Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Spesies Asing Invasif dari Horornya Film The Thing Tahun 1982 dan 2011

Penyintas yang kelimpungan (TMDB).

Untuk kombinasi monterisasi kali ini, akan membahas banyak film mengenai horor di antariksa. Tema khas ini dibahas dalam beberapa artikel, yang berasal dari genre (utamanya) horor, berlatar di antariksa. Ada satu artikel mengenai parodi teori luar angkasa, tetapi menjadi artikel penutup dari kombo monsterisasi ini.

Untuk artikel pertama, akan dibahas film body-horror yang sangat terkenal, berjudul The Thing. Film ini hasil karya John Carpenter dan diadaptasi dari novel John W. Campbell Jr., yang berjudul Who Goes There? (1938).

Film pertamanya dirilis pada tahun 1982, dan kedua di tahun 2011. Walau terpaut 29 tahun, ternyata film yang kedua bukanlah reka ulang. Melainkan prekuel cerita yang kesinambungannya akan dijelaskan dalam artikel ini. Bahkan filmnya di tahun 2011, mengungkap satu informasi terbaru dari waralaba horor ini.

SAI dalam The Thing 1982

Bagi yang belum menonton, akan terdengar aneh mengenai perspektif antariksa dalam film The Thing. Karena cuplikannya terlihat seperti horor monster saja. Namun informasi dari dua film, memang menggambarkan horor dari antariksa.

Walau begitu, penulis tidak membahas film ini dari segi antariksa. Hanya sedikit petunjuk mengenai kehadiran mahluk ini dan asalnya. Justru penulis membahasnya dengan mengacu ke sains, yaitu mengenai Spesies Asing Invasif. 

Istilah yang disingkat SAI ini berasal dari ilmu Biologi, yaitu mahluk yang berasal dari ekosistem lain, dan beresiko merusak siklus organisme di lingkungan barunya. Penggambaran horor dari The Thing, cocok sebagai referensi SAI yang sering ditanggulangi para ilmuwan secara langsung.

Anjing ekspedisi yang ditemukan selamat (TMDB).

Kembali ke filmnya, perlu ditelaah dari adegan dan plot utama yang ditampilkan. Awalnya, karakter MacReady (Kurt Russel) yang berlatar pilot helikopter, sedang berada di Antartika. MacReady dan banyak anggota tim telah hilang kontak dengan tim ekspedisi dari Norwegia di markas lainnya.

Ternyata setelah tiba markas Norwegia, seluruh jejak manusia telah hilang, dan hanya menyisakan anjing ekspedisi yang sebelumnya tiba di markas AS. Sementara kelanjutannya, terjadi banyak hal mengerikan bagi anjing berjenis Husky ini, dan bahkan seluruh manusianya.

Satu-persatu anggota tim terinfeksi virus berbahaya, yang tidak hanya merusak organ, tetapi merubah pula struktur organik tubuh yang dihinggapinya. Virus ini mereka ulang sel dalam tubuh organisme, dan mengakibatkan manusia tersebut dicuri kesadarannya. Tujuannya hanyalah menjadi parasit, dan menginfeksi tubuh lainnya demi bertahan hidup.

Film ini mirip sekali dengan penggambaran dalam film klasik Body Snatchers (1956), saat animo filmnya menggambarkan paranoia dari alien. Untuk jaman sekarang, tentu mengacu pada referensi terkenal di dunia horor. Mitos bernama Dopplegangger atau Skinwalker, adalah sejenis mahluk pencuri tubuh manusia. Kadang tubuhnya dilahap, atau didiami sebagai keperibadian baru.

Kisah ini layaknya gim daring lucu tapi brutal yang sempat viral, yaitu Among Us. Kisah di film inipun mirip, dengan ketegangan diantara penyintas dan impostor-nya. Ya, Among Us memang mengambil referensi langsung dari film The Thing ini.

Body-horor, yaitu sub-genre film dengan ngerinya mendarah-darah dan mendaging-daging (gore), sangat kentara dalam film ini. Tidak akan dibahas, karena mengacu pada plot twist dan klimaks ceritanya. Berarti film ini, semakin mengacu pada SAI, yang memang berperilaku sebagai parasit.

Kembali ke istilah sainsnya, berarti virus ini belum teridentifikasi sama sekali. Sejenis organisme, baik itu bakteri sebagai mikro-organisme atau virus sebagai anomali, dan belum terklasifikasikan, maka ditulis oleh ilmuwan sebagai alien atau mahluk asing. Sebelum proses penelitian dan sesi klasifikasinya selesai, maka mahluk ini terus dikategorikan sebagai alien saja.

Jadi, film The Thing dari tahun 1982 memang menggambarkan secara simbolis, yaitu mahluk yang belum teridentifikasi sama sekali oleh sains, dan berperilaku merusak ala SAI dalam ekosistemnya. Termasuk diantaranya adalah bakteri atau virus yang berbahaya dan merusak tubuh manusia.

Penyintas yang mulai berubah fisiknya (TMDB).

Petunjuk Alien dari Film The Thing 2011

Justru di film The Thing di tahun 2011, adalah film yang kentara dengan referensi alien dari antariksa. Dalam film ini, akhirnya muncul penggambaran lengkap sosok pesawat antariksa, yang sudah lama ditinggalkan dan terjebak es Antartika. Karena film ini adalah prekuel, maka mengukuhkan kehadiran virus berbahaya di film sebelumnya, adalah mahluk yang sama sekali bukan berasal dari Bumi.

Memang terdengar fantastis dengan munculnya pesawat antariksa asing, yang biasa disebut sebagai UFO (Unidentified Flying Object). Namun, masih bisa ditelaah dari segi sainsnya. 

Karena lokasinya berada di Kutub Selatan (Antartika) yang sepenuhnya tertutup es, kajian sains tentu mengacu pada perubahan iklim, dan mencairnya es kutub akibat pemanasan global.

Untuk itu, perlu kembali pada beberapa adegan dalam film di tahun 2011 ini. Walau plot utama serta jalinan ceritanya mirip, ternyata memiliki sudut pandang orisinal, yang berbeda dengan versi tahun 1982. 

Plot awalnya tentu mengenai ekspedisi Antartika, beranggotakan ilmuwan dari segala latar keilmuannya. Namun pada satu adegan, anggota tim menemukan bahwa lokasi markas ekspedisi dekat dengan jatuhnya pesawat UFO. Entah berapa lama pesawat sudah berada di Antartika, sehingga dianggap telah 100 ribu tahun lamanya berada dalam es abadi.

Teori tersebut bisa dijelaskan dengan kajian sains, mengenai umur es di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Namun, karena pesawat ditemukan setelah kehebohan alien didalamnya, sehingga penelitian umur es tidak dilaksanakan. Jadi, tepatnya momen pesawat alien tiba di Bumi, sama sekali tidak diungkap dalam film ini.

Entah anomali aneh apa di markas ekspedisi Antartika (TMDB).

Sementara ada penggambaran simbolis lain dari awal filmnya. Adalah suatu anomali aneh, yang ditemukan sebelum seluruh horor dimulai. Yaitu saat para anggota tim yang masih lengkap, menemukan sebongkah es berbentuk bathtub, alias panjang melebar. Lokasinya pun cukup aneh, yaitu berada di luar lokasi pesawat UFO.

Adegan ini sebenarnya homage pula pada film pertamanya di tahun 1982. Yaitu, saat adegan yang sama ditampilkan pada awal film, saat anggota timnya pun masih selamat dan lengkap. Seakan menggambarkan simbolis, bahwa mencairnya kotak es ini adalah alasan virus (dan mahluk alien) yang terjebak, akhirnya bisa merebak ke seluruh markas dan membasmi banyak ilmuwan.

Mengenai merebaknya virus di lokasi Kutub, sempat dijelaskan pula dalam kajian sains mengenai perubahan iklim. Pemanasan global yang menyebabkan es kutub mencair, tidak hanya beresiko meninggikan permukaan air laut. 

Satu resiko paling berbahaya lainnya, adalah merebaknya virus dan bakteri yang terjebak di Kutub, yang selama ini beku atau habitatnya terisolasi. Mikro-organisme ini pun dapat menyebar dengan mudah ke seluruh benua, akibat siklus hujan yang berasal dari samudera, setelah es mencair jadi air laut.

Memang pembaruan (simbolis) yang kentara dalam film tahun 2011 ini. Walau lebih fantastis dengan menampilkan lokasi dan bentuk pesawat UFO, namun perubahan iklim ikut diadaptasi pula. Memang sekitar tahun 2010an, kajian perubahan iklim dari ilmuwan serta interpretasinya melalui media, sedang ramai dibahas.

Anjing yang memulai semuanya (TMDB).

Epilog yang Menghubungkan Kedua Film

Nah dalam film ini, memang berisi aktris cantik bernama Mary Elizabeth Winstead, yang kala itu sedang naik pamornya. Berperan sebagai Kate Lloyd dalam film The Thing di tahun 2011, karakter ini adalah tokoh utama dalam film ini. 

Banyak aksi serta kecermatan Lloyd selama filmnya, yang berhasil menyelamatkan nyawa anggota tim dan dirinya sendiri dari ancaman virus. Penggambaran karakter Lloyd, memang mirip dengan MacReady dari film tahun 1982.

Akhir film tahun 2011 tentu tidak akan dibahas, karena memberi banyak spoiler pada kisah filmnya. Pada sub-artikel sebelumnya pun, lebih banyak menganalisa adegan dari perspektif sains.

Karena itu, sinkronnya film pertama dan kedua, cukup dari epilognya saja. Seekor anjing melarikan diri dari lokasi markas ekspedisi, dan tidak berhasil dibasmi oleh regu penyelamat. Dalam adegannya, seorang regu penyelamat dengan senapan, tidak berhasil menembak tepat anjing ini. Husky ini pun berlari kencang, ke antah berantah di Antartika.

Ternyata anjing ini masih terhubung dengan film di tahun 1982. Anjing ini adalah satu-satunya mahluk hidup, yang berhasil tiba di markas AS, bersama MacReady dan banyak anggota tim lain. Jadi, virus yang sebelumnya merusak banyak anggota tim di film 2011, ternyata selamat dan terbawa oleh anjing ini.

Begitu anjing ini ditemukan, maka horor mengerikan di film tahun 1982, dimulai dengan drastis. Petunjuk dari anjing ini pun, mengukuhkan bahwa film The Thing dari tahun 2011, adalah prekuel dari filmnya di tahun 1982 lalu. 

Ya, memang epilog yang minim, karena terjadi tepat sebelum film berakhir, dengan plot utama dari kedua film yang sudah sangat mirip. Dan sekali lagi, linimasa antara film pertama dan kedua, ternyata terjadi pada momen yang sama.

Okeh, Ciao.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece