![]() |
| Kay yang pake emote heran Patrick Star (TMDB). |
Tampaknya sineas perfilman Nusantara semakin kreatif saja, dengan mengadaptasi kisah pro player ESport dalam film berjudul Nobody Loves Kay, yang akan tayang (awal Juni) di sinema Indonesia dengan rating umur D17 (17 Tahun Keatas). Kisah film ini berfokus pada atlet nyata bernama Kay, yaitu pemain profesional dari tim Onic Indonesia dalam gim MLBB.
Perkembangan ESport di Indonesia
Awalnya Mobile Legends Bang Bang Professional League (MPL ID) dimulai sejak tahun 2018 lalu, saat jaman internet dimulai kembali dengan ramainya para streamer dan gamer-nya.
MPL ID adalah kompetisi menarik, karena bagian dari ESport resmi Indonesia. MLBB sebagai gimnya pun, ditandingkan setiap kali ada Pekan Olahraga Nasional di Indonesia. MLBB memang diresmikan oleh Komite Olahraga Nasional sejak tahun 2018, yang sangat meramaikan ranah Inet dengan para gamer.
MLBB telah menjadi gim terbesar di Indonesia, dengan jumlah pemain aktif yang mencapai 8 juta. Bahkan bisa disebut, MLBB adalah lahan cuan bagi Moonton di Asia Tenggara. Sebelumnya, MLBB memang tidak begitu menarik perhatian di negaranya sendiri, yaitu China yang lebih fokus pada Honor of Kings.
Karena itu, banyak karakter hero di MLBB yang mengacu karakter khas dari setiap negara. Contohnya adalah Kadita dan Gatot dari Indonesia, Lapu-lapu dari Filipina, Badang dari Malaysia, dan Minshittar dari Myanmar.
Petanya pun masih memiliki Lord dengan bentuk pusaran air, yang bermaksud pada nama Moonton, yang berarti pula anekdot dari Moonson alias musim hujan akibat terjangan badai laut. SEA alias South East Asia yang memang berbatasan dengan laut, cocok sebagai anekdot laut itu sendiri.
Nah untuk film ini, fokus pada pemain profesional bernama Kay, yang sempat berjibaku antara sekolahnya, atau mengejar mimpinya sebagai pro player ESport gim MLBB. Kisah selengkapnya memang seharusnya dicek melalui film, karena akan berakhir dengan beda interpretasi.
Namun yang perlu diperhatikan, adalah beberapa kisah viral mengenai anak muda alias remaja yang berkeinginan untuk bermain profesional. Banyak kisah viral, dimana mereka perlu memilih antara sekolah, atau berusaha keras untuk masuk dunia gim profesional ini. Sudut pandang dari orangtua mereka pun tidak begitu diberi lahan, sehingga kurang banyak informasinya.
Namun, sebenarnya bisa dijawab dengan mudah, yaitu mengacu beberapa contoh. Banyak pemain profesional saat ini, yang umurnya baru saja mencapai 30an. Mereka memang memulai kiprah di dunia gim profesional, setelah berumur 21 tahun keatas dan cukup matang. Jadi, mereka tidak meninggalkan sekolahnya, namun masih sanggup berkarya di dunia kompetisi digital.
Sedikit Pengalaman Penulis di MLBB
Jujur, sebenarnya penulis memainkan secara intensif dan kurang serius dalam bermain MLBB, selama dua tahun terakhir saja. Itu pun karena ponsel yang dimiliki bisa main secara HD, dan lumayan lancar. Justru kurang serius karena jarang masuk Rank Immortal, dan bahkan hanya mencari skin gratisan saja (hehe).
Posisi pun termasuk pecicilan, alias Gold, Mid, dan Exp Laner. Ya, posisi yang hanya maju dan mundur dengan sedikit makro-mikro ini, adalah posisi uenak bagi penulis, tanpa perlu sat-set atau bertaktik makro.
Walau bermain ala Freeplayer dan hanya isi diamond saat ada promo, tetapi baru beberapa bulan kemarin, penulis mendapatkan Collector Banner. Ya, ratusan skin gratis dan banyak emote ketawa Patrick Star dan Dyroth, menjadi langkah menuju Banner langka ini (hehe lagi).
Dan jangan coba tanya masalah ESport terlalu jauh, karena mainnya saja santai alias ngejar event semata. Bahkan tayangan MPL pun jarang nonton, dan memilih Persib saja yang baru hattrick juara, tepatnya hari Sabtu kemarin.
Sinopsis Film Nobody Loves Kay
Kay (Bima Azriel) adalah seorang remaja yang keranjingan bermain MLBB. Saking sukanya, Kay lalu berambisi untuk bergabung dengan tim profesional, dan memulai karirnya disana. Bersama kedua temannya yang suka mabar push rank bersama, yaitu Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshue Frederico), mereka pun mulai recall-recall dengan tim profesional MPL ID.
Namun, nilainya semakin memburuk saja di sekolah, membuat dirinya pun di-emote 'Biasa Aja' oleh ibunya sendiri. Kay pun dimarahi dan diminta untuk belajar, bahkan hingga les bersama kedua teman mabarnya. Bahkan ibunya mengancam akan event comeback ayahnya Kay, yang kini tinggal terpisah dan berada di Arab.
Kay pun terpaksa spawn sendiri di Arab dengan spell arrival-nya, dan harus split push tanpa bantuan teman layaknya Zilong dan build Attack Speed-nya. Namun, Kay menemukan secercah harapan, saat kawannya di tim ONIC sedang bertahan hebat di High Ground, sementara dirinya tidak diacuhkan oleh tim musuh. Epic Comeback pun akan terjadi, saat Kay berhasil menembus tower sendirian, dan memberi jalan bagi minion menuju markas milik musuh.
Okeh, sudah cukup bahasa makro-mikro MLBB, Ciao (pun intended).







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.