![]() |
| Pesawat Event Horizon yang melambung entah kemana (TMDB). |
Monsterisasi kali ini, membahas film yang menurut penulis paling berhasil dan sesuai dengan tema horor di antariksa, berjudul Event Horizon dari tahun 1997 lalu.
Bagi yang sudah menonton, tentu tahu bahwa film ini terdapat dua aktor terkenal tahun 90an, yaitu Laurence Fishburn dan Sam Neill. Kedua aktor mengisi peran yang saling bertolak belakang.
Laurence Fishburn yang memerankan Kapten Miller, ingin semua krunya selamat, dan segera menyelesaikan misi penyelamatan Event Horizon. Sementara Weir yang diperankan oleh Sam Neill adalah pencipta pesawat horor ini, yang dengan ambisius melaksanakan segala cara, demi mengamankan proyek antariksanya.Banyak adegan filmnya menciptakan kengerian yang sangat menyayat hati. Adegan mengerikan yang muncul, adalah puncak cerita dari banyak masalah teknis dalam pesawat sebagai misi antariksa. Sehingga atmosfer horor tetap terjaga hingga akhir film, daripada hebohnya teori dalam banyak film antariksa lainnya.
Film ini sebenarnya banyak berisi adegan mendarah-darah dan mendaging-daging, tetapi tidak ditampilkan terus-terusan alias menjadi shock value saja. Jadi perlu diingat saja, bagi yang kurang suka gore dalam film horornya. Tidak ada jumpscare dalam film ini, karena setiap adegan ngerinya sudah disiapkan terlebih dahulu (dengan lambat) bagi penontonnya.
Jadi, memang film antarika yang mengalir setiap adegannya, dengan kisah yang terus diperbarui horornya.
![]() |
| Kru Lewis dan Clark yang tercengang data Event Horizon (TMDB). |
Misi Penyelamatan Pesawat Event Horizon
Pertama-tama, tentu perlu mengingat seaneh apa awal film ini. Kisahnya adalah misi penyelamatan pesawat antariksa bernama Event Horizon, yang telah hilang selama tujuh tahun lamanya. Sementara Lewis and Clark adalah pesawat berisi para kru penyelamat, dengan dua karakter utamanya adalah Kapten Miller dan Weir yang sebelumnya sempat disebutkan.
Misi pesawat Event Horizon saat terbang ke ujung tata surya, sebenarnya berhasil selama beberapa minggu awal. Namun, tiba-tiba hilang kontak dan tidak ada kabar mengenai kepastian jiwa para krunya pada tahun 2040.
Tujuan asli Event Horizon bukan hanya tata surya ini, melainkan mencapai Proxima Centauri, sebagai tata surya terdekat dari Matahari. Kabar mengenai Event Horizon yang berada di atmosfer Neptunus, akhirnya tiba di Bumi melalui sambungan radio pada tahun 2047.
Berikutnya adalah teori yang dijelaskan saat awal film oleh Weir, mengenai mesin inovatif bernama Gravity Drive dalam pesawat Event Horizon. Gravity Drive adalah alat yang sanggup membuka Dimensional Gateway, yang menyatukan titik awal dan akhir perjalanan dalam satu jalur saja. Sehingga perjalanan antariksa (harfiah) dapat instan, dengan mengesampingkan konsep ruang dan waktu.
Nah dari informasi segitu, penulis yang sempat membaca teori antariksa, dapat memahami referensinya. Konsep film ini mirip teknik membuka Wormhole, yaitu teori hipotesa yang dikembangkan oleh Ludwig Flamm, dan terkombinasi dengan teori relativitas oleh Albert Einstein bersama Nathan Rosen.
Intinya, jalur wormhole dapat mempercepat perjalanan antariksa, bahkan melebihi kecepatan cahaya (Faster Than Light/FTL).
![]() |
| Gravity Drive atau Dyson Sphere? (TMDB). |
Simbolisme Kontradiktif ala Horornya Event Horizon
Nah konsep FTL ini sebenarnya cukup kontroversial, karena melebihi kecepatan cahaya berarti melawan hukum fisika dan relativitas sekaligus. FTL menjadi konsep yang mustahil, karena dasarnya menembus batasan ruang dan waktu.
Kontradiksi lainnya yang sangat kentara dalam film Even Horizon, adalah bentuk dari mesin Gravity Drive-nya. Justru bentuk mesin ini adalah kombinasi banyak cincin yang terus bergerak, serta materi bulat di tengahnya, sehingga lebih mirip konsep Dyson Sphere dari Olaf Stapledon dan Freeman Dyson.
Alat ini ditujukan untuk menyerap banyak energi dari pusatnya, yaitu bintang yang tentunya berbentuk bulat. Sementara kombinasi cincin pada bagian luarnya, terus bergerak demi mengatur gravitasi dan magnetik dari bintang tersebut.
