Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Kisah Paranoid pada Takhayul Ala Film Kucing Hitam

Kucing hitam menggemaskan (TMDB).

Kali ini, ada film horor Nusantara yang membahas kembali tentang gangguan mental, yaitu Kucing Hitam. Film yang tayang di sinema Indonesia dengan rating R13 alias Remaja ini, memang mengisahkan takhayul besar mengenai kucing berwarna hitam, dan segala marabahaya yang menjemputnya.

Takhayul dan Kisah dari Nusantara

Memang takhayul adalah sejenis area mistis, yang menciptakan pamali bagi yang percaya. Pamali di Indonesia sendiri sebagai bahan jurig, memang sudah menjadi pantangan bagi banyak warga. Namun seiring perkembangan jaman dan paham norma agama yang semakin baik, banyak pamali ditinggalkan oleh warga.

Sementara jaman sekarang, justru banyak yang dianggap memiliki gangguan mental, akibat pantangannya sendiri. Layaknya paranoid, rasa ketakutan berlebih ini bisa melampaui phobia, yang tentu dapat diterapi medis oleh para psikolog. 

Karena kini membahas takhayul di dunia horor, maka perlu dicek pula jenis dan penggambarannya. Kucing hitam memiliki status jelek, sebagai pembawa sial. Padahal dari segi sains dan penelitian hewan, kucing hitam justru memiliki sifat (stereotipe) paling kalem daripada warna lainnya. Namun selayaknya kucing, warna hitam biasanya memiliki kemampuan yang paling lincah.

Penulis sendiri memiliki satu kucing hitam, yang ternyata paling pintar. Diantara kucing belang abu yang manja, oren yang random, putih yang biasa saja, justru warna hitam adalah kucing paling pengertian, namun paling lincah. Tidak perlu dibahas pula mengenai kucing warna calico, yang dari warnanya saja sudah acak, apalagi sifatnya.

Berikutnya adalah kisah takhayul di Indonesia, contohnya film Kamu Harus Mati, yang dibahas pertengahan Mei kemarin. Kisahnya sangat mengumbar halusinasi karakternya, yang beresiko gangguan mental atau maut. 

Namun kembali pada hewan, terdapat pula kepercayaan lain mengenai takhayul ini. Contoh pertamanya adalah anjing bertitik putih pada kepalanya, yang berarti penjelmaan setan (?)

Lalu ada kisah meng-keramatkan hewan albino, yang memang jarang terdapat di alam liar. Padahal, hewan liar berwarna albino memang sengaja diselamatkan dari alam, akibat kelainan genetik dan kurang kamuflase untuk dapat bertahan hidup. Situs konservasi alam memiliki wacana perlindungan hewan albino, demi penelitian pada hewan ini.

Sementara di negara tetangga Thailand, gajah albino dikeramatkan sebagai simbol kerajaan. Bahkan gajah milik kerajaan yang warnanya wajar, sengaja dicat warna pink saat festival berlangsung. Wacana ini demi menyimbolkan gajah albino, agar keramat dan menjadi simbol negara.

Kembali ke Indonesia, terdapat pula kisah mistis lainnya yang lebih mengerikan. Saat seorang ibu yang tengah mengandung, maka anggota keluarga lainnya tidak boleh menyiksa binatang. Nantinya, karakter binatang tersebut akan terserap ke janin bayi, dan akan lahir dengan kelainan tertentu.

Padahal kisah ini bisa diambil hikmahnya. Manusia sebagai mahluk omnivora, tidak seharusnya menyiksa binatang, apalagi yang bukan bahan makanannya. Sebagai mahluk yang memakan daging, tentu manusia diperbolehkan memakan binatang lain. Namun menyiksa binatang tanpa alasan khusus, contohnya berlindung dari ancaman hewan, memang tidak wajar dan melanggar norma.

Apalagi mengacu pada hari raya Idul Adha kemarin, saat banyak (sekali) hewan ternak yang disembelih demi berbagi rezeki. Tidak hanya saat momen hari raya, setiap hewan ternak memang didoakan saat disembelih oleh warga muslim, agar halal dan kembali pada kodrat manusia sebagai mahluk omnivora yang sentien.

Ritual lainnya yang kurang nyambung, tetapi memang berasal dari alam liar. Jika mengunjungi kuburan terpencil, yang masih dilaksanakan di pedesaan, orang perlu memberi salam. Semacam 'punten' perlu diucapkan saat melewatinya. Salam ini pun diucapkan saat seseorang baru memasuki alam liar, demi kepentingan berkebun atau sekedar mendaki. 

Memang terdengar takhayul, tetapi perlu dipahami secara mendasar. Warga dari Indonesia memang taat beragama, dan menganggap wilayah tersebut perlu dihargai, apalagi jika sepi dan jarang terlewati manusia. Sehingga, keadaan mistis terasa lebih kentara dari biasanya. Ritual ini semacam penghormatan bagi mahluk lain sejenis jin, yang biasa mendiami wilayah (kurang manusia) tersebut.

Jadi secara budaya dan sains, kadang ada kesinambungan atau kontradiksi, dengan maksud dari alam lain ini. Jika tidak termasuk ranah yang wajar, contohnya dalam film Kucing Hitam ini, maka hanya takhayul saja.

Sinopsis Film Kucing Hitam

Sinopsisnya cukup pendek saja, yaitu saat Natalie (Caroline Zachrie) yang merasa mudah panik dan emosional. Bahkan dengan suaminya sendiri, Vincent (Marcelino Lefrandt), dirinya mulai sering bertengkar.

Kisah drama keluarga ini dimulai sejak sang anak bernama Talitha (Keiko Ananta), yang membawa kucing hitam liar untuk dipelihara. Sejak saat itu, keadaan keluarga berubah seketika. Natalie dan keluarganya pun perlu mengecek, apakah hal ini masalah yang datang dari dunia mistis, atau sekedar paranoid semata.

Bagikan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Total Tayangan Halaman

Daydreamer

Daydreamer

Label

Rekomendasi

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece