![]() |
| Anak kecil yang aktif dan sumringah (Freepik). |
Hari Anak adalah hari besar untuk menghargai anak, yang dirayakan dengan tanggal berbeda di banyak negara sedunia. Dilansir dari Britannica, umumnya festival Hari Anak dilaksanakan demi mendukung hak asasi dan kesejahteraan manusia (sejak dini), mengenal kontribusi anak pada masyarakat, dan merayakan senangnya menjalani masa kecil.
Banyak negara merayakan Hari Anak sebagai libur, khususnya sejak bulan Juni hingga akhir November. Berbagai negara memiliki tradisi lokal yang berbeda, yang diantaranya adalah memberi hadiah makanan dan baju, atau aktifitas khusus selama merayakan Hari Anak.
Khusus di Indonesia, Hari Anak dirayakan pada tanggal 23 Juli setiap tahunnya. Artikel ini akan membahas sejarahnya, yang dilanjutkan sub-artikel mengenai persahabatan yang sehat. Menurut penulis, persahabatan yang sehat perlu ditanam sejak dini, lalu hingga dewasa untuk memahami arti persahabatan yang sesuai.
Hingga kini, penulis seringkali menemukan lingkungan teman terdahulu, yang masih tidak menerima, sanggup memahami dan melaksanakan batasan sosial tertentu.
Kadang seorang dewasa bersama anak dan pasangannya, seringkali memaksakan persahabatan diluar batas lingkungan utamanya. Mereka bukannya menambah area sosial, melainkan mencari 'pelarian' di luar tanggung jawabnya sendiri. Atau bahkan kebalikannya, yaitu tidak sanggup menempatkan dirinya dalam kondisi sosial dan lingkungan masyarakat yang diterima secara luas.
Karena itu, penulis akan membahas Hari Persahabatan Dunia, yang dirayakan tanggal 30 Juli mendatang. Persahabatan menurut penulis dan Britannica, adalah penyesuaian sosial dan emosional bagi tumbuh kembang anak, yang berlanjut sebagai dasar kepercayaan diri hingga dewasa.
Hari Anak dari Berbagai Negara
Banyak negara merayakan Hari Anak pada tanggal 1 Juni, khususnya negara yang sebelumnya termasuk sebagai bagian dari Uni Soviet. Tanggal 1 Juni berasal dari ketetapan Konferensi Dunia untuk Kesejahteraan Anak, pada tahun 1925 lalu di Jenewa, Swiss.
Konferensi ini meloloskan resolusi untuk merayakan Hari (Perlindungan) Anak Internasional setiap tanggal 1 Juni. Delegasi dari Federasi Demokrasi Wanita Internasional yang melaksanakan rapat di Moskow pada tahun 1949 lalu, ikut memutuskan untuk mendukung Hari Anak pada tanggal yang sama.
Pada tahun 1954, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencanangkan Hari Anak Universal, demi mendukung kesejahteraan anak. PBB menganjurkan seluruh dunia untuk merayakan Hari Anak dan kesejahteraannya pada tanggal tersebut, dengan tradisi dan aktifitas yang sesuai dengan budaya masing-masing negara.
Hari Anak lalu dirubah menjadi Hari Anak Sedunia menjadi tanggal 20 November, tepatnya tahun 1959 lalu. Tanggal tersebut diselenggarakan tepat saat Majelis Umum PBB, yang mengadopsi Deklarasi Hak Kemanusiaan Anak, yaitu definisi hak asasi manusia bagi anak.
Saat Hari Anak Sedunia pada tahun 1989 lalu, Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Kemanusiaan Anak. Dokumen ini ditujukan untuk melindungi hak asasi manusia bagi anak, yang telah disetujui oleh seluruh dunia. Kecuali satu negara hingga tahun 2026 ini, yaitu AS.
![]() |
| Lingkungan teman yang menyehatkan (Freepik). |
Persahabatan yang Sehat
Banyak penelitian berhasil menemukan hubungan antara persahabatan dengan penyesuaian (sosial) yang sehat. Jadi persahabatan yang sesuai, menciptakan pribadi yang dapat mengembangkan pertemanan. Persahabatan memiliki efek penting bagi pribadi untuk penyesuaian sosio-emosional, selama masa hidupnya.
Teman merupakan sumber dukungan sosial. Saat kanak-kanak, remaja, hingga dewasa, dukungan sosial dari teman memiliki efek signifikan bagi seseorang. Yaitu, menambah kepuasan dan kebahagian, menambah kemampuan menanggulangi stres, dan mengurangi kelemahan akibat terpapar penyakit.
Kebahagiaan didukung dengan memiliki pertemanan dan diterima oleh lingkungan sosial. Dengan mengesampingkan status sosial, penyesuaian sosial yang sehat sangatlah penting, agar seseorang memiliki setidaknya satu teman.
Seseorang yang tidak memiliki teman, atau sering ditolak lalu dirundung oleh teman seangkatan dan koleganya, akan memiliki resiko sosio-emosional. Resiko tersebut diantaranya adalah perasaan kesepian, depresi, dan kecemasan.
Lingkungan teman dapat melindungi satu sama lainnya, dan memberi dukungan jika disalahkan oleh orang lain.
Ditambah lagi, persahabatan saat kecil hingga remaja memiliki peran penting untuk mengembangkan rasa percaya diri dalam setiap pribadi. Karena teman akan saling berbagi pikiran dan perasaan yang personal, sehingga dapat memberi validasi atas kepercayaan diri seseorang.
Anak dan remaja yang berteman baik akan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik pula, daripada yang tidak memiliki teman sama sekali.
Persahabatan memiliki peran penting untuk sosialisasi anak dan remaja. Walau orangtua adalah sosok penting sosialisasi, tetapi anak dan remaja dapat belajar informasi berharga mengenai sikap dan norma dari teman seangkatannya.
Anak hingga remaja memiliki norma budayanya sendiri, apalagi jika berhubungan dengan fashion dan hiburan. Anak dan remaja mengecek pakaian dan sikap temannya, agar dapat menyamakan diri diantara sesamanya.
Selain pilihan setelan hidup, pendapat dan sikap anak hingga remaja akan terus dibentuk oleh lingkungan temannya. Persahabatan memberi lahan diskusi dan observasi mengenai sudut pandang dan sikap, terhadap satu topik khusus. Contohnya adalah sekolah, rencana masa depan, nilai-nilai, aktifitas keseharian, dan kegiatan yang beresiko.
Maka, anak dapat belajar dari temannya mengenai kepercayaan dan sikap yang dapat diterima (dalam suatu lingkungan), untuk satu konteks sosial tertentu.






