![]() |
| Odysseus dan Kuda Troya kebanggannya (TMDB). |
Kali ini ada film yang sungguh aneh, berjudul The Odyssey dari sutradara mahir Christopher Nolan. Dari trailernya saja, sudah menunjukkan kisah mitologi Yunani Kuno yang tercampur dengan kisah sejarah nyata, yaitu Perang Troya terdahulu.
Film Epik berating D17 (17 Tahun Keatas) ini berisi pula banyak aktor-aktris terkenal, layaknya Gotta Catch Em All ala sutradara Nolan. Para punggawa yang muncul pun bukan sembarangan, yang diantaranya adalah Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattison, Lupita Nyongo, Charlize Theron, Zendaya, Jon Bernthal, John Leguizamo, Ellen Page, dan masih banyak lagi.
Bagi yang mengenal nama Christopher Nolan, tentu tahu bahwa sutradara yang satu ini sering memproduksi film yang sulit dimengerti. Contoh filmnya adalah Inception (2010), Interstellar (2014), dan Tenet (2020). Entah latar dunianya dibuat semacam apa, tapi ketiga film adalah contoh anehnya logika fantastis ala Nolan.
Memang sutradara nyentrik yang seringkali bermaksud heboh dengan teori yang sama fantastisnya. Contohnya dalam Inception, seluruh kisah berada di sebuah ruang mimpi. Aksi gelutnya memang edan, tetapi kisahnya susah ternalar.
Berikutnya adalah Interstellar, mengenai misi antariksa yang bersudut pandang Dimensi Keempat, dan entah apa maksudnya. Lalu ada Tenet, yang berkisah misi perjalanan waktu dan linimasa yang bisa disetel ulang. Tenet tentu mirip film Time Travel lainnya, yang teori dan jalan ceritanya selalu maksa.
Padahal awal terkenalnya Nolan adalah saat memimpin produksi trilogi The Dark Knight (2005, 2008, 2012), yaitu film Batman paling realistis. Baru-baru ini, Nolan bahkan sempat memproduksi film yang meraih banyak penghargaan, yaitu kisah pencipta bom nuklir dengan judul Oppenheimer (2023).
Memang sutradara nyentrik yang sanggup mem-visualisasikan kisah absurd nan abstract, yang kadang naskahnya ditulis sendiri oleh Nolan. Kali ini justru paling unik, karena Nolan akhirnya memproduksi film yang sepenuhnya berlatar fantasi.
Walau kisah perang Troya bisa dicek melalui sejarah aslinya, namun Nolan tetap 'gatal' dan mengisi latarnya dengan mitologi Yunani Kuno. Contohnya adalah beberapa monster yang muncul dalam cuplikannya, seperti Cyclops dan Colossus, serta Dewa-Dewi yang bersinggah dalam diri Odysseus layaknya Maelstorm.
Bagaimana Nolan mengombinasikan mitologi dalam satu film bergenre fantasi dan sejarah sekaligus, tentunya perlu dicek karena film Nolan selalu sulit untuk ditolak animonya. Apalagi mengingat jejak rekam Nolan dalam trilogi Dark Knight, yang sanggup membuat kisah pahlawan super paling realistis.
Mungkin sisi realistis hanya terdapat pada Perang Troya-nya, yaitu saat kota Troy yang dipimpin oleh Hector, melawan seantero Yunani yang dipimpin oleh Achilles dan Odysseus. Awal konfliknya adalah akibat seorang putri bernama Helen, yang diculik oleh pangeran dari Troya bernama Paris.
Kisruh ini menyebabkan perang di Troya selama sepuluh tahun, dan berakhir dengan kisah unik mengenai Kuda Troya. Patung kuda sebagai hadiah dan simbol kekalahan perang dari pasukan Yunani, malah menjadi trik perang yang ciamik. Di dalamnya terdapat puluhan pasukan elit Yunani, yang keluar saat kota memasuki malam dan berhasil merebutnya tanpa perlawanan berarti.
Tentu kisah dalam film The Odyssey ini berbeda, yaitu saat perang telah berakhir. Jenderal Odysseus tengah melaksanakan perjalanan pulang ke Yunani melalui laut. Odysseus yang sudah lelah, ditunjukkan mengalami banyak masalah mistis dari Dewa-Dewi Yunani, serta mahluk mitos yang muncul menganggu.
Sinopsis Film The Odyssey memang tidak perlu dijabarkan, karena memang segitu saja. Seakan Nolan yang sudah terbiasa membuat penonton bingung dengan cerita dalam karyanya, tidak membuka banyak adegan demi menambah bingung pula (haha).





