Artikel Analisis untuk Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Drama Keluarga Indonesia di Film Semua Akan Baik-Baik Saja, Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan, dan Keluarga Suami adalah Hama


Keluarga yang seharusnya terus akur (TMDB).

Untuk kompilasi film yang satu ini, hanya terpisah satu minggu saja untuk rilisnya. Pada minggu ini, dirilis film berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja, dan Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan. Sementara minggu depannya, dirilis film berjudul Keluarga Suami adalah Hama. Seluruh film memiliki rating Remaja (R13) untuk tayang di banyak sinema Indonesia.

Memang kombinasi film yang menyajikan drama berlebih, yang fokus pada keluarga inti dan besar dari Indonesia. Masing-masing film menyajikan isu sosial yang berbeda, dan dapat ditelaah secara normatif ala Nusantara.

Film Semua Akan Baik-Baik Saja

Film pertama ini pasti membuat salfok para penggemar film Indonesia. Reza Rahardian berperan kembali dalam drama yang berat, berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja

Film yang diproduksi oleh Tiger Wong ini, ternyata memberi latar awal yang cukup rumit, yaitu berada di lokasi rumah susun yang jorok. Kisahnya dimulai saat Langit (Reza Rahardian) yang tinggal dan bekerja sendiri di kamar rusun miliknya, dan perlu pulang untuk menemui kakaknya, Tari (Happy Salma). 

Karena ponsel miliknya rusak, Langit yang baru saja tiba di rumah Tari, heran dan sedih dengan sesi memandikan mayat. Tari terkena serangan jantung hebat, lalu meninggal seketika. Sementara suami Tari yang bergelagat keras, Ilham (Teuku Rifnu Wikana) masih menyimpan sedih yang mendalam, sehingga sesi pemakaman sempat ditunda.

Sepeninggal Tari, Ilham malah mengurusi masalah pembagian harta gono-gini alias warisan. Sementara kedua anaknya sendiri, tidak ingin diasuh karena Ilham tidak mau menjadi ayah tunggal. 

Bintang (Raihanun) dan Banyu (Ari Irham), hingga perlu berdiskusi hebat dengan ibu mereka, Wida (Christine Hakim). Satu keluarga ini perlu memutuskan siapa yang mengasuh Alim (Rahmatullah Nan Alim) yang berkebutuhan khusus, dan Syafa (Malika Syaquena) yang memasuki umur remaja.

Kisruh drama keluarga semakin mencuat, karena selain Wida yang berpengalaman mengasuh anak, belum ada satupun dari trio bersaudara ini yang sudah memulai keluarga baru.

Keluarga yang memorinya masih lengkap (TMDB).

Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Untuk film kedua, lebih berasa dalam penggambaran keluarganya. Walau tidak ada anggota keluarga yang meninggal, film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan menggambarkan keadaan yang mungkin terjadi di setiap keluarga. Yaitu, saat kepala keluarga mengalami masalah pikun parah, alias penyakit Alzheimer.

Kisahnya memang diawali dengan sederhana, yaitu seorang ibu bernama Yuke Yolanda (Lulu Tobing) yang bekerja sebagai guru. Sifatnya yang lemah lembut, menyebabkan dirinya menjadi guru favorit di sekolah, maupun bagi anak-anaknya.

Namun semakin lama, Yuke sering terjangkit lupa. Bahkan saking parahnya, Yuke sering melupakan hari penting, hingga wajah anaknya sendiri. Penyakit pikun yang semakin melanda Yuke, menyebabkan seisi rumah panik. Kesha (Yasmin Napper) yang sedang sibuk mengerjakan tugas akhir kuliahnya, perlu sering pulang demi menemani sang ibu. 

Bahkan sang ayah (Ibnu Jamil) perlu mengawasi istrinya langsung, karena takut berbahaya. Padahal selama ini, yang menyatukan seluruh memori beserta momen keluarga adalah Yuke, yang biasanya ingat dengan mudah tentang keluarganya.

Kesedihan pun semakin melanda seisi rumah, yang turut berpengaruh kepada dua anak terkecil, yaitu Kenya (Shofia Shireen) dan Karlo (Jordan Omar). Seluruh anggota akhirnya berinisiatif, untuk terus menemani sang ibu agar mudah diingatkan.

Yuke pun mulai berinisiatif sendiri, yaitu merekam dirinya sendiri pada beberapa momen di rumah. Dengan begitu, setiap ada yang terlewat, maka dirinya bisa mengecek langsung dari hasil rekaman videonya.

Sulitnya memulai keluarga baru dan ditambah yang lama (TMDB).

Film Keluarga Suami adalah Hama

Dan terakhir, adalah situasi drama yang cukup sulit dihadapi oleh keluarga, berjudul Keluarga Suami adalah Hama. Khusus film ini, diadaptasi dari film pendek yang rilis melalui portal siaran Noice. Film pendek yang dirilis pada bulan April tahun 2025 lalu, berhasil meraih peringkat nomor satu. Sehingga sutradara kawakan Anggy Umbara beserta tim produksinya, berinisiatif untuk mengadaptasi kembali film ini di sinema layar lebar, dan dirilis pada minggu ketiga bulan Mei tahun 2026.

Film ini berlatar dalam satu keluarga, yang anak sulungnya telah bekerja serta mapan, dan bahkan sudah berkeluarga baru. Namun, si sulung ini perlu mengasuh ibunya (yang sudah janda), sekaligus banyak adiknya. Keadaan yang memaksa seorang anak sulung menjadi kepala keluarga, memang memberi beban fisik dan mental berlebih.

Damar (Omar Daniel) adalah anak sulung tersebut, yang perlu memberi hunian bagi seluruh anggota keluarganya. Sementara istrinya yang bernama Intan (Raihaanun), justru diperlakukan layaknya pembantu di rumah sendiri. 

Keadaan semakin parah, akibat Damar yang tiba-tiba mengalami pemutihan di tempat dirinya bekerja. Akibat dipecat, Damar yang memiliki banyak tanggungan berlebih, harus berjibaku lagi sebagai pencari kerja.

Keadaan keuangan rumah yang gamang, serta kondisi hubungan keluarga yang tidak kondusif, semakin menyulitkan keadaan Damar dan Intan. Keduanya pun semakin sering bertikai dan bertengkar, sementara mencari cara agar kondisi kembali membaik.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Total Tayangan Halaman

Daydreamer

Daydreamer

Label

Arsip Blog

Rekomendasi

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece