![]() |
| Keluarga yang lengkap (TMDB). |
Kompilasi dalam artikel ini, adalah kisah mengenai warga lanjut usia (lansia) dalam keluarga. Judulnya adalah Jangan Buang Ibu (R13) yang tayang di sinema minggu ini, lalu dilanjutkan dengan kombinasi film Dua Nafas (SU) dan Cinta Lama Babak Kedua (R13) yang tayang awal Juli mendatang.
Ketiga film mengangkat kisah anggota keluarga, yang telah mencapai usia tua. Berbeda dengan budaya Barat, dan masih mirip dengan budaya Asia, warga lansia lebih diutamakan diasuh oleh keluarganya sendiri. Kurang dimengerti oleh warga Nusantara, bahwa lansia perlu diasuh di panti jompo.
Jangan Buang Ibu
Film pertama adalah Jangan Buang Ibu yang membahas seorang ibu tunggal, dan berhasil menyekolahkan ketiga anaknya hingga pendidikan tinggi. Filmnya diadaptasi dari novel berjudul sama, karya novelis bernama Wahyu Derapriyangga.
Ibu bernama Ristiana ini diperankan oleh Nirina Zubir, yang mengasuh tiga anak setelah suaminya hilang dan meninggalkan hutang. Selama durasi cuplikan dan filmnya, sudut pandang memang dimulai sejak Ristiana masih muda dan bekerja sendiri, hingga akhirnya tua dan sulit bergerak.
Seperti film sebelumnya, tampaknya film ini mengadaptasi pula hak perempuan di jaman sekarang. Namun, dramanya justru lebih kentara saat anak-anaknya sudah dewasa. Yaitu saat Tama (Refal Hady), Dewi (Amanda Manopo), dan Tria (Saputra Kori) yang mulai mandiri dalam hidupnya. Ketiganya masih dekat dengan Ristiana, namun terjadi plot twist dalam hidupnya.
Yaitu sosok ayah yang selama ini hilang, malah kembali dan menghantui mereka. Mereka pun merasa terpojok, karena mengurusi ibu mereka tentu bukan masalah, tetapi kehadiran ayah justru merusak suasana. Ristiana yang masih ingat dengan mantan suaminya pun, malah membelanya karena sudah lansia.
![]() |
| Anto dan Maryam yang santai (TMDB). |
Dua Nafas
Film ini adalah kerjasama studio dan sineas perfilman Nusantara, dengan Korea Selatan. Penulis naskah Dua Nafas pun bernama Jo Hyeon Suk, yang memang berasal dari semenanjung Korea.
Kisahnya mengadaptasi isu sosial yang marak terjadi di Asia Timur, khususnya di China daripada Indonesia. Ya, Dua Nafas ini mendalami masalah dinamika anak yang dititipkan pada kakek-neneknya, sementara orangtuanya harus bekerja terpisah dari keluarga utama.
Entah bagaimana film ini menggambarkannya, atau mendalami masalahnya. Karena kisah ini memang sudah terjadi di Nusantara, tetapi tidak begitu kentara. Masih menjadi pedoman dasar bagi warga dan keluarga Indonesia, bahwa satu keluarga (utama) harus tinggal bersama.
Jika ada keadaan rantau pun, biasanya yang bekerja hanya suami saja, sementara ibu dan keluarga kakek-nenek tinggal di rumah. Jadi, dinamika hubungan keluarga pun, masih terasa lengkap.
Dari cuplikannya, berfokus pada anak kecil bernama Anto (Auzan Noh Karapesina). Walau tinggal di desa yang jauh dari keramaian, Anto menikmati tinggal bersama Maryam (Aty Cancer). Keadaan lingkungan yang asri dan banyak penjelajahan, menyebabkan Anto tidak kangen walau jauh dari orangtuanya.
Anto pun mengejar pendidikan dan berhasil menjadi dokter yang mapan. Teringat dengan neneknya di desa, Anto lalu berinisiatif untuk datang berkunjung. Namun karena tidak ada kabar selama bertahun-tahun lamanya, menyebabkan Anto harus berjibaku dengan drama keluarga.
![]() |
| Kisah yang merepotkan mertua saja (TMDB). |
Cinta Lama Babak Kedua
Terakhir adalah film yang mengacu drama dan komedi, dengan latar dua keluarga besar. Filmnya memang berisi banyak karakter sekaligus, dengan dinamika ala keluarga besar Nusantara.
Kisahnya pun cukup ringan, yaitu saat Ambar (Sintya Mariska) dan Raka (Khiva Iskak) yang merencanakan menikah. Namun saat kedua keluarga besar calon mertua berkumpul, ternyata terdapat plot twist yang mencengangkan.
Akung Abi (Slamet Rahardjo) sebagai ayah Raka, dan Nin Sita (Widyawati Sophiaan) sebagai ibunda Ambar, ternyata mantan kekasih di jaman 1970an lalu. Keduanya lalu merasa CLBK, alias Cinta Lama Bersemi Kembali, atau istilahnya dalam film ini, Cinta Lama Babak Kedua.
Walau keduanya telah lama terpisah dan membina keluarga sendiri, justru teringat kasmaran saat masa mudanya. Kisah yang seharusnya menyatukan dua mertua, malah jadi drama yang absurd diantara calon mempelai ini.







