![]() |
| Clark yang bingung sama kuning (TMDB). |
Sekarang ada film yang kembali isekai, yaitu horor dari arsip internet lama, yang sempat viral dan diadaptasi oleh Hollywood (di tahun 2026). Judulnya Backrooms, dan sesuai kuningnya (?) memiliki rating umur D17 alias 17 Tahun Keatas. Kenapa umur ratingnya tinggi? Karena berwacana aneh dari dunia Inet sana, mungkin.
Sebelum membahas film ini, perlu mengingat pula Exit 8 yang dirilis dan dibahas dalam blog ini pada September 2025 lalu. Dalam artikelnya, sedikit membahas Backrooms, walau lebih mengacu pada budaya karena filmnya berasal dari Jepang.
Dan (sekali lagi) sebelum membahas Backrooms, sebenarnya film horor yang bertema endless loop alias siklus tanpa akhir, sudah sering diadaptasi sebagai film, khususnya pada genre horor.
Namun, mayoritas film genre horor beretema endless loop, baru menggambarkan plot utamanya sebagai siklus yang terus berulang, saat plot twist diungkap, atau tepat sebelum akhir film. Jadi, penulis tidak akan membahas (satu pun) judulnya sama sekali (hehe).
Untuk film endless loop lainnya yang bergenre bukan horor, memang bukan plot twist alias langsung dimulai sejak awal film. Contoh paling kentaranya, yaitu Backrooms dan Exit 8 ini. Adapula film loop terkenal lainnya, adalah Boss Level (2020) atau Edge of Tomorrow (2014).
Asal Muasal Backrooms
Backrooms sebenarnya hanya koleksi beberapa gambar acak (ruang kuning) dari internet, yang ramai berseliweran sejak tahun 2010an. Tepatnya, saat Inet mudah dijangkau oleh semua pengguna ponsel pintar dan komputer. Namun dilansir dari Internet Archive, kisah ini berubah drastis menjadi fenomena internet di tahun 2019.
Awalnya, forum Inet mengerikan (dari ranah sosial, digital, internet, mistis, toxic) bernama 4Chan, membahas gambar ini secara heboh namun mendalam. Forum ini memang lahan untuk penulis yang agak gila, dengan semua jenis topiknya (tanpa sensor). Bagi yang memakai X dan merasa belum puas, maka coba masuk ke ranah 4Chan (dan jangan ajak saya).
Daripada membahas 4Chan, lebih baik mengacu pada forum yang lebih berfaedah (selain Reddit yang aslinya dilarang di Indonesia). Mirip dengan ramainya Secure, Contain, Protect (SCP) saat akhir dekade lalu, dengan kontennya yang merambah YouTube, Backrooms justru menarik perhatian dari situs CreepyPasta.
Cerita mengerikan dari internet sudah ramai sejak tahun 2007an, yang koleksinya bercabang antara jenis CreepyPasta, atau SCP. Keduanya berkecimpung dengan cerita horor sejak awal 2000an (dan awalnya masih dari 4Chan), yang semakin dikukuhkan dengan istilah tersebut.
Backrooms pun menarik banyak pemerhati Inet, dengan segala jenis latar penulis dan pembacanya. Bahkan banyak konten video (dari animator), yang membahas Backrooms serta segala kengeriannya. Layakya SCP, segala anomali serta khas aneh labirin kuning mulai dikumpulkan, sehingga menjadi aturan tertentu. Layaknya waralaba besar, para penulis menjaga identitas Backrooms dengan ketat, walau tidak ada hak cipta sama sekali.
Okeh kembali ke Backrooms, maka perlu kembali pula (ala time-loop) ke tahun 2024 lalu. Tahun yang berbeda ini, ternyata berhasil mengungkap asal muasal foto ruang kuning tersebut. Dengan kecermatan para pihak yang berkontribusi pada Internet Archive, layaknya Wikipedia dahulu (sebelum sering dilarang atau dituntut), akhirnya berhasil mengungkap misteri ini.
Foto ruang kuning tersebut berasal dari data situs tahun 2002 hingga 2003, di lokasi kota bernama Oskosh, negara bagian Wiscounsin, AS. Fotonya adalah ruangan toko bernama Rohner's Home Furnishing, yang sedang direnovasi ulang menjadi toko HobbyTown.
Sineas dan Sinopsis Film Backrooms
Jadi, setelah lebih parah dan banyak diinterpretasi ulang oleh banyak penulis dari Inet, Backrooms pun terbuka identitas aslinya. Namun, kiprahnya di dunia sinema baru saja dimulai. Dan bukan siapa-siapa, melain studio horor nyeleneh A24, yang memproduksinya.
Bagi yang tahu, tentu A24 adalah studio yang khas dengan segala jenis horornya, yang kadang sangat sulit dimengerti oleh penontonnya (termasuk saya). Kali ini dengan dana sebesar 10 Juta Dolar AS saja, film ini pun berhasil diproduksi. Dan lebih edannya lagi, dalam beberapa hari penayangan domestiknya di AS, berhasil meraup rekor keuntungan hingga 212 Juta Dolar AS!
Lebih edan lagi, sutradaranya yang bernama Kane Parsons, baru saja debut dalam film ini! Umurnya saja baru 20 tahun, dan Backrooms adalah satu-satunya film dari ranah hasil karya sinematografinya!
Ya, memang ranah menggila dari Inet, yang (memang seharusnya) diadaptasi oleh studio horor unik bernama A24, dan meraih pendapatan yang heboh nan meriah dari penggemar film di AS sana. Sekali lagi, sungguh paradoks yang membuat nyali merinding, dengan liarnya imajinasi.
Okeh, cukup yapping mengenai faedah internet dan sebagainya. Karena isi trailer alias cuplikannya memang (seperti biasanya) tidak membuka plot apapun. Jadi, silahkan berimajinasi liar di sinema Indonesia nanti. Dan coba cek pula, berapa banyak anomali (asal CreepyPasta) yang muncul di film ini.
Oh ya, tokoh utamanya memang terkenal, karena diperankan oleh Chiwetel Ojiofor. Aktor kulit hitam ini, sering dikenal dengan berbagai film sains fiksi dan pahlawan super, contohnya adalah 2012 (2009), The Martian (2015), Doctor Strange (2016), Multiverse of Madness (2022), dan Venom: Last Dance (2024).
Walau begitu, Ojiofor sebenarnya mulai dikenal sejak memerankan karakter utama dalam film perbudakan, yang meraih banyak penghargaan. Judulnya adalah 12 Years A Slave, dari tahun 2013 lalu.





