![]() |
| Sonny dan Joshua yang masih heran satu sama lainnya (IMDB). |
Bagaimana rasanya balapan dengan mesin secepat jet? Nah itulah yang dirasakan para pembalap MotoGP dan Formula 1, yang keduanya menggunakan mesin 1000 cc dan 1600 cc! Rekor tercepat mobil balap F1 pun mencapai 378 kilometer per jam!
Naaah, lagi, itulah yang coba diangkat pada film F1: The Movie yang kini masih tayang di berbagai sinema Indonesia. Bagaimanapun rasanya, yang pasti tidak senyeleneh balapan dijalan Dago, tengah malam dengan motor bebek saja (:P)
Sebelum membahas filmnya yang berkutat pada balapan Formula 1, tentu perlu diingat kembali masa kejayaan Formula 1 di televisi Indonesia.
Saat awal tahun 2000an lalu, terkenal satu nama yang seringkali menjuarai kejuaran balap mesin jet ini, yaitu Michael Schumacher. Sosoknya sangatlah legendaris, mirip dengan Valentino Rossi dari MotoGP, di jaman yang sama.
Michael Schumacher mencatat 91 kemenangan dan 155 kali naik podium, selama berkarir di F1.
Sang juara sebenarnya telah pensiun pada tahun 2006, namun kembali pada musim 2010 hingga 2012 lalu. Walau sebentar dan pensiun seketika akibat cedera di luar arena balap, namun Schumacher dinobatkan sebagai atlit yang membantu perkembangan tim Mercedes di beberapa musim F1 tersebut.
Nah, kembali ke film F1: The Movie ini pun diperankan oleh aktor terkenal yang kini sudah terlihat sepuh, namun tiba-tiba mulai bermain film kembali, yaitu Brad Pitt. Walau kini lebih sering berkecimpung sebagai produser film, terakhir kali Brad Pitt bermain sebagai tokoh utama adalah film Bullet Train, di tahun 2022 lalu.
Dan di film inipun, tidak hanya mengisahkan balapan epik saja ala arena mesin jet. Namun, sesi latihan para pembalap serta urusan teknis di kokpit, ditampilkan sesuai dengan arahan tim ala Formula 1.
Bahkan, dalam ceritanya, tokoh yang diperankan Brad Pitt bukanlah seorang sosok juara, namun seorang veteran balap yang dikontrak kembali oleh tim besar, demi mengembangkan kinerja mobil serta pembalap mitranya.
Oh ya, film ini meleburkan pula efek CGI dan Practical, sehingga terlihat cukup nyata dipandang mata. Apalagi, Lewis Hamilton, Fernando Alonso, dan Max Verstappen sebagai juara dunia F1, ikutserta pula dalam film ini.
Banyak pembalap asli F1 lain pun ikut berkecimpung, yaitu Lando Norris, Esteban Ocon, Valtteri Bottas, Kevin Magnussen, Daniel Ricciardo, Alexander Albon, Charles Leclerc, Sergio Perez, George Russel, Pierre Gasly, Oscar Plastri, Zhou Guanyu, Lance Stroll, Nico Hulkenberg, Yuki Tsunoda, Liam Lawson, Logan Sargeant, dan Carlos Sainz Jr.
Naaah, tampaknya sudah cukup mengenal sedikit sudut pandang balapan F1, maka coba kita cek saja sinopsisnya.
Sinopsis Film F1: The Movie
Sonny Hayes (Brad Pitt) adalah seorang 'wonder boy' di masa keemasaannya, yaitu tahun 90an. Sosoknya yang masih muda, dianggap memiliki bakat yang mumpuni untuk terus menjuarai balapan F1.
Sayangnya suatu insiden kecelakaan di trek balap, hampir menghancurkan seluruh karirnya. Sonny terpaksa balapan dengan kontrak hanya per sesinya, yang menjadikannya seorang pembalap nomaden tanpa dukungan tim maupun berkecimpung di kompetisi utama.
Namun, 30 tahun kemudian, sebuah tim F1 bernama APXGP, mencoba merekrut Sonny kembali ke dunia balap bergengsi besar. Tim APXGP adalah tim yang hampir gagal berkompetisi, namun memiliki bakat seorang pembalap muda bernama Joshua Pearce (Damson Idris).
Walau masih sanggup balapan dengan kecepatan tinggi, Sonny ternyata belum sanggup beradaptasi kembali dengan kompetisi sebesar ini. Dia pun merasa, bahwa saingan utamanya bukanlah pembalap dari tim lain, tetapi Joshua, yang belum menerima kehadiran Sonny, karena sudah terlalu sepuh.
Apakah kisah meraih impian lama akan berhasil? Ataukah malah menjadi drama tidak berfaedah diantara kru tim APXGP? Atau bahkan berujung malapetaka?
Jawabannya dapat dicek di berbagai sinema Indonesia.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.