![]() |
| Tian dan Panda (TMDB). |
Selamat datang kembali di tahun berikutnya, yaitu tahun 2026 yang meninggalkan 2025 dengan segala kegalauannya. Ya, cukup galau karena memang harus masuk sekolah dan kerja lagi setelah liburan. Lupakan semua resolusi tahun 2025 lalu, dan mulailah melangkah lagi di tahun 2026 ini.
Dan, tentunya masih ada waktu bersama keluarga atau teman terdekat untuk menikmati hiburan bersama. Apalagi, semenjak minggu kemarin dirilis beberapa film yang seluruhnya bertema tentang keluarga. Ya, memang bertema keluarga, tetapi dengan kombinasi banyak genre berbeda. Diantaranya, di ranah cerita anak, isu bencana sosial, horor, hingga komedi budaya.
Okeh, sudah saatnya membahas film pertamanya saja ya, yang berjudul Moon The Panda, yang telah tayang sejak minggu lalu di sinema Indonesia. Film ini bisa ditonton oleh Semua Umur, alias cocok untuk mengajak anak yang ingin menonton kelucuan Panda.
Panda yang Isekai
Oh ya, karena seperti biasanya, cuplikan film Moon The Panda sama sekali tidak mengisahkan plot utama filmnya. Maka, di sub-artikel ini ditulis saja keunikan dari binatangnya sendiri, yaitu sejenis beruang herbivora bernama Panda.
Hewan berwarna hitam-putih ini sejenis beruang, yang biasanya omnivora, alias pemakan segala. Namun, entah apa yang terjadi jutaan tahun lalu, sehingga Panda beradaptasi dengan hanya melahap tanaman bambu saja.
Seperti dilansir dari NatGeo Indonesia, pada sebuah fosil dari tujuh tahun lalu, terdapat jejak transisi Panda dari omnivora menjadi herbivora. Padahal hingga kini, dalam perut Panda masih memiliki banyak bakteri pemroses protein.
Bahkan, menurut Taman Safari Indonesia, Panda mampu melahap hingga 12 kilogram bambu setiap harinya. Jumlah tersebut pun cukup kurang, karena Panda bisa berbobot 160 kilogram, dan membutuhkan kalori yang lebih banyak untuk bergerak. Sementara itu, bambu hanya menghasilkan sedikit kalori.
Uniknya, karena siklus hidupnya yang agak 'malas,' sehingga Panda hanya menghabiskan 38 persen kalori setiap harinya. Mungkin itulah, mengapa Panda malah terlihat ceroboh, malas, konyol, dan lucu sekaligus.
Hewan ini memang secara adaptasi biologis, sudah dianggap anomali. Sehingga, uniknya Panda-lah yang membuat Pemerintah China mendukung sepenuhnya konservasi hewan terancam punah ini. Bahkan, di seluruh dunia terdapat usaha konservasi khusus, yang dianggap cukup berbiaya tinggi, akibat sulitnya mengembangbiakkan Panda.
Sutradara Gilles de Maistres dari Perancis
Bagi yang penasaran dengan sutradaranya, yaitu seorang sineas dari Perancis bernama Gilles de Maistres. Sutradara ini sudah berkecimpung lama dengan khas film anak, yang memadukan hewan liar didalamnya.
Contohnya adalah film tahun 2018 berjudul Mia and The White Lion, yang cukup sukses di pasar maupun kritikus. Dua film berikutnya yang tetap berisi karakter binatang, The Wolf and The Lion (2021) dan Autumn and The Black Jaguar (2024), sempat diproduksi oleh sutradara Gilles.
Tampaknya, Giles de Maistres memiliki wacana untuk mengisi kekosongan film anak, yang berisi peran karakter binatang asli, sebagai bagian dari plot utamanya.
Sinopsis Film Moon The Panda








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.