22 Januari 2026

Linda Linda Linda di Remastered Ampe 4K

 

Girlband yang tetap sumringah (TMDB).

Okeh, saatnya membahas film musikal yang berbeda dari ranah Jepang sana, berjudul Linda Linda Linda, yang tayang di sinema Indonesia dengan diperbarui sampai 4k. Sebelumnya, film ini baru saja dirilis di Indonesia, akhir tahun 2025 lalu dengan perbaruan 4k, saat ditayangkan sebagai bagian dari festival film di Yogya (JAFF), dengan rating umur R13. 

Film musikal ini memang nostalgia khusus, karena aslinya dirilis pada tahun 2005 lalu, saat banyak band berisi seluruhnya cewek, bermain musik instrumen rock. Animo ini terus berkembang hingga awal 2010an.

Awal 2000an adalah momen baru bagi kebangkitan musik, dengan banyak band indie yang bergerilya di seantero dunia. Bahkan di Jepang sana, band indie layaknya lahan bagi musisi yang tidak begitu mainstream.

Padahal, jaman tersebut belum ada internet yang cepat, sehingga kabar gigs dan sebagainya, hanya dikabarkan melalui ponsel atau di Myspace dan Friendster. Ya, kedua media sosial awal tersebut, biasanya dipakai untuk menyebarkan acara dari para band indie.

Namun, animonya terus berkembang maju, hingga akhirnya YouTube meramaikan dunia internet dengan unggahan video-nya yang mudah dan sederhana, sejak tahun 2006. Setelah YouTube dirilis, banyak band indie berbondong-bondong meramaikannya, dengan tautan menuju laman medsos mereka.

Nah, dari segi dunia musiknya sendiri, khusus di SMP hingga SMA Indonesia, semacam Pentas Seni sering diadakan setiap tahunnya. Pensi ini dilaksanakan dengan mengundang band besar atau indie terkenal, selain para anggota band dari sekolahnya sendiri.

Saking ramainya, setiap ada Pentas Seni di sekolah (khususnya di Bandung), sangat penuh dengan anak sekolah dari SMP-SMA lain. Karena mereka ingin menikmati band indie terkenal, yang cukup sulit ditemukan di luar sekolah (alias konsernya malam hari). Saking penuhnya, keadaan diluar sekolah kadang macet akibat penuhnya lokasi Pensi.

Masih teringat, saat Maia Estianty dan Mulan Jameela sebagai duo Ratu, tiba di sekolah terdahulu untuk meramaikan Pensi. Moshing Pit jaman tersebut memang beda, karena jarang ada kisruh antar genre yang berbeda.

Kembali ke film Linda Linda Linda, layaknya mengingatkan penulis saat lulus SMA terdahulu. Saat itu, guru yang memang lihai memainkan alat musik, mengisi Prom Sekolah di hotel, dengan berbagai kibasan musik Rock n Roll-nya. Moshing pun menjadi kewajiban saat momen berlangsung. Nostal-gila yang betulan indah (:D)

Dan kembali (lagi) ke film ini (hehe), memang mengisahkan sebuah Pentas Seni di akhir masa sekolah. Karya film ini sangat disukai oleh kritikus Jepang. Bahkan, sutradara Nobuhiro Yamashita sebagai pemimpin produksinya, meraih sutradara terbaik di Jepang sana, pada tahun 2006.  

Animo band dengan girlband-nya, memang semakin ramai di Jepang sana. Khusus untuk ranah tontonan, mengisi banyak animo anime di Jepang. Kisah girlband ini langsung dilanjutkan pada saat anime K-On! rilis manga-nya mulai tahun 2007, yang ditambah produksi animenya pada tahun 2009.

Contohnya berikutnya adalah Angel Beats!, yaitu novel ringan (lalu diadaptasi sebagai anime tahun 2010) yang mengisahkan tentang sesi 'reinkarnasi' di sekolah. Kisahnya yang kocak mengenai festival (matsuri) akhir di sekolah 'alam baka', berakhir cukup miris-manis (bittersweet), dan menyebabkan banyak fans terpukau. 

Animo musik ini masih dilanjutkan di banyak anime hingga sekarang. Contohnya adalah Bocchi The Rock! yang hingga kini masih viral di dunia anime seantero inet.

Okeh, saatnya kembali ke sinopsisnya saja, karena memang cukup sederhana untuk dijelaskan (hehe). Kayaknya gak perlu dibuat sub-artikelnya juga, jadi ya ditulis simpel saja lah...

Kei (Yuu Kashii) sebagai gitaris, Kyoko (Aki Maeda) sebagai drummer, dan Nozomi (Shiori Sekine) sebagai bassist, tergabung sebagai girlband di sekolahnya. Namun, menjelang festival di sekolahnya, mereka belum memiliki vokalis sama sekali. 

Hingga akhirnya mereka mengingat seorang gadis bersuara bagus, bernama Son (Bae Doona). Namun, Son adalah seorang murid pertukaran dari Korea Selatan, yang belum fasih berbahasa Jepang.

Padahal, festival akan diadakan dalam waktu tiga hari lagi. Band mereka harus segera latihan demi memainkan lagu 80an, berjudul Linda Linda dari band punk Blue Hearts.

Oh ya, bagi yang tidak sempat menontonnya di sinema, dapat menyaksikannya di siaran internet Netflix, walau masih belum berformat 4k.