Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Ngerinya Film The Eyes yang Direka Ulang oleh Sineas Korea Selatan

Seo-jin yang kembali bisa mencetak foto kenangan (TMDB).

Bagaimana rasanya sembuh atas suatu penyakit, lalu malah tiba kengerian baru yang jauh lebih mengerikan? Itulah yang dikisahkan dalam film The Eyes, yang tayang di sinema Indonesia. 

Film berating umur D17 (17 Tahun Keatas) ini mengisahkan cangkok kornea demi menyembuhkan pandangan mata. Namun, yang muncul adalah mahluk lain dari dunia lain-lain.

Sebelum membahas plot filmnya, sebenarnya kisah ini adalah reka ulang dari Julia's Eyes, yaitu film Spanyol yang berjudul aseli Los ojos de Julia (2010). Kisahnya pun diadaptasi oleh sineas Korea Selatan, walau berjarak 16 tahun lamanya dari perilisan orisinalnya. 

Kisahnya pun mirip, yaitu seorang fotografer yang mendapati saudari kembarnya meninggal di rumah. Dirinya sedang mengalami masalah penyakit mata, bahkan beresiko kebutaan, lalu menggunakan kornea mata dari almarhum saudarinya agar sembuh. 

Namun, kisah misteri dibalik kematian saudarinya belum terungkap sama sekali. Mata yang kini sudah berada dalam dirinya pun, menjadi petunjuk masa lalu atas kehadiran mahluk atau pihak lain yang menyebabkan kematian saudari kembarnya.

Adapula kemiripan tema film ini dengan satu kisah lainnya, yang berasal dari jurig Asia Tenggara alias Thailand. Dirilis pada tahun 2002, The Eye mengisahkan tentang ngerinya cangkok kornea mata bagi tokoh utamanya. 

Setelah berhasil operasi transplantasi, muncul kengerian di setiap pandangannya. Sang tokoh utama bahkan perlu menguak, siapa identitas aseli pendonor mata. Dengan begitu, dirinya bisa mengetahui masalah seluruh penampakan mahluk setelah cangkok kornea mata.

Kisah ini begitu mendunia, yang semakin mengukuhkan Thailand sebagai Raja Jurig dari Asia Tenggara. Saking terkenalnya, Hollywood pun mengadaptasi kisah ini pada tahun 2008 lalu, dengan tokoh utama yang diperankan oleh Jessica Alba.

Stigma Operasi dan Donor di Masyarakat

Tampaknya keempat film mengukuhkan, tentang stigma yang beredar mengenai operasi kesehatan (bedah). Menurut stigma ini, masyarakat memandang bahwa jika seseorang dibedah bagian tubuhnya melalui operasi, walau akhirnya operasi berhasil dan sehat setelahnya, namun ada sesuatu yang berubah dalam diri pasien. 

Paling utamanya, adalah sedikit jiwa manusia akan hilang, dan kehilangan sebagian masa hidupnya. 

Terlebih lagi stigma berikutnya, mengenai cangkok organ dari donor manusia. Yaitu saat seseorang menerima cangkok organ apapun demi operasi, walau akhirnya berhasil dan cocok bagi pasien tanpa masalah kesehatan lainnya, tetapi dirinya tetap tidak terlahir dengan organ tersebut. 

Bisa dinalarkan, bahwa organ tersebut bukanlah bagian dari takdir lahir seseorang. Bahkan kisahnya berlanjut lebih aneh, yaitu dengan menerima organ donor dari orang lain, maka jiwa dan takdir pendonor akan ikut masuk kedalam pasien yang didonorkan. 

Ya, memang kombinasi stigma aneh yang berseliweran di masyarakat luas. Stigma ini begitu mengalir dalam pembicaraan masyarakat mengenai praktek kesehatan di rumah sakit. Sehingga banyak warga menghindari pengobatan praktis nan modern semacam ini, tentu selain biayanya yang tinggi.

Sinopsis Film The Eyes dari Korea Selatan

Seo-jin (Shin Min-a) adalah fotografer profesional, yang sedang mengalami masalah kesehatan mata. Namun hingga kini, dirinya belum mendapatkan donor kornea mata yang cocok. Karir dan hidup Seo-jin pun dipertaruhkan akibat penyakit matanya.

Hingga suatu hari, saudari kembarnya yang bernama Seo-in ditemukan meninggal di rumahya sendiri. Setelah prosesi pemakaman bersama keluarga, Seo-jin pun memiliki sepasang kornea mata yang cocok dengan dirinya.

Namun tidak lama setelah proses operasi cangkok berhasil dilaksanakan, Seo-jin yang kembali normal penglihatannya, sering menemukan keanehan. Seringkali dirinya memandang sesuatu yang lain-lain. Bahkan terlihat seperti penampakan jurig, yang ingin menunjukkan sesuatu.

Ternyata seluruh penampakan tersebut mengarahkan, bahwa kematian saudari kembarnya sama sekali tidak normal. Walau seluruh bukti menunjukkan bahwa Seo-in meninggal bunuh diri, namun Seo-jin memiliki perasaan bahwa dia dibunuh. 

Perjalanan Seo-jin untuk menguak bukti nyata kematian Seo-in pun dimulai, yang bisa berakhir mengancam dirinya sendiri.

Bagikan:

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Kontak Saya

Kontak Saya
Klik Gambar Menuju Laman FB Sedia Saja

Total Tayangan Halaman

Label

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif

Referensi Film Dari Berbagai Perspektif
Klik Gambar Menuju Laman Monsterisasi

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis

Cerita Pendek Horor Orisinal dari Penulis
Klik Gambar Menuju Laman Cerpenhor

Rekomendasi Artikel

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece