![]() |
| Mike Lucock dan Donny Alamsyah yang tengah berduel (YouTube). |
Akhirnya, kisah gelut silat tradisional pun difilmkan di tahun 2025 ini, dengan judul Badik, yang kini sedang tayang di sinema Indonesia bulan Oktober ini.
Sebelumnya, film Indonesia mengenai kisah gelut silat didaptasi di Panji Tengkorak, sejak Agustus lalu. Walau menggunakan media animasi dua dimensi, namun tetap berlatar silat Indonesia bersama kelihaian para pendekarnya. Di bulan Mei lalu, film berjudul Pengepungan di Bukit Duri pun dirilis sebagai aksi gelut, yang berkutat pada atmosfer tawuran ala Indonesia.
Nah, kalau dari segi gelut silat Indonesia, tentu masih teringat mengenai film Raid (2011, 2014), yang membuka jalan agar film aksi gelut silat Indonesia kembali mendunia. Saking mendunianya, Cecep Arif Rahman dan Yayan Ruhiyan meramaikanya sebagai lawan John Wick alias Keanu Reeves, di film John Wick 4, tahun 2023 lalu.
Sekilas mengenai silat Indonesia, memang memiliki kekhasan tersendiri. Yaitu banyak gerakan silat yang fatal, dan khusus tidak hanya untuk mengenai serangan, menangkis balik, dan mengunci sendi tubuh lawan saja, namun langsung mematikan. Karena itu, banyak gerakan silat dilarang di MMA UFC.
Satu kekhasan lainnya, adalah digunakannya berbagai senjata tajam pendek khas Indonesia, seperti keris, golok, kujang, atau sejenis belati lainnya, agar setiap gelut diakhiri cepat (!)
Sama seperti kisah para pendekar yang tidak jelas arah tujuannya, contohnya para Ronin dari Jepang atau Wuxia dari China. Mereka mengelana untuk mendalami ilmu gelut, atau sekedar berduel dengan lawan yang disukainya. Animo kisah silat tersebut mungkin masih belum dijabarkan di dunia fiksi saat ini, namun suatu saat mungkin kembali lagi.
Nah, bagaimana dengan film Badik yang mengisahkan silat ala suku Bugis dari Sulawesi Selatan ini? Nama khas daerahnya adalah Mencak Sangge, yang masih beraliran silat, yaitu dengan gerakan ampuh nan mematikan.
Khasnya dari film ini adalah Badik, yaitu belati dari suku Bugis. Badik memiliki lengkungan ala senjata Khukri dari Nepal, namun berukuran lebih kecil, lebih lurus, dan lebih mirip golok mini dengan ukuran mata pisaunya lebih lebar.
Oh ya, terlihat pada cuplikannya pula, satu gerakan yang dibolehkan oleh silat adalah serangan telapak tangan menuju leher, agar lawan langsung sulit bernapas.
Donny Alamsyah, Mike Lucock, Prisia Nasution pun berperan dalam film ini dengan mendukung tokoh utamanya, yaitu Badik yang diperankan oleh Wahyudi Beksi.
Kisahnya pun mengangkat masalah sosial yang kadang terjadi di Indonesia, adalah kisah rundungan yang terjadi saat orientasi mahasiswa baru (ospek), yang berujung kematian korban.
Sinopsis Film Badik
Badik (Wahyudi Beksi) kaget akan kabar kematian adiknya, Unru (Fandy AA). Padahal, Unru baru saja berhasil masuk kuliah, dan sedang mengikuti Masa Orientasi Mahasiswa Baru di kampusnya.
Badik pun mendengar kabar, bahwa adiknya dirundung di kampus tersebut. Berita tersebut sempat viral, dengan mahasiswa yang berprotes mengenai 'Bullywood,' yang istilahnya diramaikan oleh Nur (Prisia Nasution) sebagai anggota pers mahasiswa.
Badik lalu mencoba mencari lebih banyak mengenai kabar kematian adiknya, dengan menyamar sebagai petugas kebersihan di lokasi kampus. Dengan belati Badik wasiat miliknya, dia bergerilya dan mencari para 'tersangka' rundungan.
Ternyata, kisah rundungan di kampus tidak hanya terjadi pada Unru, namun terkait dengan beberapa kematian mahasiswa lainnya, yang semakin mengacu pada target Badik.
Badik yang merasa bahwa ini bukan kasus biasa, lalu mencoba menantang pada perundung, yang berakhir gelut parah. Walau tidak berhenti disitu saja, ternyata memang para perundung adalah ahli silat, yang cukup cekatan dan sanggup melawan Badik. Para perundung pun semakin panik, karena aksi mereka selama ini bisa dilaporkan pada polisi.
Sanggupkah Badik melawan mereka semua dan mengungkap bukti perundungan Unru? Atau malah berujung petaka bagi semuanya?
Jawabannya bisa dicek saja di sinema Indonesia.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.