![]() |
| Li Hui-zhen yang sumringah bersama anak dan ketiga temannya (TMDB). |
Saatnya membahas film drama yang memukau sinema dunia, berjudul Sunshine Women's Choir dari sineas perfilman Taiwan sana. Film yang tayang di sinema Indonesia mulai minggu ini, akan memiliki rating R13 alias Remaja.
Memang berlatar drama keluarga, namun berisi lokasi yang cukup kontroversial, yaitu Lembaga Pemasyarakatan di Taiwan, yang banyak penghuni narapidana wanitanya.
Film Terlaris Sepanjang Masa dari Taiwan
Film Sunshine Women's Choir sebenarnya telah dirilis di Taiwan sejak tahun lalu, tepatnya tanggal 25 Desember 2025, dan baru dirilis Indonesia pada 20 Mei 2026. Sebelum dirilis internasional, film ini meraih rekor sebagai Terlaris Sepanjang Masa di negara asalnya.
Memang selama dua bulan berturut-turut, Sunshine Women's Choir meraih Box Office setiap harinya. Hingga akhirnya tepat pada tanggal 14 Februari lalu, film ini mengalahkan rekor sebelumnya dari film Cape No. 7 (2008) di Taiwan.
Film ini berhasil meraih gelar tersebut, dengan mencapai rekor pendapatan sekitar 545 Juta New Dolar Taiwan (NDT), atau sekitar 303 Miliar Rupiah. Itupun, banyak negara yang belum sempat merilis film ini di lokasi sinemanya, contohnya adalah China dan Indonesia (hingga minggu ini).
Kisahnya memang menyayat hati, yaitu saat seorang ibu yang harus bersalin di Lembaga Pemasyarakatan Taiwan. Mirip dengan aturan hukum di Indonesia, yang mengacu pada Undang Undang Republik Indonesia Pasal 62 Ayat 1-4 (Direktorat Jenderal Pemasyarakatan), yang mengatur bahwa ibu dapat melahirkan di Lapas dan diberi hak asuh selama tiga tahun. Tentu demi memberi Air Susu Ibu bagi sang bayi, yang harus diberikan agar tumbuh kembang anak tidak terganggu.
Dalam film ini, sang ibu berlatar sebagai narapidana dalam Lapas. Karena masih perlu dan ingin mengasuh sang anak, maka dirinya secara sukarela melahirkan dan mengasuh bayi selama tiga tahun lamanya. Tidak hanya dirinya saja, tiga teman narapidana lainnya ikut berandil besar selama mengasuh sang bayi.
Kisah ini pun menjadi inspirasi khusus, yang merubah suasana dan kerjasama dalam Lapas. Terlihat dalam cuplikannya, mereka (aslinya) adalah narapidana beringas nan suka gelut, selayaknya napi pria. Namun, kehadiran bayi diantara mereka, merubah kesan serta tingkah perilaku semuanya.
Sinopsis Film Sunshine Women's Choir
Li Hui-zhen (Ivy Chen) adalah seorang gadis muda yang bengal, yang terpaksa tinggal dalam Lapas, padahal tengah dalam keadaan hamil. Namun dirinya tidak menyerah begitu saja, dan berjuang untuk tetap mengasuh sang anak selama tiga tahun lamanya.
Walau begitu, karena keadaan Lapas yang beringas, dirinya seringkali terjebak dalam gelut. Keadaan penghuni Lapas yang serba brutal, memaksa situasi yang berbahaya bagi semuanya, termasuk para penjaga dan sipir penjara.
Hui-zhen lalu berhasil melahirkan dalam Lapas, yang disambut bahagia oleh ketiga temannya. Tidak hanya mereka, sipir penjara pun ikut sumringah dengan kehadiran bayi imut ini. Suasana pun mereda dan tidak begitu brutal seperti sebelumnya.
Bahkan Hui-zhen dan teman-temannya mulai berinisiatif lebih. Karena sang anak ternyata didiagnosa penyakit mata, keempatnya lalu mulai ikut kegiatan paduan suara dalam Lapas. Hui-zhen hanya ingin, selama tiga tahun keberadaan anaknya dalam Lapas, menjadi momen indah yang tidak tergantikan.
Sanggupkah Hui-zhen, ketiga temannya, sipir penjara, serta seluruh penghuni Lapas menghargai dan membantu kehadiran sang bayi selama tiga tahun tersebut?
Jawabannya tentu ada di drama menyayat hati ala sinema Indonesia.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.