Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Maksud Ado dan Hatsune Miku sebagai Idola dari Dunia Virtual

Ado sang Gadis Gothik (Vocaloid).

Setelah sekian banyak artikel monsterisasi yang fokus pada dunia digital, dengan banyak skenario masalah di masa mendatang, akhirnya penulis perlu membahas hal yang cukup damai. 

Ya, daripada membahas (lagi) kisah mengerikan tentang AI, Robotik, VR, SJW, dan acuan penting digital mengenai ruang lingkupnya, maka perlu dikenal dari sudut pandang lainnya, yaitu dunia hiburan. Kenapa? Karena blog ini memang berisi dunia seni hiburan, khususnya film dan banyak kisah berbudaya (populer) lainnya.

Dari segi ini, sebenarnya sempat kisruh dengan urusan Hak Cipta dan (HAKI) (Kekayaan Intelektual) akibat AI, namun tidak dibahas karena masuk ranah hukum yang rumit dan bukan sudut pandang penulis.

Maka, penulis akan membahas secercah harapan dari ranah lainnya, khususnya dunia idola virtual ala vtuber, dengan fokus artis bernama Ado. Satunya lagi adalah tokoh virtual (alias vtuber) paling berpengaruh, yaitu Hatsune Miku dari Vocaloid, yang akan dibahas dengan sudut pandang Ado. 

Kedua idola adalah acuan yang sangat kuat, untuk mengingatkan jaman internet dengan banyaknya streamer, vtuber, dan kreator saat ini. Yaitu, mengenai jalur kesinambungan yang jelas antara fans dan idolanya. 

Oh ya, khusus untuk Hatsune Miku dan Vocaloid, sempat dibahas dalam filmnya berjudul Colorful Stage! The Movie: A Miku Who Can't Sing. Bagi yang perlu mengecek sejarah Hatsune Miku, dapat dicek dalam artikelnya saja.

Hatsune Miku v6 (Vocaloid).

Kisah Ado yang Terinspirasi oleh Idola Virtual bernama Hatsune Miku

Sub-artikel ini mengacu ke seorang penyanyi terkenal bernama Ado, yang kini tengah ramai dibincangkan di ranah digital, dunia nyata Jepang, dan dunia musik internasional. Penyanyi ini seperti gabungan Vtuber dan Idol ala Jepang, namun dengan bumbu horor ala Gadis Gothik (GeGe). Karena lagu dan kemampuan vokalnya yang kuat, sehingga layak disebut sebagai Diva baru dari Jepang. 

Nah, Ado mengidolakan Hatsune Miku sejak remaja, lalu memberi inspirasi karir sebagai penyanyi di Jepang. Telah debut sejak tahun 2020 lalu, kini di tahun 2026, Ado baru berumur 23 tahun! Sebelum dia debut, Ado adalah bagian dari Utaite, yaitu semacam e-girl yang suka meng-cover lagu.

Tentunya cukup mengerti bahwa kisah ini, berarti cerita saat seorang penyanyi yang kuat meraih mimpinya berkat bantuan idola virtual, dan berhasil meraih status sebagai penyanyi Diva di Jepang. 

Ado sempat menyatakan, bahwa masa remajanya sering diisi dengan menonton Hatsune Miku pada konsol DS-nya. Dari situ, Ado yang mengalami gejolak remaja, justru merasa penuh harapan setiap kali menonton avatar Hatsune Miku. 

Tepatnya tahun 2017 saat masih berumur 14 tahun, Ado mulai sering bernyanyi dan meng-cover banyak lagu dari vocaloid, yang diunggah di Inet. Karena suara vokal yang kuat, maka Ado didekati oleh seorang produser dari Vocaloid. 

Dengan lagu hasil karya produser Syudou dari Vocaloid, Ado debut pada tahun 2020 dengan single pertamanya, berjudul Useewa. Lagu ini langsung melejit sebagai 100 Lagu Terbaik Jepang pada tahun yang sama.

Pada tahun 2022 saat film One Piece: Red dirilis, Ado pun merebut perhatian fans internasional. Sebagai anime terkenal dari Jepang, One Piece memang menjadi tumpuan besar bagi Ado. 

Tidak hanya satu, tetapi tujuh lagu latar dinyanyikan Ado khusus untuk perilisan film ini. Terdapat satu lagu lagi, yaitu berjudul Bink's Sake sebagai satu lagu khas One Piece, yang di-cover oleh Ado dalam kanal YouTube-nya. 

Khusus untuk lagu yang disukai penulis dari kolaborasi Ado dan One Piece, justru yang lebih melankolis. Judulnya adalah The World's Continuation dan Where the Wind Blows. Keduanya mengacu pada simbol besar perjuangan kru Topi Jerami, yang cukup nyambung dengan kehidupan para fansnya di dunia nyata.

Nah, dengan mengacu pada lagu, penulis akan membahas kisah mengenai lirik khusus, yang cocok dengan penggambaran dan kesimpulan artikel ini. Setelah beberapa kali, penulis akhirnya percaya diri untuk membahas simbol dari lagu, mirip oprekan lama di blog sebelumnya.

