Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Kisah Atlet Baseball Dari Korea Selatan Ala Film Wind Up: The Movie

Kisah dua remaja atlet Baseball (TMDB).

Drama olahraga pun diramaikan oleh Korea Selatan di pertengahan tahun ini, dengan judul Wind Up: The Movie yang berating umur R13 (Remaja). Film berlatar olahraga Baseball ini mengisahkan persahabatan dua remaja, saat mengikuti ekskul di sekolahnya.

Mengenal olahraga Baseball

Jujur saja, penulis sempat mengikuti olahraga Baseball sebagai ekskul saat masih SMP. Walau hanya satu tahun dan kurang lihai memainkannya, namun masih cukup ingat mengenai aturan olahraga ini. 

Baseball dimainkan secara bergiliran per-tim yang bertanding. Tim dengan giliran menyerang, akan menurunkan Batter dengan Bat-nya, untuk memukul bola yang dilemparkan. 

Sementara dari pihak tim bertahan, justru sangat kompleks. Yaitu memiliki posisi Pitcher sebagai pelempar bola, Catcher (lengkap dengan Guard dan Glove-nya) sebagai penangkap bola dari Pitcher. Lalu ada First, Second, dan Third Baseman yang menjaga titik putih di tengah lapangan. Terdapat pula beberapa Outfielder di luar lapangan utama, untuk menjemput bola yang terpukul jauh oleh para Batter. 

Tim penyerang mendapatkan poin saat setiap Batter berlari satu keliling dari posisi Home, menuju First, Second, Third, dan kembali ke Home Base. Jadi keahlian para Batter untuk memukul bola jauh dari kejaran posisi tim bertahan, adalah kuncinya. 

Jika pemain bertahan berhasil mendapat bola yang terpukul, maka bola dilempar ke arah Baseman, yang akan menyentuhkan bola pada Batter yang sedang berlari. Batter pun dinyatakan gugur, alias keluar lahan permainan. Setiap Base hanya boleh ditempati oleh satu Batter, sehingga maju-mundur pemain serta potensi poin yang didapatkan harus menjadi taktik khusus. 

Terdapat aturan khusus untuk HomeRun, yaitu saat bola terpukul jauh hingga keluar lapangan. Seluruh Batter bebas masuk ke Base awal hingga akhir. Terdapat pula aturan khusus bagi Batter yang tidak dapat memukul bola alias Strike. Jika terjadi tiga kali, maka Batter akan gugur alias Strike Out.

Aturan lainnya adalah Pitcher yang gagal melempar bola. Jika bola melenceng jauh (arah dan jatuhnya) dari posisi Batter dan Catcher (antara Home dan First Base), maka disebut Foul. Jika melanggar tiga kali, para Batter pun melenggang dengan aman menuju Base berikutnya. 

Jika Foul-nya akibat bola yang mengenai tubuh Batter di posisi Home Base, maka tergantung pada geraknya. Batter yang terkena bola dan tidak mengayunkan Bat, akan dihadiahi Base berikutnya. Jika terpancing untuk mengayun, maka Batter tetap dianggap Strike.

Setelah seluruh Batter dari tim penyerang turun, maka posisi pun bergantian dengan tim yang bertahan. Strategi berikutnya adalah sama, yaitu Batter terbaik diturunkan dari tim penyerang, sementara Pitcher, Catcher, Baseman, dan Outfielder diturunkan oleh tim bertahan. 

Skor akhir akan dihitung setelah beberapa ronde, yang menunjukkan tim pemenang sesi pertandingan ini.

Uniknya Wind Up: The Movie

Terdapat satu keunikan tersendiri dalam film Wind Up ini, yaitu aselinya berformat Video Pendek (Short). Dirilis di KorSel dengan format ini, tujuannya agar mudah ditonton melalui ponsel dengan tampilan vertikal. Durasinya pun sesuai, yaitu hanya sekitar dua menit per episodenya. Namun, jumlahnya mencapai 50 episode!

Format video vertikal pendek, memang terkenal di KorSel sana. Manhwa-nya saja masih berformat seperti ini, hingga sekarang. Walau format video pendek sudah ramai dengan TikTok di Indonesia dan Asia Tenggara, namun untuk perilisan film sinemanya, di-edit dengan tampilan horisontal.

Jadi, film Wind Up yang tayang di sinema Indonesia adalah Recap alias kompilasi seluruh episodenya, yang memang tidak tayang di Nusantara. Tentunya cukup menarik bagi penggemar Korea Selatan, apalagi genre-nya adalah drama sehari-hari (slice of life), dan bukan aksi atau horor ala sinema Asia.

Kisahnya pun cukup sederhana, yaitu mengenai Kwon Tae-hee (Jaemin) yang berlatih Baseball di sekolahnya. Walau berposisi sebagai Pitcher dengan lemparan bolanya yang kuat nan cepat, namun tidak akurat sama sekali. 

Hingga akhirnya tiba Lee Woo-jin (Jeno) yang ikut ekskul Baseball ini. Dirinya pun berposisi sebagai Catcher, untuk menangkap setiap bola yang dilemparkan oleh Tae-hee di Home Base.

Woo-jin pun menjalin persahabatan dengan Tae-hee, demi membantu ekskul dan memberi dukungan diluar lapangan. Woo-jin dapat menambah percaya diri Tae-hee, sehingga lemparannya kuat dan akurat, dan memenangkan pertandingan Baseball di banyak kompetisi.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece