![]() |
| Cak Lontong yang entah kenapa masih jadi Presiden Nusantara (YouTube). |
Daaan, akhirnya bagi penggemar StandUp Comedy Indonesia, film berjudul Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t, dirilis akhir tahun meramaikan libur saat ini, dengan tayang di sinema Indonesia. Bagi anak SMP, SMA, Kuliah, hingga warga yang ingin hiburan kocak, tentu dapat menikmatinya dengan bebas, alias ratingnya adalah R13+.
Komika di Indonesia
Stand Up Comedy adalah sejenis hiburan panggung, dimana komikanya hanya bertutur kata dan berceloteh lucu, dengan panjang atau pendeknya narasi, hingga memunculkan punch-line yang membuatnya lucu. Kadang, saking mengalirnya narasi para Komika, satu sesi bisa habis dengan suara tertawaan dari penonton.
Setiap komika memiliki khasnya masing-masing, yang berasal dari cerita obrolan sehari-hari, observasi, komentar isu sosial, atau sejenis cerita berlatar komikanya sendiri. Kadang saking bodornya, alunan cerita kurang nyambung pun bisa menjadi sangat lucu, tergantung dari cara komika mendongeng, serta minat penonton saat acara berlangsung.
Nah, bagi yang kenal, tentu tahu bahwa Comic 8 adalah sebuah kanal YouTube yang diisi oleh banyak komedian dari Stand Up, khususnya acara StandUp Comedy Indonesia (SUCI), di salah satu stasiun televisi nasional Indonesia.
Tentu, berbeda dengan ajang bakat di stasiun televisi tersebut, Comic 8 adalah satu kelompok dengan kanal YouTube, yang acaranya dapat mengundang banyak komedian, khususnya Stand Up Comedian, yang aktif maupun tidak.
Bahkan, tahun 2025 adalah musim ke sebelas acaranya telah berlangsung, alias telah 11 tahun lamanya meramaikan ranah komedi nasional, sejak tahun 2011 lalu. Sebutannya pun khusus, yaitu bernama Comic atau Komika, yang mengacu para komedian berbakat dari sejenis acara ini.
Bagi yang perlu mengingat beberapa namanya, tampaknya bisa disebutkan disini. Mulai dari Mo Sidik, Dodik Mulyanto, Pandji Pragiwaksono, Ryan Adriandhy, Raditya Dika (sebagai awal viralnya Komika), Indra Jegel, Arie Kriting, Kemal Palevi, Soleh Solihun, Sang Legenda Komeng (yang kini sibuk di Perwakilan Rakyat), dan salah satu favorit saya, Gilang Bhaskara.
Sebelum melangkah dan mengacu pada film dari Comic 8 ini, banyak diantara komedian sering merilis film bersama para sineasnya. Gaya mereka yang kocak di panggung, ternyata cocok sebagai ranah film komedi nasional.
Film Pertama Comic 8 dan Revolution
Nah, kembali ke Comic 8, yang ternyata film pertamanya dirilis pada tahun 2014 lalu, dengan banyak nama-nama terkenal dari dunia komika. Animonya pun lebih mengacu ke film aksi, karena sesuai dengan momen bangkitnya film aksi dari Indonesia, sejak dirilisnya The Raid (lagi, dari tahun 2011 lalu).
Cukup banyak bintang legendaris dari Comic 8 tersebut, diantaranya adalah Indro Warkop, Cak Lontong, Nirina Zubir, Agung Hercules, Kiki Fatmala, Candil, dan sutradara terkenal, Anggy Umbara. Memang, film Comic 8 selalu diproduksi dengan menghadirkan banyak bintang, dengan adegan yang diarahkan ala komedi situasional, dan ditambah celotehan khas para komika.
Nah, sekarang kembali ke film Comic 8 di tahun 2025, maka banyak pemainnya berasal dari legenda yang sama. Indro Warkop (yang kembali lagi), ditambah Andre Taulany (yang masih belum puas celoteh simping), Hesti Purwadinata (yang masih ca'em saja), Vino G. Bastian (yang sebenarnya jarang bermain komedi, padahal anaknya Wiro Sableng), Cak Lontong (yang masih belum nyambung), Indy Barends (yang kini harus membawakan acara film), dan Daan Aria (anggota komedian legendaris Project P alias Padhyangan, tahun 90an lalu).
Okeh, tampaknya coba cek saja sinopsisnya, walau bagaimana pun cukup ngakak melihat cuplikannya, haha... (Padahal efek spesialnya cukup bagus).
Sinopsis Film Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t
Awal cuplikan dimulai dengan wacana ala Presiden Cak Lontong (yang entah kenapa nyambung), yang disambut secara lugas oleh anggota kabinetnya, Daan Aria. Mereka semua tengah rapat, bahwa kabinet mereka sedang disantet oleh gerombolan paranormal kurang viral nan bernaung kasih.
Ternyata, adegan dilanjutkan dengan ritual kasmaran ala Ki Bagus (Andrea Taulany) dan Ni Gendis (Hesti Purwadinata). Padahal, keduanya di masa lampau yang telah terdahulu lamanya sejak jaman persilatan Indonesia masih kacau balau, sering beradu kesaktian demi membuktikan siapa yang terbaik dibawah luasnya khayangan.
Namun, di jaman modernisasi jurig, sepasang keduanya malah kasmaran, dan mencoba melawan viralisasi dunia supernatural, dengan menyantet tokoh utamanya, yaitu Presidennya sendiri, yang sudah jelas kurang nyambung ala Cak Lontong.
Pihak Kabinet pun perlu memanggil agensi khusus, yang sering berlandaskan paranormal, diantaranya Tora Sudiro dan Vino G. Bastian, demi menghalau santet galau gulana se-Nusantara ini.
Sayang seribu sayang, kasmaran Ki Bagus dan Ni Gendis malah melahirkan sebangsa jurig sebesar Mo Sidik, sehingga urusan mereka semakin kentara terasa menyakiti hati (kanyeyeri) para korban santet. Tidak hanya mahluk sebesar itu, namun urusan kajajaden seperti Tuyul, Kuntilanak, dan Pocong, pun dilansir serta disunting kembali demi meraih hasil naratif yang memuaskan.
Agensi dari kabinet pun perlu merekrut para agen baru, yang diantaranya adalah komika yang sanggup menghibur hati para jurig, tanpa perlu sakti mandraguna alias tidak perlu sampai bermuram durja. Agensi baru ini dikirimkan menuju pulau liburan akhir tahun milik Ki Bagus dan Ni Gendis.
Ternyata eh ternyata, Kiky Saputri dan Mongol Stres pun muncul di akhir cuplikan. Keduanya memilih jalur kasmaran yang berbeda, yaitu dengan mengadopsi sebuah tengkorak baru di lahan yang lebih menyeramkan lagi.
Bagaimana rasanya berasa kocak nan diserem-seremin? Coba nikmati saja di akhir dunia nan Indah ala sinema-sinema Indonesia.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.