![]() |
| Film yang emang modualnya nekad (Instagram). |
Menjelang akhir tahun 2025 ini, alias minggu kelima Desember saat perpindahan tahun menuju tahun 2026, tampaknya memang perlu diisi dengan film komedi nan kocak. Ya, kali ini judulnya adalah Modual Nekad, yaitu sekuel dari film pertamanya yang mirip judulnya, Modal Nekad.
Film Modual Nekad tentu akan tayang di sinema-sinema Indonesia mulai akhir minggu kelima sekaligus batas ujung tahun, alias tanggal 31 Desember mendatang. Bagi yang perlu menonton film pertamanya dari tahun 2024 (dan masih di bulan Desember lalu), masih bisa disaksikan di layanan siaran Netflix. Kedua film pun memiliki rating sama, yaitu R13+.
Oh ya, bagi yang merasa kenal dengan Imam Darto, ya kali ini Modual Nekad menjadi film kedua yang menjadi arahannya, sekaligus penulis naskahnya. Lulusan dari radio ini memang telah berkecimpung lama sebagai penulis naskah film, yaitu sejak film Vote for Love, tahun 2008 lalu. Walau begitu, film hasil naskah miliknya lebih konsisten dimulai sejak tahun 2019 lalu, dengan judul Pretty Boys.
Animo filmnya yang kocak ala komedi Indonesia pun sebenarnya berujung ironis, karena kedua film mengisahkan tentang sulitnya membayar hutang, yang berakibat dari biaya rumah sakit. Saking ekstremnya, seluruh karakter utama di kedua film malah mengambil jalur yang lebih ekstrem lagi, yaitu mencoba mencuri dari sebuah rumah orang kaya.
Okeh, segitu saja dulu plot utamanya. Sudah saatnya membahas sinopsis film pertamanya, ya wak?
Sinopsis Film Modal Nekad
Saipul (Gading Marten), Jamal (Tarra Budiman), dan Marwan (Fatih Unru), baru saja kehilangan sosok ayah mereka. Baru saja ketiganya menguburkan jenazah ayahnya, dengan kata-kata ceramah mengingatkan tentang hutang almarhum, administrasi rumah sakit yang ikut menumpang ambulans, langsung tanpa ragu menggelontorkan sepucuk surat tagihan biaya perawatan.
Ketiganya pun mengadakan rapat, untuk menghitung bagaimana caranya membayar hutang tersebut. Akhirnya, karena ketiga bersaudara ini mentok, maka memilih jalur yang kurang baik, yaitu mencuri dari sebuah rumah milik orang kaya, bernama Teddy Salsa (Bucek Depp), yang (katanya) jarang pulang ke rumah.
Namun, saat ketiganya berhasil memasuki area dalam rumah tersebut, ternyata sang pemilik rumah kembali pulang. Tidak sendiri, melainkan bersama seluruh ajudannya, yang bernama Petrus (Mike Lucock), Eka (Prisia Nasution), Bakti (Sadana Agung), dan Agus (Coki Anwar). Trio bersaudara ini pun kalang kabut untuk mencari tempat persembunyian.
Lebih parah lagi, ternyata kepulangan pemilik rumah, bareng pula dengan tibanya anggota kepolisian, yang dikepalai oleh Bripka Bowo (Tanta Ginting) dan Briptu Ardi (Reza Hilman). Mereka melaksanakan Buser (Buru Sergap) sekaligus Sidak (Inspeksi Mendadak), karena tahu bahwa pemilik rumah yang terkenal kriminil, sedang berada di rumah.
Lebih kacau lagi, ternyata Teddy Salsa tidak mau mengalah begitu saja. Ajudannya malah melawan balik, dan berakhir dengan menyandera seluruh anggota regu kepolisian.
Trio bersaudara ini akhirnya mendapatkan bantuan khusus, yaitu dari pembantu dan penjaga rumah tersebut yang bernama Rosma (Sahila Hisyam) dan Salim (Fajar Nugra). Kedua pembantu yang biasa mengurus rumah saat ditinggalkan pemiliknya, ternyata tahu kegilaan yang sering dilaksanakan bos-nya.
Bahkan, setelah berhasil keluar rumah, ketiganya justru membantu lagi para penjaga rumah, agar dapat menguak kejahatan di rumah tersebut, sekaligus mendapatkan cuan untuk hutang mereka.
Okeh, plotnya terdengar epik dan cukup menarik. Sekali lagi, yang penasaran bisa mengeceknya di siaran Netflix. Oh ya, film ini sekaligus menjadi debut aktris cilik bernama Gempita Nora Marten, anak dari Gading Marten, yang memerankan karakter Aisyah.
Dan lanjut, ke sinopsis film keduanya, ya...
Sinopsis Film Modual Nekad
Kali ini di film keduanya, trio bersaudara Saipul, Jamal, dan Marwan malah terjerat di situasi yang lebih parah lagi. Yaitu, resiko rumah warisan peninggalan bapaknya, Bapak Husein (Budi Ros), yang akan disita oleh bank.
Penyitaan sejenis ini, kadang terjadi di dunia nyata, akibat sang pewaris malah menitipkan sertifikat rumah bukannya pada anggota keluarga atau ahli hukum, dan bahkan bank yang memang dapat menyita, melainkan pihak ketiga yang dianggap memiliki kedekatan batin. Namun, pihak ketiga (yang dalam film ini bernama Pak Haji dan diperankan oleh Andre Taulany) malah menyalahgunakan sertifikat tersebut demi kepentingan pribadi, contohnya adalah sebagai jaminan untuk meminjam sejumlah dana dari bank.
Jadi, ketiga karakter utama di film Modual Nekad, justru tidak berandil sama sekali, yang berakibat penyitaan rumah milik mereka. Namun, ketiganya yang sudah berpengalaman untuk menjebol rumah orang kaya, memanfaatkan situasi lain yang sama berbahayanya.
Di sekitar area rumahnya, terdapat seorang rumah pejabat korup yang baru saja ditangkap kepolisian. Dari situ, Marwan memanfaatkan situasi Buser dan Sidak di lokasi rumah tersangka, dengan berpura-pura sebagai anggota pers. Padahal, tujuannya adalah memantau isi keadaan rumah, agar dapat dibobol saat operasi berlangsung malam harinya.
Trio penjahat pecicilan itupun sukses besar, dengan berhasil merebut sekitar 400 juta rupiah! Namun, kesuksesan tersebut ternyata menguak fakta lain, yang dapat membongkar kejahatan besar di rumah tersebut. Sebuah flashdisk berisi rekaman CCTV, ternyata menguak kejahatan lain yang dilaksanakan oleh pemilih rumah, bersama seorang pengusaha, bernama Omar (Surya Saputra).
Sayang seribu sayang, ajudan terdahulu yang memang ikut naik level setelah film pertamanya, yaitu Bakti, berhasil melacak lokasi duo Saipul dan Jamal. Mereka lalu disandera bersama seluruh anggota keluarganya, untuk diberikan kepada Omar.
Marwan yang tidak berhasil disekap, ternyata ikut naik level pula, yang berhasil menyergap dan menyandera para ajudan tersebut. Tanpa berpikir panjang, Marwan akhirnya mencoba menyelamatkan seluruh keluarganya.
Masih epik saja film keduanya ini. Maka, bagi yang cukup mengerti bagaimana epiknya kisah warga biasa lalu naik level menjadi penjahat pecicilan, dapat menyaksikannya langsung di ranah kriminalitas ala sinema Indonesia.








0 comments:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.