![]() |
| Serangan Beam Saber ala Gundam (TMDB). |
Akhirnya, mecha mutakhir bernama Gundam kembali meramaikan ranah perfilman Indonesia, dengan judulnya Mobile Suit Gundam Hathaway. Film anime ini aslinya telah rilis pada tahun 2021 lalu di Jepang, namun baru rilis di sinema Indonesia pada tahun 2026 ini, dengan rating R13 (Remaja).
Sedikit Kisah Waralaba Mobile Suit Gundam
Kisah aksi mecha Mobile Suit Gundam memang sudah meramaikan dunia anime sejak serialnya dirilis pada tahun 1979 lalu. Hingga kini, Gundam Orisinal masih disukai para penggemarnya, karena desain mecha-nya yang keren serta ceritanya yang berat. Berbeda dengan anime biasanya, atmosfer dan aksi dalam Gundam memang fokusnya pada peperangan, serta banyak drama militer serta kenegaraan, menyebabkan animo yang greget setiap serinya.
Animo ini dilanjutkan (khususnya di Indonesia) dengan serial Mobile Suit Gundam Wing, saat tahun 90an lalu. Serial yang rilis di Jepang pada tahun 1995, masih fokus pada peperangan besar di Planet Bumi. Walau begitu, jumlah pihak yang terkait, karakter, serta Mobile Suit Gundam yang ada di seri ini termasuk unik, banyak dan sangat kompleks.
Mecha Gundam-nya saja terdapat empat jenis, yaitu bernama Gundam Wing, DeathSchyte, HeavyArms, SandRock, dan ShenLong. Masing-masing Gundam bersama pilotnya, mewakili setiap pihak yang bertikai di wilayah, walau sebenarnya masih fokus untuk membela Planet Bumi dan segala isinya.Berbeda dengan lainnya, anime Gundam Hathaway tidak memiliki serial. Justru film ini dirilis pada tahun 2021 lalu, sebagai film standalone (berdikari). Perilisan yang telat di sinema Indonesia pun, digadang untuk menyambut sekuelnya di tahun 2026 ini, bersub-judul The Sorcery of Nymph Circle.
Animo Mecha dari Anime
Khusus untuk sub-artikel ini, akan membahas dua anime Mecha yang penulis dapat rekomendasikan. Seri anime Mobile Suit Gundam memang lebih serius dan berat, sementara dua anime disini justru lebih ringan, walau tetap bertema aksi militer.
Anime pertama masih termasuk klasik, yaitu Patlabor yang rilis tahun 1989 lalu. Anime ini sempat tayang di televisi Indonesia pada tahun 90an lalu, dan saling meramaikan dengan Gundam Wing.
Kisah Patlabor fokus pada aplikasi robot Mecha dan pilotnya sebagai bagian dari patroli kepolisian, dengan segala marabahayanya. Dramanya pun cukup dapat dimengerti oleh penulis saat itu, karena fokus pada kontroversi kejahatan di kota, serta mahalnya biaya Patlabor sebagai bagian dari divisi Kepolisian urban.
Sementara satu lagi jauh lebih ringan, karena diantara aksi gelut mecha-nya, diisi dengan selingan hidup (slice of life) dan sekaligus humor komedi. Judulnya adalah Full Metal Panic! yang rilis tahun 2002, 2003, dan 2005, dan 2018.
Kisahnya masih berkutat pada perang besar dunia, namun fokus setiap episodenya banyak yang terjadi di sekolah. Karakternya adalah seorang gadis remaja SMA bernama Kaname Chidori, yang dapat menjadi kunci peperangan dan harus dilindungi pengawalnya yang kaku, bernama Sousuke Sagara.
Anime-nya sempat berakhir di tahun 2005, dan kisahnya perlu ditamatkan terlebih dahulu pada manga-nya. Namun 13 tahun sejak akhir dari perilisan anime-nya, tahun 2018 pun diisi dengan musim puncak Full Metal Panic! yang bersub-judul Invisible Victory. Jadi, tidak perlu ragu untuk mulai menonton anime mecha berkesan komedi romansa ini.
Sinopsis Film Mobile Suit Gundam Hathaway
Kembali ke animo Mobile Suit Gundam yang kompleks, ternyata film Hathaway masih menyajikan kisah perang dengan banyak karakter, serta latar dan konflik setiap wilayahnya. Cuplikannya pun tidak memberi banyak informasi, selain gelut mecha yang fantastis.
Kali ini tokoh utamanya adalah Hathaway Noa (Kensho Ono), yang memiliki latar seorang pemberontak Mafty. Namun, Noa sebenarnya adalah seorang pahlawan dalam peperangan besar sebelumnya. Noa terpaksa memberontak pada Earth Federation, karena memiliki wacana tertentu yang dianggap lebih ideal, daripada korupnya mereka.
Apakah kisah ini akan menjadi sebuah aksi penyelamatan bagi Bumi? Atau hanya satu ancaman lain yang mengakibatkan bencana bagi seluruh manusia? Apakah memang semua perjuangan ini hanya berakhir luar binasa saja bagi seluruh pihak yang terkait, sekaligus banyak korban perang lainnya?
Jawabannya, tentu ada di peperangan besar dunia yang futuristik Mecha-nya ala sinema Indonesia.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.