Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


The Death of Robin Hood, Akhir Kisah Pemanah Jitu dari Inggris Raya

Panah ini, belum terlempar dari busurnya (TMDB).

Film berikutnya pun, melanjutkan animo pahlawan yang salah kaprah. Walau tidak se-super sebelumnya, namun pahlawan yang satu ini bernama Robin Hood, yang terkenal sebagai cerita rakyat dari Inggris Raya.

Animo Robin Hood yang berbeda

Kisah Robin Hood seringkali direka ulang dalam prosa, buku, hingga perfilman. Kini filmnya dirilis oleh studio A24 dengan judul The Death of Robin Hood, saat awal bulan Juli mendatang. Sesuai judulnya, kisahnya di sinema adalah akhir perjalanan hidup Robin Hood. Rating umurnya pun cukup tinggi, alias D21. 

Sebagai studio yang terkenal unik dari Hollywood, A24 pun merekrut aktor yang kini sudah cukup tua. Hugh Jackman dari Australia yang terkenal sebagai Wolverine, adalah aktor yang memerankan Robin Hood. Film ini berisi pula Bill Skarsgard, yang terkenal dengan aksinya dalam film membabi buta, ala Boy Kills World dan The Crow  dari tahun 2024 lalu.

Dengan latar kisah dan aktor seperti ini, tampaknya A24 mengembalikan animo film dari tahun 2010an lalu. Dengan mengadaptasi kembali cerita rakyat atau dongeng, perfilman Hollywood jaman tersebut merubah kesan cerita menjadi ngeri kembali, seperti asalnya dari kisah Grimdark Tales. 

Kisah Grimdark, layaknya Primbon Nusantara, menguak kengerian akibat dari kenakalan dan kecerobohan yang terjadi, khususnya dari anak kecil dan remaja. Contoh film terkenalnya adalah film Alice in Wonderland (2010), dan Snow White and the Huntsman (2012). Keduanya menggambarkan kembali adaptasi cerita aslinya, yang memang suram dan kadang epik, serta tidak lucu dan ringan seperti adaptasi film sebelumnya. 

Kisah asli Robin Hood 

Menurut karya aslinya yang berjudul Robin Hood and the Monk (1450an), justru karakter ini sangatlah edgy dan emosional. Jalur kekerasan adalah pilihannya, dengan sering bertengkar dengan karakter lain, hingga memulai petualangan sebagai bandit. 

Justru karena latarnya bandit, maka yang dirampok adalah bangsawan atau rumah orang kaya pada jaman tersebut. Jadi cukup realistis, dilihat dari target ala kriminal pada jaman tersebut. Pada kisah lain, biasanya target para bandit adalah karavan pedagang, yang tidak memiliki pengalawan ketat sehingga mudah dirampok.

Sementara pada banyak kisah Robin Hood setelahnya, contohnya pada manuskrip Annales of England di 1592 sebagai akhir abad 16, figur baru Robin Hood sebagai perampok orang kaya dan dermawan warga miskin, mulai ditemukan. Pahlawan dengan latar sebagai penjahat bernama Robin Hood pun, akhirnya mulai ramai pada prosa dan drama jaman tersebut.

Namun setelahnya, banyak ahli literasi sastra yang berdebat mengenai maksud asli kisah Robin Hood. Para ahli menyatakan bahwa kisahnya tidak menggambarkan pergerakan warga melawan tirani bangsawan, baik itu dari segi politik maupun sosial. Karya literasinya pun dianggap sebagai sastra rakyat saja, yang memang agresif terhadap aturan feudalisme jaman pertengahan.

Sinopsis Death of Robin Hood

Dengan kisah awalnya yang agak rancu, namun tetap menyajikan karakter Robin Hood yang berlatar perampok, maka film dari A24 ini kembali mengakar ke literasi (dengan kejam).

Pada awal cuplikannya saja, Robin (Hugh Jackman) yang telah tua dengan rambut panjang penuh uban, berselirih bahwa kisah Robin Hood yang terkenal adalah bohong semata. Dirinya sebagai Robin Hood adalah penjahat yang kejam, dan sanggup membasmi siapa pun dalam duel berpedang atau panahan. 

Kini Robin yang tinggal terisolir di sebuah pulau terpencil, sedang mendiami masa tuanya. Walau dirinya sudah lelah hidup dalam lingkaran setan, namun seorang suster Brigid (Jodie Comer) tetap menyembuhkan luka tubuhnya. Menurut Brigid, semua orang yang tiba di pulau ini perlu menemukan jalannya kembali.

Naas memang, kriminal yang satu ini tetap berada dalam lingkaran kejahatan. Dengan tibanya pendatang yang membuat keonaran, pedang serta busur panahnya siap untuk kembali berdarah. Aksinya kali ini adalah untuk melindungi Little Margaret (Faith Delaney) semata, layaknya kisah Robin Hood yang sudah melegenda.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Arsip Blog

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece