![]() |
| Cahaya matahari yang cerah diantara awan (TMDB). |
Sekarang, saatnya artikel ini menanggapi kisah Monsterisasi sebelumnya yang brutal, namun bisa diselaraskan sesuai dengan perkembangan jaman, sains, dan teknologi. Analisa-nya pun bukan berasal dari ranah cerita fiksi, melainkan dua lagu yang visual dan liriknya ditelaah terlebih dahulu.
Lagu pertama adalah Yorushika (Sunny) dari N-Buna yang menjadi pembuka kedua untuk anime Frieren: Beyond Journey's End musim pertama (2024). Sementara lagu kedua adalah Grand Escape dari Radwimp, yang menjadi lagu latar film anime Tenki no Ko alias Weathering with You (2019).
Anime Tenki no Ko memang sudah dijabarkan dalam artikel Makoto Shinkai. Namun artikel ini lebih fokus pada tema utama ceritanya, beserta penggambaran tambahan dari lagunya, yang semakin melengkapi tema filmnya. Penulis sempat mengecek dua baris lirik lagu, yang ternyata sangat cocok dengan penggambaran isi film, dan termasuk faedah lainnya yang ikut dimasukkan sebagai lirik.
Artikel ini adalah semacam nostalgia bagi penulis, yang pernah berinisiatif untuk membuat Blog mengenai lirik lagu, pertengahan tahun 2010an lalu. Karena penulis lulus kuliah lalu mulai bekerja resmi di media dan berlatih menulis banyak aspek, bahkan yang kurang dipahami penulis, akhirnya sanggup memahami perbedaan cara menulis dan topiknya. Lalu beralih ke blog ini yang fokus pada film serta visualisasi-nya yang menjadi bakat, minat, dan ilmu penulis, yang bahkan sempat profesional dalam menjabarkannya di media terdahulu.
![]() |
| Terbenamnya matahari yang indah (YouTube). |
Ritual Peralihan Generasi dalam Visualisasi Video Klip Yorushika
Untuk analisa lagu berjudul Yorushika, akan berisi penggambaran dari visual-nya saja. Ya, tidak ada lirik yang dianalisa dalam sub-artikel ini, tetapi masih teranalisa dengan cocok. Tentu karena video klip Yorushika berisi adegan yang mengalir tentang dua karakter, yaitu ayah dan anak sepanjang durasi video.
Adegan yang ditelaah adalah sang anak yang berlari ke ujung desa, tepat diatas bukit yang mengarah ke banyak lokasi desa lainnya, dan berujung pemandangan lautan luas di horison. Adegan yang terjadi saat terbenamnya matahari, memberi pula sudut pandang dari sisi lain. Tepat dibelakang ayah dan anak, terdapat dinding setinggi belasan meter yang menjadi pembatas wilayah.
![]() |
| Batasan yang sangat besar nan tinggi (YouTube). |
Adegan ini pun diulang beberapa kali, dengan drama sang anak yang tidak mampu menerima keberadaan dinding. Sang anak sebenarnya berinisiatif untuk menggali lubang, demi ritual Time Capsule. Lubang galian tersebut berisi topi miliknya, serta sepucuk surat. Kegiatan semacam ini biasa dilaksanakan untuk membuat Time Capsule, yaitu berisi beberapa benda yang ditambah dengan surat dan maksud tertentu di masa mendatang (saat digali kembali).
Sementara adegan video pun mundur, dengan kilas-balik (Flashback), mengenai keadaan yang berbeda. Saat sang anak masih balita, dia sering digendong oleh ayahnya, melalui bukit yang sama dengan pemandangan yang mirip. Namun yang berbeda, adalah tidak adanya dinding pembatas tinggi, serta sang ayah yang tiba dari turunan bukit, dan bukannya dari arah desa. Jadi di masa lalu, dinding belum dibangun sama sekali, dan mereka bisa bebas menikmati pemandangan tanpa pembatas tersebut.
![]() |
| Pemandangan indah seluas horison (YouTube). |
Adegan ini menyimbolkan rutinitas ayah dan anak untuk menikmati indahnya pemandangan. Namun dari segi yang lebih luas dan besar, seluruh adegan berarti simbol dari Rite of Passage, yang berarti Ritual Peralihan Generasi. Sang ayah sebagai kepala keluarga, memberikan inspirasinya sendiri melalui kegiatan jalan-jalan tersebut. Secara ritual, maksudnya adalah peralihan ilmu dari ayah kepada anaknya sendiri. Secara turun temurun, maka inspirasi, ilmu, dan proses berikutnya, akan dimulai oleh setiap generasi baru.
Suatu penggambaran yang indah, walau terdapat drama dinding pembatas tinggi, yang bisa berarti simbolis. Potensi generasi berikutnya, kadang terhalang oleh waktu dan ruang. Anak yang memiliki potensi besar, ternyata dapat mentok akibat perkembangan umurnya sendiri, seperti yang ditampilkan dalam adegan video. Anak yang awalnya balita lalu mencapai umur sekolah, yang berarti aspek sosial serta banyak urusan dunianya, akan menciptakan masalah batasan tertentu.
Nah, segitu saja untuk Yorushika dari N-Buna dan anime Frieren.
![]() |
| Semburat oren yang indah dari horison Bumi (TMDB). |
Peluang Tanpa Batas ala Lirik Lagu Grand Escape
Nah, bagi yang sudah membaca artikel sebelumnya, film Tenki no Ko alias Weathering with You digambarkan sebagai konsep ruang. Sebenarnya, ada satu tema paling kentara dari anime ini, yaitu perubahan iklim.
Walau berisi karakter dan adegan fantastis selama durasi film, Tenki no Ko sebenarnya menggambarkan cuaca ekstrem yang tiba di Tokyo akibat perubahan iklim. Berbanding terbalik, akhir film justru digambarkan dari karakter sang nenek, bahwa Tokyo hanya kembali ke 150 tahun lalu (sekitar tahun 1868), yaitu saat dikenal sebagai Venice dari Asia.
Nah, bagaimana dengan lirik yang ada dalam lagu Grand Escape dari Radwimp? Justru itulah uniknya. Lagu yang menjadi latar utama Tenki no Ko ini, ternyata melengkapi dengan tepat seluruh temanya.
Sebelumnya, bisa dicek terlebih dahulu dua bait lirik yang ditelaah oleh penulis dibawah ini. Seluruh lirik diambil dari terjemahan otomatis YouTube, dan ditulis ulang disini.
![]() |
| Lahan yang baru di planet lain? (TMDB). |
Today's a once-in-a-lifetime, gravity has fallen asleep
Let's run to the sound of the fireworks, and ride it far away
When they wake up, we'll be gone beyond,
We'll run somewhere so far that we can't come back
"Ready, set, go!",
And we'll fly off the Earth into a brand new journey, a new land
Let's go
One more step and we're past our destiny
One more step and we're past our civilization
Let's go
One more step and we're past our destiny
One more step and…
![]() |
| Saatnya menatap langit dengan sikap yang berbeda (TMDB). |
Maksud yang sangat kentara dalam bait pertama, yaitu saat gravitasi (Bumi) tiada, dan akhirnya terbang jauh, dengan suara ramai dari kembang api. Bahkan di baris akhir, kita terbang dari Bumi, menuju perjalanan baru.
Maksudnya menurut penulis, adalah sejenis Rocket Science (!), yang disimbolkan dengan kembang api (roket yang mulai terbakar untuk terbang), sementara kita menungganginya. Memang terbang dari planet Bumi, menuju planet yang baru.
Sementara bait kedua, menyimbolkan filosofi kita sebagai manusia, yang berada di Planet Bumi sebagai bagian dari Takdir. Bahkan baris berikutnya adalah referensi langsung, yaitu mencapai dan melalui Peradaban (Civilization) saat ini.
Dari istilah sains, Tipe Perabadan adalah sejenis Milestone (Tonggak Sejarah), yang banyak urutannya. Untuk peradaban sekarang, berada di Tipe 0, alias kita belum dapat menggunakan seluruh sumber daya dan energi yang ada di Planet Bumi. Sementara Tipe 1 adalah saat manusia sanggup menggunakan seluruh sumber daya dan energi Bumi, sekaligus terbang menjelajahi Tata Surya. Bahkan hingga membuat koloni di planet lain di Tata Surya ini.
Memang aslinya Tenki no Ko memiliki referensi sains yang kentara, khususnya pada Perubahan Iklim yang menjadi siklus ribuan tahun di Planet Bumi. Makin lengkap pula dengan lirik pada lagu Grand Escape ini. Mungkin suatu saat di masa mendatang, saat peradaban manusia mencapai Tipe 1 dan seterusnya, Bumi perlu ditinggalkan demi mencapai kehidupan yang baru.
Sisa liriknya adalah lagu yang menyemangati pendengarnya, untuk terus berpikir dan bertindak maju sekaligus progresif, serta harus sesuai dengan kemampuan, norma, dan budaya yang dimiliki oleh manusia.
Yaaah... cukup segitu saja mengenai Grand Escape dari anime Tenki no Ko.
Okeh, Ciao.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.