Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Petualangan Anak Ala Film Anak Anak Bambu, Kado untuk Ibu, Pramuka dan MAJU

Panti Asuhan yang berbudaya (TMDB).

Untuk kompilasi yang satu ini, cocok untuk mengawali masuk sekolah tengah tahun bersama anak. Judul dan temanya saja menyiratkan, petualangan anak yang asyik bagi seluruh keluarga. Karena itu, rating umurnya adalah Semua Umur (SU). 

Judulnya adalah Anak Anak Bambu, yang rilis minggu keempat Juli alias tanggal 20an. Sementara film Kado untuk Ibu dan MAJU (Jejak Pahit Si Kembang Gula), akan dirilis pada awal bulan Agustus mendatang.

Ketiga film memang bertema anak-anak, dengan segala petualangan mereka. Walau memiliki banyak sudut pandang dan drama karakter dewasa, tetapi tema dan adegan filmnya lebih menguak lahan bermain dan berkreasi bagi anak.

Anak Anak Bambu

Film ini berlatar sebuah lahan berbudaya, layaknya desa wisata di banyak wilayah Jawa Barat. Namun berbeda dengan lokasi wisata, justru latarnya adalah sebuah panti asuhan bagi anak yatim-piatu. Dalam cuplikannya terlihat, bagaimana para karakternya adalah anak-anak yang dilatih budaya tradisional Jawa Barat, ditengah kawasan yang penuh pohon bambu.

Lokasi semacam ini, mengingatkan penulis dengan banyak lokasi wisata di Jawa Barat, yang memang terlihat sederhana. Dengan hanya meminta biaya masuk, para wisatawan disajikan area yang terawat sederhana, karena lebih menunjukkan suasana asri nan alami dari lahan di sekitarnya. 

Wisata semacam ini biasa disebut Ekowisata, yang menyajikan lahan alami dengan kesan santai yang melekat didalamnya. Berbeda dengan agrowisata yang lebih dekat ke budidaya lahan (tani), wisata semacam ini mengukuhkan budaya dari warga disekitarnya. 

Itupun dikelola langsung oleh warga sekitar yang bekerja didalam lokasi wisata, dengan bantuan administrasi dan aturan pajak dari pemerintah daerah, daripada korporat yang menjuruskan kapitalis.

Beberapa lokasi yang sempat penulis datangi, memang menyiratkan lokasi tersebut dikelola oleh warga daripada korporat. Sehingga terlihat sederhana, namun tetap menyajikan keasrian lokal yang alami tanpa dibuat-buat.

Kisah dalam Anak Anak Bambu menyiratkan perbedaan tersebut. Netta (Ayushita Nugraha) adalah seorang ibu yang mengalami masalah investasi di Jakarta. Demi melanjutkan karir, dia pun kembali mengurus tanah keluarga di daerah Sunda. Rencananya adalah menjual atau mengelola lahan tersebut, agar menjadi cuan berikutnya.

Setelah tiba bersama suaminya, Nino (Irgi Fahrezi), Netta malah teringat sedamai apa lokasi yatim-piatu yang diasuh oleh abahnya. Lokasi ini sangat mengingatkan Netta akan kesederhanaan anak-anak, beserta lingkungan asri di sekitarnya. Anak Anak Bambu memang dilatih untuk belajar bela diri tradisional silat, serta kesenian kriya merakit bambu, dalam keseharian mereka.

Netta pun masih bersemangat untuk mencari investor bagi lokasi ini. Berbekal ilmu dari pekerjaannya selama ini di Jakarta, dirinya pun mencari dengan gigih para investor untuk memajukan tanah keluarga yang selama ini ditinggalkannya.

Kisah petualangan anak yang kocak (TMDB).

Kado untuk Ibu

Film yang satu ini mengacu ke drama dan komedi sekaligus, berjudul Kado untuk Ibu. Kisahnya mengenai seorang anak yang ingin memberi kado ulang tahun kepada ibunya. Kisahnya yang kocak, dengan balutan sedikit drama dibaliknya, menyajikan petualangan yang membahana bagi seorang anak. 

Fokusnya adalah Ara (Luisa Adreena) yang ingin memberi hadiah ultah bagi ibunya, Zizah (Agla Artalidia). Kebetulan ada anggota regu Damkar (Pemadam Kebakaran) sedang menganggur, sehingga Ara pun berinisiatif untuk meminta bantuan. 

Disana Ara bertemu Faris (Emir Mahira), yang sedang bertugas. Tidak sanggup menolak permintaan Ara, Faris pun membantu dengan sigap untuk mencari hadiah di sebuah pasar yang ramai.

Ara dan Faris pun terjebak petualangan epik nan panjang, akibat uangnya dicopet oleh Boni (Jordan Omar). Ara dan Boni lalu diculik oleh teman sekolahnya sendiri. Faris bersama ayah Ara bernama Musa (Dimas Aditya), kelimpungan mencari dirinya, yang semakin membuat khawatir Zizah. 

Anak Pramuka yang sedang mengecek lokasi Jambore (TMDB).

MAJU (Jejak Pahit Si Kembang Gula)

Petualangan anak pun berlanjut ke film yang bertemakan Pramuka (Praja Muda Karana), dengan judul MAJU (Jejak Pahit Si Kembang Gula). Film ini berkisah para remaja yang mencari lokasi jambore, namun tertahan oleh hilangnya seorang anak.

Bagi yang pernah mengikuti ekskul ini, pasti mengenal Pramuka sebagai bagian ekskul sekolah di Nusantara. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai lahan bertualang bagi anak, demi mengenal aktivitas di luar sekolah alias luar ruangan. Penulis sempat mengikuti Pramuka selama beberapa tahun di Sekolah Dasar, walau tidak sefokus itu, karena hanya sekedar ekskul saja.

Arti Praja Muda Karana adalah Jiwa Muda yang Suka Berkarya, sehingga para anggota dilatih kemampuan baris berbaris, tali menali, hingga bertahan hidup di alam liar (melalui kemah). Tujuannya adalah memupuk kedisiplinan serta wawasan diluar lingkungan sekolah.

Film MAJU memang berlatar di lokasi yang jauh dari lingkungan sekolah, bahkan dari kotanya sendiri. Pak Wira (Bukie B. Mansyur) adalah pembina Pramuka di sekolah tempatnya mengajar, yang mengajak empat anak untuk berkunjung ke lokasi Jambore berikutnya. Nama mereka adalah Hanna (Bebe Gracia), Bagas (Aradhana Rahadi), Kirana (Princeza Leticia), dan Gerald (Axandro Juliano). 

Namun tidak lama setelah meninggalkan Bagas yang kelelahan di mobil, dia pun hilang entah kemana. Ternyata Bagas diculik oleh sekawanan penjahat, sehingga satu grup ini bersama warga desa kelimpungan. Namun petunjuk dari Adit (Alby Ersani) sebagai anak lokal sekaligus saksi penculikan, dapat menguak lokasi tersembunyi Bagas dan kawanan penculiknya.

Petualangan baru bagi anggota Pramuka pun dimulai, dengan menguji seluruh kemampuan yang pernah diajarkan kepada mereka semua.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece