya dengan dansa flashmob ala India yang berkolaborasi dengan Kasukabe, Bo dapat terselamatkan.

Entah bagaimana Bo dapat terselamatkan, dan ada apa dibalik latar cerita sang jurig jana ini, yang tampaknya hanya bisa diungkap di banyak sinema Indonesia saja.

11 Februari 2026

Memaknai Adaptasi Horornya Junji Ito Ala Film Tomie Unlimited

 

Tomie yang memabukkan (Asian Wiki).

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, artikel Monsterisasi minggu ini akan diisi dengan film horor. Karakter utamanya yang wanita, akan dijabarkan dengan lebih mendetail secara simbolis, karena lebih mengacu pada stigma sosial yang ada. Ya, artikel ini tidak akan membahas wanita 'layaknya racun dunia.' Tetapi, mengacu pada kesan sosial masyarakat, kepada peran wanitanya itu sendiri.

Hehe, terdengar agak berat, padahal tidak juga. Walau saya bukan seorang simping berat, tetapi tahu harkat wanita di kalangan masyarakat. Karena itu, seperti biasanya, horor adalah bagian dari pelarian suatu budaya. Jadi, artikel semacam ini akan membahas segi karakter wanita yang terlalu dilebih-lebihkan, tentunya oleh masyarakatnya itu sendiri.

Oh ya, contoh lucu dari pamali tradisional terdahulu, layaknya anak kecil yang dilarang main keluar saat malam hari. Nantinya takut diculik Kuntilanak, sejenis jurig berambut panjang dan berbaju gaun putih. Namun jika ditelaah dari budaya, maka malam hari tentu tidak aman bagi anak kecil, apalagi jaman saat hanya ada obor sebagai penerangan malam hari.

Okeh, bagaimana dengan kesan Kuntilanak tersebut di jaman modern, saat malam hari masih terang benderang? Karena itu, artikel ini akan membahas satu karakter paling terang dari karya Mangaka Jepang, Sensei Junji Ito. Namanya adalah Tomie, yang sering muncul sebagai anomali di banyak manga pendeknya. Khusus untuk artikel ini, akan membahas cerita dari adaptasi filmnya, berjudul Tomie Unlimited dari tahun 2011 lalu.

Jujur saja, saat pertama kali menonton film ini, penulis kurang ngeuh dengan maksud ceritanya. Namun, setelah jaman internet yang kentara, penulis pun mulai membaca manga karya Sensei Junji Ito. Akhinya cukup mengerti, dari mana segi kengerian kisah Tomie ini.

Tomie di Manga

Karakter Tomie di manga memiliki khasnya sendiri, yaitu wanita muda yang cantik nan memabukkan. Sayangnya karena karya ini milik Junji Ito, maka ceritanya akan berakhir buruk bagi Tomie atau karakter lainnya. Ya, akhir cerita pendek berisi Tomie didalamnya, akan berakhir buruk bagi semuanya. Cek saja di banyak manga atau serial anime-nya, Tomie adalah karakter yang sering muncul.

Khas karakter Tomie, adalah pasti memabukkan bagi banyak karakter lainnya, khususnya pria. Selain itu, karakter wanita disekitarnya akan cemburu buta, karena kecantikan dan kepopuleran Tomie di kalangan pria. Kepopuleran Tomie, secara harfiah merubah dunia di sekitarnya. Seakan menjadi panggung bagi dirinya sendiri, sementara Tomie adalah Idol utamanya.

Sayangnya, layaknya karya horor Junji ito, pasti diakhiri dengan sadis dan berbahaya. Saking cemburunya para karakter wanita, mereka sanggup bertindak sadis dengan membunuh langsung Tomie. Tidak hanya itu, karakter prianya pun bertindak lebih pula, dengan tidak hanya mendekati Tomie, tetapi (dengan harfiah) mencincang tubuhnya, demi mendapatkan sedikit 'dagingnya yang enak.'

Nah dari situ, Tomie justru sanggup kembali hidup (sekali lagi harfiah), dan hidup seperti biasa. Banyak yang heran, tetapi malah membiarkannya. Banyak karakter yang sebelumnya berbuat jahat kepada Tomie, malah merasa aman gara-gara korbannya masih hidup. Seakan, dosa mereka sudah bersih sepenuhnya. 

Ya satu kekhasan dari cerita Tomie, adalah wanita ini memang sejenis monster, yang sanggup beregenerasi dari titik daging terkecil, layaknya karakter Deadpool dan Wolverine. Namun, Tomie bukanlah karakter jahat. Agak manipulatif memang, karena Tomie sering memanfaatkan kecantikan dirinya, demi mendapat para pria atau ketenaran. Namun Tomie sendiri tidak pernah bertindak jahat, tidak seperti karakter monster lainnya di manga karya Sensei Junji Ito.

Bagaimana dengan karakter dari adaptasi filmnya yang berjudul Tomie Unlimited? Justru digambarkan dengan mirip selama durasi filmnya, namun dengan akhir yang cukup mencengangkan. Ya, bagi yang tidak mau kena spoiler akhir cerita, harus menghindari kelanjutan artikel dibawah ini.

Akhir Cerita Tomie Unlimited

Seperti biasa, setelah banyak drama dengan kisah saling hasut, mendarah-darah, dan mendaging-daging selama durasi film, justru akhir Tomie Unlimited sangatlah berbeda dengan karya dari manga-nya. Di akhir cerita, karakter Tomie sanggup melipat-gandakan dirinya, dengan banyak penjelmaan dirinya, sebagai pasangan pria atau bahkan teman wanita. 

Di akhir film, Tsukiko Izumikawa (Moe Arai) sebagai tokoh utama, menganggap dirinya berhasil membasmi Tomie yang selalu hidup kembali. Ya, berbeda dengan karya manga, Tsukiko memang waspada akan bahayanya Tomie. Layaknya monster, Tsukiko berhasil membakar atau menghancurkan seluruh bagian tubuh Tomie, agar tidak menganggu sekolah dan wilayah sekitar rumahnya lagi.

Namun hancurnya tubuh Tomie justru memicu kemampuan lainnya dari Tomie, yaitu melipat-gandakan dirinya. Selayaknya judul Tomie Tanpa Batas, karakter Tomie malah ditemukan di seluruh lokasi sekolah dan rumahnya. Seakan, hanya Tsukiko saja yang berhasil mempertahankan dirinya. Sementara seluruh wanita di sekitar area rumahnya, telah berubah semuanya jadi Tomie.

Nah, kisah Tomie yang cantik nan memabukkan ini, cocok untuk mengacu pada sub-artikel berikutnya, yaitu mengacu pada stigma sosial dengan istilah Beauty Standard, khususnya di Jepang sana.

Beauty Standard vs Gyaru dan Yankee di Jepang

Beauty Standard atau Standar Kecantikan, memang menjadi khas sosial selama ini. Wanita diharapkan untuk bersikap anggun, lemah-lembut, bertutur kata baik nan manis, sekaligus cantik dengan segala standarnya.

Namun sejak awal tahun akhir 90an lalu di Jepang, terdapat satu pergerakan besar dari wanita. Banyak pemudi yang masih bersekolah atau kuliah, kurang menyukai stigma sosial untuk wanita Jepang. Mereka didorong untuk mengikuti Standar Kecantikan tersebut, namun melawan dengan gaya khasnya.

Pergerakan ini disebut Gyaru atau Yankee di Jepang sana. Para pemudi ini berkulit cokelat (khusus gyaru), atau berambut pirang alias blonde (ala yankee). Tidak hanya kulit atau rambut, banyak aksesoris serta pakaian nyeleneh, yang dikenakan oleh mereka sehari-hari. Tingkah mereka pun sama sekali tidak dapat disebut anggun, melainkan tomboy dan pemberani sekaligus tangguh.

Nah, animo ini semakin meramaikan ranah Jepang sana, yang memang banyak mengalami pergolakan pemuda-pemudinya. Hingga kini, pergerakan gyaru atau yankee, masih menjadi tren khusus bagi para peminatnya.

Bagaimana hubungannya dengan kisah Tomie Unlimited? Nah, itulah maksudnya. Dunia mainstream selalu meminta standar yang sama, termasuk kecantikan bagi para wanitanya. Standar ini memang diterima oleh khalayak luas, sehingga menjadi kesan khusus yang dapat diperkirakan. Layaknya Tomie yang berlipat-ganda, standar ini terus 'menjamuri dan menginfeksi' banyak wanita di Jepang.

Berbeda lagi dengan dunia yang lebih mengacu pada seni, dimana ekspresi pada karya adalah yang terpenting. Karena itu, gyaru dan yankee tidak hanya menjadi pilihan modis saja, tetapi sebuah pergerakan tertentu dari ranah non-standar. 

Beberapa karya manga dan anime saat ini, sering mengingatkan kembali bedanya gyaru dan yankee di ranah karya mereka. Contoh terbarunya adalah Momo Ayase (Shion Wakayama) bersama kedua teman wanitanya, Miko (Kaori Maeda) dan Muko (Miyu Tomita). Ketiganya adalah contoh gyaru dan yankee di karya manga dan anime viral, sejak tahun 2024an hingga sekarang.

Jadi, selayaknya quote dari Patrick Star yang non-standar dan bisa beregenerasi layaknya Tomie, 'Aku Jelek dan Aku Bangga!'

Haaah??? (Pinterest).

04 Februari 2026

Memahami Akhir Cerita Manga 20th Century Boys yang Gak Jelas

Kenji yang sudah terlalu lama damai (Pinterest).

Dan mungkin ini saatnya, untuk membahas si tokoh terkenal itu, yang matanya cuman satu, dan suka cari pengikut setia lalu bikin kisruh ala influencer pecicilan atau media abal-abal, alias penghasut dan manipulatif, bernama Sahabat di manga 20th Century Boys

Oh ya, manga ini Seinen loh, alias rating umur D17 dan harus cukup dewasa saat membacanya. Penulis pertama kali membacanya saat jaman kuliah terdahulu.

Sahabat yang manipulatif (Pinterest).
Dajjal-kah?

Ya, bukannya Dajjal ya... yang tampaknya menjadi inspirasi langsung bagi si mata satu ini. Dajjal atau Antichrist di Kristen, memang memiliki khas karakter bermata satu, layaknya Sahabat disana yang mata uangnya bermata satu pula. Ya, itu juga bermata satu dengan piramidnya. Untuk hubungan antara mata satu dengan Mesir, sudah dipecahkan dalam artikel Saitama, jadi tidak ada hubungannya sama sekali. 

Sementara bagi warga muslim, Dajjal memang sudah menjadi bahasan tersendiri. Warga muslim percaya, bahwa penjelmaan Dajjal banyak, tetapi tidak akan muncul hingga akhir dunia tiba. Namun, warga muslim dianjurkan agar tetap waspada dengan penjelmaan Dajjal, yang karakternya berwajah dan berperan baik, namun di baliknya ternyata manipulatif dan penghasut. Karakter paling kentara, adalah suka mencari banyak pengikut, demi kesan sebagai juru selamat.

Entah apa sumber bacaan Sensei Naoki Urasawa sebagai mangaka 20th Century Boys, tetapi seluruh sifat dan sikap karakter Sahabat, sangat mirip dengan Sang Mata Satu itu. Bahkan jika dicek melalui topeng perban di wajahnya, gambarnya adalah satu mata dengan telunjuk tangan kiri yang menunjuk ke atas. Sudah jelas, apa arti tangan kiri menunjuk ke atas?

Bahkan dalam berbagai adegan manga-nya, Sahabat ini sering melancarkan aksi teror manipulatif yang sangat berbahaya. Contohnya saat menyerang Tokyo dengan robot mecha bersenjata gas syaraf mematikan, saat malam tahun baru 2000 (alias Y2K?). 

Banyak tindakan berbahaya Sahabat, ditujukan bukan hanya untuk meneror warga biasa, namun menyalahkan langsung tokoh utama bernama Kenji dan kawan-kawannya. Padahal, Kenji dan buku novel inspirasi miliknya, hanyalah mainan bersama kawannya saat masa kecil terdahulu di tahun 1970an.

Naaaah karena itu, saatnya kembali ke tokoh utama, sang juru damai asli di akhir cerita 20th Century Boys. Seperti dalam judul artikel, cerita manga sebanyak 22 volume ini, diakhiri dengan arc yang kurang dipahami. Penulis sebenarnya baru saja membaca ulang beberapa bab akhir 20th Century Boys di tahun 2025 lalu. Jujur saja, baru ngeuh dengan akhir ceritanya yang agak abstrak.

Kenji Sang Juru Damai Saat Konser Musik

Penulis perlu menjelaskan, bahwa Arc akhir 20th Century Boys terasa aneh, karena dialog, plot, serta misi utama para karakternya kurang eksplisit. Terasa abstrak, karena tidak seperti sebelum time-skip, para karakter utamanya memiliki wacana tersendiri yang kurang nyambung satu sama lainnya. Seakan, klimaks cerita sengaja ditiadakan oleh Sensei Urasawa, demi memberi pesan yang lebih kentara. Yaitu, jalur damai saja senku...

Oh ya, katanya animo tidak jelas ini terus dilanjutkan hingga epilog cerita 20th Century Boys, yang berjudul 21st Century Boys. Dua volume manga ini berfokus pada kisah di dunia VR (Realitas Virtual) hasil cipta Sekte Sahabat. Isinya pun masih purwarupa, yaitu cerita masa kecil Kenji dan kawanan lamanya. 

Ya, kembali ke 20th Century Boys di akhir ceritanya. Kenji yang tidak jelas dan telah lama hilang, sekitar belasan tahun lamanya di akhir manga 20th Century Boys, perlu dijelaskan disini. 

Kenji dituduh sebagai dalang utama teror tahun baru 2000, jadi perlu menghilang sebagai buronan, terutama dari Tokyo. Kenji tidak banyak bertindak selama jadi pelarian, dan kembali menjadi pengamen jalanan, demi mencari makan, hunian sementara, sekaligus menghindari kejaran polisi. 

Perlu diingat pula, impian masa kecil Kenji adalah berperan sebagai seorang musisi, yang akhirnya gagal saat dirinya mengurus toserba milik keluarga, sambil mengasuh keponakannya yang bernama Kanna.

Namun di akhir cerita, Kenji dengan percaya diri tiba di Tokyo bersama motor tua dan gitar kesayangannya. Walau sudah tua (menjelang umur 50 tahun), namun justru terlihat nyentrik dan santai. Tidak terlihat beban yang dahulu dia panggul selama ini, dan lebih mirip musisi veteran dengan segala gimmick musiknya.

Konser Musik ala Kenji Endou (Reddit).

This Song Saved The World!

Okeh, lanjut ke cerita saat Kenji tiba di Tokyo, dengan ancaman pemboman oleh Sekte Sahabat, yang dilaksanakan sekaligus saat Konser Musik berlangsung di pusat kota. Berbeda dengan belasan tahun lalu, Tokyo kini telah berubah menjadi lokasi kumuh berdinding tinggi sebagai pemisah. Banyak warga Tokyo pun, telah sadar dengan keanehan Sahabat, namun takut karena Sekte ini memiliki pengaruh besar kepada pemerintahan Jepang.

Nah, kembali lagi ke anehnya Kenji dalam akhir 20th Century Boys. Sementara Kanna, kawan lama dan anggota grup Anti Sekte Sahabat, sedang sibuk mencari pemicu bomnya, justru Kenji malah asyik mencari jalan ke panggung konser. Tidak ada beban atau misi sama sekali, dengan hanya satu tujuan, yaitu bermain musik dihadapan warga Tokyo. Sementara ancaman bom memang hanya diketahui oleh grup Kenji yang aktif bergerilya, dan sedikit warga Tokyo lainnya.

Namun perlu ditelaah kembali, ternyata damainya Kenji menjadi simbol dan sikap besar dalam menanggulangi anehnya dunia akibat Sahabat. Saat Kenji bersama grupnya berhasil naik ke panggung untuk mulai bermusik, di saat itu pula sosok Sadakiyo yang khas topengnya, tengah memegang detonator bom di tangannya. 

Semakin aneh pula, bahwa kelompok gerilya yang perlu merebut detonator bom, malah dihentikan oleh Kenji. Bahkan Kenji menyarankan salah satu anggota grup lain yang tidak suka Sahabat, untuk menjatuhkan senjata dan membiarkan Sadakiyo dengan detonatornya. Walau begitu, akibat kisruh diatas panggung, Sadakiyo berhasil terlucuti dari detonator bomnya.

Dari situ, sikap damai Kenji menunjukkan hal yang lebih jelas dalam prinsipnya. Walau sudah lama menjadi buronan, dan sering terancam atas tuduhan yang salah, namun jalan kekerasan bukanlah jawabannya. Saking berperan sebagai pasifis, Kenji akhirnya mengambil jalur impian lamanya, yaitu menjadi seorang musisi saja. 

Sementara sosok Sahabat, Sadakiyo, atau siapa-pun yang berada di balik topeng, bagian dari Sekte Sahabat atau tidak, sudah bukan urusannya lagi. Terlebih lagi, dengan banyaknya jumlah penganut Sekte Sahabat, sosok dibalik topeng dapat tergantikan oleh banyak anggota. Sehingga, percuma saja untuk menguaknya.

Kenji mengingat pula dirinya sebagai seorang musisi, yang kenal dengan banyak prinsip dari musisi idolanya. Walau suatu sosok sudah lama tiada, atau bahkan tergantikan, lagu atau hasil karyanya akan terus bernaung hingga akhir jaman, asal ada yang mengingatnya saja. 

DAAAAAN, sang juru damai bernama Kenji ini, layaknya pengamen jalanan baru manggung, malah berkoar-koar di tengah panggung konser. Seakan dengan lantang menyuarakan, bahwa Lagu Ini Baru Saja Menyelamatkan DUNIA!

BWAHAHAHAHAHAHA!

Stay Vigilant, Brothers...

23 Januari 2026

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece

 

Luffy sang Topi Jerami yang ternyata Jurig Persib (KapanLagi).

Sebenarnya sudah lama pengen nulis Monsterisasi tentang One Piece, apalagi dengan banyak referensi mengenai buah setannya, tetapi apalah daya dengan keadaan berita pada September 2025 kemarin. Seorang Infuencer pecicilan dan banyak pasukan bajak lautnya, malah ngebadut dan bakar-bakar gedung DPR. Jadi ya malas membahasnya, seakan nge-feed suatu kontroversi. Sang Influencer pun masih memanasi Inet dengan clickbait lainnya di akhir tahun kemarin.

Tetapi di awal tahun 2026 ini, tepatnya tengah musim Liga 1 sepakbola Indonesia, akhirnya ada genderang betulan yang bergaung dari Bandung sini. Ya, saat Persib menjadi juara pertengahan musim dengan mengalahkan Persija, lalu berkibarlah lima bendera koreo raksasa di stadion, berisi gambar Luffy yang tengah membawa piala Liga 1. Animo semacam ini, sekali lagi layaknya warga Bandung, menantang dan menimpa kesan buruk sebelumnya. 

Nya nuhunkeun Persib anu atos Juara Tengah Musim Liga 1 Indonesia. Nuhunkeun oge ka Bobotoh sareng Jurig Persib, anu ngobarkeun bandera Luffy. Saur kuring mah kanu kitu teh, tiasa ngajunjung kompetisi anu bersih sareng kiblat anu bener, nya eta sami berkarya tina jalur bener. Sakali deui, Nuhun!

Some Chase Noise, We Chase Horizons!

Luffy di GBLA (Instagram).

Saya akhirnya bisa nulis juga artikel tentang One Piece, khususnya karakter utama bernama Luffy. Sama seperti sebelumnya, satu karakter saja yang dibahas latar serta visualisasinya, karena menghindari (banyak) spoiler dan lebih terfokus. Apalagi Luffy dan buah setannya, cocok sebagai karakter yang kesetanan.

Luffy Sang Topi Jerami

Dari sini, saya menggambarkan satu benda paling kentara saja, yaitu topi jerami milik Luffy, yang tergambar pada bendera bajak lautnya, sekaligus julukan kru tokoh utama kita ini. Apalagi topi jerami adalah simbol janji antara dua karakter, yang akan dikembalikan oleh Luffy kepada Shanks, saat dirinya mencapai status bajak laut yang hebat.

Mengacu dengan simpel, topi jerami adalah sejenis topi berbahan jerami (lah?), yang dipakai sebagai topi surya. Berbagai bentuknya telah ada sejak jaman dahulu, seperti topi ala fedora atau topi petani yang kerucut. Hingga kini, topi jerami masih digunakan karena ringan dan tidak panas, dengan fungsi utama menghalau cerah matahari mengenai mata. Karena itu, topi jerami dipakai oleh banyak orang saat beraktifitas siang hari di luar ruangan, khususnya di Jepang.

Sesuai dengan tema bajak laut di One Piece, topi jerami (entah kenapa hanya Luffy dan Shanks yang punya), adalah simbol khusus mengenai keadaan para bajak laut, alias para pelaut. Ya, topi ini identik pula dengan para pemancing, yang beraktifitas di tengah laut bersama terik mataharinya. 

Topi pemancing ini cocok dengan keadaan di manga dan anime One Piece, yaitu simbol 'mencari makan' di laut. Bahkan di beberapa episode, yang menunjukkan Kru Topi Jerami memancing ikan untuk dimasak. Jika tidak habis dagingnya, sisa ikan (raksasa) akan dijual saat berlabuh ke pulau. Bahkan ada satu episode saat Kru Topi Jerami perlu menjual ikan hasil pancingan demi menambah dana, yang dipakai untuk memperbaiki Going Merry di Water 7 (selain harta karun Skypea).

Konsep topi jerami ini berarti cukup dalam pula, karena Luffy lebih mementingkan topi daripada hidupnya. Bahkan ada satu film (non-canon), yang fokus berkisah Kru Topi Jerami saat membobol satu markas Marinir, demi meraih kembali topi miliknya. Judulnya One Piece 3D, dari tahun 2011.

Cukup sederhana layaknya trope atau gag anime yang lucu. Tetapi coba ingat seluruh Arc di One Piece, yang aslinya Battle Shonen. Setiap Arc mengisahkan Kru Topi Jerami yang menyelamatkan warga satu pulau, dari tindasan para bajak laut jahat. Luffy sangat tidak suka dengan penindasan yang semena-mena. Karena, mereka adalah warga biasa yang hanya bertahan hidup saja.

Buah Setan

Nah, dimulailah paradox Luffy sebagai pahlawan. Luffy (selalu) tidak ingin dianggap sebagai pahlawan, namun bajak laut yang senang bertualang. Ya, Luffy memiliki tingkat IQ yang nyebelin, namun menurut penulis, itu hanya pelarian saja. Luffy sebenarnya cukup pintar, namun menolak status tersebut, dengan hanya ingin bertualang sambil gelut saja. 

Tetapi, Luffy sebagai seorang kapten bajak laut dan buah setannya, memang cocok. Buah setan ini digambarkan oleh mangaka Eiichiro Oda, layaknya buah eksotis yang tiba dari daerah tropis sedunia, hingga benua Amerika yang baru ditemukan. Referensi yang kentara, bahwa cerita One Piece mengacu pada masa keemasan bajak laut di Karibia sana (abad 17-18). 

Referensi buah eksotis sebagai bagian dari setan, bukan karena kemampuan aneh yang diberikannya saja, tetapi mengacu pada potensi untuk memanggil setan besar sebelumnya. Belum dijelaskan langsung oleh Eiichiro Oda, tetapi sudah ditampilkan pada film One Piece: Red, dimana fokusnya adalah karakter Uta dan buah setan Musiknya. 

Uta yang bekerja sebagai penyanyi, ternyata sempat memanggil setan dalam buah musiknya. Padahal Uta masih kecil saat pertama kali memanggilnya, dan berakhir satu pulau yang dibantai habis. Shanks yang berada disana, harus menghalau setan tersebut bersama kru-nya. Walau film ini yang canon hanya Uta dan Shanks-nya saja, tetapi cukup menggambarkan potensi setan dari buah ajaib ini. Uta yang belum pernah melatihnya saja, sanggup memanggil setan sekuat itu.

Bahkan ada satu pepatah canon dari One Piece, bahwa buah setan adalah hasil ajaib dari minat manusianya. Sensei Oda pun beberapa kali menggambarkan Luffy yang mencapai Gear 5th alias telah Awakened, dengan wajah hitam dan bola mata merah, seakan setan yang baru saja muncul dengan kesetanan. Jadi apapun yang terjadi di dunia, buah setan selalu menjadi mitos nyata, tentang perubahan besar di One Piece.

Buah Setan Gomu-Gomu dan Revolusi Industri

Namun, bagaimana dengan sikap pahlawan ala Luffy dan Kru Topi Jerami? Nah ini lebih cocok lagi. Daripada digambarkan ala simbol Buah Nika sebagai Dewa Kemerdekaan di One Piece, lebih cocok dicek saja referensinya.

Buah Gomu-Gomu alias karet, adalah komoditas yang seharusnya jarang. Sejarah ditemukannya pohon karet, adalah sebagai pohon endemi asli Amerika Selatan, khususnya Brazil. Sejak jaman koloni di Amerika, pohon karet lalu disebarkan ke seluruh dunia, dengan beberapa lokasi seperti Indonesia, yang cocok ditanam pohon karet.

Abad 17an adalah akhir dari jaman Renaisans, saat banyak negara Eropa memulai kolonialisme, dengan wacana menambah sumber daya alam mereka. Untuk apa? Demi menjalankan dunia progresif dan kemajuan ilmu sains, yang saat itu kurang dibarengi perkembangan teknologinya. 

Namun bukan itu fokus artikel ini, dan kembali ke fungsi karet itu sendiri. Komoditas karet adalah zat baru bagi negara sedunia, yang membuka potensi besar lainnya. Bahkan tanpa karet, saat ini kita tidak memiliki komoditas seperti karet atau plastik sintetis, dan hanya memakai bahan kayu, kulit, serta logam saja, layaknya sub-genre SteamPunk. Jadi, pohon karet adalah satu komoditas penting yang dioprek saat jaman Viktoria, dan berhasil membawa dunia menuju jaman Revolusi Industri.

Sekali lagi, para penggemar One Piece pasti tahu, bahwa dunianya mengacu pada jaman bajak laut dan kolonialisme. Jadi sebenarnya Sang Buah Setan Gomu-Gomu, adalah komoditas yang berhasil meng-carry dunia, menuju jaman keemasan berikutnya. Ya, memang tidak se-nihil simbol pecicilan ala Buah Nika. Biasa-lah Sensei Oda, tahu aja cara ngejebak pihak yang kurang paham.

Perubahan Iklim

Nah kalau yang satu ini sih, sudah cukup jelas ya, tetapi penulis saja yang ingin menambahkannya. Perubahan Iklim memang satu wacana yang sangat kentara di One Piece, bahkan kini hampir disejajarkan dengan tingkatan anti-rasisme-nya.

Semenjak dibukanya kisah Kerajaan Lulusia yang hancur seketika oleh Imu, dan menyebabkan permukaan laut meninggi 1 meter, kisah One Piece di Arc Pulau Egghead mulai mengacu ke penyebab anehnya geografi dunia. Vegapunk yang menyiarkannya, bahkan mencatat tinggi permukaan laut bumi sempat naik 100 meter. Segitu saja sudah menunjukkan, bahwa dunia One Piece semakin terbanjiri oleh lautan. Bahkan, nantinya yang tersisa hanyalah Red Line sebagai benua tertinggi, sementara seluruh pulau akan terendam. 

Seluruh kisah geografis ini, tentu mengacu pada perubahan iklim, yang tahun 2025 kemarin ternyata memporakporandakan seluruh dunia. Contoh paling dekat, adalah banyaknya badai topan yang tiba di Asia Tenggara, khususnya di Filipina dan Vietnam. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika kedua negara tersebut, badai topan yang tiba biasanya berjumlah sekitar 20 saja dalam waktu setahun. Namun di tahun 2025 kemarin, jumlah badai topan yang tiba di hampir mencapai 30! Tidak heran banyak bencana alam akibat cuaca di tahun 2025 kemarin.

Kembali lagi ke One Piece, dengan banjirnya seluruh dunia, maka siapa yang paling diuntungkan? Ya jelas Imu, serta kawan-kawannya di Tenryuubito, sebagai Top Global 1 Persen yang tersisa. Sementara itu, seluruh dunia layaknya menjadi korban genosida. Para punggawanya yang memiliki Buah Setan sakti pun, akan sulit berkelana akibat langsung tenggelam oleh air laut.

Oh ya, ada satu teori fans One Piece dari Reddit, bahwa Imu adalah simbol dari Umibozu, sejenis Yokai laut di folklore Jepang. Daripada membahas teorinya yang cukup panjang, coba dicek saja efeknya. Kalau memang laut akhirnya meninggi dan menenggelamkan dunia, maka Imu sebagai Umibozu akan semakin kuat, karena sumber kekuatannya adalah laut itu sendiri!

Okeh, Adios.

03 Desember 2025

Film Anime Jurig Paling Ditunggu Berjudul Jujutsu Kaisen: Execution

 

Sukuna yang akhirnya bisa ikut melanglang-buana (TMDB).

Daaaaan, saatnya kembali ke film anime paling ditunggu di tahun 2025 ini, yaitu kisah jurig terkemuka nan membahana ala dunia internasional per-Mistis-an, berjudul Jujutsu Kaisen: Execution (Shibuya Incident X The Culling Game Begins), yang tayang juga di sinema-sinema Indonesia.

Namun, bagi yang belum menonton musim pertama dan kedua serial anime Jujutsu Kaisen, cukup diharamkan untuk menonton langsung film ini. Ya, memang sub-judul Execution adalah kelanjutan cerita dari kedua musim Jujutsu Kaisen. Maka, yang membaca artikel ini akan terpapar banyak spoiler (spill) cerita dari seluruh aksi perjalanan Yuji Itadori dan Sukuna.

Okeh, karena penafian (disclaimer) sudah ditulis, maka coba lanjut saja yang yang sudah paham, dan menonton maksud seluruh serial animasi dari Mappa ini ya.

Yuji Itadori (Junya Enoki) adalah seorang pemuda yang terkenal kuat, fisik serta ketahanan mentalnya, serta suka membantu sesamanya. Kisahnya cukup miris, sebagai anak yatim-piatu yang diasuh oleh kakeknya. Awal musim pertamanya pun kembali miris, akibat kakeknya yang meninggal terbaring di rumah sakit. Hanya satu pesan yang diterima langsung oleh Yuji, yaitu siap untuk selalu membantu siapa pun (yang merupakan luka penyesalan terakhir milik kakeknya).

Yuji pun terikat dunia jurig dan harus bersekolah di Jujutsu Kaisen Cabang Tokyo dengan arahan dari Gojo Satoru (Yuichi Nakamura), akibat dirinya yang membantu temannya, Megumi Fushiguro (Yuuma Uchida). 

Tentu, itupun karena Yuji yang melahap sepotong jari Sukuna Ryoumen (Junichi Suwabe). Biasanya, manusia biasa yang melahap Sukuna langsung terasuki sepenuhnya. Namun, Yuji cukup kuat untuk dapat mengendalikan Sukuna, sehingga dianggap sebagai penyihir kelas spesial di Jujutsu Kaisen. Bersama Megumi dan Nobara Kugisaki (Asami Seto), ketiganya berjibaku untuk belajar dan menjalani misi membasmi jurig 'kutukan' berbahaya di seluruh Tokyo.

Naaah, meloncat kesana-kemari di dua musim Jujutsu Kaisen, akhirnya berujung pula di film Execution. Kisahnya pun mengacu pada Yuji Itadori, serta beberapa penyihir lainnya, yang dianggap membelot dari Jujutsu Kaisen dan perlu dibasmi. 

Para Dewan Ketua Jujutsu Kaisen pun perlu mengirim sang tokoh utama yang lebih kuat alias OP dan bisa sebanding Gojo atau Sukuna sekaligus, yaitu Yuta Okkotsu (Megumi Ogata). Walau sebenarnya Yuta tengah belajar dunia perjurigan ala internasional atas arahan Gojo, namun Dewan Ketua Jujutsu Kaisen memiliki kuasa untuk memanggilnya kembali.

Arahannya pun khusus untuk membasmi Yuji, yang dianggap telah membelot dan siap untuk menyatu bersama Sukuna (yang kini jarinya telah mencapai 19 alias hampir sempurna). Dewan Ketua tentu tidak ingin mengambil resiko Sukuna bangkit kembali, sementara Gojo Satoru kini telah disegel oleh kawan lamanya sendiri, Suguru Getou (Sakurai Takahiro). 

Getou memang yang merencanakan seluruh insiden di Shibuya, yang ternyata muncul sebagai plot twist lainnya. Getou sebenarnya terluka parah di akhir film Zero Revival, setelah kalah bertarung melawan Yuta. Namun, 'disembuhkan' kembali oleh suatu penyihir lainnya yang memilih bentuk jurig berotak, bernama Kenjaku. 

Jurig yang berbentuk otak dan suka menginfeksi serta memilih inangnya yang kuat sebagai parasit, sebenarnya adalah penyihir kuat nan jahat yang telah melanglang-buana selama ratusan tahun lamanya. Baru kali ini, Kenjaku membuka rencana dirinya (yang mirip dengan niatan Getou). Yaitu, membuka kembalinya jaman keemasan penyihir jurig di Jepang (berbeda dengan kondisi seluruh dunia), yang diberi nama Heian (dan entah apa ada hubungannya dengan periode nyata Heian di Jepang, tahun 1000an lalu).

Oh ya, karena itu banyak plot dibuka pada artikel ini. Hype Jujutsu Kaisen ikali ni memang sedang tinggi, apalagi mengacu pada lanjutan musim ketiga serial anime-nya, setelah film Execution dirilis, yang (mungkin) menjadi musim terakhir kisah kesetanan para penyihir jurig di Jepang.

Oh ya lagi, satu tips bagi yang suka cerita jurig atau jenis genre fiksi lainnya, banyak simbol, sejarah, budaya, cerita rakyat, seni tradisional, primbon, serta momen nyata yang menjadi referensi di sebuah karya seni populer. Maka, bagi yang paham atau tidak kelewatan, menjadi bumbu tersendiri untuk menikmati karya seni di jaman modern ini. Okeh???

19 November 2025

Kembali ke Prekuel Anime Jurig Fantastis di Jujutsu Kaisen: Zero Revival

 

Rika Orimoto dan Yuta Okkutsu yang sulit terpisahkan (TMDB).

Okeh, tampaknya salah satu rangkaian sinema Indonesia, gatal untuk merilis film anime yang masih ditunggu kehadiran musim berikutnya, yaitu Jujutsu Kaisen. Kali ini, filmnya bersub-judul Zero Revival (yang sebenarnya sudah dirilis tiga tahun lalu). 

Sebelumnya di blog ini, saya lebih banyak menulis di artikel Jujutsu Kaisen, tentang istilah 'kata' secara simbolis, yaitu saat sebuah kata bisa berarti 'lebih dalam,' dan mengacu pada kekuatan besar di dunia. 

Nah, sekarang daripada membahas esensinya (yang berujung kutukan di anime ini), lebih cocok lagi membahas Jujutsu Kaisen-nya sendiri lebih mendetail, tentu dengan sedikit spoiler saja ya...

Anime jurig fantastis ini memang memiliki beberapa spin-off, yang sebelumnya dibuat dengan judul yang pernah dibahas, yaitu Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death. 

Kali ini, manga Zero Revival masih digambar oleh mangaka Gege Akutami. Dan masih sama seperti sebelummnya, merupakan prekuel dari cerita utamanya yang berkutat pada Yuji Itadori dan Sukuna.

Lebih heboh lagi, karena adegan yang tertampil dalam film Zero Revival sangat dahsyat. Dari cuplikannya, banyak adegan meledak-ledak yang melibatkan seluruh anggota Jujutsu Kaisen angkatan tersebut. Film Zero Revival berfokus pada tokoh utamanya, yaitu Yuta Okkutsu (Megumi Ogata). Mirip dengan Yuji, disini Yuta adalah seorang penyihir arwah spesial, yang berlatar cerita lebih miris lagi. 

Di serial anime-nya, Yuji melahap Jari Sukuna dan sanggup mengendalikannya, karena ingin membantu temannya yang diganggu jurig. Sementara Yuta, justru mendapatkan arwah tingkat spesial, karena temannya sendiri, Rika Orimoto (Kana Hanazawa) meninggal akibat kecelakaan. Tetapi, keduanya tidak rela untuk lepas satu sama lainnya.

Bahkan, Gojo Satoru (Yuichi Nakamura, yang kini sudah menjadi guru di Jujutsu Kaisen), harus menegaskan, bahwa cinta adalah sebuah kutukan paling rumit. Sebelum 'digerebek' dan 'diculik' oleh Gojo, Yuta yang baru masuk SMA, sempat mengurung diri di kamarnya. Yuta takut arwah Rika membasmi semua orang disekitarnya.

Gojo yang (seperti biasanya) memiliki sisi penyayang kepada anak-anak, bersikeras untuk mendidiknya di Jujutsu Kaisen. Padahal, selama bertahun-tahun terakhir, arwah Rika tidak dapat dikendalikan oleh Yuta. 

Selain mengajari jurus pada Yuta yang berpotensi hebat, Gojo pun mewaspadai kehadiran Suguru Geto (Takahiro Sakurai). Gojo yang sempat memantau perkembangan Yuta, tahu bahwa Geto sudah mendekati Yuta untuk merekrutnya. 

Gojo pun tidak rela melepaskan Yuta dibawah asuhan teman lamanya tersebut, yang dikenal sebagai penyihir pengkhianat nan berbahaya di jaman modern sekarang. Mungkin, momen Gojo mengajari Yuta, akan berakhir dengan reuni brutal dengan Geto.

Memang tidak lama kemudian, Geto yang telah mengumpulkan banyak penyihir jahat lainnya, menantang perang dengan Jujutsu Kaisen. Berpusat di keramaian Tokyo, Geto menantang arena Parade Malam Seratus Setan, yang berarti seluruh anggota Jujutsu Kaisen yang masih aktif, harus melawannya.

Apakah sosok Yuta yang masih pemula memang sehebat itu? Atau memang Geto hanya ingin membasmi seluruh penyihir Jujutsu Kaisen demi dunia jurig idealnya? Ataukah ada rencana lain dibalik kisruhnya dunia jurig di Jepang?

Jawabannya, tentu ada di film anime fantastis, Jujutsu Kaisen: Zero Revival.

Oh ya, banyak plot twist di film ini, yang sangat nyambung dengan serial anime-nya. Jadi, banyak info yang perlu ditelaah kembali, jika ingin menonton lagi kelanjutannya.

Oh ya lagi, Yuta Okkutsu sebenarnya sudah dikenalkan di akhir musim kedua anime Jujutsu Kaisen. Sayangnya, Yuta dikenalkan sebagai seorang agen dari dewan ketua Jujutsu Kaisen, yang harus memburu Yuji dan membasmi Sukuna-nya. 

24 September 2025

Anime Aksi Chainsaw Man Kembali Dengan Sub Judul Reze Arc

Ledakan cinta ala Denji sang Chainsaw Man (TMDB).

Nah, kali ini kembali film anime aksi pecicilan, Chainsaw Man, yang bersubjudul Reze Arc. Bagi yang sangat menyukai studio Mappa, serial Chainsaw Man memang diproduksi oleh studio ternama ini.

Chainsaw Man memang bisa disandingkan dengan anime gelap lainnya yang kini masih tayang, yaitu Jujutsu Kaisen dan Dandadan. Namun, berbeda dengan kedua anime tadi yang mangaka-nya terlihat jelas sangat menyukai genre horor, dibanding Chainsaw Man yang kadang terlalu edgy nan ga jelas.

Berbeda dengan JJK dan Dandadan yang penuh referensi jurig, Chainsaw Man memang lebih berfokus pada cerita ritual Setan. Para mahluk tak fana ini butuh rasa takut manusia agar tetap eksis dan kekuatannya meningkat. 

Nama setannya pun tergantung dari namanya yang khusus. Contohnya adalah Chainsaw yang berarti gergaji mesin, sebuah alat penebang pohon yang berbahaya jika dipakai manusia. Semakin takut manusia dengan simbol Chainsaw, maka semakin sakti setan tersebut.

Di dunia anime ini, setan adalah fenomena wajar sepanjang sejarah manusia. Banyak manusia menjadi korban kebiadaban setan, atau bahkan melakukan perjanjian dengan setan agar memiliki kemampuan sakti. 

Satu kelompok bernama Public Safety Devil Hunter (PSDH) harus didirikan sejak dahulu kala, demi melindungi umat manusia. Sayangnya, para anggota PSDH harus memiliki setan pula, agar sebanding saat gelut melawan setan lainnya.

Tokoh utamanya Denji (Kikunosuke Toya) bahkan bukan seorang yang berniat menjadi pahlawan. Dirinya adalah yatim piatu yang telah dekat dengan setan gergaji mesin (Pochita) sejak kecil, dan terpaksa digunakan saat dirinya bekerja sebagai bawahan yakuza jahat.

Setelah lepas dari kendali yakuza yang ternyata memiliki setan juga, Denji akhirnya terdeteksi oleh PSDH. Dia pun direkrut dan terpaksa kembali bekerja, sebagai pemburu setan demi menghidupi dirinya yang belum pernah sekolah sejak SD.

Bagi yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya, bisa dicek anime dan manga Chainsaw Man hasil karya mangaka Tatsumaki Fujimoto, yang sebenarnya berandil pula saat menciptakan manga Dandadan.

Nah, di filmnya ini, lebih mengisahkan kedekatan Denji dengan Reze, yang bisa dicek melalui sinopsisnya.

Sinopsis Film Chainsaw Man - The Movie: Reze Arc

Denji (Kikunosuke Toya) telah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa hatinya hanya milik ketua PSDH cabang Tokyo, Makima (Tomori Kusunoki). 

Sayang, jiwa dan tubuh mudanya lebih mengacu pada gemulai gadis lain, bernama Reze (Reina Ueda) yang sangat menyukai Denji. Setelah bertemu kencan beberapa kali, Denji yang sedang mabuk cinta malah meledak-ledak (tubuhnya).

Ternyata, Reze adalah penjelmaan setan Bom, yang diminta para penyembah setan lainnya untuk membasmi setan Gergaji Mesin alias Denji. Jika Denji berhasil dikalahkan, operasi setan untuk membasmi seluruh rantai organisasi PSDH dapat dilanjutkan menuju tahap berikutnya. 

Denji yang semakin mabuk asmara dan gelut sekaligus, kembali beringas dan membasmi apapun yang terasa enak dibantai. Sayang, dia masih memiliki kenangan cinta terpendam dalam dirinya yang sudah yatim piatu sejak lama.

16 September 2025

Detektif Cilik Perlu Nonton Detective Conan The Movie: One-Eyed Flashback

 

Conan yang masih SD walau sudah terbit selama 31 tahun (TMDB).

Detective Conan akhirnya merilis film terbarunya di tahun 2025, bersubjudul One-Eyed Flashback. Anime detektif cilik ini memang terkenal sejak penayangannya tahun 1996 lalu di Jepang, diadaptasi dari manganya yang terbit sejak 1994 lalu.

Kisahnya mengenai seorang detektif jenius Shinichi Kudo (Kappei Yamaguchi), padahal masih SMA. Akibat suatu insiden, dirinya dipaksa meminum obat oleh suatu organisasi jahat, yang mengecilkan tubuhnya hingga seumuran anak SD.

Shinichi perlu membuat identitas samaran Conan Edogawa (Minami Takayama), agar terhindar dari kejaran organisasi jahat tersebut. Nama Conan mengacu pada Sir Arthur Conan Doyle sebagai penulis novel Sherlock Holmes, dan Edogawa berarti jaman Edo yang berakhir 1898 lalu, saat Sir Arthur masih aktif menulis.

Hiroshi Agasa (Kenichi Ogata) awalnya adalah satu-satunya kenalan yang tahu identitas Conan, dan membantu pula dengan memberikan banyak gawai canggih untuk membantu tubuhnya yang kecil.

Walau plot utamanya mengembalikan tubuh menjadi normal tidak berkembang jauh, namun keseharian Conan bersama Detektif Mori (Rikiya Koyama) dan pacar Shinichi, Ran (Wakana Yamazaki) dalam memecahkan kasus, menyebabkan serial ini masih populer hingga sekarang. 

Manganya yang digambar oleh Gosho Aoyama pun sudah dirilis sebanyak 107 volume banyaknya. Saking populernya, film One-Eyed Flashback adalah seri ke 28 dari kisah Conan Edogawa. Kisah mengenai analisis kasus ala detektif, memang ramai di ranah manga sejak tahun 1990an hingga awal 2000an. 

Penulis sendiri lebih menyukai manga Detektif Kindaichi, karena gambarnya lebih bagus, kasusnya lebih sederhana namun sulit dinalar, karena banyak yang berlatar horor. 

Sinopsis Film Detective Conan The Movie One-Eyed Flashback

Anggota Kepolisian Perfektur Nagano Kansuke Yamato (Yuji Takada) diperintahkan menyelidiki kasus di Puncak Mitaodake, Pegunungan Yatsugatake, Jepang. Sesi pengejaran seorang tersangka, menyebabkan Kansuke kehilangan mata kirinya.

Sepuluh bulan kemudian, saat menyelidiki kasus bersama Yui Uehara (Ami Koshimizu) di Observatorium Nasional Nobeyama, mata Kansuke yang telah lama sembuh berkedut dan terasa nyeri kembali, menyiratkan koneksi aneh kasus ini dengan kasus lamanya.

Sementara itu, kolega lama Detektif Swasta Kogorou Mouri (Rikiya Koyama) meminta bantuan untuk menyelidiki kasus longor salju di Mitaodake. Conan (Minami Takayama) perlu berangkat bersama Mouri, demi menguak sakralnya Gunung Yatsugatake.

11 September 2025

Film Anime Terkenal Jujutsu Kaisen: Hidden Inventory/Premature Death

Gojo Satoru yang sudah OP padahal belum lulu sekolah (TMDB).

Mungkin September minggu kedua ini adalah saat yang tepat untuk merilis film bergenre horor. Setelah banyaknya film jurig yang dirilis minggu ini, akhirnya rilis juga film anime berjudul Jujutsu Kaisen Hidden Inventory/Premature Death, yang terkenal dengan aksi gelut melawan jurignya.

Layaknya Chainsaw Man dan Dandadan, anime shonen sejenis ini masih berkesan gelap. Tidak hanya adegan sadis, isi ceritanya pun cukup menyayat hati. Memang, kelebihan sebuah film berlandaskan horor, walau dikombinasikan dengan genre lain, berasa mempertanyakan ranah jiwa manusia.

Naaah, khusus di serial anime Jujutsu Kaisen yang diproduksi oleh studio Mappa, yang memang terkenal dalam menciptakan anime ciamik dari Jepang, kisahnya lebih berkutat pada esensi kutukan.

Kutukan di seri Jujutsu Kaisen bermaksud pada emosi negatif manusia, yang berkembang menjadi arwah penasaran, dan mampu membahayakan kembali manusia di sekitarnya.

Seperti istilah santet (atau leak) di Indonesia, arwah tersebut memiliki sosoknya sendiri, layaknya avatar dari emosi tersebut, dan bahkan gelut seperti seorang dukun. Itupun jika arwah tersebut cukup sentien alias sadar, dan mampu mengontrol kemampuannya sendiri.

Cukup fantastis memang, tetapi mengacu pada cerita horor tradisional, tampaknya sering kita mendengar bahwa emosi manusia yang buruk, dapat menciptakan suatu kemampuan magis tertentu. Mungkin, itulah alasannya kata 'kutukan' ada di seluruh kamus bahasa sedunia.

Dan berkaca pada kata itu sendiri, pemahamannya bertambah besar pula jika ditelaah dari segi budaya Asia Timur. Terdapat sebuah kepercayaan, bahwa setiap kata adalah simbol dan maksud dari infinitas dunia, apapun definisi dan deskripsi kata tersebut.

Dari segi prakteknya, budaya Asia Timur percaya, bahwa setiap kata, apalagi semakin intensif artinya, harus diucapkan sesuai dengan maksudnya. Karena itu, banyak kata di Asia Timur harus diresapi saat diucapkan, agar maksudnya lebih kentara, walau tidak bermaksud komunikatif, maupun politis.

Mungkin, itulah mengapa banyak anime masih merapal jurus tokoh utamanya, seakan adegan tersebut berasal dari opera tradisional Jepang (alias Kabuki dsb).

Nah, kembali ke Jujutsu Kaisen, karena ceritanya berkutat pada kutukan yang berasal dari emosi negatif manusia, maka animonya cukup menarik bagi para otaku.

Tokohnya pun cukup banyak, yang sering diceritakan dengan adegan dan kisah terpisah, sehingga cakupannya lebih luas dari satu kelompok tokoh utama ala anime.

Di filmnya bulan September ini, bahkan Jujutsu Kaisen tidak menampilkan tokoh utamanya, yaitu Yuji Itadori. Dilihat dari cuplikannya, justru mengisahkan prekuel cerita serialnya, yang berfokus pada Gojo Satoru (Yuichi Nakamura).

Gojo di film ini justru belum menggunakan perban mata ala serialnya, namun sepasang kacamata hitam, dan masih bersekolah di Jujutsu Kaisen. Bersama kelompoknya yang masih junior, Gojo harus menjaga Riko Amanai (Anna Nagase), yang tengah dikejar sekelompok pengguna kutukan jahat.

Bagi yang sudah menonton serialnya, tentu tahu se-OP apa tokoh bernama Gojo ini. Gojo sudah menjadi guru di Jujutsu Kaisen cabang Tokyo, dan dianggap sebagai Penyihir Jujutsu terkuat di jaman sekarang.

Fans Gojo pasti tidak ingin melewatkan kisahnya saat masih muda, yang selalu terlihat keren setiap kali episode Jujutsu Kaisen berisi tokoh OP ini.

15 Agustus 2025

Film Terbaru Seri Anime Terkenal, Demon Slayer: Infinity Castle

Zenitsu yang akhirnya bisa serius (TMDB).

Kimetsu no Yaiba, alias Demon Slayer, tampaknya melanjutkan ritual film awal musim, di bulan Agustus tahun 2025 ini. Judulnya adalah Kimetsu no Yaiba: Infinity Castle, yang kini sedang tayang di banyak Otaku sinema Indonesia sejak 15 Agustus.

Anime terkenal dari Jepang ini memang selalu merilis film untuk setiap musimnya, yang hingga kini mencapai tujuh film. Tidak hanya ringkasan, kadang puncak cerita setiap musimnya dirilis dalam bentuk film terlebih dahulu, sebelum dilanjutkan menjadi satu musim anime.

Memang, Kimetsu no Yaiba telah mencapai kepopuleran yang besar di seluruh dunia. Mungkin, banyak otaku dan wibu yang kangen, akan cerita berlatar budaya asli Jepang. Setelah beberapa lama, waralaba anime yang terkenal, sering tidak menceritakan kisah dari latar budaya tradisi Jepang. Bahkan, banyak diantaranya justru mengambil referensi seni populer dari seluruh dunia, yang sangat berbeda dengan budaya asli Jepang.

Padahal, Kimetsu no Yaiba tidak mengisahkan kisah yang terlalu bersejarah. Anime ini justru berlatar saat era Taisho (1912-1926), yang jelas telah masuk abad 20, dan bisa disebut sebagai awal jaman modern.

Koyoharu Gotoge sebagai mangaka-nya, mungkin mengangkat isu perubahan sosial dan masyarakat Jepang, setelah banyak terpapar dunia barat dengan orang asingnya (Gaijin). Jepang saat itu sudah membuka perbatasan untuk negara luar, mulai tahun 1853 lalu, setelah ditutup tahun 1639, saat jaman Shogun Tokugawa.

Manganya pun sangat sukses, dengan hasil penjualan seluruh dunia mencapai 220 juta kopi! Padahal, bagi yang sudah membacanya, justru gaya menggambar Gotoge tidak rapih sama sekali. Tidak terlihat teknik polesan ala digital, dengan gambaran semrawut ala sketsa tangan.

Mungkin sekali lagi, memang dasarnya manga dan anime adalah produk dari Jepang, sehingga kisah berlatar asli Jepang dengan baju yukata dan katana-nya, sangatlah dirindukan penggemarnya. Kisah kesuksean ini mirip dengan populernya manga dan anime Samurai X, yang sempat merajai anime tahun 90an lalu. Masih populer hingga kini, manganya terjual 72 Juta di seluruh dunia.

Terlebih lagi, kisah Kimetsu no Yaiba yang agak abstrak, mungkin menjadi animo tersendiri penggemarnya. Walau berlatar era awal modern, banyak visualnya tidak bisa dinalar harfiah, namun secara simbolis. Padahal, anime ini termasuk ranah shonen, yang menyajikan banyak gelut fantastis.

Sinopsis Kimetsu No Yaiba: Infinity Castle

Setelah film sebelumnya berjudul Kimetsu No Yaiba: Hashira Training, kini kisah Tanjiro bersama pasukan pembasmi iblisnya mulai mencapai titik ujung perjuangan mereka.Tanjiro, Zenitsu, Inosuke dan Nezuko akan memasuki sebuah Kastil Mistis hasil karya Muzan, sang Raja Iblis. 

Banyak iblis Bulan Atas (Kizuki) yang bersemayam di dalam Kastil tersebut, yang tentu harus dibasmi oleh Skuad Kamaboko (grup Tanjiro), bersama beberapa Hashira. Kastil mistis tanpa batas milik Muzan ini adalah perhitungan terakhir, apakah para anggota Kisatsutai (Pembasmi Iblis) sanggup menghalau lebih jauh lagi Muzan. 

Walau belum tentu di dalam kastil terdapat sang raja iblis berusia seribu tahun tahun tersebut, tetapi momen ini adalah langkah utama untuk membasmi iblis Bulan Atas, sekaligus membasmi semua rantai kejahatan Muzan.

04 Juli 2025

Anime Nyeleneh Crayon Shin-Chan Kembali di Tahun 2025

 

Nana yang terhalang Shiro, dan memarahi Shin-Chan (IMDB).

Anime nyeleneh Crayon Shin-Chan akhirnya meramaikan ranah perfilman animasi Indonesia di bulan Juli, 2025 ini. Shin-Chan memang kartun dan karakter paling menyebalkan, yang sempat tayang di Indonesia.

Penayangan anime dan rilis manganya pada akhir 90an hingga awal tahun 2000an lalu di penerbitan dan televisi nasional, menyebabkan banyak pemerhati sosial yang khawatir. Manganya memang agak mesum untuk kisah anak berumur lima tahun, dan diadaptasi langsung oleh animenya.

Mungkin tahun segitu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) tengah sibuk-sibuknya, sehingga Crayon Shin-Chan menjadi target utama. Hingga beberapa tahun lamanya, anime dan manga Crayon Shin-Chan masih terus 'bergentayangan' di Indonesia. 

Saat anime dan manga Crayon Shin-Chan akhirnya berhenti tayang atau dicetak, justru diakibatkan oleh film, manga, dan anime lain yang lebih terkenal lagi di Indonesia. Sama sekali tidak ada keterlibatan dari kontroversi sebelumnya.

Khusus di Jepang sendiri, Crayon Shin-Chan adalah kisah yang sangat digemari. Kehadiran sosok anak kecil nakal Shin-Chan, bersama teman-temannya, sangat dinantikan di Jepang sana.

Memang, berbeda dengan demografi dan selera anime para WIBU dan OTAKU seluruh DUNIA, justru demografi anime selingan hidup (slice of life) adalah animo anime TERBESAR DI JEPANG! Tidak hanya anak-anak, remaja, atau para penghobinya, banyak kalangan hingga lansia, masih menonton genre anime ringan lucu ini, khusus di Jepang itu sendiri.

Nah khusus di ranah perfilman jepang, anime yang telah tayang sejak tahun 1992 ini (MyAnimeList), ternyata telah menelurkan sebanyak 31 film layar lebar! Dan penayangannya tahun 2025 ini, berjudul Crayon Shin-Chan: Our Dinosaur Story, adalah rilis film ke 32 kalinya! 

Jika film Crayon Shin-Chan terus dirilis, tampaknya akan menyaingi serial anime paling legendaris Doraemon, yang hingga kini telah merilis 44 film layar lebar! Dan Menyusul film ke-45 nya Juli ini!

Mungkin saking terkenalnya, Crayon Shin-Chan dirilis di Indonesia khusus untuk menyaingi film Jurassic Park: Rebirth, karena sama-sama bertema DINOSAURUS! (^^)

Masih dengan khas gambar karakternya yang simpel dan amburadul (walau animasi dan gambar dino-nya keren), mari kita cek film ke 32-nya, dari Crayon Shin-Chan. 

Sinopsis Crayon Shin-Chan: Our Dinosaur Story

Sebuah taman dinosaurus, yang betulan bisa menghidupkan kembali dinosaurus punah, dibuka di ibukota Tokyo. Shin-Chan (Akiko Yajima) yang tidak ingin melewatkannya, kebetulan bersama tim Kasukabe (grup anak-anak teman Shin-Chan), berhasil mendapatkan tiket khusus taman tersebut.

Saat tengah berjalan-jalan dalam taman bersama tim Kasukabe dan Shiro (anjing kesayangan Shin-Chan), mereka menemukan seekor dinosaurus kecil. Tampak terpisah dari kawanannya, dinosaurus kecil itu membujuk Shin-Chan untuk membawanya pulang. Setelah dinamai Nana, dinosaurus imut herbivora tersebut akhirnya dekat dengan Shiro, dan menjadi bagian dari keluarga Nohara.

Tidak disangka, ternyata para dinosaurus lain yang besar dan berbahaya, telah berhasil kabur dari taman tersebut. Dinosaurus lalu rusuh dan mengganggu seluruh warga di kota Tokyo. Tidak hanya dinosaurus, muncul seorang karakter lain yang mencoba menyelesaikan masalah ini, dengan mengandalkan sebuah gedung robotik raksasa!

Bisakah Shin-Chan dan kawan-kawan kabur dari seluruh masalah tersebut? Coba kita cek di seluruh sinema-sinema Indonesia bulan Juli ini!