![]() |
| Kwon Se-jeong yang salah ikut konferensi Biotek (TMDB). |
Akhirnya, sutradara Korea Selatan yang sangat lihai dalam berbagai tema horor, bernama Yeon Sang-ho kembali dengan zombie-nya dalam film Colony, yang tayang di sinema Indonesia dengan rating R13 pada awal bulan Juni mendatang. Nama sutradara ini pasti cukup 'ngeh' bagi penggemar film zombie, karena menjadi pionir ramainya sub-genre ini dari Korea Selatan, sejak dirilisnya film Train to Busan pada tahun 2016 lalu.
Tema Zombie dan Horor dari Yeon Sang-ho
Kiprah sineas perfilman Korea Selatan dalam horor tentu sudah sangat ramai sejak dirilisnya Train to Busan. Walau begitu, karena dunia perfilmannya lebih fokus pada adegan fantastis ala Hollywood, maka mencari kisah horor yang lebih membumi dan membudaya cukup sulit dari Korea Selatan. Untuk referensi berbagai film zombie, dapat dicek dalam artikel My Daughter is A Zombie (2025) ini.
Memang film zombie dari Korea Selatan sudah cukup banyak dirilis, namun perlu mengingat Yeon Sang-ho sebagai pionirnya. Walau diawali dengan film zombie, ternyata sutradara khas genre horor ini memiliki beberapa karya yang lebih unik. Contohnya adalah serial The Cursed (2020), yang diakhiri kisahnya pada film The Cursed: Dead Man's Prey (2021).
Penggambaran dunianya dilanjutkan dalam film The Cursed: Insatiable Desires (2025), yang tidak mengikutsertakan Yeon Sang-ho. Namun, dalam artikelnya di blog ini, dapat dicek sehebat dan semengerikan apa sutradara, penulis naskah, serta produser ini saat berhasil mengombinasikan horor sejenis Santet, dengan investigasi detektif ala Korea Selatan. Bahkan, santet khas dari Indonesia (alias Jawa) pun sempat dimasukkan dalam filmnya saat tahun 2021 lalu.
Untuk rekomendasi serial horor lainnya yang bagus dari Yeon Sang-ho, adalah adaptasi manga dan anime anime Jepang berjudul Parasyte, bersub-judul The Grey pada tahun 2024 lalu. Film yang mengadaptasi langsung dari anime terkenal ini, mengisahkan sekumpulan alien penyelundup tubuh manusia, yang jatuh di Korea Selatan, setelah sebelumnya tiba di Jepang.
Masih dengan khas Yeon Sang-ho yang jalur ceritanya ribet serta adegan horor yang penuh aksi, Parasyte: The Grey adalah adaptasi yang pantas dengan kualitas anime aslinya.
Memang Yeon Sang-ho tidak hanya berkecimpung sebagai sutradara saja. Tetapi setiap film yang membawa namanya, memberi kesan horor berbeda akibat arahan langsung darinya. Serial The Cursed dan Parasyte adalah dua contoh terbaiknya. Contoh lainnya adalah Seoul Station (2016), yang menambah kisah wabah zombie dari Train to Busan, dengan peran Yeon Sang-ho sebagai penyunting (editor) saja.
Untuk film horor yang disutradari langsung Yeon Sang-ho, dapat dicek Peninsula (2020) yang merupakan sekuel dari Train to Busan. Sementara Hellbound (2021) adalah satu contoh karya dirinya, yang menggabung horor supernatural serta cerita mistis yang lebih ribet dari biasanya.
Khusus untuk ranah horor, memang film dari Yeon Sang-ho sangat cocok untuk direkomendasikan penulis. Temanya yang berbeda namun tetap memberi kualitas yang hebat, adalah kemampuan dalam mengisahkan kompleks yang horor, adalah kelihaiaan sineas dari Korea Selatan ini. Padahal film horor dari Korea Selatan, justru banyak yang tidak sebagus itu. Sementara sutradara yang satu ini, sangat berfaedah saat memproduksi film horornya.
Kembali ke film Colony, Yeon Sang-ho kembali menduduki kursi sutradara dengan arahan langsung. Dari cuplikannya saja, sudah terlihat khasnya dengan zombie yang cepat nan brutal, dan siap memangsa manusia didekatnya. Karena (seperti biasa) cuplikannya kurang menyajikan plot serta kisah utamanya, jadi tidak akan dijabarkan disini.
Latarnya memang berada di satu lokasi saja, yaitu gedung konferensi yang tengah mengadakan Konvensi Bioteknologi. Tokoh utama bernama Kwon Se-jeong (Gianna Jun), sedang berkunjung untuk mengisi seminar di gedung ini. Namun, satu profesor lainnya membawa virus berbahaya, yang berhasil menginfeksi seluruh gedung dan merubah korbannya menjadi mayat hidup.
Jadi, nikmati saja kelihaian sutradara Yeon Sang-ho, yang sangat berpengalaman dalam horor Korea Selatan selama satu dekade terakhir.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.