27 Januari 2026

Terjebak Pulau Terpencil Ala Sam Raimi di Film Send Help

 

Linda yang berhasil menyalakan api (IMDB).

Bagi yang ingat dengan nama Sam Raimi, tentu bakal ingat seaneh apa penulis naskah sekaligus sutradara film ini. Apalagi film terbarunya di tahun 2026 ini, berjudul Send Help, yang tayang di sinema Indonesia dengan rating D17. Walau plot utamanya mengisahkan terjebak di pulau terpencil, namun bumbu horor ala Sam Raimi tentu meramaikan film ini.

Sam Raimi dan Genre Horor

Lebih baik membahas terlebih dahulu Sam Raimi, yang dikenal dengan genre horor nyelenehnya. Agak berbeda dengan kebanyakan sutradara, penulis naskah, atau produser film horor dari Hollywood, Sam Raimi memang menceritakan kisah horor yang lebih absurd, abstrak, dan ditambah anehnya adegan.

Kisah Sam Raimi yang nyeleneh diawali saat berkarya dalam film The Evil Dead, tahun 1981 lalu. Begitu tidak suka dengan hasil akhirnya, Sam Raimi lalu memulai reka ulang langsung di film keduanya, yang rilis tahun 1987. Walau tidak begitu berbeda plot serta lokasi latarnya, namun adegan yang ditampilkan justru lebih aneh dengan akting yang berlebihan, sehingga banyak penggemar yang suka. 

Keanehan cerita dan adegan pun dilanjutkan pada film ketiga Evil Dead bersub-judul Army of Darkness (1992), yang sangat kental dengan adegan campy. Mungkin Sam Raimi adalah pionir sineas perfilman Hollywood, yang berhasil pertama kalinya dalam mengombinasikan film horor dengan nyelenehnya pemuda-pemudi sana. Walau begitu, di film Night of Living Dead yang khas dari George A Romero (tahun 1968 lalu), berhasil direka ulang oleh Sam Raimi saat tahun 1990. 

Kombinasi genre horor serius, dengan karakter yang terlalu unhinged sekaligus nyentrik, menjadi khas Sam Raimi selama berkarya dalam genre ini. Bahkan, gaya sutradara miliknya ikut terserap dalam film pahlawan super Spider-Man (2002, 2004, 2007). 

Dalam trilogi ini, lebih banyak adegan yang mirip film horor. Contohnya adalah saat Green Goblin yang memiliki keperibadian ganda, atau saat Doctor Octavius yang membasmi dokter bedah, di ruangan darurat rumah sakit. Tidak hanya itu, khas Sam Raimi adalah drama dibalik setiap karakternya. Peter Parker dalam film ini tetap terpukau pada Mary Janes, padahal karakter cewek ini jelas memiliki banyak red flag, sekaligus toxic relationship.

Hingga kini, beberapa film unik yang berhasil disutradarai, ditulis naskah, atau dipimpin sebagai produsernya oleh Sam Raimi, telah meramaikan ranah horor di Hollywood. Contoh filmnya yaitu 30 Days Of Night (2007), Drag Me To Hell (2009), Poltergeist (2015), Don't Breathe (2016), Crawl (2019), dan 65 (2023).

Okeh, saatnya membahas film Send Help yang disutradarai dan ditulis naskahnya langsung oleh Sam Raimi. Walau plot utamanya adalah terjebak di pulau terpencil, namun bukannya menjadi cerita para penyintas dalam bertahan hidup, karena satu karakter malah jadi psikopat dan memburu tokoh lainnya.

Sinopsis Film Send Help

Linda Liddle (Rachel McAdams) adalah seorang pegawai kantoran yang sedang stres parah. Dirinya baru saja disepelekan langsung oleh seorang bos, selaku pemilik perusahaan tempatnya bekerja, yang bernama Bradley Preston (Dylan O'Brien). 

Dengan nada yang sinis, Bradley mengajak Linda untuk berkunjung ke situs lokasi investasi perusahaan di Bangkok, Thailand. Namun, jika Linda gagal memberi kesan baik pada Bradley, maka dirinya akan langsung dipecat.

Naas terjadi saat keduanya tengah menaiki kapal eksekutif pribadi milik Bradley. Pesawat terjebak badai hebat, sehingga jatuh dan karam di lautan. Keduanya berhasil selamat, namun terjebak di sebuah pulau kecil dan terpencil. 

Walau sudah terbiasa hidup nyaman di kota, Linda ternyata sanggup bertahan hidup dengan mencari makan, membuat hunian sementara, serta menyembuhkan luka di kaki Bradley. Namun Bradley masih penuh gengsi, berlagak ala bos, sambil menganggap Linda hanyalah bawahan. Maka, Linda berontak dan mulai bertindak brutal. Bradley yang panik, lalu melarikan diri ke tengah pulau, sementara Linda memburunya dengan senang hati.

Bagaimana akhir kisah dua insan yang masih terjebak gengsi di pulau terpencil ini? 

Jawabannya, tentu sama dengan rasanya terjebak tanpa penerangan ala sinema Indonesia.