Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Duo Karya Jeropoint dalam Film Cek Khodam dan Sihir Tanah Kubur

Jurig yang berkurang ngerinya (TMDB).

Terakhir dari kumpulan artikel kompilasi minggu ini, adalah film yang ditelurkan oleh Jeropoint. Thread dari penulis yang viral ini, sedang naik daun di ranah perfilman Indonesia. Bahkan beberapa karyanya, ditulis atau disutradarai sendiri olehnya.

Dalam artikel ini akan dibahas dua film dari Jeropoint yang dirilis tepat satu bulan mendatang, berjudul Cek Khodam di pertengahan Juli. Lalu ada film Sihir Tanah Kubur, yang dirilis tepat satu minggu setelahnya. 

Sesuai dengan khas Jeropoint, tentu rating umurnya cukup tinggi, yaitu D17 alias 17 tahun keatas. Penulis yang satu ini, memang seringkali memasukkan adegan gore yang mendarah-darah dan mendaging-daging, sehingga naik rating umurnya.

Kiprah Jeropoint di Perfilman Nusantara

Jeropoint memulai rilis hasil karyanya sebagai film di Indonesia, sejak tahun 2023 lalu. Namun baru di tahun 2025, dimana empat karyanya dirilis berturut-turut.

Diawali dengan Pembantaian Dukun Santet, Jeropoint pun berhasil menelurkan karya di film Dia Bukan Ibu, lalu Getih Ireng bersama Titi Kamal, dan Dusun Mayit. Keempat film terlihat memiliki biaya produksi tinggi, dengan atmosfer dan efek spesial yang mumpuni.

Sempat menjadi sutradara dalam film Jalan Pulang tahun 2025, beberapa film saat tahun 2026 lalu diarahkan langsung olehnya. Tumbal Proyek yang heboh, lalu Cek Khodam yang bernuansa komedi, serta film Sihir Tanah Kubur yang belum ada kabarnya, menjadi kiprah terbaru Jeropoint sebagai sutradara.

Cek Khodam

Walau bisa disebut juga sebagai FOMO dengan film Cek Khodam-nya, namun dengan arahan asli seorang penulis dan sutradara horor, tentunya memberi kesan lebih. Apalagi yang dibahas adalah jenis konten yang sempat viral di Nusantara, yaitu Khodam dengan segala jenis maksudnya.

Khodam di Indonesia, seakan menjalurkan para warga dengan ikatan dirinya dan dunia mistis. Jenis konten ini pun disentil oleh Jeropoint, dengan nuansa komedi. Seakan konten ini merubah kesan jurig, menjadi lebih wajar dan tanpa kesan ngeri. Khodam memang ditujukan simbolis, bagi setiap pribadi warga Nusantara.

Dalam film ini, bahkan para jurig harus berdiskusi khusus, yaitu rapat mengenai kesan horor mereka yang hilang. Para jurig pun mulai mengejar tiga sekawan, yaitu Sakti (Jirayut Afisan), Wira (Saputra Kori), dan Bima (Benedictus Siregar), selaku kreator konten Cek Khodam.

Ketiganya diminta pertanggungjawaban, dengan mengembalikan kesan horor dari dunia mistis. Namun yang terjadi hanyalah kekonyolan semata, akibat banyak warga yang sudah terpengaruh oleh viralnya Cek Khodam.

Terjebak tanah ala horornya Jeropoint (TMDB).

Sihir Tanah Kubur

Sementara film Sihir Tanah Kubur, mengembalikan kesan Jeropoint sebagai penulis dan sutradara horor. Walau belum ada kabar yang lengkap, namun para aktor dan aktris pemainnya terdengar mumpuni. Terdapat Revaldo, Ariyo Wahab, dan Kiesha Alvaro dalam film ini.

Bahkan Shareefa Danish yang terkenal suka memerankan jurig, kembali pula dalam film ini. Baru saja, Danish memerankan karakter ngeri dalam Cerita Lila. Sebelumnya di bulan Maret, karakter arwah diperankannya dalam Danur: The Last Chapter. Lalu di Februari, Danish pun memerankan karakter psikopat dari Lift.

Sineas perfilman yang cukup menarik isinya, apalagi dengan arahan langsung dari Jeropoint sebagai sutradara. Film yang tayang di akhir Juli mendatang, layak ditunggu oleh para penggemar horor Nusantara.

Atau bagi yang ingin membaca dahulu ceritanya, dan perlu membandingkan perbedaan kisah serta naskah filmnya, bisa langsung saja mengecek @Jeropoint. Thread ini memang sudah lebih dulu viral, daripada kiprahnya di perfilman. 

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Logo Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Arsip Blog

Rekomendasi

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece