![]() |
| Bisa sampai kayang melayang akibat kesurupan (TMDB). |
Okeh, saatnya kembali ke ranah jurig Asia, khususnya di film The Cursed dari Korea Selatan, yang kini sedang tayang di banyak sinema Indonesia.
Nah, karena seperti biasanya di berbagai film horor, cuplikan film The Cursed ini berisi adegan-adegan acak nan kurang nyambung, jadi kita cek saja premise-nya yaaa...
Terlihat memang, dari sedikit narasinya yang muncul, film ini mengisahkan ritual mistis aneh lainnya. Yaitu, membeli sebuah jurig, demi mendapatkan ambisi pribadi.
Sudah pernah dijelaskan di blog ini dengan berbagai nama ritualnya, namun ada satu perbandingan khusus di Indonesia, yaitu sebutan untuk istilah 'membeli jin,' atau pesugihan.
Entah apa istilahnya di Korea Selatan, namun kalau disini, ritual tersebut memang cukup terkenal. Istilahnya bahkan lebih acak lagi, yaitu kalau pengen kerjaan sukses, maka harus 'ditunggu,' 'diawasi,' dan 'dibantu,' oleh kekuatan dari dunia lain.
Saking harfiahnya, banyak paranormal sejenis dukun sakti, 'menyewakan' ilmu sakti ini kepada warga awam, namun 'butuh' ritual anehnya. Padahal, dari segi agama dan hukum negara, praktek sejenis ini sebenarnya telah dilarang.
Mungkin Sinopsis Film The Cursed: Insatiable Desires
Nah, khusus di film The Cursed ini, justru ilmu sakti 'ala jin' ini langsung berbalik. Langsung dari cuplikannya, banyak karakter dalam film ini berhasil menemukan sebuah 'pasar gelap' supernatural di malam hari.
Namun, selang beberapa lama 'menikmati hasil jeri payah jurig,' ilmu sakti tersebut malah mengejar sang 'klien.' Banyak kasus kematian aneh, terjadi di sekitar lokasi 'pasar malam' tersebut.
Konon katanya, sekali 'dibeli,' jurig tidak bisa dikembalikan alias 'direfund.' Jadi ya... sekali bayar biaya ongkir, jurig akan terus berperan sebagai 'debt collector,' hingga saatnya menyeberang ke dunia berikutnya.
Okeh, pokoknya jangan sampai isekai, dengan begitu banyaknya kenikmatan duniawi yang membuat tergiur, tidak perlu lekat 'romansa' dengan para jurig.
Oh, ya jangan lupa, tidak ada kemungkinan pasti, bahwa 'berkomunitas,' bersama jurig, akan ikut tertular pula 'kesaktiannya.'
Dan selalu ingat pula, selalu ADA yang membantu, jika memang melawan sesuatu yang tidak bisa dinalar sama sekali.
Serial The Cursed (2020) dan The Cursed: Dead Man's Prey (2021)
Oh ya, penulis akhirnya ngeuh dengan film The Cursed ini, setelah mengecek beberapa karya sebelumnya yang berjudul sama. Bahkan, cerita ini layaknya mengingatkan bagaimana kisah dunia perjurigan ala Indonesia terdahulu.
Setelah menonton beberapa episode serial The Cursed (Bangbeob) dari tahun 2020, ternyata satu karya ciamik dari Korea Selatan sana. Film ini, berkisah bagaimana ritual mistis, khususnya untuk mencari rejeki hingga santet, dijabarkan dengan modern.
Bahkan, para karakternya bukan dukun semata, melainkan klien dari perusahaan besar Informatika, yang segera masuk bursa pasar di Korea Selatan. Mereka pun cukup menggila dalam menjalankan bisnisnya, bahkan hingga perlu menyewa dukun sakti dari beberapa negara Asia Timur, seperti China dan Jepang.
Saking menggilanya, dalam serial ini mereka berurusan langsung dengan polisi setempat. Kasus yang menjerat mereka, adalah akibat ulah mereka sendiri, yang cukup serakah dalam membasmi (nyawa) setiap pegawai, media, maupun aparat, yang bertindak melawan target mereka untuk segera viral dan cuan.
Animo ini masih dilanjutkan hingga film dari serialnya, yang masih berisi karakter dan latar cerita yang sama. Namun, dengan sub-judul tambahan, yaitu Dead Man's Prey di tahun 2021. Justru filmnya di tahun 2025 (dalam artikel ini), bersub-judul Insatiable Desires adalah yang paling beda dari waralaba The Cursed ini.
Kisah Perusahaan Mistis Indonesia
Serial ini bak mengingatkan, bagaimana horornya kisah perusahaan besar di Indonesia terdahulu. Jaman tahun 80an, 90an, hingga awal 2000an, sempat ramai kabar bahwa kita sebagai pegawai biasa, harus bertindak dengan kinerja yang sesuai minat dan target perusahaan.
Jika tidak sanggup, maka bukan hanya diberhentikan, tetapi akan dilawan dengan kekuatan dari dunia lain. Ya, kisah mistis mengenai pembelian jin atau jurig, terjadi di banyak perusahaan besar Indonesia (istilahnya jin pelindung). Tidak hanya itu, istilah lainnya adalah korban perusahaan besar alias 'tumbal proyek,' yang masih ramai di ranah mistis dan maya ala internet.
Padahal, film ini dirilis di tahun 2020 loh. Namun, mirip sekali dengan Indonesia, sineas perfilman Korea Selatan memang sering membocorkan kisah Primbon-nya sendiri dengan jelas nan kentara, tidak seperti kisah dari Jepang maupun China (yang pemerhati pasti tahu kenapa).
Sudah beberapa kali penulis menonton film dari Korea Selatan yang mirip dengan film nasional, yaitu berbumbu komedi gelap nan kasar, serta bocornya para aparat korup, yang dengan senang hati digambarkan oleh para sineasnya. Bahkan, kisah jurig-nya pun makin mirip dengan gosip dari Indonesia terdahulu.
Memang ironi tersendiri, bagaimana kisah Korea Selatan, sangat mirip dengan kondisi nasional di Indonesia, baik lama maupun sekarang.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.