13 Januari 2026

Zombie Kembali Lagi di Film We Bury The Dead

 

Daisy Ridley yang kembali berperan tokoh utama (IMDB).

Tiba-tiba, ranah perfilman Hollywood sana sedang ramai mengadaptasi kembali film Zombie, yang kali ini berjudul We Bury The Dead, dan sedang tayang di sinema Indonesia. 

Bahkan, khusus untuk waralaba 28, film sekuelnya ternyata rilis juga di minggu ini.Tidak hanya itu di satu minggu ini saja, dirilis empat film horor, yang diantaranya ternyata mirip film zombie. Tentu, film zombie memiliki rating umur 17 tahun keatas, alias dewasa, akibat adegan daging mendaging dan darah mendarahnya.

Bagi yang sudah menonton cuplikan film We Bury The Dead, Daisy Ridley tentu menjadi fokus utamanya. Aktris dari Inggris ini sempat berperan di trilogi terakhir Star Wars, dan cukup viral dibahas di dunia maya dengan kontroversi ceritanya.

Dan, daripada membahas kisruhnya Perang Bintang, ternyata, Daisy Ridley cukup berbakat sebagai pengisi suara. Sejak awal karirnya, Daisy berkontribusi sebagai pengisi suara atau narator, khususnya di video gim atau film animasi. 

Karya khusus suaranya, adalah gim Disney Infinity 3.0 (2015), buku Audio Star Wars Force Awakens (2016), gim Star Wars Battlefront II (2017), film Peter Rabbit (2018), buku audio Star Wars The Last Jedi (2018), film Flopsy Turvy (2018), serial Star Wars Voice of Destiny (2018), gim Dawn of Art (2020), film pendek Baba Yaga dan Asteroid Hunters (2020), gim Twelve Minutes (2021), film The Inventor (2023), film Butterfly Journey (2025), dan terakhir di gim Trailblazer (2025).

Okeh, saatnya kembali ke film We Bury The Dead, yang kalau membahas zombie, tentu harus melansir tulisan saya berisi teori dan ramuan aneh, yang sengaja saya lampirkan pada artikel film Abadi Nan Jaya

Nah, daripada membahas kembali seluruh teori film zombie, kali ini lebih baik membahas animo yang dibawa ke film We Bury The Dead. Apalagi, di minggu ini ada film zombie lainnya, yang dapat dibahas referensi pula.

Ya, animo film ini berbeda dengan kebanyakan zombie, yaitu tidak mengisahkan mayat hidup layaknya target tembak saja. Atmosfer yang terlihat pada cuplikan, lebih horor layaknya dikejar monster, dengan zombie yang terlihat lebih pintar dari biasanya. Jumlahnya pun sedikit, dibanding ramainya kawanan zombie (horde). 

Ya, memang jelas bahwa zombie sudah musnah, dan film ini berlatar momen epilog dari kiamat ala zombie, akibat militer yang berhasil membasminya. Ya (lagi), di film ini militer akhirnya menang, daripada film lain yang entah pasukan keamanannya hilang begitu saja (?). Dua film zombie terakhir saat militer menang, yaitu di film 28 Years Later (2025) dan Army of The Dead (2021). 

Untuk sinopsisnya cukup pendek, karena cuplikannya memang tidak memberi banyak info plot utama. Sementara sutradara yang memimpin produksi film ini, bernama Zak Hilditch yang disukai oleh para kritikus film. Rata-rata film hasil karyanya, diberi nilai enam keatas di IMDB. 

Oh ya, bagi yang mengenal situs ini, tentu tahu bahwa banyak film memiliki nilai sekitar empat hingga lima saja. Jadi, film yang memiliki nilai enam keatas, dari genre apapun, berarti cocok ditonton dengan didukung oleh akting, cerita, dan nilai produksi yang mumpuni.

Sinopsis Film We Bury The Dead

Ava yang diperankan oleh Daisy Ridley, adalah seorang penyintas setelah wabah zombie merebak. Namun, dirinya masih penasaran, akibat tubuh suaminya yang masih hilang. Sama seperti judul filmnya, kisah film ini adalah tentang usaha Ava dalam menemukan tubuh suaminya, lalu menguburnya dengan layak.

Ava pun bergabung dengan Body Retrieval Unit dari militer, demi menemukan jasad suaminya, baik dalam keadaan zombie atau sudah terkapar. Ava terpaksa masuk zona karantina, yang membuatnya lebih terperangah. Karena mayat hidup yang masih tersisa, ternyata lebih pintar, cekatan, dan sanggup berburu manusia.

Dengan bantuan penyintas lainnya bernama Clay (Brenton Thwaites), Ava harus menjelajah seluruh puing urban, sebelum akhirnya lokasi karantina ini dibom rata oleh pasukan militer.

Dapatkah Ava menemukan kembali suaminya? Atau malah bertemu dengan kawanan zombie intelijen nan sentien yang memimpin semuanya? 

Jawabannya, tentu ada di keragaman mayat hidup ala sinema Indonesia. 

0 comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.