![]() |
| Jurig Nak Tinn yang semakin dendam setiap serinya (TMDB). |
Okeh, saatnya FOMO dengan horor, walau judulnya bukan dari Nusantara, yaitu Pee Nak 5 (D17) dari Thailand, dan Phi Phong: The Blood Demon (D17) dari Vietnam, yang tayang minggu depan di sinema Indonesia. Khusus dari Nusantara, terdapat film Petaka Gunung Welirang (R13), yang rilis awal Juli mendatang.
Ketiga film memang berlatar di pegunungan, yang selalu memiliki petuah keramat, khususnya di Asia Tenggara. Seperti sudah sering diutarakan dalam blog ini, kisah horor berasal banyak dari pegunungan. Lokasi hutan rimba serta primbon yang melingkupi gunung, adalah asal muasal ngerinya gunung yang aselinya indah.
Pee Nak 5
Pertama ada film yang diproduksi oleh Raja Jurig Thailand, berjudul Pee Nak 5 yang terkombinasi dengan genre komedi.
Entah artinya apa, tetapi judulnya saja sudah mengingatkan komedi horor lama yang cukup terkenal, yaitu Pee Mak dari tahun 2013 lalu. Bahkan latar karakternya pun mirip, yaitu saat sekawanan teman yang perlu menghalau jurig pengganggu.
Waralaba ini memang telah dimulai sejak tahun 2019 lalu, dan dirilis sekuelnya pada 2020, 2022, 2024, dan terakhir di 2026 ini. Padahal jurig yang sama terus muncul, yaitu hantu penuh dendam ala Nak Tinn.
Film komedi ini layaknya penyegar dari Thailand sana, yang sudah lebih dahulu terobsesi mistis hingga menjadi jurig Asia Tenggara. Awalnya pun menyebalkan, saat ketiga sekawan perlu belajar ilmu paranormal, demi menghalau kutukan yang entah datang darimana.
![]() |
| Jurig dari Vietnam akhirnya tiba (TMDB). |
Phi Phong: The Blood Demon
Kali ini adalah film dari negara yang jarang masuk ke sinema Indonesia, yaitu Vietnam dengan judulnya Phi Phong. Film ini mirip dengan kisah Pee Nak, tetapi lebih serius dan tidak ada unsur komedinya sama sekali.
Mirip latarnya karena memang berlatar di pegunungan, namun karakternya masih belajar untuk menjadi dukun. Ya, memang mirip dengan awal waralaba Pee Nak, namun aksi gelut yang jelas dan tanpa unsur lucu, menyebabkan atmosfer horor yang lebih kentara.
Tokoh utamanya adalah Con (Kieu Minh Tuan) dan Duong (Minh Anh), yaitu dua anak muda yang masih 'magang' sebagai dukun. Keduanya terpaksa menjalankan aksi sebagai dukun, karena ibu sekaligus guru paranormalnya, terkena kutukan dari jurig Phi Phong.
Tidak hanya berjibaku dengan dunia supernatural, keduanya perlu beraksi gelut, demi menghalau warga yang satu-persatu kesurupan. Ya, memang kombinasi genre yang lebih jelas dari film Phi Phong ini.
![]() |
| Ketiga sekawan yang mungkin selamat (TMDB). |
Petaka Gunung Welirang
Indonesia tentunya, tidak ingin kehilangan momen jurig di awal Juli mendatang. Dengan judul Petaka Gunung Welirang, kelima sekawan terpaksa (lagi) berurusan dengan jurig di keramatnya gunung.
Kelima karakter adalah Satria (Antonio Blanco Jr), Naya (Alika Jantinia), Arya (Giulio Parengkuan), Noval (Razan Zu), dan Tita (Janan Safa). Kelimanya sedang mendaki (lagi) di Gunung Welirang, yang ternyata menguak kehadiran dunia lain dan segala aturan mistisnya.
Bahkan dunia lainnya dalam film ini, ternyata sangat harfiah. Dimulai saat kabut tebal yang membuat tersesat, hingga kompas yang tidak menentukan arah, lalu malam yang tidak kunjung tiba, adalah sesi terjebak dalam dunia mistis.
Bahkan dalam cuplikannya, terdapat sesi saat regu penyelamat, tidak dapat melihat kehadiran mereka yang telah dinyatakan hilang, sementara ketiga pendaki berteriak meminta tolong.
Kisah bulan Suro dari penanggalan Jawa, lalu suara musik gamelan Jawa, serta seorang veteran berkarakter ibu yang sempat kehilangan anaknya, menjadi trope yang khas dari film horor tentang pendakian gunung ini.
Memang media yang tepat, bahwa indahnya pegunungan Indonesia untuk didaki, masih menyimpan banyak misteri bagi warganya. Memang kepercayaan yang khas di Asia Timur, khususnya dari Asia Tenggara.