Hatsune Miku dan Ado yang dekat tapi terasa jauh (YouTube).

Lagu Duet Ado dan Hatsune Miku sebagai Idola Virtual

Judul lagunya adalah Sakura Biyori and Time Machine, yang merupakan duet antara Ado dan Hatsune Miku. Kedua idola bahkan sempat konser bersama dengan menyanyikan lagu ini di depan banyak penggemar, saat tahun 2024 lalu.

Tentu sebelum membahas maksudnya, perlu disematkan beberapa bait lirik lagu Sakura Biyori and Time Machine. Lirik yang dipilih adalah bait pertama hingga chorus-nya, yang dilansir dari Genius.

As spring time comes around again this year
It's like hearing a nostalgic voice
All unforgettable, adorned on the sky of memories
Sakura petals dance

Under the sky of sakura blooming weather
Where the two walks, leaves a blank space
Just a few centimeters away
How is it that it feels so far

Flower buds fall off when I touch them unintentionally
As I realized it could break so easily
I got scared of taking the littlest steps
Even though you werе smiling

Word more fit to say than "good bye"
Got stuck in my chest, and I rеalized for the first time
I was in love

Ah, as the sakura blooms in color, as words are exchanged
The view we were seeing must become
The memories of someday, they say

Nah, bait awal menunjukkan kedekatan dan rasa antara Miku dan Ado, saat festival musim semi di Jepang. Festival yang erat hubungannya dengan momen mekarnya pohon sakura, mencerminkan keduanya yang sedang kasmaran. 

Oh ya, romansa disini bukanlah cinta, melainkan kedekatan batin antar keduanya. Rasanya, ya seperti gadis dan gadis lain, atau antara fans dan idolanya.

Dalam beberapa bait berikutnya, menunjukkan perbedaan dan jarak keduanya. Justru karena sangat dekat namun terasa jauh, Miku dan Ado justru segan dan kurang mau berceloteh terlalu banyak. Seakan jarak diantara keduanya memang jauh, padahal berada di lokasi dan momen yang sama. 

Ado dan Hatsune Miku yang masih menunggu (YouTube).

Paradoks Antara Hatsune Miku, Ado, dan Fans

Bait lirik seterusnya (yang tidak dilansir disini) hanya menunjukkan kangen, dan paradoks yang berbeda dengan momen pada lagu ini. Apalagi rasa nostalgia dengan penggambaran Mesin Waktu, menunjukkan paradoks yang aneh.

Mengapa aneh? Karena memang keduanya berada di ranah virtual, dan memiliki jarak tertentu. Hubungan antara Hatsune Miku sebagai idola virtual, Ado sebagai vtuber, dan kita sebagai pendengarnya memang sejauh itu. 

Sementara Miku berada di Meta (digital), Ado adalah vtuber yang belum pernah face reveal sama sekali. Bahkan pada klip terakhir dari Ado berjudul Vivarium, wajah yang muncul pun masih belum jelas alias nge-blur. Maksudnya, Miku dan Ado memang berada di ranah yang tidak bisa langsung muncul.

Bahkan sosok pengisi suara asli Hatsune Miku, yaitu Saki Fujita pun berlatar seorang seiyuu alias voice over. Setiap kali Miku muncul dalam klip atau konser, Fujita berarti sedang mendalami karakternya dan tidak akan muncul sama sekali.

Nah, bagaimana dengan kita sebagai pendengarnya? Justru disitulah uniknya dari lagu Sakura Biyori and Time Machine ini. Lagu ini adalah fan-service bagi para penggemar Ado dan Hatsune Miku, karena menggambarkan hubungan antara idola dan penggemarnya. 

Bahkan untuk para vtuber dan utaite, lagu ini menjadi harapan khusus. Ado adalah contoh, saat seorang fans yang berhasil duet dengan idolanya sendiri. Memang lagu ini menjadi paradoks virtual meta ala Miku, Ado, dan Utaite dari Vocaloid. 

Memang dunia virtual yang unik, dan menggambarkan simbol yang lebih luas lagi, bagi dunia hiburan digital. Jika dilihat secara luas, maka penggambaran ini sudah sering diberikan oleh banyak aktor, aktris, dan artis selama budaya populer masih berlangsung. 

Fan-service untuk para penggemar, adalah khas yang sering diberikan idola, saat mereka menelurkan karyanya. Jarak memang selalu ada, tetapi karya adalah media yang mendekatkan fans dan idolanya.

Untuk saya sendiri, justru mengacu lebih instrinsik. Karena itu, saya sering memberi istilah pada diri sendiri dalam artikel Blog Sedia Saja, dengan sebutan penulis saja. Memang terlalu sederhana, tetapi mencerminkan posisi yang jelas, antara pembaca dengan saya selaku penulis.

Okeh, Ciao. 

Bagikan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Logo Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Rekomendasi

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece