13 Januari 2026

Siluman Raksasa Nusantara Ala Film Penunggu Rumah Buto Ijo

 

Buto Ijo lagi ngintip (TMDB).

Okeh, sekarang film horor berikutnya, yang ternyata mencoba mengangkat cerita dongeng Timun Mas, tetapi lebih berlatar horor, dengan judul Penunggu Rumah: Buto Ijo. Tentu, dengan rating cukup dewasa, alias D17, yang akan tayang di sinema Indonesia, akhir minggu ketiga Januari ini.

Animo yang dibawakan pun cukup menarik, karena banyak menggunakan efek CGI untuk karakter Buto Ijonya. Tidak begitu ciamik ala film Hollywood, namun cukup menggambarkan karakter ngeri ini.

Yang masih ingat kisah Timun Mas, pasti paham arahan plot film Buto Ijo ini. Apalagi, sebenarnya Buto Ijo digambarkan berbeda dalam kisah wayangnya. Maka, penulis mencoba untuk menggambarkan kembali, bagaimana aslinya karakter Buto Ijo, alias Buta Hejo dari Wayang Golek daerah Sunda.

Karakter Buta Hejo Alias Buto Ijo

Buta Hejo adalah satu karakter favorit penulis dari kisah dan pagelaran Wayang Golek. Tentu, favorit utamanya adalah Trio Cepot, Udawala, dan Gareng serta sang ayah, bernama Semar. 

Karena itu, favicon serta foto profil penulis pun, diberi wajah Sisingaan yang lengkap dengan iket Sundanya, atau sejenis Barongsai. Avatar ini tidak cukup mirip dengan Leak dari Bali, tetapi lebih mirip dengan karakter Buta Hejo dari Wayang Golek. 

Memang di Sunda, Buta Hejo tidak berwarna hijau menyeluruh, namun khas utamanya adalah giginya yang besar. Jika disandingkan dengan karya Dalang Legendaris Asep Sunandar Sunarya, Buta Hejo terlihat seperti karakter wayang ala Cepot, tetapi dengan kulit lebih pucat, hijau atau merah. Lucunya, jika kalah  bertarung atau dipukul, dari dalam mulutnya keluar satu rangkaian ular yang banyak sekali (Borolo Oray) (^^).

Memang di Wayang Golek, karakter Buta Hejo tidak begitu horor alias mengerikan. Ala Cepot dan saudaranya, Buta Hejo disandingkan dalam satu cerita, dimana banyak kekonyolan terjadi. 

Bahkan menurut GoodNovel, secara simbolis Buto Ijo memang mewakili kekuatan alamiah dan kekacauan spontan (Borolo Oray!). Buto Ijo memang harus dihadapi langsung dengan cara fisik atau humor.

Dari segitu saja, memang cocok sebagai karakter yang hampir mencapai tingkatan lucu-lucuan (Gag). Tetapi simbolisnya, jika dihadapi langsung dengan cara kerja fisik atau humor, layaknya sebuah masalah yang harus dibereskan sekalian, atau disepelekan dengan cara bodor.

Buta Hejo Borolo Orok (Facebook). 

Sinopsis Film Penunggu Rumah: Buto Ijo

Srini (Celine Evangelista) adalah seorang janda yang baru saja pindah rumah baru bersama anak semata wayangnya, Tisya (Meryem Hasanah). Namun, belum lama tinggal di rumah tersebut, banyak kejadian mistis aneh menimpa mereka. 

Karena butuh bantuan mistis, maka Srini menghubungi Ali (Gandhi Fernando) serta saudarinya, Lana (Valerie Thomas). Keduanya adalah kreator konten, yang khas dan berfokus pada kisah horor.

Namun, belum lama keduanya beroperasi, kengerian mistis di rumah malah makin berbahaya. Penampakan serta paniknya Tisya, semakin meruak di seluruh area rumah.

Apakah memang Buto Ijo semengerikan itu? Atau memang kasihan dengan janda anak satu tanpa suami? Sementara itu, Buto Ijo pun kesel sama viralisasi ala para kreator konten?

Jawabannya, tentu ada di pagelaran wayang ala sinema Indonesia.

0 comments:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.