Analisa Film Nasional serta Internasional sebagai Akulturasi Budaya


Anime Berwacana Aneh Ala Film Assassination Classroom the Movie: Our Time

 

Koro Sensei yang semakin dekat dengan muridnya (TMDB).

Kembali ke anime yang aneh, dengan judul Assassination Classroom the Movie: Our Time, yang tayang di sinema Indonesia mulai minggu depan, dengan rating umur R13 (Remaja). Anime ini memang berwacana aneh, saat para remaja sakti, terpaksa menjalankan misi di sekolah khusus, untuk membasmi gurunya sendiri.

Animo Wacana Aneh ala Assassination Classroom

Bagi yang belum menonton serialnya, maka perlu mengecek anime-nya yang tayang sejak tahun 2015 hingga 2016. Setelah dua musim tersebut, manga hasil karya Yuusei Matsui ini diadaptasi film pada tahun 2016 dengan sub-judul 365 Days' Time. Memang perjalanan yang cukup panjang, hingga akhirnya bisa menonton film Our Time ini satu dekade kemudian, di tahun 2026.

Anime ini cukup nyeleneh nan aneh, dengan kisahnya yang berkutat di sebuah sekolah. Seorang monster alien dari antariksa, yang sebelumnya melubangi bulan hingga berbentuk sabit, tiba di planet Bumi. Dengan tenggat waktu bulan Maret tahun depan, alien ini akan menghancurkan Bumi dan segala isinya.

Namun, alien aneh ini meminta satu waktu dan tempat tertentu, yaitu di Sekolah Menengah Atas Kunigigaoka dan bekerja sebagai guru. Selama masa tenggat, misi untuk membasmi guru ini pun dilaksanakan.

Para murid kelas 3-E yang berlatar dari banyak klan, perlu menggunakan kekuatan uniknya untuk membasmi alien ini. Setelah beberapa kali percobaan, mereka sulit membasminya. Bahkan alien ini terasa kekal abadi, sehingga diberi nama Koro Sensei (Jun Fukuyama) alias tidak bisa disentuh sama sekali.

Nah, walau kisahnya terdengar kelam dan berbahaya, ternyata sub-genre lainnya adalah komedi. Jadi, tidak banyak adegan brutal, dan bahkan menjadi lucu akibat lihainya Koro Sensei dalam menghadapi muridnya. 

Banyak senjata pun, tidak ditampilkan secara brutal. Pada cuplikannya saja, terlihat senapan serbu yang terus menembak Koro Sensei saat sesi mengabsen muridnya. Para muridnya pun menjatuhkan selongsong peluru, yang ternyata berbentuk khas airsoft gun dan paintball sekaligus. Jadi, memang bukan anime brutal yang khas mendarah-darah dan mendaging-dagingnya.

Seakan menjadi gag character, Koro Sensei memang tidak terlihat seberbahaya itu selama sesi anime-nya. Justru yang terlihat kentara, adalah persaingan dari setiap muridnya, yang ingin dan perlu membasmi Koro Sensei.

Alien berbentuk kepala bulat kuning dengan tentakelnya ini, ternyata memendam sesuatu yang berharga. Dirinya memiliki sebuah janji dengan seorang manusia di Bumi, dan perlu tiba dengan begitu hebohnya. Entah apa maksudnya, tetapi coba tonton saja anime-nya.

Nah, dinamika sekolah pun layaknya anime slice of life, dengan bumbu kompetisi membasmi alien sebagai penyambungnya. Bahkan di filmnya tahun 2026 ini, yang sudah jelas terpaut satu dekade dengan film sebelumnya, menyiratkan bahwa anime ini masih saja kacau. 

Para siswa kelas 3-E akhirnya menemukan lokasi tersembunyi milik Koro Sensei, tepatnya disebuah gunung tinggi yang lebat saljunya. Walau keadaan dingin nan menggigil, ternyata Koro Sensei memiliki aksi di gunung antah berantah ini. 

Yaitu, dengan memanfaatkan dinginnya lokasi, demi ngocok semata di lokasi yang jauh dari peradaban. Koleksi bahan voyeur pun menjadi gudang yang enak nikmat dipandang mata, apalagi dengan jumlah tentakelnya yang banyak nan elastis.

Kegiatan yang terlalu aneh, bagi seorang alien yang mengancam menghancurkan Bumi. Lebih aneh lagi adalah para murid yang kurang bergaul dengan wajar, dan berakibat hanya ambisi semata.

Okeh, tamat.

Bagikan:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Mengenai Saya

Foto saya
Warga dan Narablog saja...

Total Tayangan Halaman

Daydreamer

Daydreamer

Label

Arsip Blog

Rekomendasi

Mengenal Luffy Sang Topi Jerami dari One Piece