Tampilkan postingan dengan label Musikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musikal. Tampilkan semua postingan

12 Januari 2026

Idola Sekolah di Film Anime Love Live! Nijigasaki High School Idol Club The Movie

 

Ayumu Uehara yang heran ada disini (TMDB).

Sekarang, saatnya beralih ke anime yang sudah cukup mumpuni vibe-nya, tetapi kurang dimengerti oleh penulis, berjudul Love Live! Nijigasaki High School Idol Club The Movie, yang akan tayang khusus di satu rangkaian sinema Indonesia. Memang, penulis kurang mengerti kisah idola Jepang nan Wibu ini, tetapi cukup mengenal animonya. Ditambah lagi, rating anime ini ternyata Semua Umur (SU).

Jika dicek sejarahnya, maka harus kembali ke awal tahun 2000an lalu, saat akademi idola Jepang ramai dengan grup bernama AKB48. Jumlahnya memang banyak, yang mencapai 48 personil dan berisi banyak idola cewek, yang berbakat dalam menyanyi dan berdansa. 

Khusus untuk grup AKB ini sendiri, melanglangbuana grup lainnya hingga hampir seluruh Jepang. Contohnya, adalah SKE48 (Nagoya), HKT48 (Fukuoka), dan NGT48 (Niigata). Bahkan, grup ini merambah hingga Indonesia, bernama JKT48. Di negara lainnya, terdapat pula TPE48 dari Taiwan, SNH48 dari China, MNL48 dari Pinay, dan BNK48 dari Thailand. 

Namun, animo seperti ini memunculkan istilah baru bagi dunia hiburan Jepang, yaitu idola cewek yang berbakat di dunia hiburan. Saking besar animonya, tercipta banyak manga atau anime, berkisah mengenai drama sepintas kehidupan, namun dengan karakter berlatar belakang sebagai idola. 

Tentu, perlu diingat pula mengenai Vocaloid yang beravatar anime, dengan Hatsune Miku yang Go International. Penerusnya kini, penyanyi ber-avatar anime yang selalu tampil langsung dibalik siluet hitam, bernama Ado, sedang ramai diobrolkan oleh banyak penggemar, khususnya dari luar Jepang.

Yang paling nyeleneh, tentu Uma Musume, yang menggabungkan cewek idola Jepang, dengan balapan kuda dalam gim-nya. Anime nya pun merambah, yang hingga saat ini telah mencapai tiga musim, dengan satu film dan dua spin-off-nya. Animo idola di Jepang, layaknya sebuah stadion sepakbola, yang setiap lokasinya diramaikan dengan kompetisi tertentu. 

Satu judul yang paling meramaikan animo ini di Jepangnya sendiri, adalah Love Live!, yang mulai rilis sejak 2010 lalu. Waralaba Love Live hingga kini telah merilis enam serial (2014, 2017, 2022, 2023, 2024), dengan variasi jumlah musim setiap serialnya. Tiga Film pun ditelurkan oleh waralaba ini, yang mengacu pada setiap serial yang berbeda.

Yang paling konsisten dalam merilis produknya, adalah sejenis video gim. Sejak tahun 2013 lalu, setiap tahunnya dirilis gim Love Live, dengan berbagai kombinasi format, genre, dan konsolnya. Waralaba Love Live! memang sukses besar, dengan pendapatan sejak tahun tahun 2014 hingga 2020, mencapai 166 Milyar Yen Jepang, atau 1,5 Milyar Dolar AS.

Okeh, segitu saja dulu. Untuk sinopsisnya di film Love Live! ini, tentu mengambil latar di Nijigasaki, yaitu sekolah yang dirilis tahun 2017 lalu. Selalu mirip dengan animo Love Live!, kisahnya tentu mengenai kompetisi idola Jepang, berlatar sekolah di sana.

29 Agustus 2025

Drama Musikal Indonesia Jaman Kolonialisme di Film Siapa Dia

Nicholas Saputra dan Gisella Anastasia yang sedang kasmaran (TMDB).

Naaaaah, sekali lagi...! Di bulan Agustus, masanya merayakan kemerdekaan, kurang sreg rasanya kalau tidak membahas film dari INDONESIA! Tentu, dengan kesan dan pesan yang lebih mengacu pada jaman koloniasme pula, dan mendukung rasa nasionalisme ala sinema.

Mengacu momen kemerdekaan, maka perlu diingat kembali, bahwa tanpa bom atom dari AS yang menimpa dua kota di Jepang, Indonesia tampaknya bukan lagi 'Indonesia' lagi (jika isekai ke multiverse lain).

Kebetulan tersebut memudahkan proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Insinyur Soekarno, tepat saat negara kita sudah sulit melawan pasukan kolonial Belanda, yang masih disusul lagi oleh Jepang.

Kembali ke film Siapa Dia yang tengah tayang, rasa berbeda tetap disajikan oleh sineas perfilman Indonesia di bulan Agustus ini. Justru film ini dirilis sebagai drama musikal, bersama Windi Mulia, Nicholas Saputra, dan sutradara legendaris Garin Nugroho.

Tidak hanya bintang kawakan, aktor dan aktris terkenal seperti Gisella Anastasia, Ariel Tatum, dan Morgan Oey pun turut berperan dalam film ini. Tentu sejumlah nama yang sangat familiar, apalagi yang sempat menonton film sejak tahun 90an lalu hingga sekarang.

Drama musikal yang tersaji di Siapa Dia pun diisi dengan latar yang masih cocok, yaitu jaman kolonalisme. Jaman tersebut memang Indonesia sudah memiliki teater modern tersendiri, menyusul teater tradisional lainnya seperti wayang, ketoprak, atau longser.

Dari cuplikan film Siapa Dia, dapat terlihat gambar bendera jepang lama, yaitu bendera matahari (nisshoki) dengan garis memancar dari bola di tengahnya. Seragam khas pasukan Jepang dan Belanda pun sempat terlihat dikenakan oleh beberapa karakternya, dengan berseringai pula.

Nah, terlihat dari cuplikannya, lebih tepatnya terdengar, banyak adegan terisi oleh beberapa lagu klasik Indonesia. Lagu seperti keroncong atau klasik vintage, dengan lirik dan nada yang sedikit diaransemen ulang, khusus untuk film ini.

Contohnya adalah lagu Bing Slamet terdahulu, berjudul Nurlela. Lagu lainnya lebih ke 70an, seperti Chrisye dengan cross-genre Rock n Roll dan Pop. Generasi 'old' pasti merasa nostagia dengan berbagai pilihan lagu di film ini.

Belum jelas apakah film ini akan mengisahkan adegan drama saja, atau berisi gelut dengan kolonialisme jaman tersebut. Memang dalam cuplikannya sempat terlihat, tetapi latar belakang karakternya bukanlah seorang birokrat, atau pun gerilyawan.

Sinopsis Film Siapa Dia

Layar (Nicholas Saputra) adalah seorang sutradara terkenal di Indonesia. Statusnya yang sudah kawakan nan legendaris, membuat dirinya bosan dalam pekerjaannya. Dia merasa kurang terinspirasi oleh karyanya, dan berujung mentok dalam menciptakannya.

Temannya pun menyarankan untuk menulis sendiri karyanya, mulai dari rancangan hingga naskah finalnya sendiri. Selama ini Layar memang hanya berkecimpung  sebagai sutradara di filmnya.

Denok (Windi Mulia) pun mengerti perasaan Layar, yang tampak jengah. Dia tahu bahwa Layar merasa terkucilkan walau terkenal, karena ketenarannya hanya mengundang sanjungan dari banyak orang yang disekitar dirinya.

Di tengah kegalauannya, Layar pun menginap di rumah lama milik buyutnya. Disana, dia menemukan sebuah buku harian dalam koper lama, lengkap dengan beberapa surat cinta milik buyutnya.

Kisah klasik yang terbawa oleh dua media tersebut merubah kesan Layar, yang tiba-tiba terinspirasi. Keluarganya memang memiliki sejarah seniman teater, sehingga mengingatkan kembali Layar, untuk menggali ulang latar belakang dirinya sendiri, sejak jaman kolonialisme.

Tampaknya naskah film Siapa Dia mereferensikan dengan jelas, bahwa masa sekarang sudah begitu maju, jika dibandingkan dengan jaman terdahulu. Namun, jika mencapai momen yang sulit, ada baiknya kita perlu rehat sejenak, dengan mengenang sejarah yang berarti khusus bagi perkembangan kita selama ini.

3 Mei 2025

Film Reka Ulang Mendadak Dangdut yang Legendaris

Mantep kayaknya joget dangdut dekat laut (IMDB).

Ingatkah anda tentang film Mendadak Dangdut yang dirilis tahun 2006 lalu? Film tersebut melejitkan nama Titi Kamal, yang ternyata sanggup menyanyikan cengkok lagu ala dangdut. Nah, pada tanggal 30 April tahun 2025 ini, dirilis kembali film Mendadak Dangdut. Uniknya, walau judulnya sama, film ini bukanlah sekuel atau prekuel, melainkan reka ulang.

Reka ulang film Mendadak Dangdut tahun 2025 ini menyajikan tokoh, latar, serta cerita yang berbeda. Dilansir dari IMDB, sutradaranya pun sineas perfilman yang terkenal, yaitu Monty Tiwa. Film ini diisi pula oleh aktris kawakan Anya Geraldine sebagai tokoh utama, bersama Aisha Nurra Datau dan Keanu AGL dalam film drama komedi ini.

Sinopsis Film Mendadak Dangdut

Naya Wardhani (Anya Geraldine) adalah seorang penyanyi pop yang tengah naik daun layaknya ulat. Namun, naiknya karir hanya membuat jengah dirinya. Emosi tersebut disebabkan oleh Thomas (Sadha Triyudha), produser musiknya yang hanya peduli pada kepentingan bisnis dan karir Naya di dunia musik. 

Berbanding terbalik dengan Thomas, Zul (Calvin Jeremy) yang berperan sebagai manajer Naya, tengah mencoba agar Naya dapat pindah label musiknya dan lepas dari kekangan Thomas.

Naya pun sebenarnya sedang mengalami kelelahan mental, akibat ayahnya yang bernama Anwar (Joshua Pandel) malah kawin lagi. Ayahnya meninggalkan Naya serta saudarinya, Lola (Aisha Nurra Datau), dan mengakibatkan situasi keluarganya semakin sulit.

Keadaan makin parah dengan konflik antara Zul dan Thomas yang semakin memanas. Akibat suatu pertikaian, Thomas membunuh Zul dan menjebak Naya sebagai pelakunya. 

Naya, Lola, dan Anwar pun terpaksa melarikan diri dari lokasi rumahnya, dan pindah ke Desa Singalaya. Di sana, keduanya harus merawat ayahnya yang sempat mereka bawa dan memang sudah pikun. Padahal, saksi kunci pembunuhan tersebut adalah Anwar, yang memang reka ingatannya sering putus-putus dan sudah tidak nyambung jika diajak mengobrol.

Sayangnya, beberapa warga desa mengenali Naya dan memaksanya kembali bernyanyi. Wawan (Keanu AGL) dan Wendhoy (Fajar Nugra) mengancam akan melaporkannya ke polisi, jika Naya tidak bernyanyi dangdut di Singalaya.

Dengan cengkok dangdut dan penampilan berbeda, Naya terpaksa tampil di depan publik desa, sambil menghindari polisi yang mungkin mengenali wajahnya. 

Mungkinkah Naya berhasil lepas dari jeratan kasus dan menghindari polisi? Atau malah keasyikan bernyanyi dangdut dan melupakan semuanya? Atau malah mendatangi polisi dan mengakui semuanya?

Jawabannya, tentu ada di goyangan mantap ala sinema Indonesia.

13 April 2025

Indonesia Menelurkan Film Animasi Jumbo yang Penuh Bintang

Jumbo yang terlalu berat untuk panjat pinang (IMDB).

Industri perfilman Indonesia akhirnya menelurkan kembali film animasi pada tahun 2025, yaitu film anak-anak berjudul JumboDilansir dari IMDB, film yang dirilis akhir Maret lalu, tepatnya tanggal 31 berisi banyak bintang Indonesia, diantaranya adalah Bunga Citra Lestari dan Ariel 'Noah' sebagai pengisi suara. 

Film animasi Jumbo diproduksi oleh Visinema Pictures sejak tahun 2020 lalu, dengan kontribusi dari 200 kreator, yang diarahkan oleh sutradara Ryan Adriandhy. Selama dua minggu penayangan awalnya, sekitar 2 juta 300 ribu penonton telah menikmatinya di berbagai bioskop Indonesia. 

Bagi yang kangen dengan lagu pop Indonesia, Bunga Citra Lestari, Quinn Salman dan Maliq & D'Essentials mengisi film ini sebagai pengisi lajur lagu resmi. Lagu yang dibawakan mereka berjudul Selalu Ada di Nadimu dan Kumpul Bocah.

Para penikmat film yang tengah mencari inspirasi, menonton film nasional ini layak untuk mengisi akhir minggu bersama keluarga tercinta. 

Sinopsis Film Animasi Jumbo

Don (Prince Poetiray) adalah nama tokoh utama di film animasi ini, yaitu seorang anak yatim piatu yang punya mimpi untuk tampil berpentas. Don ingin tampil diatas panggung, dengan menceritakan buku dongeng karangan almarhum ayah (Ariel 'Noah') dan ibunya (Bunga Citra Lestari). 

Padahal, Don adalah anak kecil gembul yang dikenal kurang berbakat dan sering dirundung. Selama ini, dia diasuh oleh neneknya yang bernama Oma (Ratna Riantiarno), dan sering merasa sedih karena tidak pernah sekali pun menang dalam lomba.

Hingga akhirnya, kesempatan tersebut tiba dengan diadakannya pentas seni di lingkungan rumahnya. Bersama kedua sahabatnya, Nurman (Yusuf Ozkan) dan Mae (Graciella Abigail), mereka berlatih untuk memeriahkan pentas tersebut. Walau banyak yang mengejek, ketiga sekawan ini tetap semangat. 

Namun, masalah tiba ketika buku dongeng miliknya dirampas oleh temannya yang suka merundung, Atta (Muhammad Adhiyat). Pada saat yang hampir sama, tiba-tiba arwah anak kecil muncul di hadapan mereka. 

Arwah tersebut bernama Meri (Quinn Salman), yang meminta bantuan kepada mereka untuk menemukan orang tua-nya yang hilang diculik. Petualangan empat sekawan ini pun dimulai, untuk mewujudkan mimpi sekaligus mencari keberadaan orang tua Meri.  

Tentu, dengan menontonnya di ajang bakat ala sinema Indonesia.