Tampilkan postingan dengan label Manhwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhwa. Tampilkan semua postingan

17 Februari 2026

Duo Film Kerajaan China yang Sama Epiknya: Blades of The Guardians, Three Kingdoms: Starlit Heroes

 

Topeng siapa ini? (TMDB).

Nah, ada kombinasi khusus di minggu ini, yaitu duo film dari China, yang khas ala epiknya jaman kerajaan terdahulu, berjudul Blades of The Guardians (D17) dan Three Kingdoms: Starlit Heroes (R13). Mungkin, perilisan kedua film ini untuk menyambut Tahun Baru China alias Imlek, di bulan Februari ini.

Walau keduanya memiliki referensi yang sama yaitu animasi, tetapi keduanya disajikan berbeda kali ini. Blades of The Guardians adalah film dengan aktor-aktris nyata, alias sejenis Live Action. Sementara Three Kingdoms: Starlit Heroes disajikan ala animasi, yang jelas tengah naik pamornya dari negara China sana.

Siapa pula ini anak kecil? (TMDB).

Film Blades of The Guardians

Film ini ternyata adaptasi langsung dari judul yang sama, namun berformat animasi dan dirilis serial berjumlah 15 episode, tahun 2023 lalu. Cuplikan serial animasinya tidak menjelaskan apapun, jadi langsung bahas adaptasi filmnya. Yang ternyata sama saja, cuplikannya tidak memberi tahu sama sekali plotnya (hehe). Dan sekali lagi, ternyata adegan kungfu bersenjata ala wuxian, sangat ciamik dengan koregrafi yang mantap. 

Entah apa maksud dari dua jenis adaptasi film Blades of The Guardians ini. Tampaknya memang hanya memancing saja dari segi adegan gelut mantap, biar tidak perlu berbelit-belit dengan plotnya. Ataukah ada plot besar dibaliknya? Biar penonton baru memahaminya setelah menonton hingga akhir? Entahlah... Karena sinopsis film masih berkutat pada cerita mengawal seorang kriminal berbahaya, yang langsung diadaptasi dari manhwa-nya.

Tetapi ada satu yang harus diingat, yaitu kembalinya sosok aktor kungfu terkenal dari China sana, bernama Jet Li yang berperan sebagai Chang Guiren. Aktor yang sebenarnya satu jaman dengan Jackie Chan ini, tidak begitu sering berkutat dalam perfilman China saat ini. Padahal Jackie Chan masih sering berperan, contohnya adalah tiga film yang dirilis pada tahun 2025 lalu.

Namun, kemunculan aktor yang telah berumur 62 tahun ini, tentu memberi angin segar bagi para penggemarnya. Jet Li adalah satu aktor yang sama-sama berasal dari akademi beladiri China. Berbeda dengan Jackie Chan yang berasal dari Opera Tradisional, Jet Li adalah seorang atlet Wushu saat masih muda, yang lalu berkarir sebagai seorang aktor.

Cao Cao yang mulai Epik (TMDB).

Film Three Kingdoms: Starlit Heroes

Sekarang saatnya format film yang sedang naik pamor di China sana, yaitu tersaji ala animasi 3D. Berbeda dengan film sebelumnya, Three Kingdoms: Starlit Heroes ini berlatar langsung sejarah China. Ya, tepatnya saat akhir Dinasti Han Timur, yang memulai Kisah Tiga Dinasti Kerajaan China. Bagi yang suka dengan sejarah China, pasti mengenal masa ini. Ketiga Dinasti Kerajaan seringkali bertikai dalam sebuah peperangan besar, yang semakin meramaikan epiknya sejarah China. 

Penulis cukup heran mengenai cuplikannya, karena rating filmnya ternyata R13, alias remaja bisa ikut nonton. Mungkin bagian dari kurikulum sekolah China, yang sidaj mengenalkan langsung cerita sejarahnya.  Atau karena formatnya animasi 3D, yang lebih mudah dicerna mata dan diterima oleh banyak kalangan, khususnya China dengan banyak syarat sensornya.

Di film ini, berfokus pada Jenderal Cao Cao (Tan Jianci), yang menguasai Kerajaan Utara China. Cao Cao berhasil menduduki kursi Kaisar, setelah meruntuhkan Dinasti Han yang sebelumnya berkuasa. Cao Cao berhasil meraih singgasana kerajaan, karena sebelumnya berjasa saat peperangan besar di Guandu. Nah, seluruh adegan film ini, berlatar kisah dan peran Cao Cao selama masa peperangan Guandu, hingga akhirnya berhasil menduduki tahta kerajaan. 

Jenderal Cao Cao dalam sejarah aslinya, memiliki andil dalam melindungi tahta kerajaan dari berbagai pihak keluarga dinasti yang bertikai. Selain itu, Cao Cao seringkali menang saat melancarkan kampanye merebut wilayah, dari utara hingga pusat China. Hingga akhir hayatnya, Cao Cao dikenal sebagai tokoh pionir yang memulai momen bersejarah Tiga Dinasti Kerajaan di China.  

Entah seberapa banyak referensi sejarah yang diadaptasi dalam film epik ini. Tetapi dari nama Cao Cao saja, sudah cukup memberi animo yang jelas. Istilahnya, sosok Cao Cao adalah seorang prolog, dari besar dan masifnya peperangan di jaman Tiga Dinasti Kerajaan China. Animo ini sudah terasa kolosal di jaman aslinya, hingga sekarang.

24 Oktober 2025

Anime Romansa Bernuansa Pemuda-Pemudi Korea di Your Letter

 

Lee So-ri yang sedang makan bersama (TMDB).

Korea Selatan terus berinovasi dalam menciptakan karya filmnya, dan kini semakin merambah dunia anime, dalam film berjudul Your Letter yang kini tengah tayang di sinema-sinema Indonesia.

Semenjak Webtoon ramai sebagai distributor manhwa dari Korea Selatan, memang banyak karya yang diangkat sebagai anime, film, atau serial yang canggih nan memukau. Mirip seperti budaya gim daringnya yang khas Korea Selatan sejak pertengahan 2010an lalu, kisah yang lebih fantastis bisa ditemukan di Webtoon.

Contoh terkenal dari anime adaptasi webtoon adalah Solo Leveling, yang mulai dirilis tahun 2024 dan produksinya berasal dari kombinasi Aniplex dan Crunchyroll (keduanya dari Sony). Banyak penggemar yang memuji animenya, yang ciamik dengan efek memukau.

Nah, kembali ke Your Letter, tampak pada cuplikannya berlatar dunia anime yang indah dan memukau, layaknya film anime fantastis dari Jepang seperti Kimi no Nawa (Your Name) dan Weathering with You (Tenki no Ko).

Dari serial manhwa di webtoon, Your Letter hasil karya Hyeon A Cho memang cukup pendek, dengan berisi 10 episode, namun cukup untuk mencengangkan hati para penggemar K-Drama.

Bagi cowo-ciwi yang ingin mendalami kisah romansa yang selaras hati, dan berlatar masa muda yang sedang sebermak, maka Your Letter dapat menjadi tontonan indah di masa yang mudah.

Sinopsis Film Your Letter

Lee So-ri (Lee Soo-hyun) adalah seorang gadis remaja SMA yang baru saja pindah sekolah, saat musim panas baru saja berakhir di Korea Selatan. Sayangnya, dirinya kurang dapat beradaptasi di sekolah baru, dan belum menemukan teman baru. 

Hingga suatu hari, Lee So-ri menemukan secarik amplop dibawah meja kelasnya. Amplop misterius bertuliskan rangkaian petunjuk, yang saling menunjukkan langkah berikutnya untuk menemukan amplop yang tersisa.

Setelah beberapa lama mengikuti arahan amplop, dirinya sering bertemu dengan Park Dong-soon (Kim Min-ju). Mereka berdua berkenalan, dan bekerja sama untuk mencari amplop yang memang ditujukan bagi mereka berdua.

Keduanya pun memulai petualangan baru, dimana So-ri akhirnya bisa menikmati sekolahnya, sambil bercengkrama dengan beberapa teman barunya. Siapa sebenarnya yang mengirimkan amplop tersebut?

Jawabannya dapat dicek di sinema Indonesia. 

16 Oktober 2025

Beradu Keahlian Kungfu ala Novelis China di A Writer's Oddisey 2

 

Terasa Isekai di dunia novel (TMDB).

Film dari negara China pun kembali dengan aksi kungfu fantastisnya di film A Writer's Oddisey 2, saat pertengahan bulan Oktober ini di sinema Indonesia. Kali ini, mirip dengan karya ala Korea dan Jepang, A Writer/s Oddisey pun diadaptasi dari novel laris berjudul sama. 

Agak berbeda dengan film fantasi epik ala China, justru di film ini mengambil kisah isekai ala anime dari Jepang dan Korea (lagi). Tokoh utamanya sendiri adalah seorang novelis, yang terjebak di narasi karyanya sendiri.

Dalam film pertamanya, kisahnya lebih supernatural, dengan beberapa visual latar dari dunia nyata. Guan Ning (Lei Jiayin) adalah seorang pembunuh bayaran, yang disewa oleh seorang saudagar kaya untuk membasmi seorang penulis. Menurut sang klien, novel berjudul Membunuh Dewa tersebut merusak kesehatannya.

Padahal, novel itu sendiri memiliki kemampuan sakti yang aneh. Guan Ning sempat melihat banyak keanehan saat mengejar sang novelis Kongwen (Dong Zijian). Bahkan, Guan Ning terjebak pula di dunia novel tersebut bersama penulisnya.

Guan Ning yang sebenarnya ingin mempercepat misinya selesai pun terpaksa membantu Kongwen dalam menamatkan misi di dunia novel. Padahal, saat itu anaknya, Xiao Ju Zi (Wang Shengdi) yang masih kecil, hilang entah kemana dan Guan Ning perlu mencarinya.

Sayangnya, Guan Ning dan Kongwen harus menamatkan misi untuk membasmi pemimpin jahat bernama Raja Surai Merah, yang berkuasa di dunia novel dengan zalim dan totaliter.

Nah, mengacu ke film keduanya, cerita dari film pertamanya memang belum selesai. Kali ini, mereka bertempur langsung melawan Raja Surai Merah, dengan bantuan Xiao Ju Zi yang ternyata berada di dunia fantasi yang sama dan telah sakti mandraguna pula.

Jika misi mereka gagal, maka batas dimensi antara dunia nyata dan dunia fantasi novel akan terbuka lebar.  Terbukanya batas dunia fantasi dan nyata akan menyebabkan tercampur-aduknya kedua dimensi, sehingga kerusakan masif pun dipastikan terjadi.

Misi ketiga tokoh utama pun beralih, yang asalnya adalah menyelamatkan diri dari dunia fantasi nan brutal, menjadi mengamankan dunia nyata yang dapat terinvasi oleh pasukan monster Raja Surai Merah dari dunia novel.

31 Juli 2025

Film Ramalan Kiamat ala Korea, Omniscient Reader: The Prophecy

 

Dok-ja yang merasa sudah veteran di dunia fantasi (IMDB).

Para penggemar film Korea Selatan dan Manhwa ala Webnovel, tampaknya kini lagi dimanja. Pada bulan Agustus tahun 2025 ini, dirilis pula film diadaptasi dari Webnovel terkenal, Omniscient Reader: The Propechy

Walau begitu, karena perbedaan media dan teknis produksinya, maka cerita filmnya tidak akan se-otentik novelnya. Termasuk naskah yang diangkat, dan karakter banyak tokohnya.

Bagi yang suka musik Korea Selatan, mungkin akan tertarik karena kehadiran Kim Jisoo di film ini, yang merupakan salah seorang anggota grup musik Blackpink.

Nah, untuk film Omniscient Reader ini, mengisahkan sebuah ramalan maut yang menjadi kenyataan. Seluruh tantangan yang berada dalam dunia nyata, adalah hasil referensi sebuah novel fiksi.

Dari cuplikannya, bisa dilihat banyak adegan aksi gelut, yang diantaranya melawan kawanan monster berukuran variatif. Mulai dari monster sebesar jembatan layang antar pulau, hingga monster kecil lincah di terowongan rel kereta api.

Jika dilihat dari segi kisahnya, tampaknya memang sebuah visi dan misi penulis novel yang nyeleneh. Karyanya ditujukan bukan untuk terkenal atau laku, dan malah membuat sebuah ramalan heboh, yang mungkin terjadi di dunia nyata. 

Hal konspiratif tersebut biasanya dilaksanakan oleh aparat tertentu, yang berfungsi sebagai kendali pikiran masyarakatnya. Standarnya, justru aparat dan media, bertanggungjawab sebagai penyaring informasi, agar salah persepsi dan kepanikan masal tidak terjadi di kalangan masyarakat.

Sinopsis Omniscient Reader: The Prophecy

Kisah ini diawali oleh Kim Dok-ja (Ahn Hyo-seop), seorang pegawai kantoran, yang sangat suka sekali membaca novel daring, berjudul Three Ways to Survive the Apocalypse (TWSA). Saking keranjingannya, Dok-ja bahkan sempat membacanya saat dia tengah menaiki kereta api, untuk pergi atau pulang bekerja.

Dalam novel tersebut, banyak tantangan yang perlu diselesaikan oleh tokoh utamanya, agar dapat menghindari kebinasaan manusia dari muka bumi. Walau webnovel tersebut cukup meyakinkan, namun ternyata pembacanya hanya sedikit. Dok-ja adalah pembaca terakhir dan satu-satunya novel tersebut, tepat saat rilis bab akhir dan seluruh jalan ceritanya diakhiri, alias tamat.

Namun, tepat saat novelnya berakhir, Dok-ja terkejut akan tibanya mahluk aneh di dalam gerbong kereta api. Mahluk tersebut berbentuk hologram, yang meminta misi aneh bagi seluruh penumpang. Dok-ja yang heran, hanya bisa mengingat bahwa misi tersebut mirip dengan misi pertama di novel TWSA. 

Walau kurang memahami maksud misi tersebut, namun seisi penumpang gerbong malah panik, dan saling membantai satu sama lain. Misinya adalah setiap orang yang ingin selamat, harus membunuh satu organisme apapun di sekitarnya dalam kurun waktu tertentu. 

Dok-ja yang selamat, setelahnya malah makin sulit dalam bertahan hidup. Karena misi berikutnya semakin kompleks, sementara yang bertahan hidup semakin brutal dalam menyelesaikannya.Kehadiran banyak monster, dari yang berukuran raksasa hingga kecil, tambah mempersulit perjuangan Dok-ja. 

Sanggupkah Dok-ja dengan beberapa penyintas lainnya selamat hingga akhir? Atau malah berinisiatif untuk merubah jalur cerita dan mengakhirinya dengan karya tulisan sendiri?

Jawabannya, ada di naratif interaktif ala sinema Indonesia.