![]() |
| Rachel dan Tegas yang heran kenapa Gilang ternyata OP (TMDB). |
DAAAAAN, akhirnya bulan Oktober ini mencapai kisah film yang Full Circle alias Lengkap, dengan film komedi berjudul Si Paling Aktor yang sedang tayang di sinema-sinema Indonesia.
Nah, di film Si Paling Aktor ini, mengisahkan suatu tantangan dari pendatang baru, yang mencoba segalanya demi berkiprah di dunia industri kreatif, khususnya perfilman.
Rasanya di dunia internet jaman sekarang ini, dengan berbagai jenis streamer, vtuber, dan kreator konten, layaknya film ini bisa menjadi pelajaran tersendiri. Kadang membuat konten terlalu niat, hingga akhirnya kelepasan juga. Padahal berniat ngetren, malah bikin ngiler bablas ala se-Indonesia.
Mungkin, perlu diingat sekalian, jaman band indie Bandung, dan berbagai kota serta banyak wilayah lainnya, saat awal 2005-an hingga awal 2010an.
Jaman tersebut, band seperti Alone at Last, Boys Are Toys, Buckskin Bugle, Closehead, Efek Rumah Kaca, Inspirational Joni, Koil, Kuburan, Kungpow Chicken, Maliq D'Essentials, Netral, Panas Dalam, Rocket Rockers, Rosemary, The Changcuters, dan The Sigit, masih meramaikan ranah musik no-label Indonesia.
Bahkan saking mendunianya, setiap minggu dibuka panggung yang diramaikan oleh berbagai band indie, khususnya di seluruh sudut kota Bandung.
Walau kini tidak seramai sekarang di dunia fisik, tapi berbagai kanal YouTube, bahkan yang resmi, masih meramaikan ranah indie Indonesia dengan berbagai gimmick barunya. Banyak pula musisi lain yang merambah YouTube dengan pembawaan no-labelnya.
Yah, daripada bawa-bawa bendera fiktif, lalu bikin rusuh di jalan sambil bakar-bakar gedung DPR. Mending, berolahrasa dan berolahraga sambil moshing di tengah konser.
Okeh, kembali ke film Si Paling Aktor, yang mengisahkan seorang aktor yang terlalu niat mendalami perannya, padahal hanya berperan figuran. Walau disajikan dengan kisah komedi, mungkin perlu ditelaah, sebenarnya seorang kreator harus bertindak atau bersikap seperti apa, tentu dengan tidak mengesampingkan seluruh karyanya.
Nah tapi... memang setiap seniman yang berkontribusi dalam sebuah karya, membutuhkan gimmick-nya sendiri. Selain agar tetap eksis, tentu dengan dukungan komunitasnya, akan dinilai mampu, dan bahkan sanggup menyelesaikan tantangan di industri kreatif.
Oh, ya Romansa juga artinya petualangan loh... bukan berarti langsung mengacu pada sesuatu yang romantis.
Sinopsis Film Si Paling Aktor
Gilang Garnida (Jourdy Pranata) adalah seorang aktor yang telah berkarir lama, yaitu selama 10 tahun lamanya dikutuk menjadi aktor pecicilan, alias figuran. Gilang sulit mendapatkan peran utama maupun stabil, akibat terlalu sering berimprovisasi, hingga di-blacklist oleh banyak sutradara.
Bahkan, sang Mad Dog Yayan Ruhian sempat terpukul olehnya, karena Gilang belajar bela diri selama tiga bulan, hanya untuk beradu gelut dengan sang raja silat perfilman Indonesia ini.
Di film yang lain, Gilang bahkan belajar menembakkan senapan api, karena dirinya memerankan seorang tukang bubur teroris, yang karakternya langsung mati meledak di awal film.
Kenalan produsernya, Ramli (Indra Birowo) bahkan menyebut Gilang sebagai sok tahu, yang tidak mau menuruti arahan sutradara film.
Suatu saat, lawan mainnya yang bernama Kevin Sumitro (Kenny Austin) diculik oleh Koh Chen (Verdi Solaiman), padahal niatnya ingin menculik Gilang. Saking sayangnya, jika Kevin berhasil ditemukan, akan ada imbalan Satu Milyar!
Bersama sang cemceman hati yang sebenarnya lebih menyukai Kevin, Rachel Hesington (Beby Tsabina) dan sutradara Tegas Julius (Kevin Julio), yang cukup linglung karena aktornya hilang, mereka bertiga lalu mencoba mencari Kevin.
Tentu berniat mendapatkan imbalan Satu Milyar, menyelamatkan karir Gilang, mendapatkan hati Rachel, serta melanjutkan kembali produksi filmnya Tegas, Gilang yang telah sakti mandraguna akibat improvisasi yang terlalu mengena, mencoba membuktikan seluruh kemampuannya yang ada.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.