![]() |
| Saitama vs Garou yang EPIK (YouTube). |
Sebelum membahas tema monsterisasi berikutnya, perlu menutupi kisah horor dari antariksa, dengan perspektif parodi alias satir dari teorinya. Judul One Punch Man, adalah anime yang terkenal di seantero dunia. Fokus kisahnya memang gelut ala shonen sekaligus pahlawan super, tetapi dengan kesan parodi yang kocak.
Walau begitu, sebenarnya bukan OPM yang memulai kisah parodi teori sains dan segala keanehannya. OPM seperti biasanya, hanya memparodikan kisah banyak waralaba terkenal, baik itu dari anime Jepang atau pahlawan super AS. Namun dari kesan waralabanya, justru pahlawan super yang memulai kesan anehnya sains.
Entah itu perjalanan waktu, multi-verse, antariksa tanpa batas, teleportasi, bahkan kemampuan gelut para karakternya. Banyak kisah pahlawan super, khususnya dari AS, menggambarkan secara fantastis banyak teori sains.
Bahkan cukup remeh dan pecicilan, karena tidak digunakan untuk lore atau world-building, tetapi menjadi kemampuan khas karakternya. Saking menggilanya, duel para pahlawan super atau anime shonen, berujung seperti bencana alam.
OPM dengan Saitama sebagai tokoh utamanya, memang menggambarkan parodi dari ironisnya kekuatan para pahlawan super dan shonen. Tetapi OPM cukup rapih dan banyak referensi, ala mangaka One sebagai penciptanya, dan Yusuke Murata sebagai ilustratornya.
Dengan penggambaran yang orisinal dan referensi yang sama menggilanya ala kisah pahlawan super atau shonen, OPM memang menarik dari segi simbolisnya. Contoh paling kentara, adalah arc terakhir OPM musim pertama, saat Saitama berduel melawan Boros, yang pernah dibahas dalam blog ini dengan maksud simbolis ke budaya.Nah kali ini, yang dibahas adalah Saitama vs Garou, dalam akhir kisah Asosiasi Monster. Mirip dengan adegan melawan Boros, gelut ini sangat fantastis, bahkan diisi banyak referensi heboh dari teori sains antariksa.
![]() |
| Gelut Saitama vs Garou di bulannya Jupiter (Reddit). |
Vakumnya Antariksa dan Kecepatan Saitama
Perlu diingat saat Saitama dan Garou diteleportasi ke bulan satelitnya Jupiter, sebagai planet kelima tata surya. Blast yang mengirim mereka, takut keadaan di Bumi semakin kacau akibat ledakan radiasi gelut keduanya. Apalagi di sekitar area, banyak pahlawan yang sudah berjatuhan akibat gelut sebelumnya.
Radiasi dapat dijelaskan sedikit, akibat vakumnya antariksa tanpa lapisan atmosfer. Lapisan atmosfer Bumi atau planet lain, memang bertujuan menghalau radiasi dari matahari, dan banyak gangguan materi antariksa lainnya. Seakan gelut antara Garou dan Saitama, adalah ledakan materi dan energi yang sangat berbahaya, dan hanya cocok terjadi di antariksa.
Keduanya tiba di satu bulan sekitar Jupiter, yang dengan cepat menghancurkannya hingga berkeping-keping. Beberapa panel berikutnya, Saitama meloncat dengan kecepatan tinggi diantara serpihan bulan sebagai pijakannya. Cepatnya lompatan Saitama ini mengukuhkan teori nol gravitasi di antariksa. Pahlawan botak kuning ini bisa bergerak sangat cepat di Bumi, apalagi di kondisi tanpa gravitasi.
Gerakan ini sebenarnya dilancarkan Saitama, demi melawan jurus Garou yang menggunakan teleportasi. Tetapi teori ini akan dijelaskan nanti, saat gelut keduanya hampir mencapai akhir.
![]() |
| Jupiter pun meledak (YouTube). |
Jupiter yang Berlubang Akibat Bersin dari Saitama
Gelut Saitama pun semakin heboh, dengan Saitama yang kedinginan (karena bajunya robek dan telanjang) lalu bersin. Saking besar dan kuatnya bersin Saitama, hasilnya adalah Jupiter berlubang, tepat di bagian pusatnya.
Perlu diingat, bahwa Jupiter memiliki diameter mencapai 142 ribu kilometer, alias 11 kali lipat diameter bumi. Masifnya bersin Saitama, menunjukkan sekuat apa si botak kuning (tanpa jubah) ini.
Selain itu, Jupiter adalah planet yang sepenuhnya terbentuk dari materi gas. Jupiter terdiri dari (sekitar) 90 persen Hidrogen, 10 persen Helium, dan kurang dari satu persen kandungan amonia, metana, uap air, dan logam. Jadi, bersinnya Saitama sanggup 'membersihkan' seluruh area Jupiter, layaknya hembusan debu semata.
![]() |
| Kentut Saitama (Reddit). |
Daya Dorong Kentut Saitama dan Teleportasi Garou
Sebelumnya sudah dijelaskan, bahwa Garou memiliki kemampuan teleportasi, yang dapat menyaingi kecepatan Saitama. Setelah gagal, Garou mencoba membuang Saitama di dekat matahari, lalu kembali ke Bumi dengan teleportasi-nya. Jurus ini berarti secara instan berpindah dari satu tempat, menuju tempat lainnya.
Teleportasi dengan simbolis menggambarkan, mengenai kecepatan melebihi cahaya alias Faster Than Light (FTL) di antariksa. Seperti sudah dijelaskan dalam artikel Event Horizon, FTL adalah teknologi khusus perjalanan antariksa, apalagi di sains-fiksi. Kecepatan yang melebihi cahaya, adalah teknik transportasi yang dibutuhkan pesawat, demi mencapai jarak yang tidak ternalar jauhnya.
Sayangnya Saitama dengan segala anomalinya, perlu kentut akibat masuk angin. Jika sebelumnya bersin sanggup menghancurkan Jupiter, maka kentutnya pun memiliki daya dorong yang sama kuatnya. Dalam waktu beberapa detik, Saitama yang awalnya berada dekat matahari, sanggup melewati planet Merkurius dan Venus, dan tiba di sebelah Garou yang baru saja teleportasi.
Pokoknya daya dorong yang kecil atau besar, dapat memberi kecepatan yang cukup untuk mendorong materi atau pesawat, yang sedang melalui vakumnya antariksa. Apalagi jika kekuatan dorongnya berasal dari Saitama, yang luar binasa kuatnya.
![]() |
| No-Punch-Man (YouTube). |
Jelajah Waktu ala Garou dan Saitama
Nah untuk kajian terakhir ini, justru agak nyambung dengan teori relativitas dari fisikawan Albert Einstein. Teori ini menyimpulkan pula, bahwa pergerakan waktu di antariksa akan berbeda dengan jalannya waktu di planet, khususnya Bumi.
Tentu ini ada hubungannya dengan vakum di antariksa, dengan beda siklus revolusi mengelilingi matahari (atau bintang di tata surya lain) dari setiap planetnya. Beda jam (waktu) adalah hal yang wajar, layaknya zona waktu di Bumi yang terpisah siang dan malam akibat posisi rotasi Bumi.
Namun terdapat pula satu teori lain yang lebih heboh, yaitu akibat relativitas ruang dan waktu di antariksa. Satu tahun perjalanan di antariksa atau planet lain, bisa jadi satu dekade waktu yang terlampaui di Bumi.
Teori ini sering menjadi bagian fantastis dari banyak film sains-fiksi, contohnya adalah trilogi Godzilla Earth. Perjalanan antariksa yang baru mencapai beberapa dekade bagi manusia penyintas, ternyata bedanya mencapai 20 ribu tahun di Bumi. Godzilla yang selalu tumbuh pun, kini mencapai tinggi 300 meter (!)
Setelah itu, teori fantastis ini berkembang menjadi perjalanan waktu. Jika relativitas ruang dan waktu dapat dilancarkan, maka perjalanan antar dua titik waktu dapat pula dilaksanakan. Banyak pahlawan super, sempat melalui perjalanan waktu sebagai plot utama atau bagian dari kisahnya.
Kembali ke Garou, yang akhirnya tobat akibat edannya Saitama. Karena sudah tidak sanggup gelut, maka Garou membuat portal waktu, dan meminta Saitama untuk meninjunya. Tinju Saitama kembali ke momen saat Garou baru menantang Saitama, sebelum keduanya diteleportasi ke Jupiter oleh Blast.
Gelut antara Epik dengan Garou pun dimenangkan oleh Saitama, tanpa sempat dimulai sama sekali. Akhirnya Saitama pun mencapai julukan baru yang PEAK, yaitu dari One-Punch-Man, naek level menjadi No-Punch-Man. Alias, menjadi ironi dari seluruh kisah OPM, saat Saitama bisa menang tanpa gelut sama sekali.
Dan sekali lagi, Saitama memiliki momen epik, yang entah bagaimana tetap saja terasa nihil, mirip gelut sebelumnya. Saitama pun lupa seluruh aksi gelutnya di antariksa, karena linimasanya keburu disetel-ulang oleh portal waktu milik Garou. Hanya Genos yang bisa mengingat, karena core miliknya berhasil merekam semuanya.
Okeh, Ciao.
![]() |
| Entahlah (Pinterest). |










