![]() |
| Pendekar dari banyak dunia yang harus diwakili oleh Johny Cage (TMDB). |
Saatnya para penggemar gim kembali bersukacita, dengan dirilisnya film berbasis gim legendaris terkenal, yaitu Mortal Kombat II. Bagi penggemar gim sejak tahun 90an lalu, pasti paham dan mengenal gim gelut yang diramaikan konsol Arcade atau Dingdong sejak jaman keemasannya ini. Apalagi Mortal Kombat memiliki ciri khas tertentu sejak awal perilisannya di tahun 1992, yaitu Finishing Move yang brutal dan menggila untuk mengakhiri gelut.
Gim Mortal Kombat yang Legendaris
Gim pertama Mortal Kombat dirilis tahun 1992 lalu, dan meramaikan dunia arcade dengan gelut nan sakti dan brutalnya. Bedanya dengan seri gelut lain, aksi Mortal Kombat menggunakan rekaman dari atlet beladiri, sebagai referensi atas gerak serangan dan bertahan untuk para karakternya. Hasilnya pun terlihat kentara, dengan pergerakan yang lebih realistis dan cukup hidup di jaman tersebut.
Tidak hanya meramaikan ranah genre gim gelut, Mortal Kombat punya banyak efek visual dan animasi yang berdarah-darah dan mendaging-daging, menyebabkan perbedaan unik dengan banyak gim di genre ini. Perbedaan itulah yang membuat waralaba ini ramai dan disukai penggemarnya.
Saking ramainya animo gim Mortal Kombat, banyak rilis gim sejak tahun 1992 lalu. Tepatnya, berjumlah 12 seri utama gim, dan 14 seri Spin-Off dari Mortal Kombat. Seri utama terakhir berasal dari tahun 2023 lalu, yang memulai kembali (reboot) judulnya dari nomor 1, berjudul sederhana Mortal Kombat I.
Tidak hanya gim yang meyakinkan dari segi gameplay, Mortal Kombat punya cerita yang unik. Yaitu latar pertarungan antar Realm, alias dunia Multiverse yang banyak alternatifnya. Setiap seri memiliki beberapa petarung untuk mewakili dunianya masing-masing, yang tentu diantaranya adalah Bumi.
Karena dunia Mortal Kombat bervariatif dan mengambil referensi beladiri dunia, yang lengkap dengan kekuatan supernaturalnya, sehingga kuda-kuda gelut setiap karakternya terlihat unik. Terdapat Raiden sebagai Dewa Petir dari Bumi, lalu Sub Zero yang mampu mengendalikan Es, Scorpion yang tangannya mengeluarkan Kunai berantai. Bahkan beberapa mahluk alien pun muncul, seperti karakter Goro dari Ras Shokan yang berlengat empat, atau Ras Tarkatan yang bergigi taring semua dan diwakili oleh Baraka.
Uniknya, tidak hanya karakter dari cerita asli Mortal Kombat yang ada di gimnya. Sejak Mortal Kombat dari tahun 2011, seri utamanya sering diisi oleh Cameo dari waralaba film atau gim lain. Pada seri tahun 2011 saja, terdapat Kratos dari seri God of War dan Freddy Krueger dari Nightmare on Elm Street.
Pada Mortal Kombat X dari tahun 2015, terdapat Jason Voorhess dari Friday 13th, lalu Predator dan Carl Weathers dari Predator, Leatherface dari Texas Chainsaw Massacre, serta Xenomorph dari seri Alien. Sementara Mortal Kombat 11 dari tahun 2020, terdapat John Rambo yang lengkap dengan Sylvester Stallone-nya, T-800 dari seri Terminator, Joker dari seri komik Batman, Spawn dari komiknya pula, serta Robocop yang bergerak lambat namun Tanky.
Untuk seri terakhirnya dari tahun 2023 lalu, berisi Omni-Man dari seri komik dan kartun Invincible, Conan The Barbarian, Ghostface dari Scream, Homelander dari The Boys, T-1000 dari Terminator, serta Peacemaker dari The Suicide Squad.
Film Mortal Kombat
Gim tarung ini sempat memiliki dua film utama, dan satu seri khusus. Film berjudul Mortal Kombat dari tahun 1995 lalu, adalah film yang cukup sukses, karena cerita dan artstyle-nya sangat mirip dengan gimnya. Film keduanya di tahun 1997, tidak sesukses sebelumnya, namun dilanjutkan dengan serial televisi yang membuka Lore dari dunia Mortal Kombat.
Maksud dari ceritanya masih sama, yaitu mengemukakan perang yang terjadi antar dunia Mortal Kombat. Biasa disebut Realm, setiap dunia diminta untuk memberi perwakilan dalam satu turnamen gelut, demi menghentikan dan menggantikan peperangan besar yang mengorbankan banyak nyawa.
Untuk prekuelnya, Mortal Kombat dari 2021 justru kembali ke formula cerita ala serial televisi. Yaitu pengenalan dan pertentangan awal para karakter dari Bumi, yang perlu membuka jalan dan berjibaku untuk mengikuti turnamen antar dunia. Tanpa kehadiran mereka, Bumi terancam peperangan besar yang sanggup menghancurkan semuanya.
Dari cuplikannya, terlihat beberapa karakter khas dari gim yang menemani khusus karakter utama Cole Young, yaitu Jax, Sonya Blade, Liu Kang, Kung Lao, Raiden, Shang Tsung, Scorpion, Sub Zero, Mileena, dan Goro. Uniknya, aktor aksi dari Indonesia bernama Joe Taslim, memerankan Sub Zero dalam film ini.
Nah khusus untuk film keduanya yang tayang di minggu kedua April dengan rating D17, ceritanya justru beralih ke Johnny Cage yang diperankan oleh Karl Urban (Dredd dari 2012, The Boys dari 2019). Karakter Cage yang awalnya dikenalkan sebagai anekdot dari aktor beladiri, justru menjadi tokoh utama dalam film ini.
Status Cage sebagai aktor beladiri terkenal dan pembawaannya yang sok necis, justru telah menjadi khas yang berbeda dengan atmosfer brutal nan suram ala Mortal Kombat. Terlihat dari cuplikan filmnya yang tayang di sinema Indonesia, justru memiliki animo lebih ringan dari prekuelnya. Gaya necis pecicilan ala Johnny Cage menjadi penyegar khusus, apalagi dengan akting ala Karl Urban.
Format ceritanya pun beralih, yaitu berbeda dengan prekuelnya yang fokus pada resiko peperangan dunia, beserta invasi setiap karakter yang diperbolehkan gelut. Pada film di tahun 2026 ini, karakternya justru (hampir) secara resmi mengikuti turnamen Mortal Kombat, yang disediakan pada satu lokasi khusus, dan lengkap dengan seluruh kompetitornya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.