30 Oktober 2025

Dokumenter Horor ala Found Footage di Film Shelby Oaks

 

Entah jurig mana yang muncul di Shelby Oaks (TMDB).

Akhirnya, ada film sub-genre horor found footage yang dirilis di sinema Indonesia di bulan Oktober ini, yaitu Shelby Oaks

Sedikit Penjelasan Mengenai Found Footage

Nah, sebelum membahas sinopsis Shelby Oaks, coba dibahas dulu bagaimana found footage disajikan bagi penontonnya. Dari ranah sinematografi, justru film sejenis ini menerobos batas dasar prinsipnya, dan semakin sulit untuk direkomendasikan.

Dan, bahkan ada sub-genre lainnya yang lebih aneh lagi, yaitu mockumentary. Film sejenis ini menampilkan format film dokumenter, dengan setiap bab (chapter) ceritanya, disajikan ala berita investigasi. Namun, setiap ada perkembangan plot, pasti menyajikan 'plot twist' yang cukup mencengangkan. 

Contoh jelek dari film found footage ini, adalah kamera amatir berkualitas High Definition (HD) dengan gambar yang goyang, dialog terlalu 'biasa' sehingga terdengar kurang dramatis, lokasi yang terlalu gelap karena ingin 'realistis,' serta plot cerita yang kurang jelas fasenya (pacing).

Namun, justru seluruh 'keunikan' tersebut menjadi khasnya tersendiri, karena memang terasa seperti sebuah rekaman pribadi, dengan posisi penonton sebagai orang pertama. Bahkan, 'kesederhanaan' tersebut terasa meyakinkan, sehingga penonton lebih mudah 'terbawa' oleh ceritanya.

Sejak dimulai oleh film The Blair Witch Project di tahun 1999 lalu, puluhan film found footage telah 'ditemukan' oleh Hollywood dan banyak sineas dari seluruh dunia, khususnya dari Jepang, Korea Selatan, Perancis dan bahkan Indonesia.

Contoh dari Indonesia, para sineas nasional sering berperan di seri found footage berjudul V/H/S (2012), V/H/S/2 (2013), V/H/S: Viral (2014), V/H/S/94 (2021), V/H/S/99 (2022), V/H/S: 85 (2023), V/H/S: Beyond (2024), dan terakhir di tahun 2025 ini, V/H/S: Halloween.

Jadi, ramainya film found footage bagi sineas perfilman, layaknya para produser, penulis naskah, sutradara, aktor-aktris, kameramen, desainer suara, animator, dan editor di banyak kanal YouTube. 

Banyak kanal di portal ini, berisi khusus film horor pendek (sekitar 15 menit), namun menyajikan cerita dan visual yang cukup memukau. Bahkan, berbagai film pendek yang tersaji di YouTube, kadang dibeli karyanya, dan tercipta menjadi satu film panjang, yang bisa dirilis di bioskop atau layanan streaming daring.

Jadi, semakin mirip dengan berbagai cerita horor Indonesia, yang akhirnya diadaptasi sebagai naskah film. Satu contoh terakhirnya, adalah film Getih Ireng yang masih tayang di sinema Indonesia, yaitu adaptasi aslinya dari cerita horor di akun Threads @Jeropoint.

Okeh, tampaknya sudah terlalu panjang, jadi coba cek saja sinopsisnya. Eh, ga jadi, karena cuplikannya tidak terlalu jelas, alias 'misterius' ala film horor.

Sedikit saja, yaitu tokoh utamanya menemukan rekaman dari camcorder, yang berisi berbagai film pendek tidak jelas. Padahal, dirinya telah dinyatakan hilang dari Shelby Oaks, yaitu sebuah lokasi wahana hiburan terbengkalai.

Oh, ya, satu tips saja, karena tampaknya mengisahkan Urbex alias Urban Exploration (jelajah urban) khusus reruntuhan, yang memang sering dilakukan oleh para kreator konten, khususnya Indonesia pula.

Coba bawa sejenis senjata, khususnya yang tumpul, seperti tongkat kasti atau linggis, saat melaksanakan urbex. Bukan untuk melawan jurig, tetapi khusus bertahan diri (gelut) melawan sejenis gelandangan sangar, anjing liar rabies, atau terjebak di dalam lokasi terbengkalai tersebut.

Seluruh kemungkinan diatas mungkin terjadi, karena lokasi urbex yang terbengkalai, dan perlu dicek tingkat keamanannya. Jadi, tidak hanya membawa kamera saja, apalagi kalau memang ber-solo karir (!) Lebih bagus kalau bawa anjing penjaga sendiri. 

Jangan lupa bawa masker, karena tidak tahu zat (biologis dan kimiawi) apa yang tersisa dan terhirup oleh napas saat menjelajah. Sekaligus pula disinfektan, karena kalau tidak terhirup, mungkin tersentuh tangan.

0 comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.