Struktur yang seharusnya raksasa ini, sempat ditampilkan dan dikecilkan dalam film fiksi lain, contohnya pada Spider-Man 2 dari tahun 2004. Kabar lainnya adalah berita yang fantastis, mengenai ilmuwan China yang membuat purwarupa Fusion Reactor, mirip dengan Doctor Octopus di film Spider-Man. Walau begitu, layaknya banyak kabar dari China, keabhasannya tentu perlu dipertanyakan.
Kembali ke Event Horizon, seharusnya fungsi lain dari Gravity Drive adalah sumber tenaga pesawat. Pesawat ini telah mengapung tanpa henti selama tujuh tahun di antariksa, tanpa mengisi kebutuhan bahan bakarnya sama sekali. Konsep Dyson Sphere sebagai sumber energi yang masif, semakin kentara dalam film ini, walau tidak terkonfirmasi dalam adegan maupun dialognya.
Ngerinya Gravity Drive dalam film ini, justru visualnya bertolak belakang dengan konsep Dyson Sphere. Daripada terlihat seperti bintang bercahaya, justru pusatnya berwarna hitam legam yang kelam. Ketika seluruh cincinya terhenti pada satu sisi, materi intinya berubah menjadi cairan berwarna hitam, layaknya sebuah portal.
Nah dari teori antariksa, materi hitam ini bisa diartikan (simbolis) sebagai Dark Matter atau Black Hole. Materi dan tubuh antariksa ini, memiliki karakter yang sama, yaitu menyerap semua cahaya akibat gravitasinya yang sangat tinggi. Bahkan dalam teori antariksa lain, Black Hole sanggup melahap sebuah bintang.
Jadi dalam film ini, Gravity Drive memang membelokkan semua teori, konsep, dan hipotesa mengenai fisika dan antariksa.
Teknik yang cocok sebagai film horor, dengan membalikkan semua keadaan nyata, dengan kontradiksi yang ngeri dari penggambaran dimensi lainnya. Selain berhasil mengungkap kengerian dari misi antariksa, sisa durasi film pun berlanjut dengan ngerinya sebuah pesawat berhantu, mirip film horor lainnya.
![]() |
| Lorong menuju dimensi lain (TMDB). |
Simbolisme Kontroversial Ala Event Horizon
Semenjak pertengahan durasi film, adegan pun dialihkan dari teori antariksa dan masalah teknis pesawat, menjadi ngeri luar binasa. Puncaknya adalah saat video rekaman pesawat yang tertampil (sedikit) pada layar, saat para kru Lewis and Clark sedang mengecek dan mentransfer data penerbangan Event Horizon.
Rekaman ini berisi para kru asli event Horizon, yang saling membasmi satu sama lainnya tanpa ampun. Tidak akan dijelaskan adegannya, tetapi satu petunjuk saja, yaitu mendarah-darah dan mendaging-daging tanpa pandang kulit atau organ.
Rekaman ngeri ini, terjadi beberapa saat setelah mesin Gravity Drive dioperasikan demi FTL. Misteri hilangnya para kru pun terungkap, dengan informasi yang belum terbuka mengenai area perjalanan Event Horizon selama tujuh tahun.
Dari situ, dapat ditelaah simbolnya dengan lebih luar binasa (lagi). Mesin Gravity Drive yang dapat membelokkan konsep ruang dan waktu, adalah penyebab utama rusaknya mental para kru Event Horizon. Seakan mesin ini adalah batasan akhir imajinasi dan teknologi manusia, yang tentunya melawan hukum alam itu sendiri.
Lebih parah lagi, manusia sebagai mahluk biologis yang terikat ruang dan waktu, ternyata tidak sanggup menghadapinya. Manusia sebagai organisme dengan banyak reaksi biologis, kimiawi, dan energi dalam fisiknya, ternyata menerobos masuk dalam satu momen anomali akibat FTL.
Mentalnya pun terjebak akibat kengerian ini, dan menyebabkan trauma psikis yang mendalam bagi setiap keperibadian manusianya. Yang terjadi adalah, manusia baru saja menemukan neraka di dunia yang (masih) fana, dan melangsungkan aspek emosionalnya dengan brutal di dunia fisik.
Kisah ini disimbolkan pula dengan keadaan psikologis para kru Lewis and Clark. Masing-masing anggotanya, mengalami mimpi buruk, halusinasi pendengaran dan visual, hingga gangguan fisik yang nyata. Keadaan seluruh misi penyelamatan pun, semakin diluar nalar.
Jadi, 'liberate me ex inferis'
Wassalam.
![]() |
| Kapten Miller yang sudah mesem (TMDB). |









