![]() |
| Kisah keluarga yang menunggu momongan (TMDB). |
Sudah saatnya mengalihkan perhatian ke ranah perfilman dari Taiwan, khususnya dalam genre horor. Contohnya akhir Januari ini, dirilis film berjudul Mudborn di sinema Indonesia, dengan rating yang sama seperti sebelumnya, yaitu D17. Walau sudah dirilis tahun 2025 lalu dan baru masuk Indonesia di tahun 2026, Mudborn tampaknya melanjutkan animo horor berbeda dari Taiwan sana.
Sedikit Kabar Horor dari TaiwanTaiwan memang sudah cukup jarang terdengar mengenai ranah perfilmannya lagi, khususnya di Nusantara. Namun, menjelang tahun 2020an, gaung horor mulai terdengar dari negara kepulauan di semenanjung China ini.
Awalnya (menurut penulis), adalah hasil dari film yang sudah mencapai seri ketiganya, yang berjudul The Rope Curse. Film yang dirilis tahun 2018, 2020, lalu 2023 ini, mengambil kisah yang sangat kentara budayanya.
Mengambil referensi jurig Thailand yang suka menjebak manusia dengan ikatan tali tambang, dalam film The Rope Curse memang jurignya tiba dari negara Siam. Cara melawan kutukannya pun cukup unik, yaitu sejenis opera tradisional China-Taiwan. Bahkan hingga seri keempatnya (yang belum dirilis), khas opera tradisional sebagai ritual anti jurig, masih lekat dalam waralaba film ini.
Berikutnya adalah film yang lebih mengacu pada legenda urban, dalam film The Bridge Curse (2020). Film ini mengisahkan tentang legenda jembatan di sebuah kampus, yang sering dipakai sebagai bagian jurit malam dari mahasiswa. Cukup seram dan aneh, karena banyak adegan berjumpalitan, sehingga menyajikan misteri berbeda dalam duo film ini. Bahkan jika ingin mengerti seluruh kisahnya, maka perlu menonton sekuelnya yang bersub-judul The Ritual, di tahun 2023.
Terakhir adalah contoh film Taiwan yang sangat viral di tahun 2022 lalu, berjudul Incantation. Berbeda dengan dua waralaba film sebelumnya, film Incantation ini lebih mengisahkan tentang ritual aneh di penghujung desa Taiwan. Karena lokasi terpencil desa serta ritual tradisinya yang berbeda, film ini layaknya menggunakan teknik sineas perfilman Jepang terdahulu. Ya, layaknya film Ringu (1998, 2003, 2005), kisah investigasi sejarah dan budaya tradisional di lokasi urban terpencil, sangat kentara dalam film Incantation ini.
Nah, film Incantation ini cocok sebagai perbandingan dengan film Mudborn, karena memiliki plot yang mirip. Dalam film tahun 2022 lalu, lebih mengisahkan tentang seorang ibu yang ingin anaknya tetap bertahan hidup, tanpa gangguan jurig. Kali ini di film Mudborn, justru sepasang suami istri yang ingin segera memiliki anak.
Tidak hanya kisah keluarga yang dihororkan, namun mengacu pada benda keramat serta ritual aneh lainnya, yang ditampilkan dalam kedua film ini. Di film Incantation, terdapat banyak jimat serta penggambaran dewa yang seharusnya melindungi insan sang anak. Namun di film Mudborn, justru banyak kejadian aneh yang muncul akibat patung tanah liat kecil berbentuk anak. Patung ini justru tidak seharusnya horor, karena dipercaya membawa keberuntungan di Taiwan sana.
Sinopsis Film Mudborn
Xu Chuan (Tony Yang) secara tidak sengaja membawa kutukan berat ke rumahnya. Dirinya yang tengah menunggu istrinya, Mu Hua (Cecillia Choi) untuk segera hamil, malah menyebabkan rumahnya menjadi horor. Mu Hua sebagai seorang kolektor barang antik, yang diberikan boneka tanah liat berbentuk anak oleh Xu Chuan. Dirinya malah terobsesi oleh patung tersebut, dan bahkan mulai berubah seluruh kepribadiannya, hingga terbalik 180 derajat.
Mu Hua pun semakin sakit fisiknya, namun turut sakti mandraguna, sehingga Xu Chuan menganggapnya kerasukan. Saat dicek, ternyata boneka tersebut bukan patung jimat biasa, melainkan digunakan untuk menyegel sejenis mahluk mistis berbahaya. Mu Hua semakin terlihat kesurupan, sementara Xu Chuan tidak bisa tinggal di rumah lagi. Dirinya lalu mulai mencari banyak dukun bersama teman-temannya, demi menyembuhkan Mu Hua dari godaan jurig laknat tersebut.
Dapatkah keluarga kecil ini selamat? Atau malah menyebabkan kerusuhan besar di seantero lingkungan rumah?
Jawabannya, tentu ada di ritual keluarga kecil ala sinema Indonesia.



