Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Duo Film Ibu Bersudut Pandang Anak Muda dalam Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Andai Waktu Bisa Diulang Kembali

Kisah anak band yang sumringah maen musik (TMDB).

Kompilasi kali ini, menjadi bahan pertimbangan yang sangat kompak. Terdapat dua film yang rilis pertengahan hingga akhir Juli, bertemakan kasih sayang ibu. Kedua judulnya adalah Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Andai Waktu Bisa Diulang Kembali, yang sama-sama berating umur Remaja (R13).

Kedua film berkisahkan hubungan antara ibu dan anaknya, yang kadang terbatas halangan dari masing-masing pribadi. Latar yang kuat akibat karakternya seorang ibu dan anak tunggal, menjadi khas kedua film.

Mungkin banyak yang mengenal, latar ibu yang sudah ditinggalkan oleh suaminya, sementara harus mengasuh anaknya sendirian. Tanpa adanya ayah serta anaknya yang tunggal pula, sehingga memiliki tumbuh kembang serta perasaan diri yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya.

Mengacu pada angka perceraian di Nusantara yang begitu tinggi, menjadi kisah nyata yang terus diulang-ulang tanpa bosan. Di Bandung saja, selalu terjadi ribuan kasus perceraian di Kantor Urusan Agama (KUA), setiap bulannya. 

Entah keluarga yang terkait sudah memiliki anak atau belum, tetapi bukan halangan bagi banyak pasangan yang sudah lama membina hubungan untuk berpisah dan kembali ke jalannya masing-masing. 

Jenjang pernikahan di jaman modern Indonesia ini, tampaknya sudah beralih dari prinsip dasar yang kekeluargaan, menjadi stigma yang bisa 'dibongkar-pasang' sesuka hati dan kondisi (keuangan).

Film mengenai perceraian sebagai isu sosial memang jarang diadaptasi sebagai film dalam sinema lokal. Namun, kedua film ini mencontohkan situasi yang memanjang ruang dan waktunya. Yaitu, saat satu keluarga harus bertahan tanpa kehadiran seorang ayah, sejak kecil hingga dewasa.

Entah stigma mengenai anak yatim-piatu masih melekat atau tidak di Nusantara tercinta. Tetapi yang jelas, data memang menunjukkan angka perceraian yang tinggi di (banyak) instansi KUA, dan menyebabkan isu sosial yang berkepanjangan.

Takkan Kubiarkan Kau Menangis

Film yang tayang minggu ini, tepatnya pertengahan Juli, memulai drama dengan judul Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Film ini mengisahkan hubungan yang cukup kompleks, yaitu seorang anak remaja dengan ibu tunggalnya. Keduanya telah lama terpisah dengan sosok seorang ayah, dan mengalami naik-turun hubungan sebagai satu keluarga.

Kisahnya berfokus pada Dika (Ari Irham), seorang remaja yang suka bermain gitar. Selama ini daripada di rumah, Dika lebih sering bermain dalam satu band dengan teman-temannya. Sementara ibunya yang tidak bersuami, Dini (Shanty) selalu sibuk bekerja di sebuah gerai laundry. 

Keduanya tidak memiliki hubungan yang hangat, alias senggang satu sama lainnya. Dini berpikir bahwa Dika haruslah lebih semangat bersekolah, agar bisa sukses nantinya. Sementara Dika yang lebih suka bermain musik, menganggap dirinya kurang dipercaya oleh ibunya sendiri.

Kisah dua dunia sosial yang berbeda (TMDB).

Andai Waktu Bisa Diulang Kembali

Untuk film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali yang tayang akhir Juli mendatang, lebih berkisah seorang pemudi dan ibu yang telah lansia. Tanpa kehadiran sosok ayah yang telah lama tiada, keduanya masih menunggu kehadiran sosok pria yang dapat mengisi dinamika hidup mereka.

Hingga akhirnya sosok itupun tiba sendiri, bernama Faiz (Farhan Rasyid) yang bertemu Dinar (Davina Karamoy) di lokasi kafe tempatnya bekerja. Keduanya pun membina hubungan, yang tampaknya akan berlanjut hingga jenjang pernikahan. 

Namun, ibunya Dinar yang telah pensiun, Endang (Vonny Anggraini) justru jatuh sakit. Itupun sakitnya parah, yaitu didiagnosa Kanker Stadium 4. Kanker semacam ini sudah sulit untuk dapat disembuhkan, dan membutuhkan banyak biaya untuk merawatnya.

Hubungan Faiz dan Dinar pun merenggang, karena keduanya tidak sanggup membiaya perawatan kanker Endang. Putus di tengah jalan, namun Dinar masih semangat untuk mencari cuan. Dinar pun mendekati seorang Om Senang bernama Firman (Bimo Satrio), demi membiaya terapi kanker ibunya.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece