Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

5 November 2025

Remaja yang Berlari Secepat Kuda di Anime 100 Meters

 

Togashi dan Tomiya yang masih kecil (TMDB).

Setelah dirilis global gim gawai aneh bernama Uma Musume: Pretty Derby, sekitar bulan Juni lalu, dan dirilisnya musim kedua Cinderella Gray di bulan Oktober, tampaknya animo anime olahraga semakin menarik di bulan November ini.

Sekarang judul filmnya adalah 100 Meters, yang mengisahkan balap lari sprint 100 meter. Karakternya bahkan ditampilkan mulai dari berumur kecil, remaja, hingga menjadi atlet profesional.

Okeh, karena sekali lagi cuplikannya tidak cukup menceritakan plot utama filmnya, maka mending dibahas saja beberapa anime yang berkutat pada olahraga.

Kalau membahas Uma Musume, maka spin-of-nya yang berjudul Cinderella Gray memang terlalu fantastis. Isinya adalah cerita sekolah khusus 'gadis kuda,' yang diperlakukan layaknya seorang idola dan atlet sekaligus.

Di dunia Uma Musume, dewa di masa lalu menganugrahi kemampuan dan genetik kuda pada gadis yang belum lahir, sehingga muncullah sebuah ras baru bernama Uma Musume.

Anak gadis yang lahir memiliki kemampuan setara kuda, dengan kemampuan berlari yang kuat nan cepat. Bagi mereka, berlari sprint, berarti mencapai jarak 1000 meter!

Nah, kalau di cerita Cinderella Gray, berfokus pada karakter bernama Oguri Cap, yang sebenarnya tidak dapat berlari karena kakinya lemah sejak kecil. Namun, karena ketelatenan ibunya, justru Oguri Cap berhasil menantang dunia balap Uma Musume. 

Bahkan, di musim keduanya ini, Oguri Cap tampil sebagai perwakilan Jepang melawan seluruh dunia! Cukup berbeda memang, tapi tampaknya mengacu pada satu atlet sepakbola yang mirip kisahnya, yaitu Leonel Messi. 

Entah bagaimana, begitu penulis menonton cuplikan musim kedua Cinderella Gray, langsung teringat akan Messi. Bagi yang mengecek sejarahnya, pasti tahu bahwa Messi adalah anak yang terlahir dengan autisme dan kekurangan fisik. Tapi, Messi kini telah menjadi legenda di dunia sepakbola!

Dan sekarang, coba kembali tahun 2000an, yaitu anime berjudul Eyeshield 21. Tokoh utamanya adalah Sena Kobayakawa, yang berposisi sebagai running back di olahraga American Football. Sena sanggup berlari cepat, karena itu posisi running back yang membawa bola menuju garis gol adalah perannya.

Karena American Football adalah olahraga yang seperti game papan, alias langsung terhenti begitu bola jatuh ke lapangan, maka Eyeshield 21 memberikan animo berbeda. Trope Anime yang suka 'cerewet' justru cocok, karena American Football memang menyajikan olahraga yang lebih taktis.

Kalau sekarang, tentu harus kembali ke jaman 90an, dengan anime legendaris berjudul Slam Dunk. Kisahnya berfokus pada Hanamichi Sakuragi, yang niatnya mendekati seorang gadis pujaan di SMA, lalu malah bergabung dengan tim basket yang dikelolanya.

Hanamichi yang memang bertubuh tinggi dan atletis, cukup cocok dengan basket yang kompetitif. Hanamichi cocok diberi posisi center forward, yang memiliki khas melompat tinggi dan menahan bola rebound. Saking tingginya lompatan Hanamichi, dia diandalkan pula untuk Slam Dunk.

Tidak hanya keunikan Hanamichi, namun beberapa anggota tim Shohoku memiliki bakat tersendiri, yang menyajikan animo 'kerasnya' dunia basket. Dan diantara anime olahraga lainnya, Slam Dunk adalah yang paling realistis dengan gambar yang paling bagus (manganya). 

Daaan, sedikit kembali ke film 100 Meter, tampaknya sedikit mengambil referensi dari Slam Dunk. Hanamichi di timnya sendiri merasa bersaing dengan Kaede Rukawa, yang merupakan jagoan di tim Shohoku.

Di film 100 Meter, plot utamanya berfokus pada Togashi (Tori Matsuzaka) sebagai seorang atlet lari muda yang mendominasi balap 100 meter di sekolahnya. Namun keadaan berubah saat Komiya (Shota Sometani) pindah ke sekolahnya. Keduanya pun bersaing, bahkan hingga mencapai kompetisi atlet profesional.

29 Oktober 2025

Balapan Seorang Veteran Sepuh Brad Pitt di Film F1 The Movie

 

Sonny dan Joshua yang masih heran satu sama lainnya (IMDB).

Bagaimana rasanya balapan dengan mesin secepat jet? Nah itulah yang dirasakan para pembalap MotoGP dan Formula 1, yang keduanya menggunakan mesin 1000 cc dan 1600 cc! Rekor tercepat mobil balap F1 pun mencapai 378 kilometer per jam!

Naaah, lagi, itulah yang coba diangkat pada film F1: The Movie yang kini masih tayang di berbagai sinema Indonesia. Bagaimanapun rasanya, yang pasti tidak senyeleneh balapan dijalan Dago, tengah malam dengan motor bebek saja (:P)

Sebelum membahas filmnya yang berkutat pada balapan Formula 1, tentu perlu diingat kembali masa kejayaan Formula 1 di televisi Indonesia. 

Saat awal tahun 2000an lalu, terkenal satu nama yang seringkali menjuarai kejuaran balap mesin jet ini, yaitu Michael Schumacher. Sosoknya sangatlah legendaris, mirip dengan Valentino Rossi dari MotoGP, di jaman yang sama.

Michael Schumacher mencatat 91 kemenangan dan 155 kali naik podium, selama berkarir di F1.

Sang juara sebenarnya telah pensiun pada tahun 2006, namun kembali pada musim 2010 hingga 2012 lalu. Walau sebentar dan pensiun seketika akibat cedera di luar arena balap, namun Schumacher dinobatkan sebagai atlit yang membantu perkembangan tim Mercedes di beberapa musim F1 tersebut.

Nah, kembali ke film F1: The Movie ini pun diperankan oleh aktor terkenal yang kini sudah terlihat sepuh, namun tiba-tiba mulai bermain film kembali, yaitu Brad Pitt. Walau kini lebih sering berkecimpung sebagai produser film, terakhir kali Brad Pitt bermain sebagai tokoh utama adalah film Bullet Train, di tahun 2022 lalu.

Dan di film inipun, tidak hanya mengisahkan balapan epik saja ala arena mesin jet. Namun, sesi latihan para pembalap serta urusan teknis di kokpit, ditampilkan sesuai dengan arahan tim ala Formula 1.

Bahkan, dalam ceritanya, tokoh yang diperankan Brad Pitt bukanlah seorang sosok juara, namun seorang veteran balap yang dikontrak kembali oleh tim besar, demi mengembangkan kinerja mobil serta pembalap mitranya.

Oh ya, film ini meleburkan pula efek CGI dan Practical, sehingga terlihat cukup nyata dipandang mata. Apalagi, Lewis Hamilton, Fernando Alonso, dan Max Verstappen sebagai juara dunia F1, ikutserta pula dalam film ini. 

Banyak pembalap asli F1 lain pun ikut berkecimpung, yaitu Lando Norris, Esteban Ocon, Valtteri Bottas, Kevin Magnussen, Daniel Ricciardo, Alexander Albon, Charles Leclerc, Sergio Perez, George Russel, Pierre Gasly, Oscar Plastri, Zhou Guanyu, Lance Stroll, Nico Hulkenberg, Yuki Tsunoda, Liam Lawson, Logan Sargeant, dan Carlos Sainz Jr.

Naaah, tampaknya sudah cukup mengenal sedikit sudut pandang balapan F1, maka coba kita cek saja sinopsisnya. 

Sinopsis Film F1: The Movie

Sonny Hayes (Brad Pitt) adalah seorang 'wonder boy' di masa keemasaannya, yaitu tahun 90an. Sosoknya yang masih muda, dianggap memiliki bakat yang mumpuni untuk terus menjuarai balapan F1.

Sayangnya suatu insiden kecelakaan di trek balap, hampir menghancurkan seluruh karirnya. Sonny terpaksa balapan dengan kontrak hanya per sesinya, yang menjadikannya seorang pembalap nomaden tanpa dukungan tim maupun berkecimpung di kompetisi utama.

Namun, 30 tahun kemudian, sebuah tim F1 bernama APXGP, mencoba merekrut Sonny kembali ke dunia balap bergengsi besar. Tim APXGP adalah tim yang hampir gagal berkompetisi, namun memiliki bakat seorang pembalap muda bernama Joshua Pearce (Damson Idris).

Walau masih sanggup balapan dengan kecepatan tinggi, Sonny ternyata belum sanggup beradaptasi kembali dengan kompetisi sebesar ini. Dia pun merasa, bahwa saingan utamanya bukanlah pembalap dari tim lain, tetapi Joshua, yang belum menerima kehadiran Sonny, karena sudah terlalu sepuh.

Apakah kisah meraih impian lama akan berhasil? Ataukah malah menjadi drama tidak berfaedah diantara kru tim APXGP? Atau bahkan berujung malapetaka?

Jawabannya dapat dicek di berbagai sinema Indonesia.

16 Oktober 2025

Dwayne The Rock Johnson Berperan Serius di The Smashing Machine

 

Mark Kerr yang lelah terjengah (IMDB).

Setelah sekian lama dianggap tidak berbakat akting, dengan karakter yang diperankan sama setiap filmnya, akhirnya aktor terkenal Dwayne 'The Rock' Johnson memerankan karakter yang mengasah kemampuannya di film The Smashing Machine.

Film mengenai UFC MMA yang tengah tayang di sinema Indonesia ini, mengisahkan atlet UFC MMA Kelas Berat bernama Mark Kerr. Atlet bertubuh besar ini berhasil menjuarai banyak ajang bela diri campuran, diantaranya trofi UFC Heavyweight Tournament Champion dan World Vale Tudo Championship.

Saking terkenalnya, Mark Kerr bahkan sempat memerankan dirinya sendiri di sebuah film dokumenter berjudul sama, pada tahun 2002 lalu. Film The Smashing Machine tahun 2025 ini, memang reka ulang dari filmnya tahun 2002, dan lebih dramatis sehingga diperankan oleh Dwayne Johnson sebagai tokoh utamanya. 

Terlihat dari dua cuplikannya yang berbeda, film pertama justru mengisahkan tentang keseruan dan brutalnya UFC pada jaman Mark Kerr, tahun 90an hingga 2000an lalu. Banyak klip adegannya lebih menyoroti ajang gelut di ring, atau wawancara dengan berbagai pihak terkait Mark Kerr.

Berbeda dengan film The Smashing Machine pada tahun 2025 ini, justru lebih mengisahkan drama di dalam dan luar ring gelut. Banyak adegan dimana Mark Kerr berbincang hal-hal berat bersama istrinya, menyiratkan perbedaan sikap sebagai suami atau petarung UFC.

Bahkan saking dramatisnya, cuplikan tahun 2025 ini mengisahkan banyak jatuh-bangunnya Mark Kerr di luar ring. Contohnya saat Mark dan istrinya bertengkar, atau saat harus dirawat di rumah sakit. Tidak hanya drama, cuplikannya terisi pula momen saat menghadapi latihan, promotor gelut, hingga sesi konferensi pers.

Bahkan adegan nihil dimana istrinya menantang Mark Kerr, untuk naik wahana di taman hiburan pun bermaksud khusus. Mark Kerr aslinya takut akan wahana tersebut, namun istrinya menantang, bahwa hanya penampilan luar dan di ring saja, dimana Mark Kerr terlihat sangar.

Dari perbedaan cuplikannya saja, dapat terlihat bahwa film di tahun 2025 ini lebih dramatis, dan menguak berbagai kemampuan akting asli ala Dwayne Johnson.

Aktor yang telah berkecimpung lama di Hollywood ini memang cocok sebagai tokoh utama The Smashing Machine. Dengan nama alias The Rock, dirinya sempat beradu gulat lama di ajang WWE, yang menjadi awal karirnya didunia perfilman.

Bahkan banyak rumor, bahwa Dwayne Johnson akan dinominasikan penghargaan Oscar karena film ini, sebagai aktor terbaik di tahun 2026 mendatang. Apalagi lawan main sebagai istri Mark Kerr adalah Emily Blunt, yang sering meraih nominasi Oscar dan berbagai penghargaan film lain.

Tidak kurang pula, sutradara dan penulis naskah film ini adalah Benny Safdie, yang sempat memimpin produksi film Oppenheimer (2023), dan meraih berbagai penghargaan ternama.

Oh ya, film ini diproduksi oleh studio film eksentrik A24, yang memang kini sudah sering merambah berbagai genre film, walau film jurig nan horornya tetap paling unik diantara studio lainnya.